Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Lantunan ayat suci Al Quran menggema di Masjid Ainun komplek UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Jawa Timur yang berada di Janti Kota Malang. Ayat suci Al Quran ini dibacakan oleh siswa bina netra. Kegiatan tadarus al quran ini biasa dilakukan bersama sama saat bulan Ramadan seperti saat ini.

Secara bergantian para siswa tuna netra ini membaca alquran braile yang dibuat khusus bagi penyandang tuna netra. Dengan mengandalkan jari sebagai sensor peraba, mereka membaca Al Quran dengan lancar. Meski terlihat lancar saat membaca al quran, namun ternyata mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa membaca Al Quran braile.

Imam Baroni, salah satu siswa mengaku membutuhkan waktu satu tahun untuk bisa membaca Al Quran braile. Menurut Imam, dirinya bersyukur saat ini bisa membaca Al Quran braile meski hanya surat surat pendek. Imam juga mengaku baru memulai belajar membaca Al Quran braille saat berada di RSBN.

"Datang ke sini belum tahu sama sekali, jadi hampir satu tahun belajar al quran braille, sekarang alhamdulillah sudah mulai bisa surat surat pendek." Kata Imam.

Sementara itu menurut Muhammad Chafidz, takmir Masjid Ainun yang juga pengajar Al Quran braille menjelaskan bahwa tadarus Al Quran di bulan Ramadan ini sebagai ajang untuk melihat perkembangan siswa dalam membaca Al Quran braille.


"Al Quran braille ini ada tingkat dasar sampai tingkat mahir, kalau dasar dia harus mengenal dan menghafal titik titik huruf hijaiyah." Kata Muhammad Chafidz.

Dengan berbagai macam kegiatan dan keterampilan yang diberikan kepada siswa ini, pihak panti berharap siswa tuna netra ini memiliki bekal saat nanti kembali ke masyarakat.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652949/semangat-penyandang-tuna-netra-tadarus-al-quran-braille
Transkrip
00:01Lantunan ayat suci Al-Quran menggema di Masjid Ainun, Komplek UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra, Jawa Timur, yang berada di
00:09Janti, Kota Malang.
00:11Ayat suci Al-Quran ini dibacakan oleh sesuai Bina Netra.
00:16Kegiatan Tadarus Al-Quran ini biasa dilakukan bersama-sama saat bulan Ramadan, seperti saat ini.
00:23Secara bergantian, para siswa Tuna Netra ini membaca Al-Quran real yang dibuat khusus bagi penyandang Tuna Netra.
00:31Dengan mengandalkan jari sebagai sensor peraba, mereka membaca Al-Quran dengan lancar.
00:37Meski terlihat lancar saat membaca Al-Quran, namun ternyata mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa membaca Al-Quran
00:45real.
00:47Imam Baroni, salah satu siswa mengaku membutuhkan waktu satu tahun untuk bisa membaca Al-Quran real.
00:56Menurut Imam, dirinya bersyukur saat ini bisa membaca Al-Quran real meski hanya surat-surat pendek.
01:03Imam juga mengaku baru memulai belajar membaca Al-Quran real saat berada di RSBN.
01:09Belum tahu sama sekali, jadi hampir satu tahun belajar Al-Quran real.
01:16Setelah satu tahun, progresinya?
01:18Progresinya alhamdulillah sekarang sudah mulai bisa baca walaupun masih surat-surat pendek.
01:27Sementara itu, menurut Muhammad Hafidz, takmir Mahjid Ainun yang juga pengajar Al-Quran real menjelaskan
01:34bahwa Tadarus Al-Quran ini di bulan Ramadan sebagai ajang untuk melihat perkembangan siswa dalam membaca Al-Quran real.
01:42Mereka tadi bahwa Al-Quran real ini ada mulai dari tingkat dasar sampai tingkat mahir.
01:47Kalau tingkat dasar, dia harus pertama mengenal dan menghafal titik-titik huruf hijaya,
01:54kemudian ditambah tanda-tanda baca, selanjutnya baru merangkai sampai bisa membaca Al-Quran real.
02:02Dari situ baru mereka mulai saat membaca dikenalkan hukum-hukum membaca seperti makhrut dan kajwe.
02:11Dengan berbagai macam kegiatan dan keterampilan yang diberikan kepada siswa ini,
02:15pihak Panti berharap siswa Tunanetra ini memiliki bekal saat nanti kembali ke masyarakat.
02:22Liputan Kompas TV Malang, Jawa Timur
02:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan