Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu perdebatan baru di Indonesia mengenai posisi politik luar negeri, terutama terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace.

Tapi, ada pula suara lain yang mendorong Indonesia menjalankan peran sebagai juru damai. Mantan Dubes RI untuk Iran, Dian Wirenjurit, menilai sejak awal terdapat kejanggalan dalam keputusan Indonesia bergabung dengan BOP.

"Saya dari awal ketika kita menyatakan masuk bop sudah melihat keganjilan ya dalam struktur organisasi dan pola kerja," kata Dian Wirenjurit dalam program BOLA LIAR, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga AS-Israel Serang Iran, Eks Menlu Hassan Wirajuda: Peran Board of Peace Menyusut | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/655029/as-israel-serang-iran-eks-menlu-hassan-wirajuda-peran-board-of-peace-menyusut-rosi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655296/as-israel-vs-iran-memanas-haruskah-indonesia-keluar-board-of-peace-bola-liar
Transkrip
00:00Bang Saudara, boleh lihat kembali menggeledeng kehadapan Anda.
00:03Meskipun pemimpin tertinggi Iran, Ayatul Ali Khamenei telah terbunuh.
00:06Serangan Amerika Serikat Israel terus gencar dilancarkan.
00:10Bahkan sinyal perang bakal panjang menguat setelah Senat Amerika Serikat membatalkan resolusi untuk memaksa Presiden Trump mengakhiri perang.
00:18Perang pun tereskalasi.
00:21Balas-membalas dengan senjata pemungkas.
00:23Jika ISIS dan Iran bertumpu pada operasi udara dan sebagian operasi laut,
00:28Iran membalas dengan serangan drone dan misil menyasar tak hanya wilayah Israel, namun juga negara-negara teluk.
00:35Di tengah kecamuk perang, muncul desakan agar Indonesia keluar dari Bordopesh.
00:40Tapi, ada pula suara lain yang mendorong Indonesia menjalankan perang sebagai jurudamai.
00:47Lalu, bagaimana sebaiknya Indonesia bersikap menghadapi dilema perang Iran?
00:52Bagaimana pula kelanjutan perang Amerika Serikat Israel kontra Iran yang sudah berlangsung sepakan ini?
00:57Saudara, inilah bola liar bersama saya, Mas Ister Tarigan.
01:04Kita bahas dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir.
01:06Serius saya menyapa, Andi Wijayanto, Gubernur Lemhanas, 2022-2023.
01:10Selamat malam.
01:11Selamat malam, Andi.
01:12Ulta Levenia Napaban, tenaga ahli utama KSP.
01:15Selamat malam, Pak Ulta.
01:18Hasibullah Setrawi, pengamat politik Timur Tengah.
01:20Selamat malam.
01:26Selamat malam.
01:28Anton Aliyabas, pengamat militer.
01:30Halo, Mas Anton.
01:32Dian Wiren Jurid, Dubas Indonesia untuk Iran, 2012-2016.
01:36Selamat malam, Padian.
01:37Selamat malam, malam, malam.
01:38Saya juga menyapa melalui Zoom ada Siti Mutiah Setiawati, guru besar geopolitik Timur Tengah, UKM.
01:44Selamat malam, Pak Siti.
01:45Selamat malam.
01:47Terima kasih.
01:47Saya langsung ke Pak Dian.
01:49Kalau begitu, Pak Dian, kita melihat AIS dan Israel menyerang Iran.
01:52Kedua negara ini ada di BOP.
01:53Sementara Iran adalah juga menentukan kemana arah perdamaian di Gaza.
01:57Jadi sebaiknya, bagaimana Indonesia?
01:59Bertahan saja di BOP atau lebih baik keluar?
02:02Terima kasih.
02:03Saya dari awal ketika kita menyatakan bahan sok BOP,
02:07sudah melihat keganjilan ya dalam struktur organisasi dan pola kerja yang kita lihat bersama di TVRI.
