00:00Terima kasih banyak, Mr. President.
00:30Pak Agung, Pak Agung kalau kita bicara soal 8.000 pasukan yang akan dikirim, ini kan dengan bendera ISF ya?
00:36Iya, betul.
00:37Oke, tantangan yang nanti mungkin akan ditemukan di lapangan, kemudian kita akan berhadapan dengan pemerintahan di Gaza, apa yang harus
00:51disiapkan oleh pemerintah kita?
00:52Pertama kita harus paham bahwa betul-betul berbeda antara peacekeeping forces yang selama kita lakukan dengan stabilisation forces yang mungkin
01:00pertama kali kita akan ikut.
01:02Peacekeeping jelas mandat ke-end, kemudian di bawah alur hukum, di bawah pimpinan dari Dewan Keamanan, dan jelas mandatnya ya.
01:09Kemudian untuk stabilisation itu lebih fleksibel, lebih luas, dan itu meniliputi juga penegakan keamanan, penegakan demilitarisasi, atau administrasi di daerah
01:21tersebut yang memungkinkan terjadinya pasukan digunakan untuk menegakkan aturan.
01:27Nah, ini yang harus disiapkan oleh kita adalah pemerintah kita harus menyiapkan dengan jelas mandatnya itu kalau bisa mandat PBB.
01:35Tanpa itu akan sulit legitimitasinya.
01:37Harus ada mandat PBB?
01:39Ya, kemudian ya harus, karena tanpa mandat PBB itu akan menjadi sesuatu yang di dalam wadah yang tidak sekuat kalau
01:46dalam mandat PBB.
01:47Bahkan dalam mandat PBB pun kadang-kadang operasi pun bisa berjalan ke arah yang tidak lancar.
01:53Contohnya di Somalia, itu mandat PBB, tapi ada unsur stabilisasi yang memberikan wonang kepada pasukan untuk melawan tindakan.
01:59Dan kita tahu dalam film Black Hawk Down betapa kacauhnya kalau itu sampai terlibat dalam konflik di dalam daerah yang
02:05harus disetabilkan.
02:06Nah, kemudian pertama tandatnya harus jelas.
02:10Kedua harus ada operasional SOP, standar operasional.
02:16Di mana kita boleh, nah ini masalahnya karena kita di bawah hierarki daripada panglimanya atau komandannya seorang Amerika.
02:23Nah, kita di bawahnya, nah ini harus ada suatu tertulis bahwa kita boleh mengatakan tidak atau kita menawar atau kita
02:31tidak melaksanakan sesuai dengan perintahnya.
02:33Karena apa? Karena itu mungkin perintah itu bisa berlawanan dengan posisi kita untuk mendukung Palestina.
02:40Ataupun posisi kita untuk tidak melaksanakan tindakan yang akan berusaha legitimasi kita.
02:45Dan yang terakhir adalah, yang penting kita juga harus jelas exit strateginya.
02:49Kalau situasi memburuk atau situasi dengan parameter A, B, C, D telah sana, maka kita bisa pergi.
02:54Permintaan lebih lah begitu ya?
02:56Exit strategi itu dalam artian kalau ada situasi berkebangkara yang sesuai dengan bisa kita duga, kita bisa pergi.
03:04Jadi jelas, aturan mainnya. Dan yang paling penting adalah, karena kita dipimpin oleh seseorang ataupun pimpinan militer dari negara luar,
03:15maka jabatan kita sebagai wakil itu jangan hanya untuk reputasi internasional,
03:21tetapi nanti dalam pelaksanaan tidak memiliki wawonan untuk mengambil keputusan sendiri selama keputusan itu sesuai dengan mandat.
03:28Dan sampai keluar mandat. Nah, keluar mandat ini yang bikin masalah nanti.
03:32Oke. Sebelum kita bicara ke mandat, ini kan Presiden memang sudah bilang kalau dalam 1 hingga 2 bulan ke depan
03:38akan ada 8.000 pasukan
03:39yang kemudian dikirim ke Gaza Palestina. Tapi kan tadi Anda bilang harus ada mandat dari PBB at the end.
03:45Kalau mandat itu tidak keluar, bagaimana dengan nasi pengiriman pasukannya?
