Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah menjamurnya coffee shop di perkotaan, sebuah ruang di sudut kota menghadirkan konsep berbeda.

Bukan sekadar tempat ngopi dan bekerja, coffee shop ini bertransformasi menjadi ruang pameran seni terbuka bagi para seniman.

Karya-karya yang dipajang tidak berdiri eksklusif seperti di galeri pada umumnya. Seni hadir cair, berdampingan dengan aktivitas minum kopi, berdiskusi, hingga lalu-lalang pengunjung. Konsep ini meretas sekat antara seni dan realitas sosial, menjadikan ruang publik sebagai medium apresiasi yang lebih dekat dan inklusif.

Inisiatif ini menjadi wadah alternatif bagi seniman lokal untuk menampilkan karya sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas. Lalu, bagaimana respons pengunjung terhadap konsep unik ini? Dan sejauh mana ruang kreatif seperti ini mampu mendorong ekosistem seni agar lebih hidup?

Simak liputan selengkapnya dalam video berikut.

Jurnalis: Jocelyn Valencia

#smiljan #cafe #pameran #seniman #karyalukis

Baca Juga Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum Penjara Seumur Hidup Karena Berlakukan Darurat Militer di https://www.kompas.tv/internasional/652002/eks-presiden-korsel-yoon-suk-yeol-dihukum-penjara-seumur-hidup-karena-berlakukan-darurat-militer

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652004/full-sensasi-bukber-di-galeri-seni-coffee-shop-smiljan-wadah-baru-seniman-lokal
Transkrip
00:08Di tengah menjamurnya coffee shop di perkotaan, sebuah ruang di sudut kota ini memilih jalan yang berbeda.
00:15Tidak hanya sebagai tempat untuk menyajikan kopi dan tempat bekerja, tetapi juga sebagai ruang untuk karya dan gagasan.
00:24Selamat datang di Smilja.
00:30Smilja adalah jejaring 8 kedai kopi di Jakarta, Cirebon, dan Bandung yang mendedikasikan diri untuk menjadi ruang kerja kebudayaan.
00:38Didirikan September 2022, Smilja tidak hanya menjadi tempat ngopi, tetapi juga sudah menyelenggarakan lebih dari 30 pameran seni rupa yang
00:48menjadi ajang debut mini pameran tunggal bagi seniman pemula.
00:52Smilja menyadari sepenuhnya seniman dan karya, memerlukan ruang dialog yang inklusif dengan audiensnya.
01:00Jadi kegiatan di Smilja ini terbuka untuk banyak hal kayak gitu.
01:04Salah satunya mungkin sekarang ini ada pameran Sumatra adalah kita dan juga perempuan bersolidaritas untuk Sumatra.
01:09Kita mengajak para seniman untuk bisa ikut terlibat dalam kegiatan pameran ini.
01:17Terus kegiatan lainnya juga ada workshop, diskusi, bahkan ada kegiatan bersama komunitas olahraga gitu.
01:24Jadi memang kita terbuka untuk banyak hal.
01:27Di kafe ini, pengunjung tidak hanya menikmati karya seni-seniman, tetapi juga bisa membaca buku yang telah disediakan dan berfoto
01:35estetik di setiap sudut ruangan.
01:37Keunikannya menjadi pilihan bagi pengunjung untuk WFA atau sebagai tempat berbuka puasa di bulan suci Ramadan.
01:44Untuk Smilja ini adalah tempat open space yang kebetulan memang mendukung untuk pekerjaan saya.
01:51Jadi beberapa set mungkin bisa dilakukan untuk pengerjaan di bidang pekerjaan saya yaitu fotografer.
01:59Dan memang untuk daerahnya tersebut tidak terlalu ramai dan memang punya vibes yang enak untuk sambil kerjaan di sini.
02:07Dan kunjungan ke sini kebetulan lumayan sering dari satu bulan mungkin bisa beberapa kali.
02:13Aku hari ini WFA sebenarnya cuma karena internet di rumah itu lagi jolak, jadinya aku cari kafe.
02:18Dan kebetulan di semingguan ini salah satu kafe favorit aku buat WFA sih.
02:23Yang aku suka di sini pegawainya kurama-ramah.
02:28Terus faktor utamanya sih karena internetnya cepat banget ya gitu.
02:32Terus ambiennya juga enak banget buat WFC.
02:34Untuk berkunjung ke sini tidak ada minimum charge yang diberikan.
02:38Jadi sahabat Kompas TV tertarik untuk ke Smiljaan?
02:41Next review tempat kemana lagi ya?
02:43Sub indo by broth3rmax
02:48Sub indo by broth3rmax
02:49Sub indo by broth3rmax
Komentar

Dianjurkan