- 7 jam yang lalu
- #bankindonesia
- #birate
- #sukubunga
- #rupiah
- #ekonomi
KOMPAS.TV - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 1819 Februari 2026 memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen. Suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5 persen.
Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
BI-Rate yang tetap juga diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagaimana detail kebijakan tersebut dan arah strategi moneter ke depan?
Kompas Bisnis membahasnya bersama Juli Budi Winantya, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia.
Baca Juga Bank Indonesia Kembali Buka Layanan Tukar Uang Baru Wilayah Solo Raya: Cek Jadwal, dan Cara Tukarnya di https://www.kompas.tv/info-publik/652695/bank-indonesia-kembali-buka-layanan-tukar-uang-baru-wilayah-solo-raya-cek-jadwal-dan-cara-tukarnya
#bankindonesia #birate #sukubunga #rupiah #ekonomi
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/653487/full-bank-indonesia-pertahankan-bi-rate-4-75-persen-pertahankan-stabilitas-begini-penjelasannya
Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
BI-Rate yang tetap juga diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagaimana detail kebijakan tersebut dan arah strategi moneter ke depan?
Kompas Bisnis membahasnya bersama Juli Budi Winantya, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia.
Baca Juga Bank Indonesia Kembali Buka Layanan Tukar Uang Baru Wilayah Solo Raya: Cek Jadwal, dan Cara Tukarnya di https://www.kompas.tv/info-publik/652695/bank-indonesia-kembali-buka-layanan-tukar-uang-baru-wilayah-solo-raya-cek-jadwal-dan-cara-tukarnya
#bankindonesia #birate #sukubunga #rupiah #ekonomi
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/653487/full-bank-indonesia-pertahankan-bi-rate-4-75-persen-pertahankan-stabilitas-begini-penjelasannya
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Intro
00:08Saudara Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Putri Oktaviani
00:12Rapat Dewan Gubernur atau RDG Bank Indonesia pada 18 hingga 19 Februari 2026
00:18memutuskan mempertahankan BI rate di level 4,75%
00:22Suku bunga deposit facility sebesar 3,75%
00:27dan Suku bunga lending facility sebesar 5,5%
00:34Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah
00:41di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global
00:45BI rate tetap juga untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027
00:52dan mendorong pertumbuhan ekonomi
00:54Kedepan, Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi
00:59pelonggaran kebijakan monitor dan kebijakan makroprudensial
01:03yang telah ditempuh selama ini
01:04Caranya dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI rate lebih lanjut
01:09sejalan dengan perakirahan inflasi 2026-2027 yang terkendali
01:14dalam sasaran 2,5% plus minus 1%
01:22Kedepan, Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan monitor dan kebijakan makroprudensial
01:30yang telah ditempuh selama ini
01:33dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI rate lebih lanjut
01:38sejalan dengan perakirahan inflasi 2026-2027 yang terkendali rendah
01:45dalam sasaran 2,5% plus minus 1%
01:48dan upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi
01:54Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia juga tetap diarahkan
01:58untuk mendorong pertumbuhan ekonomi atau progrut
02:01melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektor real
02:04Lantas bagaimana detailnya?
02:07Kompas Bisnis akan tanya ke Juli Budi Winantia
02:10Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Monitor Bank Indonesia
02:14Selamat pagi Pak Juli
02:16Selamat pagi Pak Juli
02:18Pak Juli bagaimana Bank Indonesia melihat
02:22prospek ekonomi global 2026
02:25Apakah saat ini tren pelambatan ekonomi di berbagai negara
02:28masih bisa akan berlanjut
02:30akibat dampak dari kebijakan terifrasi prokal
02:32Amerika Serikat dan tensi geopolitik yang belum meredah?
02:37Ya, jadi kami di Malaysia melihat
02:43ekonomi terifrasi prokal ini akan berat
02:47ya, jadi kalau tahun lalu untuk 2,3 tahun ini kita akan tumbuh 3,5%
02:55Selain karena faktor ekonomi
02:57juga karena ada faktor tidak pasti yang tertentu dengan taruh
03:01Jadi negara utama seperti Eropa, Jepang, kemudian juga Tiongkok dan India
03:06ini kita perkirakan akan lama
03:09tetapi di sisi lain
03:10Amerika Serikat sendiri meskipun ada dampak dari tarif
03:14ini kita perkirakan bisa tumbuh lebih tinggi
03:17dari 2,2% di 2,3%
03:19karena ada stimulus fiskal yang cukup besar di Amerika Serikat
03:24dan juga ada dampak dari investasi yang besar terkait dengan
03:29artificial intelligence
03:30Nah, kemudian terkait dengan tarif sendiri
03:33ini memang sangat dinamis perkembangannya
03:36jadi kalau sebelumnya kita lihat ada beberapa trade deals
03:40dengan Amerika, dengan mitra dagangnya
03:43dengan India, Taiwan, dan juga terakhir dengan Indonesia
03:47tapi kita juga sama-sama ketahui
03:50tanggal 20 Februari ada keputusan Supreme Court Amerika Serikat
03:54yang membatalkan keputusan pemerintah Amerika Serikat
03:58terkait dengan tarif ini
03:59Nah, ini terus kita cermati
04:01kita monitoring
04:02kita lihat nanti bagaimana dampaknya terhadap ekonomi Indonesia
04:06baik itu terkait dengan jalur perdagangan
04:09maupun juga nanti bagaimana dampak melalui jalur keuangan
04:13gitu Pak Obta
04:14Oke, memang masih tetap ada optimisme di tengah
04:17tentunya kita harus mencermati bagaimana situasi di global
04:19Nah, Pak Juli
04:20soal asesmen Bank Indonesia
04:22terhadap ruang penurunan Fed Fund Rate
04:24dan Yield US Treasury
04:25terutama tenor panjang yang tetap tinggi
04:27serta dampak rambatan yang terhadap indeks mata uang dolar Amerika Serikat
04:31atau DXY
04:32dan dampaknya terhadap mata uang emerging market lainnya
04:35termasuk rupiah
04:36ini seperti apa Pak Juli?
04:39Ya, kita melihatnya
04:41jadi ketidakpastian ini di pasar keuangan global ini masih tinggi
04:44tinggi selain tadi karena tarif itu juga karena tidak pasti yang terkait dengan
04:49kebijakan dari fisikal monitor negara-negara utama gitu ya
04:54jadi kalau terkait dengan Fed Fund Rate sendiri ini
04:58kita perhatikan bahwa
05:00ke depan masih ada ruang penurunan suku bunga lebih lanjut
05:04karena memang pasar tenaga kerja di Amerika Serikat masih lemah
05:08tapi memang penurunannya terbatas karena meskipun inflasi di Amerika Serikat ini menurun
05:14tapi masih lebih tinggi dibandingkan targetnya
05:17kemudian terkait dengan defisit fiskal itu juga masih akan tinggi di Amerika Serikat
05:25karena stimulus yang diberikan ini juga masif gitu ya
05:28sehingga tentunya peningkatan defisit fiskal ini nanti akan diikuti oleh
05:32imbal hasil surat hutang dari pemerintah Amerika Serikat yang
05:36meningkat dan masih akan tetap tinggi
05:40nah ini nanti akan ada dampaknya terhadap aliran modal ke Amerika Serikat
05:45ke negara perkembang gitu
05:46dan ini nanti akan ada dampaknya juga ke nilai tukar di setiap negara
05:53oke berarti bagaimana nanti kalau Bank Indonesia melihat bagaimana fit fund rate
05:57ini masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut tapi memang terbatas
06:00lantas Pak Juli kita ke dalam negeri
06:03kalau tadi kita bicara soal bagaimana situasi ekonomi global
06:06kalau di dalam negeri ini kan aktivitas ekonomi domestik lagi meningkat nih Pak
06:09pada masa periode HBKN hari besar keagaman nasional
06:12tribulan 1 2026 apakah bisa dikatakan lonjakan konsumsi
06:16ini bersifatnya sementara seasonal atau cukup kuat
06:20untuk jadi penopang pertumbuhan berkelanjutan
06:22dari sisi inflasi apakah peningkatan permintaan ini
06:25berpotensi menciptakan tekanan harga yang lebih persisten
06:27terutama pada komponen pangan dan transportasi
06:32ya jadi kalau kita lihat memang pertumbuhan yang lebih tinggi ini
06:36sudah mulai terlihat sejak tribulan 4 2025
06:40jadi pertumbuhan yang di tribulan 4 5,39 ini memang lebih tinggi
06:45dibandingkan dengan pertumbuhan di tribulan-tribulan sebelumnya
06:49sehingga untuk keseluruhan tahun pun pertumbuhan juga
06:51di 2025 ini lebih tinggi
06:54nah kita melihat ini sebagai momentum ke depan
06:57pertumbuhan Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi lagi
07:01nah di tribulan 1 kita juga melihat
07:04ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi
07:07tapi antara lain orang oleh yang tadi disebutkan
07:11Mbak Okta adanya hari besar keadaman nasional di tribulan 1
07:16dan juga ada hari libur
07:17di tribulan 1 ini ada Imlek