02:18Belum ada yang namanya, apa, piagam kan belum ada waktu itu.
02:22Tapi kita sudah menyatakan siap, bahkan sudah siap menyetor 1 miliar dolar.
02:29Struktur belum ada, kita sudah bilang masuk.
02:32Buat saya hal-hal seperti itu kan ganjil ya.
02:34Untuk sebuah, apa, seorang tokoh yang mewakili Republik 280 juta, langsung menjawab iya.
02:45Padahal masih banyak waktu dalam seperti itu.
02:48Terima kasih diundang cukup.
02:50Selebihnya kita kembali konstituen dalam negeri.
02:53Kita tempuh prosedur sesuai tata aturan undang-undang dasar kita, aturan hukum.
02:59Kan ini, maaf, beliau kan di sana bukan pribadi.
03:03Terah mungkin pribadi, karena dia tidak diakui oleh negaranya.
03:08Melontarkan gagasan ini.
03:10Baru kemarin senat katanya menarik diri dan sebagainya.
03:13Tapi ketika itu dia pribadi loh.
03:15Artinya apa?
03:17Terbukti ketika piagam BOP keluar, kan jelas kekuasanya itu luar biasa itu.
03:24Bahkan punya hak itu.
03:27Kira-kira kita negara berkembang, negara berdaulat, yang punya dignity.
03:33Masa mau mengakui seorang yang begitu saja menjadi ketua BP tanpa aturan jelas dipilih.
03:42Jadi pecahnya perang kemarin di Iran adalah mengonfirmasi menurut Anda lebih baik Indonesia keluar dari BOP atau stay?
03:48Oke, tapi yang kita lihat bahwa beberapa organisasi justru mengatakan bahwa sebenarnya ada peluang Indonesia menjadi jurudamai.
03:55Misalnya ketua PBNU.
03:57Anda tanggapannya gimana?
03:58Buat saya narasi bisa kita pelintir.
04:01Tapi kalau membaca, membaca, membaca piagamnya, itu sudah banyak keganjilan kok.
04:07Kalau kita bikin matriks masing-masing pasal di perjanjian, kita bisa lihat kok.
04:13Mana yang cocok dengan aturan hukum-hukum kita, mana yang tidak, yang pasti.
04:18Aturan ini seperti ini saja, simple.
04:20Harus disetujui oleh namanya parlemen.
04:23Oke, Mbak Ulta.
04:24Disampaikan oleh Pak Dian barusan bahwa bergabung Indonesia di BOP sebuah keganjilan.
04:29Buru-buru sekali katanya.
04:30Apalagi sekarang sudah pecah perang di Iran.
04:32Ya, saya rasa kalau terburu-buru atau tergesa-gesa itu tidak benar.
04:38Pak Prabowo didukung dengan tim untuk memutuskan hal ini secara strategis.
04:44Bukan karena tekanan, bukan karena hal yang impulsif.
04:47Tetapi memang melihat bahwa ini adalah salah satu forum yang bisa dimanfaatkan.
04:53Dan tadi Mbak Nurul juga sudah sampaikan bahwa ini bukan kartu mati.
04:57Ini bukan satu-satunya opsi bagi kita untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
05:02Ada opsi yang lain, forum multilateral.
05:04Dan kita sama-sama tahu bahwa memperjuangkan kemerdekaan Palestina ini adalah hal yang sangat kompleks.
05:12Dan tidak bisa dilakukan secara unilateral gitu.
05:15Makanya kita ada banyak channel diplomasi, diplomatik yang bisa kita manfaatkan.
05:20Jadi apa respon presiden sejauh ini?
05:22Seperti apa sikapnya kira-kira yang akan diambil?
05:25Mengingat banyaknya desakan meminta Indonesia keluar saja dari BOP setelah pecahnya perang di Iran?
05:29Saya rasa sudah sangat jelas ya dengan tindakan Pak Presiden dengan mengundang mantan presiden, mantan wakil presiden,
05:39dan juga kemarin para tokoh keagamaan itu agar memperjelas, mendengarkan dan berdiskusi tentang BOP ini.
05:47Dan ternyata Pak Presiden orang yang sangat menampung, menampung argumen-argumen yang memang diperlukan.
05:56Dan sekarang ternyata banyak tokoh-tokoh yang setuju dan mulai paham gitu bahwa kemana arahnya BOP ini dan bagaimana kita
06:04bisa memanfaatkannya gitu
06:06untuk berkomunikasi kepada Trump melalui forum ini untuk mencapai perdamaian baik itu konflik yang sedang berjalan sekarang dan juga untuk
06:14kemerdekaan Palestina.
06:15Oke, nanti saya ke Anda lagi. Sekarang saya ke Ibu Siti. Kalau menurut Ibu Siti sendiri bagaimana?
06:20Perlukah Indonesia keluar saja dari BOP atau memanfaatkan kesempatan, ada harapan misalnya jadi jurudamai?
06:30Ya, yang pertama ya, saya sangat setuju dengan Pak Dubesdian tadi ya, bahwa itu kalau tidak harus keluar harus ditinjau
06:40ulang.
06:41Jadi harus ditinjau ulang dulu BOP itu apa dan keuntungan bagi Indonesia.
06:47Jadi ini kan bagian dari politik luar negeri Indonesia ya.
06:50Keputusan untuk bergabung dengan BOP itu merupakan bagian dari bijakan politik luar negeri Indonesia.
06:58Saya mengajar politik luar negeri itu adalah politik yang ditujukan keluar tapi harus demi keuntungan sebanyak-banyaknya ke dalam.
07:07Apa keuntungan kita ke dalam untuk kita bergabung di dalam BOP? Itu yang saya tidak jelas.
07:13Dan politik luar negeri itu harus diformulasikan sebelum ada kebijakan.
07:19Nah ini formulasi itu, saya sebagai pengacar sulit melihat formulasi politik luar negeri Pak Rabowo itu di mana letaknya gitu
07:29ya.
07:30Jadi tidak ada formulasinya, tiba-tiba jadi politik luar negeri itu seperti hanya person saja.
07:36Keputusan dalam satu poket seorang presiden itu tidak bisa.
07:41Secara teori politik luar negeri itu memang presiden boleh berinisiatif tapi harus bersama-sama dengan DPR.
07:49Diputuskan dulu kebijakan kepada rakyat kemudian dimintai masukan karena kebijakan itu akan menguntungkan kalau ada dukungan dari masyarakat.
08:00Itu yang pertama.
08:00Yang kedua bahwa BOP itu jelas nanti kita sudah masuk di dalam aliansi militer Amerika karena dia setelah menyelitakan BOP
08:12dia menyerang Iran.
08:13Sekarang orang semua melihat kita menandatangani BOP, ketua BOPnya menyerang Iran.
08:19Kita dalam posisi pada grup aliansi Israel dan Amerika itu tidak bisa dipungkiri sehingga padahal sehingga itulah yang saya nilai
08:30sebagai mencederai prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas.
08:34Oke mencederai.
08:36Sebelumnya kita sudah masuk break.
08:37Oke baik mencederai politik luar negeri.
08:39Kata Bu Siti.
08:40Pulta jawaban Anda.
08:41Saya rasa tadi bahwa formulasi politik luar negeri ya dalam kondisi sekarang karena mungkin ini hal yang baru kita hadapi.
08:51Dunia tidak lagi memiliki hanya satu unipolarity artinya cuma satu negara adidaya tetapi ada Cina, ada Rusia.
09:01Kita ada di dalam kondisi yang sangat kompleks saat ini.
