Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan pihaknya akan patuh terhadap keputusan pemerintah dan DPR RI terkait permintaan penundaan 105 ribu unit kendaraan pikap dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih.

Joao mengatakan pihaknya akan bertanggung jawab apabila digugat pihak suplier unit pikap terkait keputusan penundaan tersebut.

"Apapun keputusan negara, keputusan DPR, itu adalah suara rakyat dan mewakili rakyat. Saya sebagai direktur Badan Usaha Milik Negara, saya akan taat, akan loyal dan manut apapun keputusan negara apabila itu untuk kepentingan rakyat. Tanpa sedikit pun saya ragu-ragu kalau seandainya saya harus nanti digugat atau dipermasalahkan pihak suplier, itulah tanggung jawab saya," ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, pada Selasa (24/2/2026).

Baca Juga Agrinas Pastikan Sudah Beri Ruang Produsen Lokal Sebelum Putuskan Impor 105 Ribu Pikap dari India di https://www.kompas.tv/ekonomi/652743/agrinas-pastikan-sudah-beri-ruang-produsen-lokal-sebelum-putuskan-impor-105-ribu-pikap-dari-india

#agrinas #koperasimerahputih #breakingnews

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Noval


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652750/siap-tanggung-jawab-bos-agrinas-manut-tunda-impor-105-000-pikap-dari-india-untuk-kopdes-merah-putih
Transkrip
00:01Cek, pas edisi dari CNN TV Pak.
00:03Dari mana?
00:04CNN TV.
00:06Kemarin Bapak bilang akan manut dengan himbawan dari Pak Dasko
00:10untuk mempertimbangkan kembali atau ditinjau kembali atau ditunda seperti itu Pak.
00:15Nah yang sudah berjalan, sudah sampai ke Indonesia ini atau yang sedang OTO ini
00:19akan diapakan ke depannya atau tindak lanjutnya.
00:23Terus kemudian, sementesak apa sih Pak kita membutuhkan 105 ribu ini untuk Kopdes
00:31dan sebenarnya sekarang Kopdes, koperasinya itu sendiri ada berapa sih jumlahnya Pak?
00:36Baik, terima kasih dari CNN.
00:44Apapun keputusan negara, keputusan DPR, itu adalah suara rakyat.
00:53dan mengwakilkan rakyat.
00:55Saya sebagai Direktur Badan Usami Negara,
01:00saya akan taat, saya akan loyal, dan saya akan manut apapun keputusan negara.
01:07Apabila itu memang untuk kepentingan rakyat.
01:10Tanpa sedikit pun saya ragu-ragu,
01:13kalau sendai saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier,
01:19itulah tanggung jawab saya dan saya ambil tanggung jawab itu.
01:22dan segala konsekuensinya akan saya tanggung.
01:27Mungkin itu dari saya.
01:29Tindak lanjut unit yang sudah sampai,
01:36tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR,
01:42di mana mereka mewakili rakyat.
01:43Jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan dipakai.
01:50Jadi apapun risikonya,
01:53itu konsekuensi yang harus saya ambil.
01:55Dan saya harus berdiri di depan bertanggung jawab terhadap langkah saya.
02:02Termasuk kalau ada denda,
02:05harus kita bicarakan, kita carikan solusinya.
02:09Orang berbisnis ini kan mau mencari untung,
02:11bukan mencari masalah.
02:12Jadi kalau memang ada masalah,
02:14saya pasti akan duduk bersama-sama dengan pihak supplier
02:19untuk mencarikan solusinya.
02:22Dan solusi pasti yang terbaik,
02:24karena bisnis itu bukan tujuannya untuk
02:32saling menyalahkan atau untuk mencari keuntungan
02:35dan bagaimana caranya nanti kita bisa mengolah itu
02:37atau mengembalikan kerugian yang mereka harus tanggung
02:44akibat daripada penolakan dari negara ini.
02:46Itu saya akan bertanggung jawab.
02:51Semendesak apa?
02:53Karena sampai hari ini kita sudah membangun
02:5630.712.
03:02Dan yang sudah jadi sampai hari ini adalah
03:07sebetulnya tadi saya evaluasi
03:091.357 bangunan sudah berdiri
03:14dan kita akan segera merunning-nya.
03:18Sehingga itu mendesak untuk kita segera supply.
03:22Karena begini,
03:24saya terus terang saja,
03:25tadinya saya juga berpikir
03:26kenapa sih harus ada pendaraan.
03:28Tapi setelah saya coba memahami,
03:31ternyata keinginan kebab presiden itu
03:35bagaimana bisa menghubungkan
03:38petani langsung dengan konsumen
03:41sehingga terjadi fair price.
03:43Fair price itu kepada petani,
03:45juga fair price kepada konsumen.
03:47Karena selama ini harga yang kita bayar
03:50pada produk-produk yang kita konsumsi
03:52sebetulnya yang paling diuntungkan adalah middleman.
03:56Jadi harapan Bapak Presiden
03:58dengan Dekadian Rokas Merah Putih
04:00kita bisa memberikan harga yang pantas
04:06kepada petani atas produk-produk yang mereka buat
04:09dan juga masyarakat yang mengkonsumsinya
04:12juga bisa membayar dengan harga yang
04:17sepantasnya.
04:19Sehingga itu terjadi
04:21adil bagi kedua-duanya,
04:23adil bagi petani dan lagi bagi kita
04:25sebagai konsumen.
04:28Dan lagi dong gantian.
04:30Ya, silahkan.
04:51Baik, kami karena perusahaan
04:57karena kita melakukan order khusus
05:01dan juga kita meminta
05:05saya cerita sedikit.
05:07Awalnya Mahindra melalui RMA
05:12hanya mampu mensupply 2000.
05:15Kemudian kami melakukan lobby,
05:18melakukan diskusi yang cukup panjang
05:20sehingga mereka mau menutup lainnya
05:25hanya untuk memproduksi mobil
05:28sesuai dengan kebutuhan kita.
05:30Oleh karena itu,
05:33kami harus memberikan
05:35down payment 30%
05:37dan itu sudah kami lakukan
05:38untuk semua produk yang kami beri.
05:40Kebetulan,
05:42seluruh pengadaan
05:43yang ada di Agrinas,
05:46kami tutup terakhir itu
05:48tanggal 23 Desember.
05:49Baik itu dari rak-rak,
05:53baik itu dari CCTV,
05:55baik itu untuk
05:56mesin scanning,
05:58atau
06:00untuk
06:01alat
06:03komputer untuk
06:06pembayaran kasir,
06:08itu semua sudah
06:09kita selesaikan kontraknya
06:12sebelum tanggal 23 Desember.
06:15Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan