Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mantan Pangeran Kerajaan Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor, ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik.

Adik Raja Charles III ini diduga berbagi informasi rahasia dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Kepolisian Inggris menangkap Andrew di rumahnya, kawasan Norfolk, Inggris, pada Kamis (19/2/2026) lalu.

Jumat (20/2/2026) pagi, polisi membebaskannya, tapi penyelidikan kasus ini terus berjalan.

Pasca Andrew ditangkap, Raja Charles III mengeluarkan pernyataan.

Raja Charles bilang, "Saya telah mengetahui dan secara mendalam prihatin terhadap berita tentang Andrew Mountbatten-Windsor dan kecurigaan atas pelanggaran dalam jabatan publik.

Dalam hal ini, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, mereka mendapat dukungan dan kerja sama penuh serta sepenuh hati dari kami.

Izinkan saya katakan dengan jelas, hukum harus ditegakkan sebagaimana mestinya."

Berdasarkan laporan BBC, polisi menyelidiki keterlibatan mantan Pangeran Andrew dalam dugaan kasus perdagangan anak di bawah umur yang diduga dilakukan Epstein.

Selama ini, Andrew selalu membantah tuduhan kedekatannya dengan Epstein.

Tapi, setelah dokumen Epstein terungkap ke publik, hubungan erat keduanya semakin terang benderang.

Warga Inggris bahkan sejumlah turis mendukung penangkapan Andrew atas keterlibatannya dengan Jeffrey Epstein.

Tapi karena kejadian ini, warga Inggris tak lagi bisa percaya sepenuhnya pada keluarga kerajaan.

Penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor jadi sejarah baru. Sebelumnya, belum pernah ada anggota senior keluarga Kerajaan Inggris modern ditangkap polisi.

Atas kasus ini, gelar Pangeran Andrew pun telah dicabut.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

#kasusepstein #fileepstein #pangeranandrew #rajacharles

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/652001/kasus-epstein-polisi-bebaskan-pangeran-andrew-penyidikan-tetap-berjalan-sapa-malam
Transkrip
00:01Saudara setelah sempat ditangkap, polisi membebaskan mantan pangeran kerajaan Inggris Andrew Mountbatten Windsor.
00:08Adik Raja Charles ketiga ini diduga membagikan informasi rahasia atas keterlibatannya dalam kasus Jeffrey Epstein.
00:20Mantan pangeran kerajaan Inggris Andrew Mountbatten Windsor ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik.
00:27Adik Raja Charles ketiga ini diduga berbagi informasi rahasia dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
00:34Kepolisian Inggris menangkap Andrew di rumahnya di kawasan Norfolk, Inggris pada Kamis lalu.
00:40Jumat pagi polisi membebaskannya, tapi penyelidikan kasus ini terus berjalan.
00:46Pasca Andrew ditangkap, Raja Charles ketiga mengeluarkan pernyataan.
00:51Saya telah mengetahui dan secara mendalam prihatin terhadap berita tentang Andrew Mountbatten Windsor.
00:57Dan kecurigaan atas pelanggaran dalam jabatan publik.
01:01Dalam hal ini, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, mereka mendapatkan dukungan dan kerjasama penuh serta sepenuh hati dari kami.
01:09Izinkan saya katakan dengan jelas, hukum harus ditegakkan sebagaimana mestinya.
01:15Berdasarkan laporan BBC, polisi menyelidiki keterlibatan mantan pangeran Andrew dalam dugaan kasus perdagangan anak di bawah umur yang diduga dilakukan
01:23Epstein.
01:24Selama ini, Andrew selalu membantah tuduhan kedekatannya dengan Epstein.
01:29Tapi setelah dokumen Epstein terungkap ke publik, hubungan erat keduanya semakin terang-benderang.
01:34Warga Inggris bahkan sejumlah turis mendukung penangkapan Andrew atas keterlibatannya dengan Jeffrey Epstein.
01:40Tapi karena kejadian ini, warga Inggris tak lagi bisa percaya sepenuhnya pada keluarga kerajaan.
02:15Penangkapan Andrew membatalkan penangkapan.
02:18Sebelumnya belum pernah ada anggota senior keluarga kerajaan Inggris modern ditangkap polisi.
02:25Atas kasus ini, gelar pangeran Andrew pun telah dicabut.
Komentar

Dianjurkan