Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Petinju asal Tanah Papua, Patrick Winata bersama Project 24, memecahkan rekor dunia Guinness World Record dengan tantangan ekstrem, bertinju selama 24 jam nonstop dalam 223 ronde, (1/11/2025) lalu.

Patrick Winata, atlet kelahiran Fakfak, Papua Barat ini sukses menjadi orang Indonesia pertama yang berstatus pemegang rekor bertinju padding 24 jam nonstop.

Tak hanya gelar Guinness World Record, Patrick Winata juga dapat donasi dari penonton live streaming aksinya.

Uang donasi hampir Rp240 juta didapatnya, diniatkannya untuk diberikan kepada anak-anak penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia atau YKAKI.

Patrick menyadari ia tidak berjuang sendiri, kombinasi tim yang solid, persiapan matang dengan latihan disiplin dan mentalitas baja menjadi kunci pencapaiannya.

Sementara itu, pelatih Patrick, Jemz Mokoginta awalnya tidak menyangka dengan "ide gila" Patrick memecahkan rekor bertinju 24 jam nonstop.

Namun Jemz bersama tim pelatih langsung mempersiapkan program latihan yang tepat selama empat bulan.

Dan inilah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia atau YKAKI, di mana uang ratusan juta yang diraih Patrick selama bertinju 24 jam nonstop langsung ia donasikan ke yayasan ini.

Selain menjadi rumah singgah, YKAKI juga menyediakan sekolah bagi anak penderita kanker yang tengah dalam masa pengobatan, mulai dari PAUD, SD, SMP, sampai SMA.

Lewat keberhasilan Patrick Winata membuktikan tekad kuat bisa membuahkan prestasi level dunia dan bermanfaat untuk sesama.

Tidak berhenti, Patrick dan Project 24 terus bergerak untuk membuktikan meski hidup dalam kondisi berbeda, semua manusia punya waktu yang sama setiap harinya, 24 jam untuk berjuang mewujudkan harapan.

Baca Juga Boxing Show Penjaringan, Cara Unik Redam Tawuran Pelajar Lewat Arena Tinju - PART 1 di https://www.kompas.tv/regional/622511/boxing-show-penjaringan-cara-unik-redam-tawuran-pelajar-lewat-arena-tinju-part-1

