00:00Kembali lagi di Kompas Sport Weekend bersama saya Tata Nova Siliana.
00:05Spotlovers pecahkan rekor dunia lewat tingju sambil beramal, inilah yang dilakukan Patrick Winata.
00:11Pemecah rekor dunia tingju 24 jam.
00:13Dengan persiapan intensif, aksi yang menguras fisik mental ini dilakukan Patrick Winata
00:18karena kepeduliannya untuk anak-anak penderita kanker.
00:21Berikut liputannya untuk Anda.
00:40Petinju asal tanah Papua, Patrick Winata bersama Project 24
00:44memecahkan rekor dunia Guinness World Record
00:47dengan tantangan ekstrim bertinju selama 24 jam non-stop
00:51dalam 223 ronde 1 November 2025 lalu.
00:55Iya, Patrick Winata, atlet kelahiran Park Park Papua Barat ini
01:00sukses menjadi orang Indonesia pertama
01:02yang berstatus pemegang rekor bertinju padding 24 jam non-stop.
01:07Tak hanya gelar Guinness World Record, Patrick Winata juga dapat donasi
01:12dari penonton live streaming aksinya.
01:15Uang donasi hampir 240 juta didapatnya,
01:18diniatkannya untuk diberikan kepada anak-anak penderita kanker
01:21di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia atau YKK.
01:27Patrick menyadari, ia tidak berjuang sendiri.
01:30Kombinasi tim yang solid, persiapan matang dengan latihan disiplin
01:34dan mentalitas baja menjadi kunci pencapaiannya.
01:39Namun, tahukah Anda bagaimana beratnya perjuangan Patrick Winata
01:42untuk bisa sampai ke level ini
01:44dan bagaimana kekuatan tekadnya
01:46untuk bisa memecahkan rekor yang bersumber
01:48dari anak-anak penderita kanker.
01:52Patrick Winata pun bercerita.
01:56Ada teknik tersebut enggak yang digunakan ketika memecahkan rekor itu?
01:59Ini kan orang kayaknya kalau enggak,
02:01kok mungkin enggak sini gitu 24 jam?
02:03Nah, itu yang cukup berat buat saya waktu itu
02:07karena ini kan belum pernah ada.
02:09Belum ada metode yang benar-benar dikhususin
02:12untuk mempersiapkan ini.
02:14Jadi, saya tuh berusaha untuk mencoba mengulik sendiri
02:20bagaimana latihan yang tepat buat persiapan saya ini.
02:23Jadi, ada beberapa metode yang saya gabungin
02:26dari metode boxing itu sendiri
02:29dan olahraga lain seperti maraton.
02:31Iya, jadi saya gabungin.
02:33Kita waktu itu memang kita punya target
02:36waktu itu, tapi tidak mencapai target
02:39tapi saya cukup senang
02:41karena pertama, saya ini bukan siapa-siapa.
02:45Pertama, saya tuh bukan orang yang terkenal
02:47tapi saya cukup bangga
02:49karena hari itu kita bisa ngumpulin
02:51dalam 24 jam itu
02:53kumpulin sekitar hampir 240 juta
02:56buat orang seperti saya yang bukan siapa-siapa
02:59itu cukup besar
03:02dan yang menariknya dari founder Yayasan ini
03:06juga sempat ngomong bahwa
03:08ini donasi terbesar yang mereka pernah terima.
03:10Jadi, saya cukup bangga, cukup senang
03:14ya kita bisa ngumpulin sebesar itu.
03:18Sementara itu, pelatih Patrick, James Mokoginta
03:21awalnya tidak menyangka dengan ide gila Patrick Minata
03:24memecahkan rekor pertinju 24 jam non-stop
03:27namun James bersama tim pelatih
03:29langsung mempersiapkan program latihan yang tepat
03:32selama 4 bulan.
03:34Tak hanya fisik, James justru menilai
03:36menjaga mental dan suasana hati sang atlet
03:38jadi hal yang paling penting.
03:41Saya kebayang juga waktu ini
03:43sesuatu hal yang gila menurut saya.
03:45Saya pertinju profesional pun
03:47saya nggak sampai sebanyak itu pendingnya 24 jam.
03:49paling saya latihan, pending 12 ronde, 15 ronde
03:53terus Mbak Patrick bilang,
03:55bang, saya punya rencana mau pending 24 jam.
03:57Saya sempat mikir,
03:58aduh, ini kayaknya sesuatu hal yang nggak mungkin ya.
04:02Apa, pikir-pikir dulu deh.
04:04Jadi, pelatih saya nyari pelatih yang bisa sesuaiin
04:06mentalnya Mbak Patrick,
04:07jadi biar Mbak Patrick moodnya tetap stabil.
04:10Sebenarnya, kan kita 24 jam itu butuh kayak ketenangan.
04:13Kalau pelatihnya nggak sesuai
04:14seperti apa yang Mbak Patrick mau,
04:16moodnya bisa hancur dan itu bisa fatal.
04:18Oke, nah itu ketika latihan dalam sehari,
04:21berapa jam sih biasanya?
04:22Kita biasa paling sedikit itu
04:24suatu hari itu 5-6 jam.
04:275-6 jam.
04:29Dan inilah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia
04:32atau YKQ,
04:33di mana uang ratusan juta yang diraih Patrick Winata
04:35selama bertinju 24 jam non-stop,
04:38langsung ia donasikan ke Yayasan ini.
04:41Selama ini, selain aktif di dunia tinju,
04:43Patrick memang juga aktif dalam gerakan kemanusiaan.
04:46YKQ mengapresiasi donasi yang diberikan Patrick Winata
04:50dan berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang
04:53untuk peduli terhadap anak-anak pasien kanker.
04:57Selain menjadi rumah singgah,
04:58YKQ juga menyediakan sekolah bagi anak penderita kanker
05:01yang tengah dalam masa pengobatan,
05:03mulai dari paut, SD, SMP, sampai SMA.
05:07Tapi kita bisa mencapai ini karena ada orang-orang
05:11seperti Anda, media, seperti Kompas, dan masyarakat
05:15seperti Patrick yang menyediakan sebegitu banyak waktunya
05:19untuk mendukung kegiatan
05:22Yayasan Kaki Anak Kanker Indonesia, YKQ.
05:26Waduh, kita terima kasih sekali sama Patrick ini.
05:29Dia menyediakan waktunya sebegitu besar
05:32untuk membantu Yayasan Kaki Anak Kanker Indonesia.
05:37Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi Patrick di Indonesia seperti itu.
05:42So, kita bisa berdiri
05:43karena ada orang-orang,
05:46ada anggota masyarakat
05:47masih menaruh perhatian pada kanker anak.
05:52Lewat keberhasilan, Patrick Winata membuktikan
05:54tekad kuat bisa membuahkan prestasi level dunia
05:57dan bermanfaat untuk sesama.
06:00Tidak berhenti, Patrick Winata dan Project 24
06:02terus bergerak untuk membuktikan
06:04meski hidup dalam kondisi berbeda,
06:07semua manusia punya waktu yang sama setiap harinya.
06:0924 jam untuk berjuang,
06:11mengujudkan harapan.
06:14Putri Oktaviani, Yanuar Ruslin, Kompas TV, Jakarta.
06:22Terima kasih telah menonton!
Komentar