00:00Berita utama kembali hadir untuk Anda, saudara seorang pengusaha di Yogyakarta
00:04melaporkan seorang polisi di Kepolda, daerah istimewa Yogyakarta.
00:09Oknum polisi itu diduga melakukan pemerasan dan perusahaan CCTV.
00:18Inilah video kamera pengawas sebelum diduga dirusak oleh seorang Oknum Intel Polres Bantul berinisial S.
00:25Aksi itu diduga dilakukan untuk menghilangkan barang bukti atas aksi pemerasan yang selanjutnya dilakukan S
00:33bersama sejumlah rekannya kepada seorang pengusaha di Yogyakarta.
00:39Korban kemudian melapor ke Kepolda DIY.
00:42Dalam laporannya, korban menyebut Oknum Polisi S awalnya meminta pekerjaan padanya.
00:48Namun pekerjaan yang diberikan korban tak dikerjakan.
00:52Tapi Oknum tersebut terus meminta uang sebesar 35 juta rupiah selama 6 bulan.
00:59Hal ini laporan tersebut itu yang pertama adalah laporan Kepropam,
01:04yang kedua melaporkan tindak pidana.
01:06Keperti Keper dalam apa yang pertama adalah uang yang sudah dikeluarkan yang awalnya itu tetap sama,
01:11tetapi tidak pernah diselesaikan dengan baik.
01:15Nah kemudian Oknum Polisi ini bagian mental yang namanya Surya ini juga mengajak temannya.
01:21Setelah itu ada empat, ada yang bernama M, R, inisial M, R, kemudian H.
01:27Dan inilah yang kemudian per bulan dia meminta sejumlah uang kepada klien kami selama 6 bulan,
01:34bertumbuh sebesar 35 juta.
01:36Melalui pesan singkat kepada awak media, Kabit Umas Polda DIEI membenarkan adanya pelaporan tindak pemerasan dan perusahaan
01:45yang dilakukan Oknum Polisi berinisial S.
01:49Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.
01:53Michael Aryawan, Kompas TV, Yogyakarta
Komentar