00:00Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad meminta pemerintah untuk menunda impor kendaraan-kendaraan Niagadar India
00:07untuk operasional Koperasi Merah Putih.
00:10Dasko mengatakan telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana impor 105 ribu mobil pickup dari India ditunda.
00:18Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi pertimbangan.
00:22Pembahasan mengenai detail rencana itu akan dipahas selepas kunjungan presiden kembali ke Indonesia.
00:32Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pickup dari India,
00:38saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu,
00:48mengingat presiden masih di luar negeri.
00:51Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut.
01:03Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
01:17Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia meminta presiden Prabowo Subianto
01:22membatalkan impor 105 ribu mobil pickup dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih.
01:29Wakil Ketua Kadin Saleh Husin bilang,
01:32produsen otomotif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan mobil pickup untuk Koperasi Desa Merah Putih.
01:38Selain itu, juga harus mempertimbangkan ketersediaan suku cadang,
01:42karena biaya perbaikan dikhawatirkan membebani keuangan negara.
01:47Sementara di mata produsen otomotif dalam negeri,
01:50dengan menggunakan mobil produksi dalam negeri,
01:52dapat menciptakan multiplier effect bagi industri otomotif.
02:03Mobil pickup untuk kebutuhan Koperasi Desa itu kan dengan jumlah yang begitu besar,
02:09kami menghimbau agar Bapak Presiden kalau bisa membatalkan rencana tersebut,
02:14karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi,
02:18dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
02:22Yang perlu dipikirkan adalah nanti after salesnya,
02:26kan itu kan begitu masuk tahun kedua kan pasti sudah membutuhkan suku cadang,
02:31nah tentu diperlukan suku cadang,
02:34kalau misalnya mobilnya itu import bisa bayangkan,
02:37berarti nanti mobilnya antar tinggal bangkai.
02:40Nah ini yang tentu akan jauh lebih mahal nanti,
02:43berkebutkan itu kan kembali lagi kepada uang negara.
02:49Ini 105 ribu unit ini, ini 24 triliun itu kontribusinya terhadap nilai tambah,
02:57tier 1, tier 2, tier 3, forward and backward lingkat sini,
03:00ini bisa sampai 30 triliun.
03:03Jadi dengan 24 triliun itu kita hasilkan nilai tambah,
03:06baik ke komponen, ke supporting service, cost-cost dan lain-lain,
03:11itu bisa sampai 30 triliun.
03:15Jadi kenapa ini kita berikan ke sana?
03:18Dan kesempatan kerja ini bisa kita naikkan pertambahan untuk kesempatan kerja,
03:22dan divisa nggak perlu keluar.
03:23Ini bisa mengakumulasi kemampuan produksi pickup Indonesia ke depan.
03:30Dari laman dan media sosial Tata Motor Indonesia,
03:33kendaraan pickup 4K4 yang dimiliki Tata Motor merujuk pada Tata Senon.
03:38Pickup double cabin, namun di laman penjualan,
03:41pickup jenis ini tidak tersedia.
03:43Sementara, truk dengan 6 roda merujuk pada Tata Prima,
03:47sejenis dump truck bermesin diesel 6.700 cc.
04:02Sementara itu untuk pickup 4x4 dari Mahindra,
04:05memproduksi pickup single dan double cabin dengan mesin turbo diesel.
04:21Kita bahas rencana impor 105.000 mobil dari India yang belakangan,
04:26diminta DPR untuk ditunda.
04:28Bersama anggota DPR Komisi 6 DPR Fraksi Demokrat Herman Heyron
04:32dan pengamat otomotif Bebin Juwana, selamat petang semuanya.
04:36Selamat petang.
04:38Kalau kita membayangkan dampak ekonominya,
04:41kebutuhan suku cadangnya Pak Bebin,
04:43kalau alasannya adalah karena perusahaan domestik tidak bisa memenuhi kebutuhan,
04:47kemudian harganya juga lebih mahal daripada yang di India.
04:49Ini mengimpor 105.000 mobil pickup dari India adalah keputusan yang bijak tidak?
04:56Sama sekali tidak.
04:58Alasannya?
05:00Industri otomotif yang ada di negara kita,
05:05itu pasti mampu men-supply, membuat,
05:09menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh pemerintah.
05:16Kenapa harus order segitu banyak ke India?