07:20kemudian juga ada Nyepi
07:23dan juga nanti di 3 bulan Maret ini ada yang terkait dengan
07:27dan juga hari libur yang terkait dengan Idul Fitri
07:31kemudian juga keyakinan konsumen ini juga kita melihat semakin baik
07:36tidak hanya terkait dengan keyakinan terhadap kondisi saat ini
07:39tapi juga ke depan juga masyarakat melihat keyakinan yang semakin kuat
07:45kemudian kalau dari investasi
07:48kita juga lihat investasi yang terkait dengan inisiatif pemerintah ini
07:53juga akan tumbuh cukup tinggi
07:55misalkan yang terkait dengan pembangunan
07:58kooperasi desa, kelurahan merah putih
08:00kemudian juga investasi yang terkait dengan hilirisasi sumber daya alam
08:05kemudian kalau kita lihat juga dari sumber pembiayanya
08:08kita lihat kredit, pertumbuhan kredit
08:12terutama kredit investasi di bulan Januari
08:14ini tumbuh cukup tinggi
08:17lebih dari 20% pertumbuhannya
08:21sehingga berdasarkan itu kita ke depan
08:24memperkirakan pertumbuhan ekonominya
08:27yang bisa tumbuh antara 4,9 sampai 5,7 persen untuk seluruh tahun di tahun 2016
08:35kemudian untuk inflasi
08:37angka terakhir di bulan Januari memang inflasi Indonesia ini
08:423,55 persen yang ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi di Desember
08:48tapi ini kita melihatnya ini bersifat sementara
08:51jadi inflasi yang 3,55 ini ada faktor dari base effect
08:56ada basis inflasi yang rendah di bulan Januari tahun lalu
09:01karena adanya diskon tarif listrik 50% di Januari tahun lalu
09:07sehingga itu berdampak ke inflasi secara tahun lalu
09:10tapi ke depan kita yakini inflasi di tahun ini dan tahun depan
09:142026-2027 akan turun dan kembali berada di misaran sasarannya
09:21inflasi inti masih akan tetap stabil
09:24inflasi yang terkait dengan pangan
09:26juga akan masih dalam level yang rendah
09:33itu Mbak Ketak
09:35oke adanya HBKN ini tentu jadi momentum
09:37kalau tadi memang masih ada keyakinan akan tumbuh lebih baik
09:40termasuk juga bagaimana keyakinan konsumen
09:41dan juga program-program prioritas pemerintah
09:43Pak Juli nanti kami lanjutkan kembali
09:45ini soal dengan kombinasi tekanan global yang masih tinggi
09:48dan dinamika permintaan domestik yang meningkat
09:50bagaimana arah kebijakan moneter BI ke depan
09:52apakah fokus utama tetap stabilitas nilai tukar
09:54atau mulai membuka ruang untuk mendukung pertumbuhan
09:57Kompas Bisnis akan kembali
10:19Kembali di Kompas Bisnis Oda dan kita akan melanjutkan perbincangan
10:23dengan Pak Juli Budi Winantia Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Monetar Bank Indonesia
10:28Pak Juli kita lanjutkan kembali
10:30kalau sekarang kita bicara soal nilai tukar Pak
10:31kalau perkembangan nilai tukar di tengah tadi
10:34sempat dimensi juga ketidakpastian global yang tetap tinggi
10:37dan apa kebijakan Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar itu?
10:43Ya, jadi memang tadi diskusi bahwa ketidakpastian global ini masih tinggi
10:51jadi ekonomi globalnya
10:54kemudian dari dalam negeri ini juga ada permintaan terkait dengan valuta asing
10:59yang juga cukup tinggi untuk kebutuhan impor
11:01dan ini tentunya juga sejarah dengan sejalan dengan aktivitas ekonomi Indonesia
11:06yang terus meningkat
11:09sehingga ini yang menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar
11:12tetapi dapat saya sampaikan di sini bahwa Bank Indonesia punya komitmen yang kuat
11:18untuk tetap melakukan stabilisasi nilai tukar biaya
11:22apa yang kita lakukan?
11:24kita melakukan sejumlah kebijakan
11:26yang pertama kita melakukan intervensi di pasar valuta asing
11:31di pasar spot
11:33kemudian juga di pasar forward
11:35baik itu di luar negeri
11:38maupun juga di dalam negeri
11:40kemudian juga dari sisi operasi moneter
11:42kita juga melakukan penguatan
11:44baik itu terkait dengan struktur, suku bunga
11:47maupun juga volume yang terkait dengan instrumen moneter
11:51juga yang terkait dengan transaksi
11:56SPN di pasar sekunder
11:58itu yang kita lakukan untuk memastikan bahwa
12:01rupiah itu tetap stabil
12:03dan kita yakini kedepan rupiah
12:06akan cenderung kembali menguat sejalan dengan
12:09undang-undang taliban Indonesia yang tetap baik
12:12oke ada kebijakan intervensi dan juga operasi moneter tadi yang dilakukan
12:16termasuk juga ini pak yang juga menarik
12:18rdk februari 2026 ini kan memutuskan mempertahankan
12:21bi rate di 4,75 persen
12:24apakah bisa dikatakan keputusan ini lebih mencerminkan
12:27sikap wetensi terhadap kebijakan the fed
12:29atau bi menilai kondisi domestik sekarang kayaknya belum memerlukan penyesuaian nih?