03:49Saya dengar bahwa akan mengirim pasukan yang jumlah kecil dulu. Tidak terlalu besar.
03:54Pasukan ini akan berfungsi untuk melihat situasi berhubungan dengan pasukan pendahulu yang tadi dibilang Presiden.
04:00Berhubungan yang faksi-faksi melihat situasi, mungkin bisa berhubungan dengan pihak yang ada di lapangan,
04:05pihak-pihak pasukan di lapangan untuk bisa memperkan diri, kulonowun, istilahnya bahasa kita ya.
04:11Kemudian sambil menunggu sampai 2 atau 3 bulan lagi baru pasukan besar datang.
04:16Itu saya dengar seperti itu rencananya.
04:18Nah, dalam waktu ini masih ada waktu bagi kita untuk beberapa bulan untuk bisa mendapatkan mandat internasional untuk dukungan ini.
04:24Seharusnya kita minta kepada Board of Peace ini untuk mengupayakan mendapatkan mandat internasional peacekeeping dengan tujuan stabilisasi.
04:34Oke, kita bahas lagi soal syarat-syarat yang disampaikan oleh Kemlu.
04:37Kementerian Lur Negeri bilang kan akan ada batasan, akan ada syarat-syarat kita tidak akan ikut demilitarisasi,
04:43kemudian juga tidak akan pelucutan senjata, hanya fokus pada kemanusiaan begitu ya, kesehatan dan juga rekonstruksi.
04:49Apakah kemudian batasan-batasan ini bisa diterapkan kalau sudah di lapangan, sudah di Gaza?
04:54Kita akan membantu kesehatan, kita akan membantu rekonstruksi, kita akan membantu mengamankan instansi atau objek-objek vital yang ada di
05:03sana.
05:04Kemudian, namun dalam situasi daerah yang banyak vaksin yang terlibat, kemudian banyak...
05:12Ini kan sebetulnya bukan masalah kita mengamankan stabilisasi, tapi masalahnya itu tempat Gaza, itu ada tempat percaturan geopolitik besar.
05:20Dimana banyak aktor-aktor negara atau aktor non-negara yang bermain.
05:26Masalahnya mungkin terjadi lah pada saat nanti ada semacam gangguan, atau ada semacam hambatan, atau mungkin provokasi dari pihak tertentu.
05:35Tantangan dari Palestina sendiri?
05:37Belum tentu, dari Palestina atau orang mengaku Palestina, atau kita tahu kan daerah situ ada daerah yang siapa saja berbuat
05:42saja untuk memakai apa saja,
05:43untuk menemukan kesan, sehingga membuat Indonesia terpaksa membalas, atau terpaksa bertahan,
05:48atau kita terjebak dalam suatu situasi di mana kita akhirnya membutuhkan bantuan dari pasukan lain,
05:53yang pada saat bantuan dari pasukan lain, akhirnya mengibatkan korban di pihak tertentu,
05:58akibatnya kita masuk ke dalam satu status di mana kita akhirnya menjadi di pihak yang ikut menindas,
06:06bukannya menjadi stabilisasi, tapi ikut memihak salah satu pihak.
06:09Akhirnya kita akan kehilangan legitimasi sebagai negara yang membantu perjuangan Palestina,
06:15karena mungkin situasinya bukan kita yang meminta situasi itu,
06:17tapi kita dipojokkan dalam satu situasi di provokasi, atau di cipta kondisi,
06:22itu yang harus dipertimbangkan dengan mandat yang jelas, SOP yang tegas,
06:27dan bisa punya hak untuk menolak untuk perintah-perintah yang melanggar mandat.
06:31Sebelum pengiriman pasukan nanti?
06:32Oh iya harus jelas sekarang, jangan nanti, jangan kita sudah,
06:36oh ini ternyata tidak belok kanan tapi belok kiri, baru kita mundur, gak bisa.
06:40Harus jelas dalam tulisan, bila suatu saat ada belok kiri, biarpun selangkah, itu sudah stop.
06:46Kalau gitu apa yang perlu diperhitungkan lebih dalam, lebih matang,
06:51sebelum kita mengirimkan pasukan ke Gaza?
06:55Negosiasi pemerintah kita harus betul-betul mantap, betul-betul pendesainan daripada mandatnya,
07:03kita harus berjuang untuk board office minta mandat kepada PBB,
07:07kemudian minta supervisi juga dari Dewan Kamanan juga,
07:09dan juga kemudian dalam pelaksanaannya kita harus pastikan standar operating prosedurnya,
07:15betul-betul standar operating prosedur yang berbau perdamaian,
07:19bukan sekedar hanya stabilisasi yang ada demisitasi perlu jutaan senjata,
07:23ataupun menindas faksi-faksi di sana.
07:25Ingat bahwa kita hanya untuk misi yang berbau,
07:30menstabilkan dalam ranah rekonstruksi, dalam ranah kerja kesehatan,
07:36dan akan menjaga objek vital.
07:39Namun, tetap sebagai pasukan yang mungkin terbesar nanti di sana,
07:43nah kita ada kemungkinan untuk mengalami friksi,
07:46ataupun gangguan, ataupun diprovokasi.
07:49Nah itu yang harus betul-betul kita latihkan di Indonesia,
07:52kemudian kita simulasikan juga,
07:55dan juga simulasikan baik simulasi wargaming,
07:57ataupun pasukan untuk dilatih, untuk diwaspadai,
08:00betul-betul bahwa,
08:01karena situasinya adalah situasi yang sangat tidak enak,
08:06karena ini betul-betul sampai sekarang pun konflik masih tidak damai.
08:09Kita tidak mendamaikan sesuatu yang sebetulnya saat ini
08:11hanya dalam kata adalah perdamaian,
08:14tapi tidak ada perdamaian, belum ada perdamaian.
08:16Ada juga nih soal yang dibahas, soal pendanaan, pembiayaan.
08:20Bagaimana soal mandat pembiayaan ini nanti?
08:22Kalau dibilang BOP akan membiayai pasukan,
08:26artinya kita juga akan berkontribusi?
08:28Kita kan sudah disebutkan bahwa kita berkontribusi dengan dana 1 miliar dolar,
08:35kemudian sebagai anggota tetap kan,
08:37dan mungkin tidak mungkin tidak anggota tetap menjadi wakil pasukan stabilisasi kan,
08:43dan kemudian Amerika akan memberikan juga kalau nggak salah 10 miliar dolar
08:46untuk di stabilisasi juga,
08:48dan saya rasa Amerika cukup mampu untuk itu.
08:51Namun kita jangan melihat juga segi negatifnya,
08:53ada peluang juga bagi kita, bagi Indonesia.
08:55Apa itu peluangnya Pak?
08:56Peluang-peluangnya adalah, pertama adalah status Indonesia sebagai negara middle yang power,
09:03tapi sudah mulai berkembang, dan memang Indonesia sudah waktunya.
09:06Kemudian yang kedua adalah,
09:07kita operatif, jadi kemampuan operasional interoperability antara kita dengan negara lain,
09:13khususnya Amerika bisa meningkat dengan pesat,
09:16dan kita bisa menggunakan alat-alat pengodaran terbaru yang disediakan oleh Amerika,
09:20kita bisa manfaatkan itu,
09:22kemudian juga ases diplomatik kita untuk masalah Timur Tengah,
09:25dan yang penting adalah leverage kita lebih tinggi dengan Amerika.
09:28Tanpa menjadi sahabat atau mitra strategis Amerika,
09:32kita punya hubungan yang jauh lebih bagus dengan Amerika dibandingkan dengan ini.
09:36Artinya kita mulai diperhitungkan?
09:38Mulai diperhitungkan.
09:39Negara penting, tiba-tiba kita pengamat saja,
09:42seperti kita pengamat ini,
09:43tiba-tiba langsung terjun langsung ke Medan,
09:46tapi dengan segala resikonya berkorban untuk bisa membuat hal yang lebih baik untuk Palestina.
09:51Oke, baik kita tunggu lagi,
09:53nanti kata Presiden adalah 1-2 bulan nanti pengiriman pasukan,
09:57ke pasukan stabilisasi untuk menuju ke Gaza, Palestina.
10:01Terima kasih sudah bergabung bersama kami,
10:03dan juga hadir langsung di studio,
10:04Marsma Purnawirawan Agus Sasongko Jati sudah bergabung bersama kami.
10:07Sehat selalu, Pak Agung.
Komentar