05:22Apa yang tidak bisa,
05:25saya coba membayangkan,
05:28untuk darah-darah terpencil yang jalannya pun tak lebar,
05:34kita ada dua merek yang memang punya pika kecil,
05:39Suzuki dan Daihatsu.
05:42Untuk ukuran yang sedang,
05:45ada yang namanya Isusu.
05:48Untuk yang besar,
05:50Hino dan Mitsubishi.
05:54Itu raja jalanan di negara kita.
05:57Tidak usah dibahas lagi,
05:59jaringan,
06:00apa,
06:01sepair 4 jaringan perawatan,
06:03mereka bisa tanggung jawab.
06:05Apa yang dibutuhkan?
06:074 kali 4,
06:08tinggal sampaikan.
06:09Tidak mungkin dijawab bahwa prinsipal mereka tidak bisa bantu.
06:18Kalau ini adalah order pemerintah,
06:20pasti bisa.
06:21Saya yakin itu.
06:23Oke.
06:23Kemudian kalau yang dipakai alasan adalah harga.
06:27Lah kita kan tahu,
06:29harga kendaraan di negara kita,
06:3240 persen itu kandungannya adalah pajak.
06:36Kalau yang pakai pemerintah pajaknya dihapus,
06:40mendagak itu kendaraan harganya turun separuh.
06:44Apanya yang tidak bisa itu apanya.
06:48Oke, kalau misalnya sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan produk domestik,
06:52Kang Hero.
06:52Tidak ada.
06:53Oke, sebelumnya Kang Hero, tapi sampai...
06:55Oke, Pak Bebin, sebentar.
06:57Sebentar, Pak Bebin.
06:58Oke, kalau gitu Kang Hero,
07:00sebenarnya sebelum akhirnya diputuskan mau mengimpor 105 ribu kendaraan,
07:04sudah ada koordinasi dulu belum dari Agrinas ke DPR?
07:08Iya.
07:09Sebetulnya kami ada rencana rapat sebelumnya,
07:11tapi pada waktu itu batal ya.
07:13Dan saya beberapa kali tentu mengikuti
07:17perencanaan terkait dengan penggunaan
07:19anggaran blokir dana desa yang dialokasikan untuk kooperasi desa Mara Putih.
07:24Hampir semuanya tentu kami setujui,
07:27karena memang ini menjadi program strategis Presiden Prabowo Subianto.
07:32Namun tentu kami tidak melihat bahwa tiba-tiba ada impor gitu.
07:37Karena pada waktu pembahasan kami justru lebih fokus
07:41bagaimana membahas tentang pembangunan kantor,
07:44pembangunan gudang, fasilitas, infrastruktur,
07:47dan nanti ada pengadaan mobil.
07:49Tidak disebutkan bahwa ini akan impor dari India dan lain sebagainya,
07:54termasuk berapa besaran modal kerja.
07:56Kami setuju saja dengan perencanaan itu.
08:00Namun kalau kemudian bahwa konteksnya,
08:03kemudian ada penyeragaman dengan impor mobil dari India,
08:07105 ribu unit,
08:09tentu ini yang menurut saya jauh dari harapannya Presiden Prabowo gitu.
08:16Yang ingin memajukan industri dalam negeri,
08:19meningkatkan nilai tambah,
08:21dan tentu pada akhirnya juga bisa mendorong tumbuh dan berkembangnya industri nasional kita.
08:27Artinya kalau misalnya DPR meminta untuk ditunda dulu
08:32karena memang menemukan ada ketidakselarasan dengan tujuan sebenarnya.
08:35Ada yang salah di situ?
08:37Ya kalau saya sih berpandangan,
08:39kok semakin jauh dari apa yang menjadi harapan Presiden Prabowo Subianto,
08:44bahwa berbagai hal yang tentu ini menjadi kebutuhan program-program strategis,
08:49ya seoptimal mungkin dipenuhi oleh kebutuhan dalam negeri.
08:53Karena akan menciptakan value,
08:55akan menciptakan nilai tambah,
08:57yang ini juga akan bisa menggerakkan sektor-sektor lainnya,
09:01multi-flyer efeknya akan bergerak.
09:03Nah tapi bisa sampai akhirnya ada keputusan ini,
09:05mau impor 105 ribu mobil itu gimana ceritanya?
09:09Itu dia tidak pernah ada dibicarakan.
09:11Jadi di DPR tidak pernah dibicarakan,
09:14dan saya kira tidak perlu homogen lah.
09:16Tidak perlu bahwa semuanya harus seragam mereknya,
09:20atau juga banyak merek-merek dalam negeri
09:22yang dalam situasi ekonomi saat ini,
09:26dalam situasi permintaan sedang stuck,
09:28bahkan relatif menurun,
09:30tentu dengan kebutuhan program strategis pemerintah,
09:34ini akan mendongkrak terhadap gairahnya industri dalam negeri.
09:39Nah jadi kalau kemudian dialokasikan dari impor,
09:43menurut saya bertentangan dengan keinginan presiden,
09:46terkait dengan bagaimana value dari kehadiran
09:49Popasi Desa Merah Putih.
09:50Oke kalau gitu kan oke ini ditunda,
09:52tapi kalau Pak Bebin Anda membandingkan produk pickup
09:55yang diproduksi dari India ini,
09:57dan apa yang kita punya di domestik?
09:59Apakah memang ada perbedaan kualitas yang jauh?
10:03Saya yakin tidak ada perbedaan kualitas.
10:07Kita bisa, mau yang seperti apa kita pasti mampu membuat.
10:13Industri otomotif kita sudah dibangun lebih dari 30-40 tahun.
10:19Pasti bisa.
10:20Kenapa harus import?
10:22Apa yang demikian istimewa sehingga membuat keputusan
10:27untuk membeli dari India?
10:29Tolong jabarkan.
10:31Karena pickupnya 4x4.
10:34Karena pickupnya diesel.
10:37Kita punya pickup diesel.
10:39Mau dibuat 4x4 tinggal lapor sama,
10:42sama prinsipal.
10:44Khusus untuk proyek ini adalah 4x4.
10:47Bisa dibuat.
10:49Dan lagi-lagi jaringan sudah ada.
10:52Kebetulan industri ini sedang sakit.
10:57Tahun lalu hanya jualan 800 ribu unit.
11:01Itu pun karena ada 100 ribu unit EV.
11:04Kalau tidak ada EV-nya,
11:05sudah tahu berapa angkanya.
11:08Kita biasa menjual 1 juta sampai 1 juta 100 unit.
11:13Berapa kita?
11:15Kalau 105 ini dipakai dari dalam negeri,
11:19kan lumayan bantu angka penjualan.
11:21Oke, Pak Bebin,
11:22berarti kalau misalnya impor ini tetap dilanjutkan,
11:25apa dampak yang bisa terjadi
11:27untuk pengusaha otomotif di dalam negeri?
11:30Iya.
11:31Sekarang jualan sadang susah.
11:34Tau-tau datang pickup-pickup seperti ini.
11:38Dan apakah yakin pickup ini bisa dipakai di dalam negeri?
11:43Dieselnya India itu euro berapa?
11:46Mau dimasukkan biodiesel yang ada di pelosok-pelosok?
11:50Nah, coba deh kalau bisa tahan 6 bulan.
11:54Rontok mobil itu.
11:56Oke, kalau gitu saya juga mau tanya Kang Hero.
11:58Kang Hero, ini kan memang akan ditunda dulu
11:59keputusannya sampai Presiden pulang lagi ke Indonesia.
12:03Tapi nanti ketika sudah pulang,
12:04pertimbangan-pertimbangan apa yang akan dilaporkan oleh DPR
12:07kepada Presiden nanti?
12:10Ya, sebaiknya Agrinas membahas dulu lah ini di DPR.
12:13Karena anggaran yang dikeluarkan juga kan cukup besar.
12:16Dan ini akan dipergunakan untuk masyarakat kita
12:20bukan di perkotaan, di pelosok-pelosok yang jauh di sana.
12:24Apakah after sales-nya juga dijamin?
12:26Suku cadangnya apakah sudah disiapkan?
12:29Bagaimana kalau terjadi mogok dan lain sebagainya?
12:33Mesinnya macet dan lain sebagainya?
12:35Apakah sudah disiapkan teknisi-teknisi?
12:38Di seluruh pelosok ya.
12:40Jadi karena 105 ini kan tidak ngumpul dalam satu wilayah.
12:44Tidak mengumpul di salah satu area.
12:46Tapi tersebar di seluruh desa dan kelurahan seluruh Indonesia.
12:51Yang itu nanti terpencil-pencil.
12:53Dan apakah mereka sanggup untuk bisa membangun
12:56after service-nya dengan membangun tempat-tempat reparasi?
