Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Diduga sistem keamanan Bank Jambi diretas, enam ribu lebih nasabah kehilangan uang senilai 17 juta hingga 25 juta rupiah. Gubernur Jambi jamin dana nasabah yang hilang akan ditanggung sepenuhnya.

Jelang Lebaran, sebanyak enam ribu nasabah kehilangan uang yang disimpan di Bank Jambi, diduga akibat mengalami peretasan.

Ratusan nasabah yang khawatir pun mendatangi kantor bank untuk memeriksa saldo hingga penarikan tunai, karena ATM dan mobile banking belum bisa digunakan.

Seperti salah satunya adalah Sukartini, ASN Pemkot Jambi, yang kehilangan uang senilai 24 juta rupiah di rekeningnya.

Sudah hampir dua pekan pasca Bank Jambi diserang peretasan, layanan ATM dan m-banking Bank Jambi masih belum bisa dilakukan.

Lalu bagaimana dengan dana 6.000 nasabah yang hilang hingga 143 miliar rupiah? Kita bahas bersama Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Taufik Nurmandia.

#bankjambi #bobol #nasabahbankjambi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/655229/full-polisi-ungkap-kronologi-kasus-6-ribu-rekening-bank-jambi-diretas-rp143-m-raib
Transkrip
00:00Setelah diduga sistem keamanan Bank Jambi di retas 6.000 lebih nasabah kehilangan uang senilai 17 juta hingga 25 juta
00:08rupiah.
00:08Keputur Jambi jamin dana nasabah yang hilang akan ditanggung sepenuhnya.
00:16Jelang lebaran semenyak 6.000 nasabah kehilangan uang yang disimpan di Bank Jambi diduga akibat mengalami peretasan.
00:24Ratusan nasabah yang khawatir pun mendatangi kantor bank untuk memeriksa saldo hingga penarikan tunai karena ATM dan mobile banking belum
00:30bisa digunakan.
00:32Seperti salah satunya adalah Soekartini, ASN Pemkot Jambi yang kehilangan uang senilai 24 juta rupiah di rekeningnya.
00:4224.369.825
00:45Bu itu katanya kapan mau dibalikkan?
00:50Kata dia 10 hari kerja.
00:5310 hari kerja.
00:55Ibu ini 20 juta ini keluar sendiri kita tidak tahu atau seperti apa nih ibu?
01:00Kayaknya keluar sendiri lah karena kita kan memang selengaja.
01:04Sebelum ini pernah penarikan?
01:05Penarikan palingnya 1 juta 2 juta dalam minggu ini.
01:09Tidak dong.
01:11Gubernur Jambi alaharis memastikan kembalian uang nasabah yang hilang.
01:15Ada pun sumber dana pengembalian dialokasikan dari laba bank.
01:20Adanya fraud di Bank Jambi ya.
01:23Berapa orang ya?
01:2515-an orang kita periksa mulai dari direktur sampai ke para divisi.
01:29Dan selain lain dan selain masuk nanti dari pihak-pihak ketiga yang berkaitan dengan penanganan.
01:34Setelah satu-satel ini ya.
01:36Hasil laporan mereka saat ini nasabahnya 6 ribuan lebih.
01:40Terus kemudian 143 anak.
01:44Gila mas.
01:45Sambil berjalan ya.
01:48Polisi telah memeriksa 15 saksi termasuk direktur Benggambi.
01:53Polisi bilang total kerugian yang diderita nasabah mencapai 143 miliar rupiah.
01:58Nah kami sudah rapat dengan teman pemimpin pemimpin saham.
02:04Pertimbangan total kerugian yang mereka setuju untuk sambil berjalan.
02:11Danalah buat kita yang kita berikan kepada pasapah kita.
02:15Alhamdulillah 2020-2025 kita ada lama di S340 miliar.
02:22Nah inilah nanti yang kita berikan sambil jalan nanti.
02:26Sistem keamanan Bank Jambi diduga diretas pada 22 Februari 2026.
02:31Warga meresak pihak bank segera memulihkan sistemnya sebelum penyaluran THR.
02:36Pihak bank menjamin akan mengganti uang nasabah yang hilang.
02:40Tim Liputan, Kompas TV.
02:45Ya saudara sudah hampir 2 pekan pasca Bank Jambi diserang pertahasan.
02:49Layanan ATM dan Mbanking Bank Jambi masih belum bisa dilakukan.
02:54Lalu bagaimana dengan dana 6 ribu nasabah yang hilang hingga 143 miliar rupiah saudara.
03:00Kita akan bahas bersama dengan diras krimung Polda Jambi, Kompas Taufik Nurmandia.
03:06Selamat malam Pak Dir.
03:12Halo, Pak Dir.
03:16Pak Dir bisa dijelaskan ini kronologisnya bagaimana? Apakah ini betul?
03:24Ada dugaan pertahasan, Pak Dir?
03:30Pak Dir juga memang ada pertahasan berkaitan dengan Pak Dir dan Yambi.
03:40Jadi kronologisnya dimana pada tanggal 23 Februari,
03:45ini ada menerima pengaduan, Pak Pak Pak 9, bahwa nasabah,
03:53karena nasabah mereka ada yang diertas oleh pihak lain.
04:01kemudian 22 Februari, kejadian itu dari jam 2 hingga 7 sampai dengan jam 8,
04:11disitulah kejadian peretasan terhadap itu.
04:17Begitu, Mas.
04:18Pak Dir, yang nasabah alami itu apakah ada transaksi seperti auto debit atau bagaimana, Pak Dir?
04:40Jadi secara otomatis gitu ya, Pak ya?
04:42Otomatis ketarik dana yang ada di rekening nasabah?
04:57Pak Dir, kami ingin pastikan kembali sambungan audio kita dengan Anda,
05:02apakah cukup jelas, Pak Dir? Halo?
05:06Cukup jelas, Pak.
05:10Jadi itu betul ada auto debit tertarik secara otomatis dari rekening nasabah, Pak Dir, saat itu?
05:15Iya, iya, Pak.
05:17Jadi dari jam 2 itu sampai jam 8 itu ada transaksi yang diketahui oleh dan tidak baik, melalui piket.
05:34Oh, baik.
05:35Untuk sejauh ini penyelidikan seperti apa, Pak Dir?
05:46Penyelidikannya seperti apa sejauh ini yang dilakukan oleh polisi, Pak Dir?
05:50Baik, sementara kita masih melakukan penyelidikan.
05:53Ya, ini sedang melakukan perisahan
06:16Kalau sejauh ini sudah ada berapa korban yang melapor, Pak Dir?
06:23Kita hanya menerima yang melapor ke kita dari pihak, Pak.
06:28Oh.
06:29Dari, Pak memang belum ada yang melapor langsung ke kita.
06:39Baik, yang saat ini polisi sedang melakukan investigasi
06:44dan tentu nasabah juga menanti bagaimana hasilnya,
06:48terutama soal pengembalian dana yang ditunggu juga tentunya.
06:51Terima kasih.
06:51Jelas Kripumpoda Jambi, Kompas Taufik, Normandia
06:55telah menyampaikan informasi terkini di program Kepas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan