Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan presiden, wakil presiden, menteri hingga ketua umum partai politik ke Istana, Jakarta, pada 3 Maret 2026.

Usai bertemu, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menyampaikan isi pertemuan dengan Prabowo membahas seputar masuknya Indonesia di Board of Peace.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan di tengah memanasnya perang AS-Israel versus Iran, ia memerintahkan kedutaan besar RI di Teheran untuk melakukan evakuasi warga Indonesia.

"Segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan evakuasi," ujar Sugiono di Jakarta, Rabu (3/3/2026).

Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berharap gejolak geopolitik global dapat diatasi.

Baca Juga Jokowi Bocorkan Isi Pertemuan dengan Prabowo di Istana, Bahas BoP hingga Tarif Dagang RI-AS di https://www.kompas.tv/nasional/655181/jokowi-bocorkan-isi-pertemuan-dengan-prabowo-di-istana-bahas-bop-hingga-tarif-dagang-ri-as

#presidenprabowo #jokowi #iran

Video Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/655202/jokowi-hingga-bahlil-ungkap-isi-pertemuan-dengan-prabowo-bahas-perang-as-israel-vs-iran-parasot
Transkrip
00:00Amerika semakin banyak karena kita dengan Amerika sudah surplus.
00:04Kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal,
00:10khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain.
00:15Kita tidak membicarakan apa Indonesia mampu atau tidak.
00:20Iya, beliau, Bapak Presiden, menjelaskan mengenai dua hal besar,
00:28yaitu mengenai masuknya Indonesia ke botobis,
00:33dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia-Amerika.
00:41Yang pertama mengenai BOP,
00:45beliau menyampaikan bahwa perlunya kita berada di dalam forum itu
00:52untuk membangun sebuah dialog yang baik
00:58agar dunia menjadi lebih damai.
01:02Yang kedua mengenai tarif,
01:05beliau juga jelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu adalah yang 0 persen,
01:13karena ada 1.800 item komoditi barang
01:21yang diberikan bebas tarif 0 persen,
01:29ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat.
01:42kemudian pentingnya tarif bagi kita
01:45agar ekspor kita ke Amerika semakin banyak,
01:50karena kita dengan Amerika sudah surplus.
01:54seingat saya kurang lebih 18 bilion US dollar.
02:04Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar,
02:06yang itu bisa kita tingkatkan lagi surplus-nya.
02:10Anggapan dari undangan waktu itu seperti apa, Pak?
02:14Ya, semua menyampaikan pendapat,
02:23memberikan saran.
02:24Ada Pak SBY, ada Pak CK,
02:28Pak Budiono, Pak Maruf Amin,
02:32Ketua-Ketua Partai,
02:33juga mantan-mantan Menteri Luar Negeri,
02:36semuanya memberikan masukan yang menurut saya sangat baik
02:40forum-forum seperti itu dilakukan secara rutin.
02:47Terima kasih teman-teman sekalian.
02:51Tadi, seperti yang sudah juga disampaikan Bapak Presiden,
02:57menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan situasi,
03:01baik global maupun domestik,
03:02selama beberapa waktu belakangan ini,
03:08termasuk juga situasi terakhir yang kita ketahui bersama
03:11sedang berkembang di Timur Tengah.
03:15Dan khusus untuk masalah Timur Tengah ini,
03:17saya juga ingin menyampaikan kepada rekan-rekan sekalian,
03:20bahwa di tengah eskalasi yang semakin meningkat,
03:26tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada
03:30dubes kita di Teheran,
03:32untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera,
03:40jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi.
03:44Karena perlu diketahui,
03:46dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak,
03:49tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi,
03:54tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran,