12:35ya, jadi bahwaran kebijakan Bank Indonesia
12:39kebijakan memetar, kebijakan makroperensial
12:41dan juga kebijakan yang terkait dengan sistem pembayaran
12:44ini memang diarahkan untuk menjaga
12:47tetap menjaga stabilitas dan juga
12:49diarahkan itu dapat mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi
12:54sehingga kebijakan diarahkan untuk kedua hal tersebut
12:59stabilitas dan pertumbuhan
13:00dari sisi inflasi
13:03ini kita melihatnya bahwa inflasi nanti akan turun
13:05dan akan tetap berada di sasaran tahun ini dan tahun depan
13:09kemudian juga pertumbuhan ekonomi
13:11kita melihatnya juga bisa didorong
13:13untuk tumbuh lebih tinggi
13:15karena dia masih tumbuh di bawah potensialnya
13:18sehingga bisa didorong tanpa membayakan stabilitas
13:21kemudian memang karena ketidakpastian yang tinggi di global tadi
13:26fokusnya ini adalah bagaimana kita menjaga stabilitas
13:30nilai tukar rupiah
13:31sehingga dengan pertimbangan-pertimbangan tadi
13:34yang terkait dengan invlasi, pertumbuhan, dan fokus untuk menjaga stabilitas nilai tukar
13:39sehingga di rapat Dewan Gubernur bulan ini
13:42di 18-19 Februari kita putuskan untuk BI rate
13:46tetap di angka 4,75%
13:51Pak Juli terakhir, bagaimana koordinasi kebijakan BI dengan pemerintah
13:56untuk jaga itu tadi soal stabilitas dan juga mendorong pertumbuhan?
14:02Ya, karena upaya untuk mendorong pertumbuhan dan juga menjaga stabilitas
14:08ini memerlukan keterlibatan dari semua otoritas di sektor keuangan
14:15sehingga kita perlu melakukan koordinasi dan sinergi
14:18terkait dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan
14:21kita ada forum yang namanya Komite Stabilitas Sistem Keuangan
14:25KSSK, di situ ada Kementerian Keuangan, Pemindonesia
14:28Otoritas Jasa Keuangan dan juga Lembaga Penjaminan Simpanan
14:32di mana di situ kita koordinasikan, kita sinergikan
14:35kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan
14:39kemudian juga untuk inflasi, kita juga memiliki forum koordinasi
14:44untuk dapat mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan
14:48itu adalah bentuk koordinasi antara Bank Indonesia
14:51dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah di daerah
14:55kita punya gerakan yang namanya gerakan pengendalikan inflasi
14:59dan pangan sejahtera
15:00ini diharapkan bisa menjaga inflasi pangan
15:05berada dengan tingkat yang rendah
15:07kemudian mungkin yang terakhir, yang baru saja kita lakukan
15:11adalah sinergi kebijakan fiskal
15:15di mana di tanggal 20 Februari yang lalu
15:19Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini sepakat
15:23terkait dengan penerbitan SPN oleh pemerintah
15:26dan juga pembelian SPN oleh Bank Indonesia di pasar sekunder
15:30kesepakatan itu tentunya tetap dilancasi oleh
15:35tata kelola yang baik, jadi fiskal disiplin akan terus dilanjutkan
15:39kebijakan monedar yang berhati-hati juga terus akan dilakukan
15:43dan tentunya akan tetap dilakukan berdasarkan mekanisme pasar dan dengan tetap menjaga integritas pasar
15:56yang terkait dengan pembelian SPN oleh Bank Indonesia di pasar sekunder
16:03ini akan dilakukan baik itu dari pelaku pasar maupun dari secara bilateral oleh pemerintah
16:12ini sebelumnya sudah pernah kita lakukan di tahun lalu, kemudian juga sebelumnya di tahun 2021 dan 2022
16:19sehingga dengan sinergi dan koordinasi kebijakan tadi tentunya ke depan kita harapkan
16:26pertumbuhan dapat tumbuh lebih tinggi tetapi diisi lain stabilitas dapat terus terjaga
16:32oke tentunya di situasi global yang masih tidak pasti
16:37ini sinergi tadi salah satu kunci antara pemerintah dan juga BI
16:40ini bisa dilakukan seperti tadi misalnya mempertahankan BI, rate, kemudian intervensi, operasi moneter
16:47harapannya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga invasi sesuai dengan target
16:50terima kasih Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia
16:53Pak Juli Budiwi nantiah sudah bersama di Kompas Business
16:56selalu Pak Juli
16:57terima kasih
Komentar