00:04Intro
00:06Saudara Barisan Relawan Jalan Perubahan atau Bara JP Jumat Siang
00:11menemui Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.
00:16Salah satu yang dibahas adalah soal manuver partai politik koalisi
00:20untuk posisi Wakil Presiden.
00:26Pertemuan yang berlangsung tertutup ini membicarakan manuver
00:31sejumlah partai politik menyodorkan calon Wakil Presidennya
00:34tanpa menyebut nama Gibran.
00:37Bara JP menyebut tujuannya jelas yaitu soal kekuasaan semata.
00:45Padahal Indonesia bisa maju apabila pemerintahannya berkelanjutan.
00:50Meski begitu, Bara JP yakin posisi Gibran masih sangat kuat di masyarakat.
01:16Pemerintahan sekarang dalam Kabinet Baraputu, ini kan koalisi dari Kabinet Indonesia Maju.
01:22Jadi kalau Kabinet Indonesia Maju yang ada di Kabinet Indonesia Merah putih ini
01:28kemudian terpesan, terganggu dengan apa yang disampaikan oleh Bara JP
01:35bahwa Prabowo Gibran dua priode kemudian mendorong isu-isu baru
01:40yaitu mereka berhak menyampaikan siapa figur Wakil Presidennya
01:45itu harus secara demokrasi.
01:48Tapi bagi kami, itu targetnya, bukan target menurut kami,
01:52itu hanya perebutan kekuasaan.
01:55Kalau sudah bicara tentang perebutan kekuasaan,
01:58terus gimana konsentrasi kita untuk bicara tentang
02:01membangun masyarakat secara berkelanjutan.
02:04Seperti yang sudah dilakukan Pak Dukowi 10 tahun
02:08dan diharapkan bisa diteruskan oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran.
02:17Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional,
02:20Edi Suparno mengusulkan Ketua Umumnya Zulkifli Hasan
02:23menjadi pasangan Prabowo Zubianto di Pilpres 2029
02:27sebagai upaya menggerakkan mesin partai.
02:31Apalagi membatas pencalonan presiden sudah ditiadakan
02:35sehingga partai peserta pemilu punya kesempatan
02:39mengusung nama kandidat.
02:41Ia yakin sebagai calon wakil presiden,
02:44Zulkifli Hasan mampu menaikkan elektoral PAN.
02:58Satu-satunya partai di luar gerindak yang konsisten mendukung
03:02Bapak Prabowo tiga kali dalam tiga pilpres.
03:06Bagi kita itu sudah sebuah pilihan natural untuk mendukung beliau kembali.
03:10Bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan
03:14untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold.
03:19Tentu saya mau dukung Pak Zulkifli Hasan.
03:20Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulkifli Hasan mendampingi
03:23Pak Prabowo di tahun 2029.
03:25Tentu saya bisa pastikan suara peroling suara partai
03:28dan nanti akan melonjak di tahun 2029.
03:31Jika pan sudah terang-terang menjodorkan Zulkifli Hasan jadi pendamping Prabowo di pilpres 2029,
03:39Partai Golkar masih menunggu isyarat dari Presiden Prabowo soal siapa sosok calon wapresnya
03:45jika kembali maju di pemilihan Presiden 2029.
03:49Sekjen Partai Golkar Sarmuji meyakini akan ada pembicaraan dengan Prabowo soal sosok cawapres.
03:56Menurutnya Golkar akan menyerahkan ini kepada Presiden.
04:07Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Raka Bumi.
04:11Yang lain seperti Prabowo Gibran 2029.
04:13Oh masih jauh, masih jauh.
04:15Ya kalau Pak Prabowo, kalau Pak Prabowo Mas Gibran sukses
04:20saya selalu beliau mau gandengan tangan lagi atau seperti apa,
04:24ya akan kita pikirkan, perjuangkan secara maksimal.
04:30Tapi ya Pak Prabowo, kuncinya Pak Prabowo sebagai Presiden harus sukses.
04:35Keputusan dari Prabowo sendiri ya, kira-kira sama siapa gitu?
04:37Ya nanti pasti kita ngok, nanti ada speak-speak lah.
