00:00Umat berbuka puasa sekaligus menjalankan ibadah sholat maghrib untuk anda umat muslim di wilayah Jakarta dan sekitar.
00:05Saya coba tanya nih, hidangan atau cemilan apa yang anda santap barusan?
00:09Kalau saya sih barusan udah nyiapin gorengan dan minuman ya.
00:13Kalau anda gimana?
00:14Mungkin kuliner satu ini kalau anda yang masih, aduh belum kepikiran mau buka puasa apa.
00:18Ini bisa jadi variasi menu untuk berbuka puasa anda kali ini.
00:21Ada gorengan kasulawesi selatan, terkenal sebagai takjil wajibnya kota Daeng.
00:25Kita simak.
00:29Warga Makassar belum lengkap buka puasanya kalau belum menyantap takjil yang satu ini, Jalang Kote.
00:35Sekilas bentuknya mirip dengan pastel, tetapi Jalang Kote memiliki kulit yang crispy dan lebih gurih.
00:42Salah satu penjual di Jalan Malangkiri punya resep khusus agar Jalang Kotenya lebih renyah.
00:48Lazimnya Jalang Kote berisi sayuran dan bihun, bisa juga ditambahkan telur ayam rebus atau sosis.
00:54Jika pastel disantap bersama cabai rawit atau bumbu kacang, Jalang Kote dihidangkan dengan saus khusus.
01:01Tak cuma dewasa, Jalang Kote juga digemari anak-anak.
01:05Jalemnya?
01:06Hmm, apa-apa itu isinya kebiasa?
01:09Wartel, gul, sama ketan.
01:13Gimana?
01:15Apanya yang enak itu Jalang Kote selain isinya?
01:19Gurih.
01:20Di bulan Ramadan, penjualan Jalang Kote bisa meningkat tajam.
01:24Salah seorang pedagang mengaku, Ramadan jadi musim panen karena penjualannya bisa naik hingga tiga kali lipat.
01:31Dari 200 menjadi 500 piece per hari.
01:35Apalagi bulan Ramadan orang cari Jalang Kote seperti ini.
01:38Makanya kami sajikan ke masyarakat.
01:43Dan untuk jenis Jalang Kote dengan kue-kue lain seperti pastel, itu agak berbeda.
01:50Kulitnya berbeda.
01:52Biasanya, biasanya hampir 500-an lebih lah.
01:55Karena banyak permintaan kayak, biasanya sih jual ke kantor kantor.
01:59Itu yang bikin badan.
02:03Selain rasanya enak, Jalang Kote juga ramah di kantong.
02:07Tak heran Jalang Kote jadi takjil paling laris dan dicari warga Makassar saat bulan Ramadan.
02:13Nila Rustam, Kompas TV, Makassar, Sulawesi Selatan.
02:16Terima kasih telah menonton!
Komentar