Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddiqie mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengaku siap keluar dari Board of Peace jika tidak lagi memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Hal itu disampaikan Jimly usai bertemu Prabowo di Istana, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026).

"Komitmen Beliau dari apa yang tadi saya tangkap, yaitu dia siap bila perlu keluar dari BoP kalau memang melenceng dari cita-cita kita untuk apa namanya membela Palestina," ujar Jimly.

Meski begitu, Jimly menyarankan agar Indonesia menunda kewajiban pembayaran iuran Board of Peace hingga ada kepastian pengakuan Israel terhadap Palestina.

Baca Juga Analis Desak Indonesia Kembali ke PBB dan Tinggalkan BoP: Board of Peace Enggak Ada Harapan di https://www.kompas.tv/internasional/654800/analis-desak-indonesia-kembali-ke-pbb-dan-tinggalkan-bop-board-of-peace-enggak-ada-harapan

#prabowo #boardofpeace #palestina

Video Editor:

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655294/jimly-prabowo-mengaku-siap-keluar-bop-jika-tak-perjuangkan-palestina
Transkrip
00:00Kita gak ada di aluh tadi, 3 jam komitmen beliau dari apa yang tadi saya tangkap, ya itu dia siap
00:10bila perlu keluar dari BOP, kalau memang melenceng dari cita-cita kita untuk, apa namanya, membela Palestina.
00:21Dan Presiden tadi menerangkan salah satu alasan kenapa dia ikut, karena di dalam poin perjanjian pembentukan BOP itu ada butir
00:33ke-18 tadi yang eksplisit menyebut agenda untuk, ya kan, menuju ke pembentukan Palestina Merdeka.
00:45Jadi ada poin itu sehingga itu yang membuat Presiden menyatakan yakin ikut gitu.
00:53Nah tapi ini kan butuh proses, jadi ada poin 18 dan 19 dan 19 itu menyebut bahwa BOP di bawah
01:04pimpinan Donald Trump akan berusaha mendamaikan, menjembatani antara Palestina dan Israel.
01:13Ya kan, tapi poinnya adalah untuk menuju ke self-determination.
01:19Jadi statehood dari Palestina itu dipastikan, jadi two state solution itu, jadi solusi.
01:28Nah karena itu Presiden teken, nah kita jadi mengerti, oh itu sebabnya.
01:33Ya, jadi bagus tadi apa yang diperangkan oleh Presiden, sehingga ini memberi peluang pada Indonesia untuk berperan.
01:43Ya kan, daripada kita nggak ikut sebetulnya, ya kan boleh bapak-bapak ini, cuma kita seperti yang tadi siang saya
01:51bilang, ya jangan dulu bayar dong.
01:53Ya kan kita tunda dulu, ternyata memang iya itu sikapnya Presiden, sampai sekarang belum bayar.
01:59Tapi sempat disampaikan nggak sih Prof, sampai batasan apa Presiden akhirnya akan mungkin bisa mempertimbangkan untuk menanggungkan.
02:06Kalau terbukti, kalau dia sampai tanda kalau terbukti memang tidak sesuai dengan agenda kepentingan yang kita berjuangkan, ya siap keluar.
02:20Tapi kalau menurut saya, udah, udah nggak usah keluar, cuma itu aja, tunda kewajiban kita, bayar.
02:31Tapi ada kewajiban yang kedua, jadi ada risiko juga mengirim pasukan.
02:38Nah, jadi tadi diterangkan oleh Presiden, menurut saya, bagus juga itu karena memang dibutuhkan.
02:46Nah, sambil, sambil itu untuk mencegah, apa namanya, pembunuhan dalam kebetulan ya, pembunuhan lebih lanjut.
02:56Sambil negosiasi, ya kan, dengan pemerintah Iran, untuk mencegah serang-menyerang lagi.
03:07Sambil, kira-kira ya, apa yang tadi dijelaskan oleh Presiden, dia melihat ada setidik kemungkinan kita sukses mendamaikan,
03:20sambil mempersiapkan untuk palestri merdeka itu.
03:29Terima kasih telah menonton!
04:05Terima kasih telah menonton!
04:24Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:28Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:32Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan