Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah untuk menunda impor kendaraan niaga dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih.

Dasco mengatakan telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India ditunda. Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi pertimbangan.

Kita bahas rencana impor 105 ribu mobil dari India yang belakangan diminta DPR untuk ditunda bersama anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat, Herman Khaeron, dan pengamat otomotif, Bebin Djuana.

#dpr #mobilindia #impor

Baca Juga Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi 2528 Februari 2026 di https://www.kompas.tv/info-publik/652757/peringatan-dini-bmkg-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-berpotensi-terjadi-25-28-februari-2026



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652759/full-kritis-dpr-soroti-rencana-impor-mobil-niaga-india-untuk-koperasi-merah-putih-kompas-petang
Transkrip
00:00Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad meminta pemerintah untuk menunda impor kendaraan-kendaraan Niagadar India
00:07untuk operasional Koperasi Merah Putih.
00:10Dasko mengatakan telah menyampaikan pesan kepada pemerintah agar rencana impor 105 ribu mobil pickup dari India ditunda.
00:18Posisi presiden yang masih berada di luar negeri menjadi pertimbangan.
00:22Pembahasan mengenai detail rencana itu akan dipahas selepas kunjungan presiden kembali ke Indonesia.
00:32Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pickup dari India,
00:38saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu,
00:48mengingat presiden masih di luar negeri.
00:51Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut.
01:03Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
01:17Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia meminta presiden Prabowo Subianto
01:22membatalkan impor 105 ribu mobil pickup dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih.
01:29Wakil Ketua Kadin Saleh Husin bilang,
01:32produsen otomotif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan mobil pickup untuk Koperasi Desa Merah Putih.
01:38Selain itu, juga harus mempertimbangkan ketersediaan suku cadang,
01:42karena biaya perbaikan dikhawatirkan membebani keuangan negara.
01:47Sementara di mata produsen otomotif dalam negeri,
01:50dengan menggunakan mobil produksi dalam negeri,
01:52dapat menciptakan multiplier effect bagi industri otomotif.
02:03Mobil pickup untuk kebutuhan Koperasi Desa itu kan dengan jumlah yang begitu besar,
02:09kami menghimbau agar Bapak Presiden kalau bisa membatalkan rencana tersebut,
02:14karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi,
02:18dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
02:22Yang perlu dipikirkan adalah nanti after salesnya,
02:26kan itu kan begitu masuk tahun kedua kan pasti sudah membutuhkan suku cadang,
02:31nah tentu diperlukan suku cadang,
02:34kalau misalnya mobilnya itu import bisa bayangkan,
02:37berarti nanti mobilnya antar tinggal bangkai.
02:40Nah ini yang tentu akan jauh lebih mahal nanti,
02:43berkebutkan itu kan kembali lagi kepada uang negara.
02:49Ini 105 ribu unit ini, ini 24 triliun itu kontribusinya terhadap nilai tambah,
02:57tier 1, tier 2, tier 3, forward and backward lingkat sini,
03:00ini bisa sampai 30 triliun.
03:03Jadi dengan 24 triliun itu kita hasilkan nilai tambah,
03:06baik ke komponen, ke supporting service, cost-cost dan lain-lain,
03:11itu bisa sampai 30 triliun.
03:15Jadi kenapa ini kita berikan ke sana?
03:18Dan kesempatan kerja ini bisa kita naikkan pertambahan untuk kesempatan kerja,
03:22dan divisa nggak perlu keluar.
03:23Ini bisa mengakumulasi kemampuan produksi pickup Indonesia ke depan.
03:30Dari laman dan media sosial Tata Motor Indonesia,
03:33kendaraan pickup 4K4 yang dimiliki Tata Motor merujuk pada Tata Senon.
03:38Pickup double cabin, namun di laman penjualan,
03:41pickup jenis ini tidak tersedia.
03:43Sementara, truk dengan 6 roda merujuk pada Tata Prima,
03:47sejenis dump truck bermesin diesel 6.700 cc.
04:02Sementara itu untuk pickup 4x4 dari Mahindra,
04:05memproduksi pickup single dan double cabin dengan mesin turbo diesel.
04:21Kita bahas rencana impor 105.000 mobil dari India yang belakangan,
04:26diminta DPR untuk ditunda.
04:28Bersama anggota DPR Komisi 6 DPR Fraksi Demokrat Herman Heyron
04:32dan pengamat otomotif Bebin Juwana, selamat petang semuanya.
04:36Selamat petang.
04:38Kalau kita membayangkan dampak ekonominya,
04:41kebutuhan suku cadangnya Pak Bebin,
04:43kalau alasannya adalah karena perusahaan domestik tidak bisa memenuhi kebutuhan,
04:47kemudian harganya juga lebih mahal daripada yang di India.
04:49Ini mengimpor 105.000 mobil pickup dari India adalah keputusan yang bijak tidak?
04:56Sama sekali tidak.
04:58Alasannya?
05:00Industri otomotif yang ada di negara kita,
05:05itu pasti mampu men-supply, membuat,
05:09menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh pemerintah.
05:16Kenapa harus order segitu banyak ke India?
05:22Apa yang tidak bisa,
05:25saya coba membayangkan,
05:28untuk darah-darah terpencil yang jalannya pun tak lebar,
05:34kita ada dua merek yang memang punya pika kecil,
05:39Suzuki dan Daihatsu.
05:42Untuk ukuran yang sedang,
05:45ada yang namanya Isusu.
05:48Untuk yang besar,
05:50Hino dan Mitsubishi.
05:54Itu raja jalanan di negara kita.
05:57Tidak usah dibahas lagi,
05:59jaringan,
06:00apa,
06:01sepair 4 jaringan perawatan,
06:03mereka bisa tanggung jawab.
06:05Apa yang dibutuhkan?
06:074 kali 4,
06:08tinggal sampaikan.
06:09Tidak mungkin dijawab bahwa prinsipal mereka tidak bisa bantu.
06:18Kalau ini adalah order pemerintah,
06:20pasti bisa.
06:21Saya yakin itu.
06:23Oke.
06:23Kemudian kalau yang dipakai alasan adalah harga.
06:27Lah kita kan tahu,
06:29harga kendaraan di negara kita,
06:3240 persen itu kandungannya adalah pajak.
06:36Kalau yang pakai pemerintah pajaknya dihapus,
06:40mendagak itu kendaraan harganya turun separuh.
06:44Apanya yang tidak bisa itu apanya.
06:48Oke, kalau misalnya sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan produk domestik,
06:52Kang Hero.
06:52Tidak ada.
06:53Oke, sebelumnya Kang Hero, tapi sampai...
06:55Oke, Pak Bebin, sebentar.
06:57Sebentar, Pak Bebin.
06:58Oke, kalau gitu Kang Hero,
07:00sebenarnya sebelum akhirnya diputuskan mau mengimpor 105 ribu kendaraan,
07:04sudah ada koordinasi dulu belum dari Agrinas ke DPR?
07:08Iya.
07:09Sebetulnya kami ada rencana rapat sebelumnya,
07:11tapi pada waktu itu batal ya.
07:13Dan saya beberapa kali tentu mengikuti
07:17perencanaan terkait dengan penggunaan
07:19anggaran blokir dana desa yang dialokasikan untuk kooperasi desa Mara Putih.
07:24Hampir semuanya tentu kami setujui,
07:27karena memang ini menjadi program strategis Presiden Prabowo Subianto.
07:32Namun tentu kami tidak melihat bahwa tiba-tiba ada impor gitu.
07:37Karena pada waktu pembahasan kami justru lebih fokus
07:41bagaimana membahas tentang pembangunan kantor,
07:44pembangunan gudang, fasilitas, infrastruktur,
07:47dan nanti ada pengadaan mobil.
07:49Tidak disebutkan bahwa ini akan impor dari India dan lain sebagainya,
07:54termasuk berapa besaran modal kerja.
07:56Kami setuju saja dengan perencanaan itu.
08:00Namun kalau kemudian bahwa konteksnya,
08:03kemudian ada penyeragaman dengan impor mobil dari India,
08:07105 ribu unit,
08:09tentu ini yang menurut saya jauh dari harapannya Presiden Prabowo gitu.
08:16Yang ingin memajukan industri dalam negeri,
08:19meningkatkan nilai tambah,
08:21dan tentu pada akhirnya juga bisa mendorong tumbuh dan berkembangnya industri nasional kita.
08:27Artinya kalau misalnya DPR meminta untuk ditunda dulu
08:32karena memang menemukan ada ketidakselarasan dengan tujuan sebenarnya.
08:35Ada yang salah di situ?
08:37Ya kalau saya sih berpandangan,
08:39kok semakin jauh dari apa yang menjadi harapan Presiden Prabowo Subianto,
08:44bahwa berbagai hal yang tentu ini menjadi kebutuhan program-program strategis,
08:49ya seoptimal mungkin dipenuhi oleh kebutuhan dalam negeri.
08:53Karena akan menciptakan value,
08:55akan menciptakan nilai tambah,
08:57yang ini juga akan bisa menggerakkan sektor-sektor lainnya,
09:01multi-flyer efeknya akan bergerak.
09:03Nah tapi bisa sampai akhirnya ada keputusan ini,
09:05mau impor 105 ribu mobil itu gimana ceritanya?
09:09Itu dia tidak pernah ada dibicarakan.
09:11Jadi di DPR tidak pernah dibicarakan,
09:14dan saya kira tidak perlu homogen lah.
09:16Tidak perlu bahwa semuanya harus seragam mereknya,
09:20atau juga banyak merek-merek dalam negeri
09:22yang dalam situasi ekonomi saat ini,
09:26dalam situasi permintaan sedang stuck,
09:28bahkan relatif menurun,
09:30tentu dengan kebutuhan program strategis pemerintah,
09:34ini akan mendongkrak terhadap gairahnya industri dalam negeri.
09:39Nah jadi kalau kemudian dialokasikan dari impor,
09:43menurut saya bertentangan dengan keinginan presiden,
09:46terkait dengan bagaimana value dari kehadiran
09:49Popasi Desa Merah Putih.
09:50Oke kalau gitu kan oke ini ditunda,
09:52tapi kalau Pak Bebin Anda membandingkan produk pickup
09:55yang diproduksi dari India ini,
09:57dan apa yang kita punya di domestik?
09:59Apakah memang ada perbedaan kualitas yang jauh?
10:03Saya yakin tidak ada perbedaan kualitas.
10:07Kita bisa, mau yang seperti apa kita pasti mampu membuat.
10:13Industri otomotif kita sudah dibangun lebih dari 30-40 tahun.
10:19Pasti bisa.
10:20Kenapa harus import?
10:22Apa yang demikian istimewa sehingga membuat keputusan
10:27untuk membeli dari India?
10:29Tolong jabarkan.
10:31Karena pickupnya 4x4.
10:34Karena pickupnya diesel.
10:37Kita punya pickup diesel.
10:39Mau dibuat 4x4 tinggal lapor sama,
10:42sama prinsipal.
10:44Khusus untuk proyek ini adalah 4x4.
10:47Bisa dibuat.
10:49Dan lagi-lagi jaringan sudah ada.
10:52Kebetulan industri ini sedang sakit.
10:57Tahun lalu hanya jualan 800 ribu unit.
11:01Itu pun karena ada 100 ribu unit EV.
11:04Kalau tidak ada EV-nya,
11:05sudah tahu berapa angkanya.
11:08Kita biasa menjual 1 juta sampai 1 juta 100 unit.
11:13Berapa kita?
11:15Kalau 105 ini dipakai dari dalam negeri,
11:19kan lumayan bantu angka penjualan.
11:21Oke, Pak Bebin,
11:22berarti kalau misalnya impor ini tetap dilanjutkan,
11:25apa dampak yang bisa terjadi
11:27untuk pengusaha otomotif di dalam negeri?
11:30Iya.
11:31Sekarang jualan sadang susah.
11:34Tau-tau datang pickup-pickup seperti ini.
11:38Dan apakah yakin pickup ini bisa dipakai di dalam negeri?
11:43Dieselnya India itu euro berapa?
11:46Mau dimasukkan biodiesel yang ada di pelosok-pelosok?
11:50Nah, coba deh kalau bisa tahan 6 bulan.
11:54Rontok mobil itu.
11:56Oke, kalau gitu saya juga mau tanya Kang Hero.
11:58Kang Hero, ini kan memang akan ditunda dulu
11:59keputusannya sampai Presiden pulang lagi ke Indonesia.
12:03Tapi nanti ketika sudah pulang,
12:04pertimbangan-pertimbangan apa yang akan dilaporkan oleh DPR
12:07kepada Presiden nanti?
12:10Ya, sebaiknya Agrinas membahas dulu lah ini di DPR.
12:13Karena anggaran yang dikeluarkan juga kan cukup besar.
12:16Dan ini akan dipergunakan untuk masyarakat kita
12:20bukan di perkotaan, di pelosok-pelosok yang jauh di sana.
12:24Apakah after sales-nya juga dijamin?
12:26Suku cadangnya apakah sudah disiapkan?
12:29Bagaimana kalau terjadi mogok dan lain sebagainya?
12:33Mesinnya macet dan lain sebagainya?
12:35Apakah sudah disiapkan teknisi-teknisi?
12:38Di seluruh pelosok ya.
12:40Jadi karena 105 ini kan tidak ngumpul dalam satu wilayah.
12:44Tidak mengumpul di salah satu area.
12:46Tapi tersebar di seluruh desa dan kelurahan seluruh Indonesia.
12:51Yang itu nanti terpencil-pencil.
12:53Dan apakah mereka sanggup untuk bisa membangun
12:56after service-nya dengan membangun tempat-tempat reparasi?
13:01Siap men-training dan lain sebagainya kan butuh waktu.
13:04Dan lagi pula menurut saya
13:06kalau melihat situasi industri otomotif hari ini
13:09menyakitkan gitu ya.
13:11Kalau kemudian pemerintah memiliki anggaran dan program strategis
13:16justru malah berpaling kepada pihak lain.
13:19Yang sesungguhnya seharusnya meningkatkan bagaimana
13:22peran negara juga meningkatkan terhadap
13:25peran industri otomotif dalam negara saat ini.
13:27Kita punya anggarannya untuk membeli 105 ribu mobil?
13:32Sudah ada. Sudah dianggarkan.
13:34Memang itu dari anggaran 3 miliar
13:361,6 itu adalah dialokasikan untuk membangun
13:39sarana dan infrastruktur
13:42Koperasi Desa Mara Putih.
13:43Saya sudah ngecek di beberapa desa sudah dibangun.
13:46Kemudian 500 juta untuk modal kerja
13:50dan sisanya adalah untuk membeli sarana lainnya.
13:53Salah satunya adalah untuk pengadaan kendaraan.
13:55Jadi saya kira sudah ada gitu.
13:57Ini yang harus dipertimbangkan betul
13:59dimana memiliki nilai tambah bagi pembangunan bangsa kita.
14:03Meningkatkan peran-peran industri dalam negeri.
14:06Dan ya jangan merepotkan lah after self-service-nya
14:09jangan merepotkan masyarakat nantinya.
14:11Kasihan nanti kepala desa, desa-desa yang
14:13dulu mereka anggarannya sekarang dipending
14:16karena untuk memprioritaskan
14:18Koperasi Desa Mara Putih
14:20ternyata kemudian juga tersulitkan
14:22atau disusahkan dengan
14:24harus memelihara kendaraan
14:26yang belum familiar di wilayahnya.
14:28Kang Hero dari Komisi 6
14:30juga sempat ikut dalam pembahasan
14:32atau juga mendengar ketika Agrinas
14:34sempat mengeluarkan sebenarnya
14:35untuk perusahaan otomotif dalam negeri
14:37tapi tidak ada yang bisa cocok ini kayaknya?
14:39Enggak, gak disebutkan itu.
14:41Tidak menyebutkan merek,
14:43tidak disebutkan perusahaan otomotif.
14:45Namun alokasi anggarannya disebutkan.
14:46Saya ikut rapat kalau dalam rapat itu saya ikut.
14:49Oke, kalau gitu kalau Pak Bebin menurut Anda
14:51sebenarnya keputusan ini baiknya ditunda
14:53diomongin lagi nanti ketika Presiden pulang
14:55atau batalin aja langsung?
14:58Batalin aja.
15:00Apa yang seharusnya paling dipertimbangkan?
15:02Tawarkan industri otomotif yang ada di negara kita.
15:07Berarti apa yang...
15:08Tidak perlu diseragangkan.
15:10Sesuaikan dengan kebutuhan.
15:13Kaitkan dengan merek-merek yang ada.
15:15Karena itu kan membuka lapangan kerja.
15:19Mungkin industri yang sedang sakit ini
15:22dengan beroperasi satu shift
15:24mungkin bisa jadi dua shift.
15:26Karena mengejar untuk bisa supply ke pemerintah.
15:32Kan seperti itu.
15:33Ini akan sangat membantu.
15:36Dan ingat, negara kita sangat besar
15:40dari Sabang sampai Merauke.
15:42Mana bisa bangun jaringan
15:44dari Sabang sampai Merauke
15:46mau dikasih waktu berapa lama?
15:48Tiga bulan?
15:48Enam bulan?
15:49Satu tahun?
15:50Tiga tahun?
15:51Keburu rontok itu mobil?
15:54Oke.
15:54Berarti sebenarnya kita mampu ya
15:56dan dorongannya adalah untuk dibatalkan saja.
15:59Pak Bebin Juana, pengamat otomotif
16:00dan Kang Herman Hayron,
16:02anggota Komisi 6 DPRRI, Fraksi Demokrat.
16:04Terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami.
16:06Kita tunggu nanti keputusan setelah Presiden pulang.
16:08Sehat selalu semuanya.
16:12Kami masih akan kembali dengan informasi 25 anggota Garda.
Komentar

Dianjurkan