Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Upaya memperoleh salinan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, oleh Bonatua Silalahi melalui proses panjang sengketa informasi publik di Komisi Informasi Pusat.

Pada 3 Agustus 2025, Bonatua mengajukan permohonan informasi publik melalui email kepada Komisi Pemilihan Umum.

Dalam akses awal, Bonatua menerima salinan ijazah, namun terdapat sekitar sembilan item informasi yang disensor, seperti nomor blangko, nomor induk mahasiswa, tanda tangan, dan tanggal legalisir. Ia menilai dokumen tersebut belum utuh.

Pada 24 November 2025 dalam sidang sengketa di KIP, majelis komisioner menanyakan apakah dokumen yang telah diterima sudah sesuai dengan permohonan.

Usai sidang, Bonatua menegaskan gugatan tersebut dilakukan demi kepentingan publik.

"Ini untuk publik. Saya tidak ingin melihat data itu sendiri. Saya ingin publik yang menyaksikan," ujarnya.

Pada 13 Januari 2026 Majelis Komisioner KIP memutuskan menerima permohonan Bonatua untuk seluruhnya.

Dalam pertimbangannya, majelis menyatakan salinan ijazah calon presiden merupakan informasi publik yang berkaitan langsung dengan jabatan publik dan tidak termasuk informasi yang dikecualikan.

Pada 9 Februari 2026 Bonatua menunjukkan kepada publik salinan ijazah Jokowi dari KPU yang telah dibuka tanpa sensor pada sembilan item informasi sebelumnya.

Ia menyatakan dokumen tersebut akan dibagikan melalui media sosial agar masyarakat dapat menelaah langsung.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Galih

Baca Juga Jelang Awal Puasa, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Sepekan ke Depan, Ini Penyebabnya di https://www.kompas.tv/info-publik/650798/jelang-awal-puasa-bmkg-imbau-waspada-cuaca-ekstrem-hujan-lebat-sepekan-ke-depan-ini-penyebabnya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650815/kronologi-bonatua-silalahi-peroleh-salinan-ijazah-jokowi-tanpa-sensor
Transkrip
00:00Ini kemenangan publik, saya bilang terima kasih ke publik-publik yang rewel akan hak publiknya.
00:04Kalaupun nanti ini kita temukan benar atau salah, kita masih butuh yang namanya, yang fisiknya, sumber fisik dari fotokopi ini.
00:13Upaya memperoleh salinan ijasa Presiden Ketujuh RI Joko Widodo oleh Bonatua Silalahi melalui proses panjang sengketa informasi publik di Komisi
00:22Informasi Pusat.
00:26Pada 3 Agustus 2025, Bonatua mengajukan permohonan informasi publik melalui email kepada Komisi Pemilihan Umum.
00:34Dokumen yang diminta meliputi salinan ijasa atas nama Joko Widodo yang digunakan sebagai syarat pencalonan Presiden RI periode 2014-2019,
00:44periode 2019-2024,
00:47serta berita acara penerimaan dokumen pencalonan beserta daftar dokumen yang diverifikasi KPU.
00:58Pada 24 November 2025, dalam sedang sengketa informasi, Majelis Komisioner menanyakan apakah dokumen yang telah diterima sudah sesuai dengan permohonan.
01:10Yang Majelis tanyakan terkait dengan berita acara yang saudara terima, gitu kan ya, yang sudah saudara terima itu,
01:18satu, apakah sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan?
01:23Kalau tadi ijasa kan sudah jelas, diserahkan, disjawab oleh Bapak siapa tadi, mohon maaf.
01:27Pak Al-Katiri.
01:28Pak Al-Katiri kan sudah dijawab.
01:30Ya kan ya, nah sekarang berkaitan dengan dokumen berita acara itu, apakah saudara sudah menerima?
01:37Nah, kalau sudah menerima, apakah itu sesuai dengan yang saudara inginkan?
01:42Ijin Komisioner, saya kan keberatan, pasti yang saya keberatkan adalah yang belum saya terima dan yang penghitaman.
01:50Yang sudah diberikan berita acara tahun 2019, saya tidak ada keberatan.
01:54Oke, jadi berita acara 2024, clear, tidak ada masalah, ya kan ya.
02:00Sekarang yang jadi problem adalah penghitaman informasi di dalam ijasa.
02:05Dan dokumen yang belum diberikan.
02:11Dalam akses awal, Bonatua menerima salinan ijasa, namun terdapat sekitar 9 item informasi yang disensor.
02:19Seperti nomor blanco, nomor induk mahasiswa, tanda tangan, dan tanggal legalisir.
02:25Ia menilai dokumen tersebut belum utuh.
02:28Maka saya tegaskan bahwa ini untuk publik, makanya saya menolak untuk berjanji secara pribadi ke PPID Kemendasmen.
02:34Saya tidak ingin melihat data itu sendiri, saya ingin publik yang menyaksikan.
02:38Makanya saya di sini melakukan gugatan untuk memastikan bahwa gerbang yang, pintu yang menghalangi yang dibuat oleh Kementerian Dasar dan
02:48Menengah itu ditutup, dibuka oleh KIP.
02:51Seperti itu.
02:55Pada 13 Januari 2026, Majelis Komisioner KIP memutuskan menerima permohonan Bonatua untuk seluruhnya.
03:03Dalam pertimbangannya, Majelis menyatakan salinan ijazah calon presiden merupakan informasi publik yang berkaitan langsung dengan jabatan publik dan tidak termasuk
03:13informasi yang dikecualikan.
03:15Part 56 Menimbang
03:17Bahwa yang dimohonkan pemohon adalah salinan ijazah calon presiden yang merupakan jabatan publik dan secara konstitusional sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan
03:31yang dalam penentuannya dilakukan melalui mekanisme pemilihan umum.
03:35Yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
03:41Oleh karena itu, Majelis berpendapat bahwa pemohon oleh pemohon terkait salinan ijazah berkaitan langsung dengan pengungkapan posisi seseorang dalam jabatan
03:54-jabatan publik
03:55Sebagaimana dimaksud pada pasal 18 ayat 2 huruf B Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik
04:01Dan karenanya tidak memerlukan persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada pasal 18 ayat 2 huruf A Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik
04:13Dengan demikian salinan ijazah atas nama Joko Widodo yang digunakan sebagai persyaratan pencalonan presiden Republik Indonesia
04:23Periode 2014-2019 dan 2019-2024 tidak termasuk informasi yang dikecualikan
04:32Ini kemenangan publik, saya bilang terima kasih ke publik-publik yang rewel akan hak publiknya yang kemarin itu yang banyak
04:39mengkritik KPU akan proyek tahun 7.1
04:43Dan akhirnya juga walaupun memang perjuangan itu tidak langsung menang, 100 persen, dikasih tapi ditutupin
04:51Kita berjuang lagi dan akhirnya tercapailah yang namanya kita tunggu apakah dalam jangka 14 hari ini KPU akan melakukan banding
05:02ke petun
05:02Tapi saya ingatkan tolong KPU bahwa Anda jangan pakai dunia rakyat melawan publik, jangan pakai dunia publik melawan publik
05:10Tolong DPR awasin, jangan kasih mereka anggaran untuk melawan publik
05:15Terus terang, saya tidak akan mau melawan mereka di petun
05:19Biar publik akan menilai apakah mereka tidak punya empati memakai uang publik melawan publik
05:28Saya kan publik, ini untuk publik, ini nanti saya serahkan semua ke publik
05:32Saya tidak akan rahasiakan nanti yang disembunyikan itu, saya akan panggil teman-teman pers, saya akan kasih publik
05:41Pada 9 Februari 2026, Bonatua menunjukkan kepada publik salinan ijasa Jokowi dari KPU
05:48Yang telah dibuka tanpa sensor pada 9 item informasi sebelumnya
05:52Yang menyatakan dokumen tersebut akan dibagikan melalui media sosial agar masyarakat dapat menelaah secara langsung
05:59Dengan adanya ini, kita mencoba menawarkan suatu pendekatan baru, yaitu pendekatan fakta empiris
06:08Karena saya peneliti, inilah hasil fakta empiris itu
06:12Jadi saya harap masyarakat yang terbelah, yang tadi tiga itu, kembali ke
06:17Jadi masyarakat ilmiah yang mari melihat ini semua sebagai alat sah untuk diteliti
06:26Ini tentunya sama-sama kita tahu bahwa proses ini kita mulai sejak 3 Agustus yang lalu
06:35Dengan proses yang panjang dari awal permintaan informasi
06:40Lalu KPU mengeluarkan keputusan 731 untuk mengatakan bahwa informasi saya ditolak
06:47Karena melanggar keputusan KPU 731
06:50Setelah itu publik marah
06:53Setelah publik marah, DPR juga ikut marah
06:56Komisi 2 ikut memanggil mereka
06:57Lalu setelah itu
06:59Saya juga mengiringkan keberatan
07:02Dan keberatan saya itu dijawab dengan
07:04Dicabutnya keputusan 731
07:07Dan disertai dengan diserahkan
07:09Diserahkan juga yang dua ini
07:11Tapi ya dengan 9 item yang disembunyikan
07:14Nah lantas saya tidak puas
07:189 item itu harus dibuka
07:20Karena ini dalam rangka demokrasi yaitu jendela keterbukaan informasi
07:25Akhirnya saya sidang sengketakan di Komisi Informasi Publik
07:29Dan sampai 6 kali sidang ya
07:33Sejak November ya
07:34Akhirnya keputusan KIP mengatakan bahwa saya menang
07:38Permintaan saya membuka 9 item diterima
07:41Setelah itu KPU dikasih kesempatan untuk banding ke Petun
07:49Relawan Jokowi David Pajung menilai pembukaan dokumen tersebut
07:53Membantah tuningan ijasa palsu
07:56Yang sebelumnya disampaikan oleh Kubu Roy Suryo
08:00Dengan kasus KIP ini sudah membuka ruang untuk melihat itu
08:04Lalu kemudian Bonatua bahkan pengacara Roy Suryo
08:08Teman-teman ya Sang Haji dan semua teman-teman pengacara Roy Suryo
08:11Ini membuktikan bahwa ketika statement Roy Suryo CES
08:14Mengatakan ijasa Jokowi itu palsu-palsu-palsu
08:1799,9% palsu
08:19Itu berarti kan membuktikan bahwa mereka enggak pegang bukti ketika itu
08:22Karena apa? Sekarang baru proses mencari bukti semua
08:25Mencari penguatan data apa segala macam
08:27Nah kesimpulan yang dinyatakan bahwa
08:29Satu tahun lalu bahwa ijasa Pak Jokowi itu palsu dari mana?
08:33Nah sekarang kan baru mencari-cari
08:34Baru mendapatkan dari KPUD
08:36Itu berarti statement bahwa beliau melakukan fitnah itu clear
08:39Terang benar
08:40Roy Suryo sendiri menyebut putusan KIP membuka data yang sebelumnya dihitamkan
08:46Dengan pengecualian pada informasi pribadi seperti NIK, NPWP, dan nilai akademik
08:52Jadi barusan tadi jam 11.45 tepat segerikan
08:57Komisioner di KIP, Komisi Informasi Pusat
08:59Sudah mengabulkan permintaan untuk membuka KPU
09:04Dan bukan hanya KPU Jakarta
09:06Tetapi juga KPU DKI dan juga KPU Surakarta
09:10UBM untuk membuka semua data yang dihitamkan
09:14Memang ada pengecualian
09:15Pengecualiannya yang diri-diri secara pribadi
09:17Misalnya NIK atau nomor KTP, NPWP, dan juga nilai
09:22Itu memang dikecualikan
09:23Gak apa-apa, itu memang dikecualikan
09:25Tapi itu semua dibuka
09:26Dan itu yang menarik
09:27Kronologi ini menjadi bagian penting dalam polemik panjang
09:31Terkait dokumen pendidikan Presiden ke-7 RI
09:34Yang kini bergeser karena keterbukaan informasi publik
09:37Dan proses hukum lanjutan
09:46Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami
09:50Satu langkah lebih dekat
09:52Satu langkah lebih terpercaya
09:55Saksikan Sapa Indonesia Malam
09:57Di Kompas TV Channel 11
09:59Di televisi Anda
Komentar

Dianjurkan