09:05Dan memang Pak Prabowo ini sedang dihadapkan bukan hanya permasalahan karena permasalahan global ini juga mempengaruhi permasalahan nasional dalam dunia
09:14yang multipolar ini.
09:16Kita memang harus merumuskan kembali dan tidak bisa kembali menjadi konservatif seperti waktu masa-masa unipolar yang memang jelas permainannya
09:27UN bisa bertindak dan Amerika menggunakan hukum internasional.
09:31Tapi dalam politik internasional kan ini istilahnya kan real politik.
09:38Jadi memang dia melakukan segala hal untuk kepentingan nasionalnya Amerika dan juga mengabaikan UN gitu.
09:45Nah dan kita harus bisa beradaptasi dengan ini.
09:48Jangan hanya kita jadi mengharapkan sesuatu yang ideal padahal kondisinya sudah tidak ideal lagi ini gitu.
09:56Baik saya ke Mas Anton. Tadi katanya Bu Siti ini aliansi gitu. Jadi apa kira-kira ruginya untuk Indonesia, Pak?
10:03Mungkin menurut Anda sebenarnya?
10:04Kalau saya menjelaskannya gini. Kalau saya dulu diajarin Mas Andi di UI, tahun lalu itu dibilangin bahwa
10:10foreign policy is continuation of domestic politics by other means.
10:14Jadi nggak bicara tentang luar negeri, luar negeri. Enggak, ini curungan urusan dalam negeri.
10:17Kenapa? Karena di satu sisi Indonesia diancam oleh Amerika Serikat, oleh Trump, terkait tarif.
10:25Ada banyak nih kerugian kita. Suruh ikut sini.
10:28Bagi saya itu sebenarnya simple. Nggak usah tarik-tarik.
10:30Mau ngomong unipolar terlalu.
10:31Dari dulu nih, dari Pak Prabowo jadi menahan, dunianya udah kompleks kayak gini.
10:37Udah multipolar.
10:38Jadi tadi yang disampaikan Mbak Ulta mentah dengan sendirinya.
10:42Bagi saya ini simple. Ini ada urusan domestik yang harus diselamatkan.
10:46Itu. Itu satu.
10:48Kedua, kalau misalnya, saya coba membandingkan kemudian antara Iran dan BOP.
10:54Bagi saya ini proses yang berbeda yang dilakukan oleh Pak Prabowo.
10:58Ketika cerita tentang BOP, Prabowo, Presiden Prabowo melakukan pendekatannya top down.
11:04Ya, saya mau kayak gini, dilakukan.
11:06Tapi ketika cerita Iran, Pak Prabowo berbeda pendekatannya.
11:11Yang dilakukannya adalah bottom up.
11:12Itulah kenapa sebelum mengirimkan surat kondolens kepada Iran, Pak Prabowo ngumpulin dulu tuh elit-elit politik.
11:21Kumpul dulu, Bumega dulu ngirim, baru Pak Prabowo.
11:26Lalu kemudian dilanjutkan dengan ngumpulin tokoh-tokoh agama.
11:30Apa yang ingin ditunjukkan oleh Prabowo?
11:33Prabowo dalam konteks hari ini, dalam konteks Iran, itu jauh lebih berhati-hati.
11:37Kenapa? Karena konstruksinya berbeda sebenarnya.
11:41Antara BOP dengan Iran.
11:43Kalau saya memandangnya itu ceritanya sebenarnya berbeda.
11:45Karena kita, walaupun misalnya ya, kalau saya mencoba mengamati,
11:50ini kan ceritanya Indonesia seringkali menyatakan sikap.
11:562003 ketika Amerika Serikat menyerang Irak,
12:00clear tuh Indonesia, mengecam.
12:03Lalu ketika cerita tentang Ukraina-Rusia, clear Indonesia.
12:08Indonesia concern terkait ada serangan.
12:12Tapi yang terakhir ini, gak ngomong terkait serangan.
12:16Concernnya terkait gagalnya perundingan.