04:01dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut.
04:08Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang,
04:15kita akan melihat apa yang akan terjadi,
04:19tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden,
04:22bahwa apapun yang akan terjadi,
04:26kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan.
04:31Saya kira itu saja yang ingin saya sampaikan pada kesempatan malam.
04:36Terima kasih.
04:40Kenapa?
04:43Itu juga disampaikan,
04:45dan tadi ditanya,
04:47ya saya juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran kemarin,
04:50beliau menelpon saya,
04:54kemudian menjelaskan posisi Iran.
04:59Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia,
05:02bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal,
05:10yang berakibat pada terjadinya eskalasi,
05:13kemudian kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita,
05:17terhadap integritas wilayah,
05:21terhadap kedaulatan wilayah satu negara,
05:24kemudian kita juga menekankan kembali,
05:28pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,
05:32dan juga yang pasti kami menyampaikan lagi
05:35keinginan dari Bapak Presiden
05:40untuk menjadi mediator dalam upaya
05:43mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,
05:47dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima.
05:52Saya juga menyampaikan concern
05:54dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk
06:00terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka.
06:05Saya kira itu saja intinya.
06:18Ya, seperti yang disampaikan,
06:21bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan,
06:24ya kita, Pak Presiden, bersedia untuk menjadi mediator,
06:29tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu,
06:31ya kita kembalikan kepada mereka.
06:34Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa
06:38bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan,
06:41menawarkan kesiapan kita, menuarkan diri kita.
06:45Itu saja ya. Thank you.
06:47Selamat malam. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:50Saya bersama Pak Haye, Ketum Demokrat,
06:54kemudian Pak Zul, Ketumpan, dan Presiden PKS,
06:59Bapak Uzamil.
07:01Mohon maaf, ini nama harus benar semua.
07:04Kami baru selesai melakukan pertemuan dengan Bapak Presiden,
07:08bahwa Presiden menjelaskan berbagai hal
07:10terkait dengan perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia
07:13dalam menghadapi semua dinamika global,
07:16khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain.
07:21Prinsipnya adalah kami dari partai politik sangat memahami
07:25posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden
07:28dan juga adalah kesiapan-kesiapan langkah-langkah
07:31untuk mengantisipasi ini.
07:33Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana
07:35mendorong agar kejadian di global
07:39bisa kita antisipasi untuk mengambangkan negara kita.
07:42Saya pikir itu, kalau ada pertanyaan silakan,
07:45kalau tidak ada jauh lebih baik.
07:47Cukup ya?
07:48Cukup ya?
07:49Makasih.
07:52Presiden memberikan update, briefing
07:55tentang berbagai perkembangan terbaru
07:58yang terjadi di dunia
08:01khususnya berkaitan dengan
08:03yang selama ini sudah menjadi perhatian banyak
08:07antara kita, yaitu mengenai
08:10yang paling mutakhir tentunya
08:12perkembangan peran perang maksud saya
08:17atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran.
08:22Didiskusikan implikasinya apa terhadap kita
08:24terhadap dunia ketika tatanan dunia
08:28sudah tidak lagi efektif
08:32dan tidak ada lagi peluang kepada negara
08:36yang menjadi korban serangan militer
08:39untuk mengadu kepada siapa
08:40karena PBB sudah tidak berperan
08:44dan aturan atau rule based order
08:50hanya on paper
08:52dan memang tidak ada kekuatan pemaksa
08:55apalagi kalau itu berkaitan dengan
08:58negara-negara besar.
09:00Beliau, maksudnya Bapak Presiden
09:02menggambarkan bagaimana kita harus menafigasi
09:05hidup kita di antara
09:07bukan hanya dua karang
09:08tapi sekarang beberapa karang
09:11dan itu tidak mudah
09:13karena itu didiskusikan
09:16tentang implikasinya ini terhadap
09:19keseluruhan masalah keamanan
09:21dan
09:24perdamaian dunia
09:26tapi juga potensi
09:28efek dari perang ini terhadap
09:30ekonomi dunia
09:31khususnya yang menyangkut
09:33suplai, oil, minyak
09:36dan gas
09:38kita berhitung semua
09:40apa efeknya terhadap kita
09:43dari sisi itu saja
09:44tapi juga dari sisi
09:47kalkulasi
09:48berapa lama perang ini
09:49akan berlangsung
09:51semula Trump mengatakan
09:53akan berapa hari
09:54sekarang sudah bicara beberapa minggu
09:55tapi juga kalau
09:58misalnya
10:01Amerika akan menggelar
10:03pasukan daratnya
10:05bisa jadi lebih panjang
10:07dan reaksi perlawanan
10:08di sekitar negara-negara Timur Tengah
10:11juga akan
10:12besar
10:13membesar
10:13dan akan
10:14karena itu perang
10:15berlangsung lama
10:16ini persoalan
10:17atau dilema
10:18yang kita hadapi
10:19yang dihadapi oleh
10:20banyak negara
10:21bukan hanya kita sendiri
10:22karena itu
10:24Presiden menganggap penting
10:25untuk
10:26mengomunikasikan
10:27permasalahan-permasalahan
10:28yang dihadapi oleh
10:29pemerintah
10:29dari Presiden kepada
10:32kita yang diminta
10:33datang pada malam hari ini
10:34tapi juga sebelumnya
10:35kita tahu
10:36kesempatan
10:37briefing oleh Presiden
10:39terhadap berbagai kelompok
10:41melalui
10:42pertemuan seperti ini
10:44yang sifatnya
10:45briefing
10:45kemudian
10:46dialog
10:47atau tanya-jawab
10:48dan
10:49selebihnya
10:50ya
10:50masing-masing kita
10:51mencoba memberikan
10:52kontribusi
10:53pemikiran
10:54dan Presiden
10:55sangat terbuka
10:56untuk
10:57dalam menanggapi
10:58usul-usul pemikiran
10:59dari
11:00para peserta
11:08sikap kita
11:10sikap kita
11:10sejujurnya
11:11kalau kita lihat
11:13perang ini
11:13merupakan
11:15tindakan sepihak
11:16bukan perang
11:17ada perang
11:18yang dimandatkan
11:19oleh PPB
11:20di
11:21Teluk ini
11:23sudah ada
11:23tiga kali
11:24terjadi perang
11:24dalam waktu
11:2630 tahun terakhir
11:28pertama perang
11:29pada masa Presiden Bush Senior
11:31yang
11:33lawan
11:34Iraq Saddam Hussein
11:36ketika Iraq
11:37menyerbu Kuwait
11:37yang kedua
11:38perang 2003
11:39ketika
11:40Bush Junior
11:41melakukan
11:43agresi
11:44terhadap Iraq
11:45dengan tuduhan
11:46Iraq memiliki
11:47senjata
11:47pemusnah
11:48masal
11:49ini yang ketiga
11:49jadi
11:50terakhir memang
11:52kawasan ini
11:53menjadi
11:56lahan perang
11:57dan perang-perang
11:59besar yang
12:00membawa dampak
12:01besar bagi dunia
12:02karena
12:03sumber minyak
12:05dan gas
12:06banyak berasal
12:07dari wilayah ini
12:08itu yang juga
12:09kita harus berhitung
12:10dampak terhadap kita
12:11apa
12:17kita tidak
12:23membicarakan
12:24apa Indonesia
12:26mampu atau tidak
12:26itu kan
12:27pemikiran awal
12:28dengan kata lain
12:30untuk menjadi
12:31mediator kan
12:32harus
12:32juga ada
12:33penerimaan dari
12:34dua pihak yang
12:35bertikai
12:35dan kita belum
12:36lihat tanda-tanda itu
12:41dimana
12:41kita bahas
12:46tapi juga dalam
12:47konteks
12:48perkembangan
12:48mutakhir
12:49apakah dengan
12:50perang yang
12:51percamuk di Iran
12:53ini
12:53akan
12:54melemahkan
12:54kemungkinan
12:56melemahkan
12:56posisi
12:57dan mandat
12:58BOP
12:59kita akan
13:00berhitung lagi
13:00dari sisi itu
13:01terima kasih
13:03terima kasih
13:04terima kasih
13:15Saksikan Kompas Pagi
13:17di Kompas TV Channel 11
13:19pada televisi Anda
13:22Saksikan Kompas Pagi
13:23terima kasih
13:23Saksikan Kompas Pagi
Komentar

Dianjurkan