00:01Kita sudah exercise untuk masing-masing harga minyak sampai berapa-berapa,
00:05bagaimana kondisi APBN kita, mereka masih rahasia,
00:09jadi nggak saya keluarkan nanti mungkin di Rabu kita keluarkan gambarnya.
00:14Tapi yang jelas kita sudah exercise sampai kalau harga minyak naik ke 92 dolar per barrel,
00:21apa dampaknya ke defisit.
00:24Kalau nggak ada apa-apa, defisit kita naik ke 3,6 persen,
00:29kalau nggak salah dari PDB.
00:33Itu kalau kita nggak ngapain, tapi kan biasanya kita bisa melakukan langkah-langkah penyesuaian
00:38sehingga kita bisa menjaga tetap di bawah 3 persen.
00:43Kalau harga minyak 92 dolar per barrel, apakah itu kiamat buat kita?
00:49Nggak kan.
00:50Kita dulu pernah melewati keadaan di mana harga minyak sampai 150 dolar per barrel.
00:57Jatuh nggak ekonominya?
01:00Agak melambat, tapi nggak jatuh.
01:03Jadi kita punya pengalaman mengatasi hari itu.
01:07Kalau memang anggarannya nggak kuat sekali,
01:11nggak ada jalan lain, ya kita share.
01:14Dengan masyarakat sebagian.
01:17Artinya ada kenaikan BBM.
01:19Kalau memang harganya tinggi sekali dan anggarannya udah nggak tahan lagi.
01:25Bagi saya tinggi 185 lah tinggi kayak saya.
01:29Lo tinggi lo berapa?
01:33Kalau harganya 92 dolar minyak, itu supaya nggak divisi, artinya naikin harga BBM.
01:40Jadi tes logis gitu.
01:42Enggak, lu mah provokatif banget loh.
01:46Dengar nih.
01:48Kita sudah eksersis, kalau harga minyak 92 dolar selama setahun rata-rata.
01:55Itu karena BBM kan setahun.
01:58Maka divisi dia menjadi 3,6% tadi.
02:02Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi.
02:08Bisa dengan yang lain kan?
02:11Bisa penghematan di mana?
02:12Misalnya penghematan di MBG.
02:14Senang ya?
02:14Senang.
02:16Senang.
02:19Kita lihat.
02:21Yang jelas MBG kan program yang bagus, tapi
02:25kita akan cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu.
02:33Yang lain-lain lah gitu.
02:35Misalnya beli motor,
02:38sudah SPPG-nya dikasih motor.
02:40Mereka senang saya rugi.
02:42Misalnya lagi beli komputer,
02:44sudah SPPG-nya dikasih komputer.
02:54Ada kemungkinan anggaran yang MBG diajukan adalah yang tidak terlalu penting.
02:59Tapi yang untuk makanan kita tidak akan ganggu sama sekali dan kita akan dukung supaya optimal.
03:03Dan ini bukan berarti saya akan matang MBG yang tidak, tapi ini kan potensi mana.
03:08Misalnya lagi PU,
03:11ada belanja-belanja yang bisa digeser ke tahun depan
03:14untuk bangun apa.
03:17Macam-macam program yang mereka punya.
03:20Ada tempatan, ada sekolah, ada ini.
03:23Kan kadang-kadang juga mereka tidak bisa bangun semua karena memang tidak bisa.
03:27Kita tidak punya itu loh.
03:28Bandung-Bandunggosa belum ada di sini.
03:30Di mana dipanggil sekali langsung saja di Seder.
03:33Lalu itu jadi ada kita geser-geser ke tahunnya.
03:42Kalau ada MBG kan saya hanya bayar 40 triliun per tahun.
03:48Yang lain dia urusannya dengan perbankan.
03:52Jadi saya itu tetap saja.
04:03MBG bukan program saya.
04:04Dan saya lihat programnya cukup bagus kalau jalankan dengan baik.
04:07dan optimal.
04:09Dan bagian besar.
Komentar