04:44Soal manuver sejumlah partai politik koalisi akhir-akhir ini
04:48yang hanya mendukung Presiden Prabowo untuk dua periode
04:51tanpa menyebut Gibran Raka Bumi mendorong relawan datang ke Jokowi
04:57untuk membahas manuver tersebut.
04:59Benarkah Gibran dan Jokowi mulai ditinggalkan untuk 2029?
05:04Kita bahas sore ini bersama Ketua Umum Bara JP, Willem Franz Ansani.
05:08Bang Willem, selamat sore.
05:11Selamat sore.
05:13Ya dan ada juga analis politik Adi Praitno, Mas Adi, selamat sore.
05:18Selamat sore, Audrey.
05:19Saya mau ke Bang Willem dulu.
05:22Bang Willem, jadi Anda dan juga Bara JP ini datang menemui Pak Jokowi ke Solo.
05:28Apakah benar manuver partai politik koalisi soal posisi Cawapres nanti di 2029
05:33sudah sangat mengganggu nih Bang, sehingga datang menemui Pak Jokowi?
05:38Selamat sore ya Mbak.
05:40Sebetulnya kami berjumpa dengan Pak Jokowi itu hal yang biasa,
05:46hal yang rutinitas dalam organisasi kami karena beliau itu pembina dari Bara JP.
05:51Jadi kami melaporkan berbagai kegiatan Bara JP di sebuah daerah-daerah
06:00untuk kemudian kita mengukur kekuatan sosialisasi Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan
06:10untuk menjadi presiden dan wakil presiden di wadah kedua.
06:14Karena itu suara kami sejak 2025 kami sudah suarakan.
06:21Nah apa yang kami sampaikan ini tidak ada kaitan dengan partai politik,
06:26karena kami bukan partai politik.
06:27Kami hanya melawan Pak Jokowi yang dulu bekerja
06:33satu dekade bersama dengan beliau untuk memimpin bimbingan.
06:38Dan kemudian bekerja untuk Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan,
06:42sehingga kami berkewajiban untuk menjaga hubungan antara Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan
06:48dalam pemerintahannya membangun bangsa ini.
06:52Karena itu sebetulnya pernyataan kami dua periode itu
06:55hanya pernyataan yang berdasarkan pengamatan kami di masyarakat
07:00bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo dan Mas Ki Berkatan ini cukup bagus.
07:05Oke, Bang Wilhelm.
07:07Jadi artinya Anda datang ke Solo menemui Pak Jokowi juga bertanya kepada Pak Jokowi
07:14konsultasi ketika partai politik-partai politik ini mendukung Pak Prabowo
07:18tapi belum tentu mendukung Mas Gibran untuk dua periode?
07:22Tidak, kita tidak seperti itu.
07:24Itu kan duga-dugaan saja.
07:26Kita ini kan dalam kegiatan rutinitas organisasi itu kami selalu menjumpai beliau.
07:34Nah kemudian dalam perjumpaan itu kan kita boleh mendiskusi banyak hal.
07:39Salah satunya yang tadi?
07:41Soal Mas Gibran.
07:44Salah satunya adalah kami melihat hal mendukung capes-capes dari partai politik itu
07:52kan sebetulnya masih pagi sekali.
07:54Tidak mesti disampaikan karena partai-partai politik ini kan bagian dari kualisi Indonesia Maju
08:00yang berada di dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih.
08:05Oke, Bang Wilhelm.
08:07Oke, ketika Anda menyampaikan hal itu kepada Pak Jokowi, apa tanggapannya Pak Jokowi?
08:12Mas Gibran belum tentu nih dipasangkan dengan Pak Prabowo di 2029.
08:16Tidak, Pak Jokowi biasa-biasa saja tidak terlalu berpikir seperti yang kita bayangkan,
08:24seperti yang Mbak bayangkan.
08:26Pak Jokowi santai saja.
08:27Apa respon Pak Jokowi, Bang Wilhelm?
08:31Biasa saja.
08:32Itu hak politik daripada partai politik.
08:35Silakan saja kan wajar kalau satu partai ingin membesarkan partainya
08:39dan mendorong ketua umumnya atau siapa yang dijawabkan itu hal yang wajar dalam pemiluk presiden
08:46atau bupati, gubernur, lain-lain.
08:49Jadi yang kita sampaikan dan kemudian ada wacana yang berkembang,
08:56sebetulnya ini sesuatu yang diluar akseptasi kami.
09:04Kami tidak membuatkan partai politik secepat itu, kemudian menentukan siapa calon-calonnya.
09:12Kami tadi berpikir partai politik kualisi ini bekerja bersama-sama dengan presiden,
09:18menyelesaikan prioritas nama.
09:20Kerja-kerja sampai 2029 ya.
09:23Bang Wilhelm, jadi intinya...
09:25Oke, jadi artinya adalah Anda bertanya-tanya kenapa pagi-pagi sudah,
09:30baru selesai Pilpres 2024, kemudian tiba-tiba muncul lagi wacana Pilpres 2029,
09:37kemudian tanpa mengaitkan nama Mas Gibran,
09:39dan kemudian Anda menemui Pak Jokowi di Solo untuk bertanya hal ini.
09:43Meskipun tadi...
09:43Tidak begitu, tidak begitu.
09:46Tidak seperti itu karena ada wacana partai politik,
09:50kemudian kami datang menemui Pak Jokowi.
09:51Itu tidak. Agenda kami rutin, konsultasi, koordinasi,
09:56untuk pembinaan.
09:57Nah kebetulan ada materi-materi seperti itu.
10:00Wartawan yang tanya sama saya,
10:02ini gimana ini Pak?
10:03Gini-gini ya, saya sampaikan bahwa kami berharap
10:06pemerintahan ini apalagi yang namanya koalisi Indonesia Maju
10:11yang ada di dalam Kabinet Merah Putih.
10:14Terlalu pagi menyampaikan itu, nanti bisa terjadi antar pembinaan partai,
10:19antar partai politik, tidak konsen untuk berpikir bagaimana membangun
10:23bangsa ini sesuai dengan program kerja Pak Prabowo.
10:27Baik, meskipun tadi tidak tersirat langsung sebenarnya Mas Adi datang ke Solo,
10:32hanyalah katanya pertemuan biasa.
10:33Meskipun tadi juga wartawan menanyakan soal Mas Gibran belum tetap paket dengan Pak Prabowo di 2029.
10:39Nah kalau gitu, kalau dilihat dari pandangannya Mas Adi,
10:42apakah benar ada kerusahan dari teman-teman di Bara JP atau pendukung-pendukung ya,
10:47termasuk juga makanya mengkonsultasikan hal ini ke Pak Jokowi
10:50atau jangan-jangan ada kerusahan juga di Pak Jokowi yang sekarang ini
10:53Parpo mendukung Pak Prabowo belum tetap paket dengan Mas Gibran?
10:56Ya mungkin bagi kawan-kawan relawan Jokowi,
11:00pertemuan semacam ini adalah pertemuan rutin sesedatam
11:04bagaimana ada konsultasi politik lah kira-kira begitu dengan Pak Jokowi.
11:08Tapi kalau dilihat trackingnya,
11:09sepertinya kawan-kawan Bara JP ini terakhir bertemu dengan Pak Jokowi di 2025
11:14tidak terlampau sering juga di-expose ke publik perteman mereka.
11:18Baru kemudian hari ini muncul ke publik bicara tentang soal berbagai banyak isu.
11:23Salah satunya adalah soal bagaimana sejumlah partai politik
11:26yang tidak pernah menyebut nama Mas Gibran
11:29soal calon potensial kembali untuk di 2029 berpasangan dengan Pak Probus Bianto.
11:35Jadi Audrey wajar kalau kemudian ketika kawan-kawan Bara JP bertemu dengan Pak Jokowi di Solo hari ini
11:42itu dibaca dalam konteks.
11:44Salah satunya adalah untuk merespon bagaimana partai-partai koalisi pemerintah hari ini
11:49rasa-rasanya semacam menutup pintu untuk Mas Gibran lah kira-kira begitu untuk maju kembali dengan Pak Prabowo.
11:55Itulah yang saya kira kemudian menjadi perdebatan publik
11:58kalau hanya sebatas selaturahmi biasa, bicara tentang soal sustainability pemerintahan
12:05itu tidak menjadi ramai, tapi karena konteks belakangan ini
12:09baru minggu-minggu ini kita akan mendengarkan bagaimana semua partai politik punya sikap
12:13Prabowo dua periode tapi tidak menyebut Gibran di dalamnya.
12:17Nah itulah yang kemudian menjadi salah satu tafsir yang dibaca oleh publik
12:21jangan-jangan memang di lingkungan Pak Jokowi baik relawan dan para pendukungnya
12:25sudah mulai gelisah sebenarnya ketika tidak ada Mas Gibran yang masuk dalam nominator
12:31kemudian untuk bisa berpasangan kembali dengan Pak Prabowo
12:36tapi kalau bagi saya sih sebenarnya tidak perlu risau-risau amat
12:39pendukungnya Mas Gibran khususnya
12:41jikapun misalnya skenario terakhirnya itu tidak bisa maju untuk kedua kalinya
12:47Mas Adi
12:48Saya kira bisa maju sendiri Mbak, kan sekarang syarat untuk maju kan jauh lebih mudah
12:52Mas Gibran posisinya Jawa Pres, ambang batas presiden sudah zero
12:57dan siapapun partai politik yang lolos jadi peserta pemilu
13:00sudah bisa mengusung sebagai calon presiden dan calon wakil presiden
13:03Simpel sih menurut saya
13:06Oke, kalau ada istilahnya lain lubuk, lain belalang nih, lain dulu, lain sekarang
13:10pertanyaannya kalau gitu jangan-jangan Pak Prabowo sekarang sudah mulai berani
13:14ini untuk lebih berdiri sendiri begitu ya untuk
13:18mungkin juga tidak berkonsultasi dengan Pak Jokowi
13:21soal siapa kandidat Cawapres di 2029?
13:25ya, kalau saya sih sebenarnya Mbak
13:28Pak Prabowo pastinya akan bicara tentang siapapun nantinya pendampingnya itu
13:32dengan partai-partai koalisi
13:34dan tokoh-tokoh yang memang dianggap memiliki pengetahuan terkait dengan
13:38seberapa penting calon pendampingnya itu
13:41terutama untuk mengakselerasi kepentingan politik
13:43karena kalau mau jujur sebenarnya Pak Prabowo dengan approval rating yang cukup tinggi
13:48hampir 80%
13:49sebenarnya tidak terlampau membutuhkan calon wakil presiden yang kuat elektabilitasnya
13:54cukup mencari calon pendamping
13:56apakah ini juga Mbak mengartikan sudah mulai-mulai perlahan meninggalkan Pak Jokowi?
14:01kalau soal itu tergantung tafsirnya
14:03tapi yang jelas preferensi politik hari ini sudah berubah
14:06mungkin dulu Pak Jokowi itu sangat powerful ketika posisinya sebagai presiden
14:11tapi per hari ini kita tahu bahwa yang cukup powerful adalah Pak Prabowo Subianto
14:15di mana semua keputusan-keputusan politiknya
14:18pasti ditentukan sendiri oleh Pak Prabowo Subianto
14:21tentu melalui komunikasi politik
14:23terutama dengan orang-orang di sekitar
14:25termasuk juga partai-partai pengusungnya
14:27kira-kira siapa yang dianggap layak untuk menjadi calon wakil presiden
14:31saya termasuk yang meyakini
14:33siapapun nantinya yang akan dipilih oleh Pak Prabowo
14:36entah itu Pak Gibran, entah itu Zulhas, entah itu Bahlil
14:40entah itu Cak Imin, entah itu AHY
14:42partai-partai pendukungnya ini akan tegak lurus dengan Prabowo Subianto
14:47oke, sudah kita tangkap, terima kasih
14:48semua sangat tergantung dengan Pak Prabowo
14:50siapa pendamping
14:51oke, sudah kita tangkap
14:52terima kasih Mas Adi, Bang Willem
Komentar