00:00Ramakam Jelang Ramadhan, kita dengarkan laporan jurnalis Kompas TV
00:03ada Niko Angkriawan dan juru kamera Ferizka Emanuel di TPU Karet Bifak, Jakarta Pusat.
00:08Niko, selamat petang. Niko, apakah sore ini masih ada peziarah yang datang
00:11dan apa antisipasi jika besok ada lonjakan peziarah?
00:19Ya, kalau bisa-bisa dilihat situasi terkini di TPU Karet Bifak,
00:23Dipo dan juga saudara, ini masih terpantau lengang,
00:26belum terlihat adanya keramaian seperti pagi tadi, Dipo.
00:30Dan juga kalau misalnya terkait dengan peziarah, jumlah peziarah pada hari ini,
00:34tadi kami sempat berbincang-bincang sedikit dengan pengelola makam,
00:38bahwa ada sekitar seribu lebih yang hadir untuk mendoakan
00:42mendiang keluarganya yang telah dikebumikan.
00:44Dan juga situasi terkini akan ditujukan oleh juru kamera Kompas TV,
00:48Ferizka Emanuel, yang ada di depan TPU Karet Bifak.
00:52Situasi terkini tidak terlihat adanya kemacetan,
00:56kemudian masyarakat masih bisa masuk ke dalam,
00:59masih bisa parkir di dalam, Dipo dan juga saudara.
01:02Di depan TPU Karet Bifak juga seperti biasa,
01:04ada penjajah bunga yang tentunya nanti akan dibeli oleh para peziarah
01:09untuk ditaburkan kepada makam keluarganya yang ada di TPU Karet Bifak Jakarta.
01:15Dan kalau misalnya melihat kantong parkir saat ini di TPU Karet Bifak sendiri,
01:20Dipo dan juga saudara, ini juga tidak terlalu padat,
01:25berbeda dengan tadi pagi, Dipo dan juga saudara,
01:29tentunya ada beberapa langkah antisipasi yang disiapkan oleh pengelola makam TPU Karet Bifak,
01:34seperti ketersediaan kantong parkir.
01:36Namun, karena biasanya menjelang Ramadan,
01:40dan ini masyarakat ini membludak untuk berziarah ke TPU Karet Bifak,
01:45tadi disampaikan langsung kepada kami dari pengelola,
01:49bahwa mereka ini akan menggunakan bahu-bahu jalan
01:52yang ada di sekitar makam Karet Bifak
01:54untuk parkir kendaraan milik para peziarah.
01:59Dan kemudian hal tersebut juga perlu diantisipasi oleh masyarakat
02:01yang ingin melalui jalan di sekitar kawasan Karet Bifak
02:05untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas yang kemungkinan terjadi.
02:10Imbas dari peziarah yang hadir di TPU Karet Bifak
02:15untuk mendoakan mendiang keluarganya.
02:16Tentu imbas dari parkir yang nantinya bisa menggunakan bahu jalan,
02:21kemudian ada di gedung-gedung sekitar Karet Bifak,
02:24ini tentunya akan membuat jalan di sekitar TPU Makam Karet Bifak,
02:29terutama di jalan Kiai Haji Mas Mansur ini,
02:31dari arah Kuningan menuju ke Tanah Abang,
02:33ini agak sedikit tersendat.
02:35Itu yang perlu diantisipasi,
02:36karena libur panjang baru saja dimulai,
02:39Dipo dan juga Saudara diprediksi,
02:41besok akan masih terjadi peningkatan dari peziarah yang hadir di TPU Karet Bifak.
02:50Untuk sementara demikian, Dipo kembali ke studio.
02:52Niko, sebagai informasi kepada publik,
02:54apakah pihak pengelola ini memiliki prediksi
02:57kapan kiranya puncak kepadatan peziarah ada di TPU Karet Bifak?
03:05Kalau misalnya melihat tren libur panjang yang terjadi pada minggu ini,
03:13Dipo dan juga Saudara tadi kami sempat mengobrol-ngobrol terhadap pengelola,
03:18yang kemarin, pada hari Jumat kemarin,
03:20ini pengunjung di TPU Karet Bifak ini mencapai 1.300 orang,
03:25dan tentunya hari itu merupakan pik atau puncak dari kunjungan peziarah di TPU Karet Bifak.
03:33Untuk sementara, hari ini cenderung melandai,
03:36masih ada sekitar 1.000 lebih,
03:37tapi belum mencapai 1.300 katanya.
03:40Namun, hal ini masih bisa terjadi,
03:42karena TPU Karet Bifak ini akan ditutup pada sore hari,
03:45dan tentunya apalagi besok,
03:48besok merupakan hari libur,
03:49dan kemudian ada hari kejepit di hari Senin,
03:52kemudian ada hari libur di hari Selasanya,
03:55hari libur Imlek,
03:57dan tentunya di hari-hari tersebut masih ada kemungkinan pengunjung
04:01atau peziarah di TPU Karet Bifak bisa meningkat dibanding biasanya, Dipo.
04:07S.Kompas TV, Niko Anggriawan, dan Jurukamera,
04:09Fediska Emanuel, terima kasih atas laporan Anda.
04:12Selamat bertugas kembali.
04:14Saudara Kirabarong, saya dikelar menyambut perayaan Imlek di sejumlah da.
Komentar