13:01Siap men-training dan lain sebagainya kan butuh waktu.
13:04Dan lagi pula menurut saya
13:06kalau melihat situasi industri otomotif hari ini
13:09menyakitkan gitu ya.
13:11Kalau kemudian pemerintah memiliki anggaran dan program strategis
13:16justru malah berpaling kepada pihak lain.
13:19Yang sesungguhnya seharusnya meningkatkan bagaimana
13:22peran negara juga meningkatkan terhadap
13:25peran industri otomotif dalam negara saat ini.
13:27Kita punya anggarannya untuk membeli 105 ribu mobil?
13:32Sudah ada. Sudah dianggarkan.
13:34Memang itu dari anggaran 3 miliar
13:361,6 itu adalah dialokasikan untuk membangun
13:39sarana dan infrastruktur
13:42Koperasi Desa Mara Putih.
13:43Saya sudah ngecek di beberapa desa sudah dibangun.
13:46Kemudian 500 juta untuk modal kerja
13:50dan sisanya adalah untuk membeli sarana lainnya.
13:53Salah satunya adalah untuk pengadaan kendaraan.
13:55Jadi saya kira sudah ada gitu.
13:57Ini yang harus dipertimbangkan betul
13:59dimana memiliki nilai tambah bagi pembangunan bangsa kita.
14:03Meningkatkan peran-peran industri dalam negeri.
14:06Dan ya jangan merepotkan lah after self-service-nya
14:09jangan merepotkan masyarakat nantinya.
14:11Kasihan nanti kepala desa, desa-desa yang
14:13dulu mereka anggarannya sekarang dipending
14:16karena untuk memprioritaskan
14:18Koperasi Desa Mara Putih
14:20ternyata kemudian juga tersulitkan
14:22atau disusahkan dengan
14:24harus memelihara kendaraan
14:26yang belum familiar di wilayahnya.
14:28Kang Hero dari Komisi 6
14:30juga sempat ikut dalam pembahasan
14:32atau juga mendengar ketika Agrinas
14:34sempat mengeluarkan sebenarnya
14:35untuk perusahaan otomotif dalam negeri
14:37tapi tidak ada yang bisa cocok ini kayaknya?
14:39Enggak, gak disebutkan itu.
14:41Tidak menyebutkan merek,
14:43tidak disebutkan perusahaan otomotif.
14:45Namun alokasi anggarannya disebutkan.
14:46Saya ikut rapat kalau dalam rapat itu saya ikut.
14:49Oke, kalau gitu kalau Pak Bebin menurut Anda
14:51sebenarnya keputusan ini baiknya ditunda
14:53diomongin lagi nanti ketika Presiden pulang
14:55atau batalin aja langsung?
14:58Batalin aja.
15:00Apa yang seharusnya paling dipertimbangkan?
15:02Tawarkan industri otomotif yang ada di negara kita.
15:07Berarti apa yang...
15:08Tidak perlu diseragangkan.
15:10Sesuaikan dengan kebutuhan.
15:13Kaitkan dengan merek-merek yang ada.
15:15Karena itu kan membuka lapangan kerja.
15:19Mungkin industri yang sedang sakit ini
15:22dengan beroperasi satu shift
15:24mungkin bisa jadi dua shift.
15:26Karena mengejar untuk bisa supply ke pemerintah.
15:32Kan seperti itu.
15:33Ini akan sangat membantu.
15:36Dan ingat, negara kita sangat besar
15:40dari Sabang sampai Merauke.
15:42Mana bisa bangun jaringan
15:44dari Sabang sampai Merauke
15:46mau dikasih waktu berapa lama?
15:48Tiga bulan?
15:48Enam bulan?
15:49Satu tahun?
15:50Tiga tahun?
15:51Keburu rontok itu mobil?
15:54Oke.
15:54Berarti sebenarnya kita mampu ya
15:56dan dorongannya adalah untuk dibatalkan saja.
15:59Pak Bebin Juana, pengamat otomotif
16:00dan Kang Herman Hayron,
16:02anggota Komisi 6 DPRRI, Fraksi Demokrat.
16:04Terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami.
16:06Kita tunggu nanti keputusan setelah Presiden pulang.
16:08Sehat selalu semuanya.
16:12Kami masih akan kembali dengan informasi 25 anggota Garda.
Komentar