12:19Justru lebih kuatlah statementnya ASEAN.
12:21Yang dia put concern terhadap serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat pada Iran.
12:28Dan kemudian Iran melakukan aksi balasan.
12:30Ini kan menjadi menarik bagi saya.
12:32Jadi ada banyak sikap yang kita bisa terus.
12:38Di situ ada Indonesia, kemudian kok bisa beda-beda ya?
12:41Artinya apa?
12:42Bagi saya ini...
12:42Gak konsisten maksudnya, Mas?
12:43Saya gak ngeliatnya inkonsisten,
12:47tapi ngeliatnya itu mungkin bahasanya lah kehatian-kehatian.
12:50Kurang hati-hati?
12:51Bukan kurang hati-hati, tapi kehatian-kehatian.
12:53Kenapa?
12:53Karena dinamikanya terlalu banyak yang kita bisa banyak berubah.
12:57Itu sih.
12:58Baik, kalau tadi Mas Anton mengatakan ini adalah case yang berbeda.
13:01Menurut Anda sendiri gimana, Mas?
13:02Sekarang orang meminta proses ulang ataupun mempertimbangkan keluar dari BOP
13:07karena anggotanya yang melakukan penyerangan lebih dulu ke Iran.
13:10Pemimpinnya langsung, chairman of BOP, Donald Trump.
13:14Dijau sekarang atau nanti?
13:15Sekarang.
13:15Biasanya saya dijebak.
13:16Pendek aja, yuk.
13:19Oke, saya rasa klunya udah bener tadi.
13:22Tapi saya ingin berangkat dari perkembangan 176 kurang lebih 50 menit
13:27semenjak serangan dilakukan jam 1 hari Sabtu.
13:30Karena bagi saya forum berulang, saya ingin memberikan yang baru juga kepada publik.
13:35Daripada itu-itu aja.
13:36Perkembangan terbaru yang saya bisa update adalah ada dua minimal, Mbak.
13:40Yang pertama, baru saya lihat di media Timur Tengah bahwa Presiden Iran
13:45itu sudah mulai menyampaikan bahwa ada negara-negara yang mencoba melakukan mediasi.
13:51Ini Presiden Iran.
13:53Mas Nudfizah sekian.
13:54Dan ini pasti penting berkaitan dengan perkembangan yang ada.
13:57Dan yang kedua, ini mungkin nanti dengan Mas Agung akan jadi bahan lebih cair lagi.
14:02Israel sudah menyampaikan bahwa dia sudah memasuki fase kedua dari perang ini.
14:07Setelah fase udara yang dia klaim menang, ini klaimnya,
14:12kedepan dia akan memasuki fase yang baru.
14:15Dan ini banyak item yang sebenarnya nanti bisa kita bahas lebih rinci.
14:19Saya ingin masuk kepada yang disampaikan tadi.
14:22Nah menurut saya, item seperti ini mestinya memang dipahami dalam konteks
14:26badan-badan atau konstruksi yang berbeda.
14:29Saya selalu katakan Palestina itu, Timur Tengah secara umum itu terbuat dari hal-hal yang unik.
14:35Iran itu konstruksinya berbeda dengan Palestina, dengan Hezbollah, dengan katakanlah negara yang lain.
14:43Nah saya heran, terus terang heran, di Indonesia itu tiba-tiba seakan-akan masalahnya Iran
14:48lalu jawabannya keluar dari BOP.
14:51Itu sebenarnya logika kalau ditarik tadi itu bagus.
14:54Kalau memang konstruksinya berbeda, ayo kita paparkan di mana relevansinya dengan BOP.
14:59Oke, katakan Trump yang blunder begitu, tiba-tiba kampanye perdamaian.
15:03Kita berbeda satu persatu.
15:05Masih cukup waktunya?
15:07Enggak cukup, nanti kita sambung ke tampung ke layar, sadar.
Komentar

Dianjurkan