Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Barisan Relawan Jalan Perubahan atau Bara JP, Jumat siang menemui Presiden ke-7 Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Salah satu yang dibahas yakni manuver parpol koalisi untuk posisi wakil presiden.

Pertemuan yang berlangsung tertutup ini membicarakan manuver sejumlah parpol menyodorkan calon wakil presidennya tanpa menyebut nama Gibran.

Bara JP menyebut tujuannya jelas, yaitu soal kekuasaan semata. Padahal Indonesia bisa maju apabila pemerintahannya berkelanjutan.

Meski begitu, Bara JP yakin posisi Gibran masih sangat kuat di masyarakat.

Manuver sejumlah parpol koalisi akhir-akhir ini yang hanya mendukung Presiden Prabowo dua periode tanpa menyebut Gibran mendorong relawan mendatangi Jokowi untuk membahas manuver tersebut.

Benarkah Gibran dan Jokowi mulai ditinggalkan untuk 2029?

Kita bahas bersama Ketum Bara JP, Willem Frans Ansanay, dan analis politik, Adi Prayitno.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Wapres Gibran Cek Subsidi Bahan Pokok di Bali, Sampaikan Saran Ini di https://www.kompas.tv/nasional/650478/wapres-gibran-cek-subsidi-bahan-pokok-di-bali-sampaikan-saran-ini

