Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/03/03/110436/dpr-desak-indonesia-keluar-dari-bop-dinilai-langgar-prinsip-politik-luar-negeri-bebas-aktif

Anggota DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera keluar dari Board of Peace atau BoP. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada 3 Maret 2026. Ia menilai keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut tidak lagi sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang selama ini menjadi dasar sikap diplomasi Indonesia di kancah internasional.

Dalam pernyataannya, TB Hasanuddin memaparkan lima pertimbangan krusial yang menjadi alasan utama desakan tersebut. Ia menilai keikutsertaan Indonesia melukai mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia secara objektif, memunculkan kesan keberpihakan dalam konflik global, berpotensi merusak hubungan diplomatik termasuk dengan Palestina, hingga membebani anggaran negara. Selain itu, Indonesia juga dinilai berisiko terseret kepentingan politik negara tertentu yang dapat memengaruhi citra dan independensi bangsa.

Apa sebenarnya dampak keanggotaan BoP bagi posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia? Benarkah langkah mundur menjadi solusi terbaik? Simak penjelasan lengkap mengenai lima alasan tersebut dalam video ini.

Creative/Video Editor: Anura/Vanya
#BoP #TB Hasanuddin #DPR
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00DPR tekan pemerintah segera tarik Indonesia dari Port of Peace
00:03dinilai langgar amanat konstitusi.
00:06Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, TB Hasanuddin,
00:11mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Port of Peace.
00:14Ternyataan itu disampaikan di Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026.
00:19Ia menilai keanggotaan Indonesia di BOP
00:22bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
00:27Hasanuddin memaparkan lima alasan krusial mengapa Indonesia harus mundur.
00:32Pertama, keikut sertaan dinilai melukai mandat konstitusi
00:36menjaga perdamaian dunia secara objektif.
00:39Kedua, sikap pemerintah dianggap tidak tegas
00:42sehingga memunculkan kesan keberpihakan dalam konflik global.
00:46Ketiga, kondisi ini dikhawatirkan merusak hubungan diplomatik
00:50termasuk dengan Palestina
00:52serta memicu penolakan terhadap rencana pengerahan TNI dalam skema BOP.
00:58Keempat, alokasi anggaran untuk keterlibatan internasional
01:01dinilai membebani fiskal negara.
01:04Kelima, Indonesia beresiko terseret kepentingan politik negara tertentu
01:09yang dapat merugikan citra dan independensi bangsa.
01:12Karena itu, Hasanuddin meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret
01:17agar kebijakan luar negeri Indonesia tetap konsisten, bebas, dan aktif.
Komentar

Dianjurkan