#patrickwinata #tinju #rekordunia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/650814/patrick-winata-pecahkan-rekor-dunia-tinju-24-jam-donasi-rp240-juta-diberi-ke-anak-penderita-kanker
Transkrip
00:00Kembali lagi di Kompas Sport Weekend bersama saya Tata Nova Siliana.
00:05Spotlovers pecahkan rekor dunia lewat tingju sambil beramal, inilah yang dilakukan Patrick Winata.
00:11Pemecah rekor dunia tingju 24 jam.
00:13Dengan persiapan intensif, aksi yang menguras fisik mental ini dilakukan Patrick Winata
00:18karena kepeduliannya untuk anak-anak penderita kanker.
00:21Berikut liputannya untuk Anda.
00:40Petinju asal tanah Papua, Patrick Winata bersama Project 24
00:44memecahkan rekor dunia Guinness World Record
00:47dengan tantangan ekstrim bertinju selama 24 jam non-stop
00:51dalam 223 ronde 1 November 2025 lalu.
00:55Iya, Patrick Winata, atlet kelahiran Park Park Papua Barat ini
01:00sukses menjadi orang Indonesia pertama
01:02yang berstatus pemegang rekor bertinju padding 24 jam non-stop.
01:07Tak hanya gelar Guinness World Record, Patrick Winata juga dapat donasi
01:12dari penonton live streaming aksinya.
01:15Uang donasi hampir 240 juta didapatnya,
01:18diniatkannya untuk diberikan kepada anak-anak penderita kanker
01:21di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia atau YKK.
01:27Patrick menyadari, ia tidak berjuang sendiri.
01:30Kombinasi tim yang solid, persiapan matang dengan latihan disiplin
01:34dan mentalitas baja menjadi kunci pencapaiannya.
01:39Namun, tahukah Anda bagaimana beratnya perjuangan Patrick Winata
01:42untuk bisa sampai ke level ini
01:44dan bagaimana kekuatan tekadnya
01:46untuk bisa memecahkan rekor yang bersumber
01:48dari anak-anak penderita kanker.
01:52Patrick Winata pun bercerita.
01:56Ada teknik tersebut enggak yang digunakan ketika memecahkan rekor itu?
01:59Ini kan orang kayaknya kalau enggak,
02:01kok mungkin enggak sini gitu 24 jam?
02:03Nah, itu yang cukup berat buat saya waktu itu
02:07karena ini kan belum pernah ada.
02:09Belum ada metode yang benar-benar dikhususin
02:12untuk mempersiapkan ini.
02:14Jadi, saya tuh berusaha untuk mencoba mengulik sendiri
02:20bagaimana latihan yang tepat buat persiapan saya ini.
02:23Jadi, ada beberapa metode yang saya gabungin
02:26dari metode boxing itu sendiri
02:29dan olahraga lain seperti maraton.
02:31Iya, jadi saya gabungin.
02:33Kita waktu itu memang kita punya target
02:36waktu itu, tapi tidak mencapai target
02:39tapi saya cukup senang
02:41karena pertama, saya ini bukan siapa-siapa.
02:45Pertama, saya tuh bukan orang yang terkenal
02:47tapi saya cukup bangga
02:49karena hari itu kita bisa ngumpulin
02:51dalam 24 jam itu
02:53kumpulin sekitar hampir 240 juta
02:56buat orang seperti saya yang bukan siapa-siapa
02:59itu cukup besar
03:02dan yang menariknya dari founder Yayasan ini
03:06juga sempat ngomong bahwa
03:08ini donasi terbesar yang mereka pernah terima.
03:10Jadi, saya cukup bangga, cukup senang
03:14ya kita bisa ngumpulin sebesar itu.
03:18Sementara itu, pelatih Patrick, James Mokoginta
03:21awalnya tidak menyangka dengan ide gila Patrick Minata
03:24memecahkan rekor pertinju 24 jam non-stop
03:27namun James bersama tim pelatih
03:29langsung mempersiapkan program latihan yang tepat
03:32selama 4 bulan.
03:34Tak hanya fisik, James justru menilai
03:36menjaga mental dan suasana hati sang atlet
03:38jadi hal yang paling penting.
03:41Saya kebayang juga waktu ini
03:43sesuatu hal yang gila menurut saya.
03:45Saya pertinju profesional pun
03:47saya nggak sampai sebanyak itu pendingnya 24 jam.
03:49paling saya latihan, pending 12 ronde, 15 ronde
03:53terus Mbak Patrick bilang,
03:55bang, saya punya rencana mau pending 24 jam.
03:57Saya sempat mikir,
03:58aduh, ini kayaknya sesuatu hal yang nggak mungkin ya.
04:02Apa, pikir-pikir dulu deh.
04:04Jadi, pelatih saya nyari pelatih yang bisa sesuaiin
04:06mentalnya Mbak Patrick,
04:07jadi biar Mbak Patrick moodnya tetap stabil.
04:10Sebenarnya, kan kita 24 jam itu butuh kayak ketenangan.
04:13Kalau pelatihnya nggak sesuai
04:14seperti apa yang Mbak Patrick mau,
04:16moodnya bisa hancur dan itu bisa fatal.
04:18Oke, nah itu ketika latihan dalam sehari,
04:21berapa jam sih biasanya?
04:22Kita biasa paling sedikit itu
04:24suatu hari itu 5-6 jam.
04:275-6 jam.
04:29Dan inilah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia
04:32atau YKQ,
04:33di mana uang ratusan juta yang diraih Patrick Winata
04:35selama bertinju 24 jam non-stop,
04:38langsung ia donasikan ke Yayasan ini.
04:41Selama ini, selain aktif di dunia tinju,
04:43Patrick memang juga aktif dalam gerakan kemanusiaan.
04:46YKQ mengapresiasi donasi yang diberikan Patrick Winata
04:50dan berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang
04:53untuk peduli terhadap anak-anak pasien kanker.
04:57Selain menjadi rumah singgah,
04:58YKQ juga menyediakan sekolah bagi anak penderita kanker
05:01yang tengah dalam masa pengobatan,
05:03mulai dari paut, SD, SMP, sampai SMA.
05:07Tapi kita bisa mencapai ini karena ada orang-orang
05:11seperti Anda, media, seperti Kompas, dan masyarakat
05:15seperti Patrick yang menyediakan sebegitu banyak waktunya
05:19untuk mendukung kegiatan
05:22Yayasan Kaki Anak Kanker Indonesia, YKQ.
05:26Waduh, kita terima kasih sekali sama Patrick ini.
05:29Dia menyediakan waktunya sebegitu besar
05:32untuk membantu Yayasan Kaki Anak Kanker Indonesia.
05:37Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi Patrick di Indonesia seperti itu.
05:42So, kita bisa berdiri
05:43karena ada orang-orang,
05:46ada anggota masyarakat
05:47masih menaruh perhatian pada kanker anak.
05:52Lewat keberhasilan, Patrick Winata membuktikan
05:54tekad kuat bisa membuahkan prestasi level dunia
05:57dan bermanfaat untuk sesama.
06:00Tidak berhenti, Patrick Winata dan Project 24
06:02terus bergerak untuk membuktikan
06:04meski hidup dalam kondisi berbeda,
06:07semua manusia punya waktu yang sama setiap harinya.
06:0924 jam untuk berjuang,
06:11mengujudkan harapan.
06:14Putri Oktaviani, Yanuar Ruslin, Kompas TV, Jakarta.
06:22Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan