00:00Wabarakatuh.
00:02Kawan-kawan semua, terima kasih banyak telah hadir dalam press conference sebelum bukan pemeriksaan,
00:08tapi pemberian keterangan ahli, dua ahli kita yang sangat pesohor.
00:13Sangat pesohor.
00:14Sebenarnya tiga, nanti menyusul Prof. Din Zamsuddin.
00:18Tapi yang sudah hadir adalah Komisaris Jenderal Polisi Purnanggerawan, Ugroseno.
00:23Kita tahu beliau adalah mantan Wakapolri, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
00:30Bintang tiga, hampir bintang empat sesungguhnya, kalau tidak pensiun.
00:35Nah yang kedua adalah teman baik saya, dulunya termul sebenarnya, tetapi sekarang sudah sadar.
00:42Muhammad Sobari, karena saya pernah berdebat lama sama beliau kan.
00:46Nah, tetapi sekarang beliau justru mengatakan doktrin bahwa beliau tidak ingin meringankan RRT, Roy Rismond dan Tifa, atau Tifa Roy
00:56Rismond.
00:56Tetapi beliau ingin membebaskan.
00:59Jadi bukan hanya meringankan, membebaskan.
01:02Tetapi kesempatan pertama, saya ingin memberikan kepada prinsipal terlebih dahulu, Dr. Tifa, untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan.
01:08Nanti, kawan-kawan, pada saatnya ada sesuatu yang bombastis, tapi tidak bisa disampaikan di sini.
01:16Kita harus pakai slide, presentasi, dan lain sebagainya.
01:19Saatnya kita akan undang.
01:20Dan itu menentukan jalan kehidupan kita, bersebagai bangsa dan negara.
01:25Oke, itu saja.
01:27Dr. Tifa, the one and the only.
01:33Baik, bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:37Waalaikumsalam.
01:37Kawan-kawan media semua dan seluruh rakyat Indonesia.
01:41Alhamdulillah hari ini, Kamis 12 Februari 2026 adalah hari yang sangat bersejarah bagi kita semuanya.
01:47Karena tiga begawan turun gunung untuk mengawal jalannya kasus kriminalisasi terhadap kami.
01:57Saya, Dr. Tifa, Bang Rismond Sianipa, dan Mas Roy Suryo.
02:01Dan sebetulnya ini semua merupakan sebuah rangkaian dari bagaimana kebenaran itu terbongkar dengan izin Ombak S.W.T.
02:10Di tangan saya ini ada setumpuk dokumen, yaitu ijazah yang diklaim sebagai ijazah mantan Presiden ke-7, Jokowi Dodo,
02:19yang menjadi kajian penelitian kami sejak tahun 2022.
02:24Ketika ijazah itu dimunculkan untuk yang pertama kalinya oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sonata.
02:32Dan disitulah titik di mana kami mulai melakukan penelitian.
02:35Jadi tidak benar apa yang dikatakan oleh para termul bahwa kami melakukan penelitian baru di bulan Agustus 2025
02:42ketika buku kami Jokowi's White Paper itu launching, tidak betul itu.
02:47Jadi buku Jokowi's White Paper itu adalah hasil dari penelitian kami selama kurang lebih tiga tahun.
02:53Sejak Oktober 2022 ketika spesimen ijazah ini keluar untuk yang pertama kalinya.
03:00Dan berikutnya adalah kami selama ini selalu didegradasi.
03:06Kami sebagai peneliti independen, saya, Bang Rismon maupun Mas Roy Suri adalah peneliti independen dan kami akademisi.
03:14Kami bertiga sama-sama pernah dan sampai dengan hari ini menjadi dosen dari beberapa perguruan tinggi sampai dengan hari ini.
03:21Dan kami juga terus melakukan penelitian sebagai sebuah tugas bagi kami.
03:25Jadi tidak benar bahwa kami ini peneliti abal-abal.
03:27Tetapi kami tentu saja tidak bisa mengklaim, artinya bukan sebuah budaya dari dalam dunia ilmiah ya.
03:34Bahwa seseorang mengklaim dirinya ahli bukan.
03:37Oleh karena itu maka kami hadirkan para guru kami, begawan-begawan, para oracles, para guru besar, para dokter, para ahli
03:47untuk memberikan penjelasan kepada Polda Metro Jaya bahwa kami bertiga ini adalah peneliti dan kajian yang kami lakukan terhadap spesimen
04:00dan terhadap perilaku yang mendukung kepada keaslian atau kepalsuan ijazah Joko Widodo itu adalah sahih secara metodologis, bisa dipertanggungjawabkan secara
04:12ilmiah.
04:13Dan oleh karena itu maka kami tidak layak untuk dikriminalisasi.
04:16Nah kami bertiga hari ini alhamdulillah ada tiga begawan ya yang sudah hadir saat ini ada dua
04:25yaitu Bapak Komjen, Bapak Jenderal, guru saya, guru kami, Ugroseno yang selama ini menjadi kawan diskusi
04:33menjadi tempat kami bertanya tentang hukum acara pidana.
04:38Nah jadi beliau nanti akan memberikan penjelasan ya berdasarkan keahlian beliau hukum acara pidana.
04:45Dan berikutnya lagi adalah begawan, budayawan, ilmuwan, peneliti, LIPI ya selama puluhan tahun dan bahkan menjadi sejawat saya di Universitas
04:57Indonesia ya
04:57belasan tahun, puluhan tahun beliau menjadi peneliti, menjadi dosen.
05:01Dan beliau ini sudah sangat dikenal bagaimana narasi-narasi beliau dan bagaimana hasil-hasil penelitian beliau
05:09bagaimana beliau ini menjadi rujukan selama ini ya terhadap berbagai macam hal yang bersifat keilmiahan, kebudayaan
05:17dan termasuk bagian dari sini adalah bagaimana kita nanti akan menegakkan, bagaimana nanti kita akan bersama memulihkan
05:25dan memutihkan sejarah yang selama 10 tahun ini dibuat kelam oleh satu orang saja.
05:31Demikian yang bisa saya sampaikan mungkin Bang Risma akan sampaikan.
05:34Cukup, baik, ya. Baik, mungkin sedikit.
05:38Boleh tanggapan yang terkait keberatangan?
05:40Ya, sebentar ya, kita satu-satu pelan-pelan ya.
05:45Setelah dokter Tifa, kita memberikan kesempatan dan kehormatan kepada prinsipal satunya Risma Nsianipar.
05:51Silahkan Bang Risma.
05:52Sampai bulan seburui ya?
05:53Cukup, Pak.
05:53Yang paling penting kita sudah kasih sempatan.
05:59Nah, berikutnya adalah Pak Muhammad Sobari karena beliau datang duluan ya.
06:02Kita hormati beliau. Oke, silahkan.
06:07Terima kasih.
06:09Saya menjawab atau menjelaskan?
06:13Oke, kalau menjelaskan begini dulu, Bang.
06:18Kita jangan, ini Bang Raffli ini kan kawan dekat jadi banyak berguru.
06:23Jangan ada yang menulis kata termeluh untuk saya.
06:27Itu sangat tidak, tidak, apa namanya, bukan soal apa, tidak menggambarkan kebenaran.
06:35Saya seorang ilmuwan yang mendukung Jokowi itu karena idealisme.
06:42Idealisme saya dan berjuta-juta kaum ilmuwan mendukung.
06:48Tapi berjuta-juta itu kan tertipu.
06:51Ya biasa saja kita tertipu itu enggak apa-apa.
06:54Ketika tertipu kita tidak lagi mendukung.
06:58Idealisme kita itu tidak bisa dijalankan oleh dia.
07:02Gagasan-gagasan dari dia bahwa dia itu orang kampung, bahwa dia itu orang kelas bawah, bahwa dia itu tidak kurut.
07:10Itu ternyata tidak bisa dipanggul.
07:13Jadi, saya tidak pernah menjadi termul.
07:17Karena termul itu kan orang bayaran, kok.
07:19Masa aku dibayar yang medan, kok.
07:22Enggak, enggak pernah.
07:24Para ilmuwan itu semuanya tidak ada yang mendapat uang rokok.
07:28Rokok saja enggak dapat.
07:30Nah, sekarang itu deklarasi tingkat awal.
07:34Yang kedua, saya hadir di sini.
07:36Sebagai orang yang akan menjelaskan dunia keilmuan dalam bidang kebudayaan.
07:44Nah, yang dijelaskan itu metodologi.
07:47Metodologi penelitian.
07:49Itu akan saya gambarkan mulai dari datangnya inspirasi meneliti sampai merumuskan proposal, sampai merumuskan instrumen penelitian.
08:03Instrumen-instrumen penelitian.
Komentar