#gibran #jokowi #parpol #barajp #pilpres2029

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650575/full-respons-willem-frans-dan-adi-prayitno-soal-manuver-parpol-incar-kursi-cawapres-di-2029
Transkrip
00:04Intro
00:06Saudara Barisan Relawan Jalan Perubahan atau Bara JP Jumat Siang
00:11menemui Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.
00:16Salah satu yang dibahas adalah soal manuver partai politik koalisi
00:20untuk posisi Wakil Presiden.
00:26Pertemuan yang berlangsung tertutup ini membicarakan manuver
00:31sejumlah partai politik menyodorkan calon Wakil Presidennya
00:34tanpa menyebut nama Gibran.
00:37Bara JP menyebut tujuannya jelas yaitu soal kekuasaan semata.
00:45Padahal Indonesia bisa maju apabila pemerintahannya berkelanjutan.
00:50Meski begitu, Bara JP yakin posisi Gibran masih sangat kuat di masyarakat.
01:16Pemerintahan sekarang dalam Kabinet Baraputu, ini kan koalisi dari Kabinet Indonesia Maju.
01:22Jadi kalau Kabinet Indonesia Maju yang ada di Kabinet Indonesia Merah putih ini
01:28kemudian terpesan, terganggu dengan apa yang disampaikan oleh Bara JP
01:35bahwa Prabowo Gibran dua priode kemudian mendorong isu-isu baru
01:40yaitu mereka berhak menyampaikan siapa figur Wakil Presidennya
01:45itu harus secara demokrasi.
01:48Tapi bagi kami, itu targetnya, bukan target menurut kami,
01:52itu hanya perebutan kekuasaan.
01:55Kalau sudah bicara tentang perebutan kekuasaan,
01:58terus gimana konsentrasi kita untuk bicara tentang
02:01membangun masyarakat secara berkelanjutan.
02:04Seperti yang sudah dilakukan Pak Dukowi 10 tahun
02:08dan diharapkan bisa diteruskan oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran.
02:17Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional,
02:20Edi Suparno mengusulkan Ketua Umumnya Zulkifli Hasan
02:23menjadi pasangan Prabowo Zubianto di Pilpres 2029
02:27sebagai upaya menggerakkan mesin partai.
02:31Apalagi membatas pencalonan presiden sudah ditiadakan
02:35sehingga partai peserta pemilu punya kesempatan
02:39mengusung nama kandidat.
02:41Ia yakin sebagai calon wakil presiden,
02:44Zulkifli Hasan mampu menaikkan elektoral PAN.
02:58Satu-satunya partai di luar gerindak yang konsisten mendukung
03:02Bapak Prabowo tiga kali dalam tiga pilpres.
03:06Bagi kita itu sudah sebuah pilihan natural untuk mendukung beliau kembali.
03:10Bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan
03:14untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold.
03:19Tentu saya mau dukung Pak Zulkifli Hasan.
03:20Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulkifli Hasan mendampingi
03:23Pak Prabowo di tahun 2029.
03:25Tentu saya bisa pastikan suara peroling suara partai
03:28dan nanti akan melonjak di tahun 2029.
03:31Jika pan sudah terang-terang menjodorkan Zulkifli Hasan jadi pendamping Prabowo di pilpres 2029,
03:39Partai Golkar masih menunggu isyarat dari Presiden Prabowo soal siapa sosok calon wapresnya
03:45jika kembali maju di pemilihan Presiden 2029.
03:49Sekjen Partai Golkar Sarmuji meyakini akan ada pembicaraan dengan Prabowo soal sosok cawapres.
03:56Menurutnya Golkar akan menyerahkan ini kepada Presiden.
04:07Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Raka Bumi.
04:11Yang lain seperti Prabowo Gibran 2029.
04:13Oh masih jauh, masih jauh.
04:15Ya kalau Pak Prabowo, kalau Pak Prabowo Mas Gibran sukses
04:20saya selalu beliau mau gandengan tangan lagi atau seperti apa,
04:24ya akan kita pikirkan, perjuangkan secara maksimal.
04:30Tapi ya Pak Prabowo, kuncinya Pak Prabowo sebagai Presiden harus sukses.
04:35Keputusan dari Prabowo sendiri ya, kira-kira sama siapa gitu?
04:37Ya nanti pasti kita ngok, nanti ada speak-speak lah.
04:44Soal manuver sejumlah partai politik koalisi akhir-akhir ini
04:48yang hanya mendukung Presiden Prabowo untuk dua periode
04:51tanpa menyebut Gibran Raka Bumi mendorong relawan datang ke Jokowi
04:57untuk membahas manuver tersebut.
04:59Benarkah Gibran dan Jokowi mulai ditinggalkan untuk 2029?
05:04Kita bahas sore ini bersama Ketua Umum Bara JP, Willem Franz Ansani.
05:08Bang Willem, selamat sore.
05:11Selamat sore.
05:13Ya dan ada juga analis politik Adi Praitno, Mas Adi, selamat sore.
05:18Selamat sore, Audrey.
05:19Saya mau ke Bang Willem dulu.
05:22Bang Willem, jadi Anda dan juga Bara JP ini datang menemui Pak Jokowi ke Solo.
05:28Apakah benar manuver partai politik koalisi soal posisi Cawapres nanti di 2029
05:33sudah sangat mengganggu nih Bang, sehingga datang menemui Pak Jokowi?
05:38Selamat sore ya Mbak.
05:40Sebetulnya kami berjumpa dengan Pak Jokowi itu hal yang biasa,
05:46hal yang rutinitas dalam organisasi kami karena beliau itu pembina dari Bara JP.
05:51Jadi kami melaporkan berbagai kegiatan Bara JP di sebuah daerah-daerah
06:00untuk kemudian kita mengukur kekuatan sosialisasi Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan
06:10untuk menjadi presiden dan wakil presiden di wadah kedua.
06:14Karena itu suara kami sejak 2025 kami sudah suarakan.
06:21Nah apa yang kami sampaikan ini tidak ada kaitan dengan partai politik,
06:26karena kami bukan partai politik.
06:27Kami hanya melawan Pak Jokowi yang dulu bekerja
06:33satu dekade bersama dengan beliau untuk memimpin bimbingan.
06:38Dan kemudian bekerja untuk Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan,
06:42sehingga kami berkewajiban untuk menjaga hubungan antara Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan
06:48dalam pemerintahannya membangun bangsa ini.
06:52Karena itu sebetulnya pernyataan kami dua periode itu
06:55hanya pernyataan yang berdasarkan pengamatan kami di masyarakat
07:00bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan ini cukup bagus.
07:05Oke, Bang Wilhelm.
07:07Jadi artinya Anda datang ke Solo menemui Pak Jokowi juga bertanya kepada Pak Jokowi
07:14konsultasi ketika partai politik-partai politik ini mendukung Pak Prabowo
07:18tapi belum tentu mendukung Mas Gibran untuk dua periode?
07:22Tidak, kita tidak seperti itu.
07:24Itu kan duga-dugaan saja.
07:26Kita ini kan dalam kegiatan rutinitas organisasi itu kami selalu menjumpai beliau.
07:34Nah kemudian dalam perjumpaan itu kan kita boleh mendiskusi banyak hal.
07:39Salah satunya yang tadi?
07:41Soal Mas Gibran.
07:44Salah satunya adalah kami melihat hal mendukung capes-capes dari partai politik itu
07:52kan sebetulnya masih pagi sekali.
07:54Tidak mesti disampaikan karena partai-partai politik ini kan bagian dari kualisi Indonesia Maju
08:00yang berada di dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih.
08:05Oke, Bang Wilhelm.
08:07Oke, ketika Anda menyampaikan hal itu kepada Pak Jokowi, apa tanggapannya Pak Jokowi?
08:12Mas Gibran belum tentu nih dipasangkan dengan Pak Prabowo di 2029.
08:16Tidak, Pak Jokowi biasa-biasa saja tidak terlalu berpikir seperti yang kita bayangkan,
08:24seperti yang Mbak bayangkan.
08:26Pak Jokowi santai saja.
08:27Apa respon Pak Jokowi, Bang Wilhelm?
08:31Biasa saja.
08:32Itu hak politik daripada partai politik.
08:35Silakan saja kan wajar kalau satu partai ingin membesarkan partainya
08:39dan mendorong ketua umumnya atau siapa yang dijawabkan itu hal yang wajar dalam pemiluk presiden
08:46atau bupati, gubernur, lain-lain.
08:49Jadi yang kita sampaikan dan kemudian ada wacana yang berkembang,
08:56sebetulnya ini sesuatu yang diluar akseptasi kami.
09:04Kami tidak membuatkan partai politik secepat itu, kemudian menentukan siapa calon-calonnya.
09:12Kami tadi berpikir partai politik kualisi ini bekerja bersama-sama dengan presiden,
09:18menyelesaikan prioritas nama.
09:20Kerja-kerja sampai 2029 ya.
09:23Bang Wilhelm, jadi intinya...
09:25Oke, jadi artinya adalah Anda bertanya-tanya kenapa pagi-pagi sudah,
09:30baru selesai Pilpres 2024, kemudian tiba-tiba muncul lagi wacana Pilpres 2029,
09:37kemudian tanpa mengaitkan nama Mas Gibran,
09:39dan kemudian Anda menemui Pak Jokowi di Solo untuk bertanya hal ini.
09:43Meskipun tadi...
09:43Tidak begitu, tidak begitu.
09:46Tidak seperti itu karena ada wacana partai politik,
09:50kemudian kami datang menemui Pak Jokowi.
09:51Itu tidak. Agenda kami rutin, konsultasi, koordinasi,
09:56untuk pembinaan.
09:57Nah kebetulan ada materi-materi seperti itu.
10:00Wartawan yang tanya sama saya,
10:02ini gimana ini Pak?
10:03Gini-gini ya, saya sampaikan bahwa kami berharap
10:06pemerintahan ini apalagi yang namanya koalisi Indonesia Maju
10:11yang ada di dalam Kabinet Merah Putih.
10:14Terlalu pagi menyampaikan itu, nanti bisa terjadi antar pembinaan partai,
10:19antar partai politik, tidak konsen untuk berpikir bagaimana membangun
10:23bangsa ini sesuai dengan program kerja Pak Prabowo.
10:27Baik, meskipun tadi tidak tersirat langsung sebenarnya Mas Adi datang ke Solo,
10:32hanyalah katanya pertemuan biasa.
10:33Meskipun tadi juga wartawan menanyakan soal Mas Gibran belum tetap paket dengan Pak Prabowo di 2029.
10:39Nah kalau gitu, kalau dilihat dari pandangannya Mas Adi,
10:42apakah benar ada kerusahan dari teman-teman di Bara JP atau pendukung-pendukung ya,
10:47termasuk juga makanya mengkonsultasikan hal ini ke Pak Jokowi
10:50atau jangan-jangan ada kerusahan juga di Pak Jokowi yang sekarang ini
10:53Parpo mendukung Pak Prabowo belum tetap paket dengan Mas Gibran?
10:56Ya mungkin bagi kawan-kawan relawan Jokowi,
11:00pertemuan semacam ini adalah pertemuan rutin sesedatam
11:04bagaimana ada konsultasi politik lah kira-kira begitu dengan Pak Jokowi.
11:08Tapi kalau dilihat trackingnya,
11:09sepertinya kawan-kawan Bara JP ini terakhir bertemu dengan Pak Jokowi di 2025
11:14tidak terlampau sering juga di-expose ke publik perteman mereka.
11:18Baru kemudian hari ini muncul ke publik bicara tentang soal berbagai banyak isu.
11:23Salah satunya adalah soal bagaimana sejumlah partai politik
11:26yang tidak pernah menyebut nama Mas Gibran
11:29soal calon potensial kembali untuk di 2029 berpasangan dengan Pak Probus Bianto.
11:35Jadi Audrey wajar kalau kemudian ketika kawan-kawan Bara JP bertemu dengan Pak Jokowi di Solo hari ini
11:42itu dibaca dalam konteks.
11:44Salah satunya adalah untuk merespon bagaimana partai-partai koalisi pemerintah hari ini
11:49rasa-rasanya semacam menutup pintu untuk Mas Gibran lah kira-kira begitu untuk maju kembali dengan Pak Prabowo.
11:55Itulah yang saya kira kemudian menjadi perdebatan publik
11:58kalau hanya sebatas selaturahmi biasa, bicara tentang soal sustainability pemerintahan
12:05itu tidak menjadi ramai, tapi karena konteks belakangan ini
12:09baru minggu-minggu ini kita akan mendengarkan bagaimana semua partai politik punya sikap
12:13Prabowo dua periode tapi tidak menyebut Gibran di dalamnya.
12:17Nah itulah yang kemudian menjadi salah satu tafsir yang dibaca oleh publik
12:21jangan-jangan memang di lingkungan Pak Jokowi baik relawan dan para pendukungnya
12:25sudah mulai gelisah sebenarnya ketika tidak ada Mas Gibran yang masuk dalam nominator
12:31kemudian untuk bisa berpasangan kembali dengan Pak Prabowo
12:36tapi kalau bagi saya sih sebenarnya tidak perlu risau-risau amat
12:39pendukungnya Mas Gibran khususnya
12:41jikapun misalnya skenario terakhirnya itu tidak bisa maju untuk kedua kalinya
12:47Mas Adi
12:48Saya kira bisa maju sendiri Mbak, kan sekarang syarat untuk maju kan jauh lebih mudah
12:52Mas Gibran posisinya Jawa Pres, ambang batas presiden sudah zero
12:57dan siapapun partai politik yang lolos jadi peserta pemilu
13:00sudah bisa mengusung sebagai calon presiden dan calon wakil presiden
13:03Simpel sih menurut saya
13:06Oke, kalau ada istilahnya lain lubuk, lain belalang nih, lain dulu, lain sekarang
13:10pertanyaannya kalau gitu jangan-jangan Pak Prabowo sekarang sudah mulai berani
13:14ini untuk lebih berdiri sendiri begitu ya untuk
13:18mungkin juga tidak berkonsultasi dengan Pak Jokowi
13:21soal siapa kandidat Cawapres di 2029?
13:25ya, kalau saya sih sebenarnya Mbak
13:28Pak Prabowo pastinya akan bicara tentang siapapun nantinya pendampingnya itu
13:32dengan partai-partai koalisi
13:34dan tokoh-tokoh yang memang dianggap memiliki pengetahuan terkait dengan
13:38seberapa penting calon pendampingnya itu
13:41terutama untuk mengakselerasi kepentingan politik
13:43karena kalau mau jujur sebenarnya Pak Prabowo dengan approval rating yang cukup tinggi
13:48hampir 80%
13:49sebenarnya tidak terlampau membutuhkan calon wakil presiden yang kuat elektabilitasnya
13:54cukup mencari calon pendamping
13:56apakah ini juga Mbak mengartikan sudah mulai-mulai perlahan meninggalkan Pak Jokowi?
14:01kalau soal itu tergantung tafsirnya
14:03tapi yang jelas preferensi politik hari ini sudah berubah
14:06mungkin dulu Pak Jokowi itu sangat powerful ketika posisinya sebagai presiden
14:11tapi per hari ini kita tahu bahwa yang cukup powerful adalah Pak Prabowo Subianto
14:15di mana semua keputusan-keputusan politiknya
14:18pasti ditentukan sendiri oleh Pak Prabowo Subianto
14:21tentu melalui komunikasi politik
14:23terutama dengan orang-orang di sekitar
14:25termasuk juga partai-partai pengusungnya
14:27kira-kira siapa yang dianggap layak untuk menjadi calon wakil presiden
14:31saya termasuk yang meyakini
14:33siapapun nantinya yang akan dipilih oleh Pak Prabowo
14:36entah itu Pak Gibran, entah itu Zulhas, entah itu Bahlil
14:40entah itu Cak Imin, entah itu AHY
14:42partai-partai pendukungnya ini akan tegak lurus dengan Prabowo Subianto
14:47oke, sudah kita tangkap, terima kasih
14:48semua sangat tergantung dengan Pak Prabowo
14:50siapa pendamping
14:51oke, sudah kita tangkap
14:52terima kasih Mas Adi, Bang Willem
Komentar

Dianjurkan