Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kubu Roy Suryo Cs menghadirkan tiga orang ahli ke penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus ijazah Jokowi.

3 ahli tersebut yaitu mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan budayawan sekaligus mantan pendukung Jokowi, M. Sobary.

"Pemberian keterangan ahli, dua ahli kita yang sangat tersohor, ada Komjen (Purn) Oegroseno, lalu teman baik saya M. Sobary, beliau tidak ingin meringankan RRT, tapi beliau ingin membebaskan. Lalu, Pak Din Syamsuddin menyusul nanti beliau akan memberikan keterangan ke media saat break ya," kata Refly Harun selaku Kuasa Hukum Roy Suryo cs, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga Refly Harun: Gugatan Roy Suryo Cs ke MK Berdampak Besar Jika Dikabulkan di https://www.kompas.tv/nasional/650258/refly-harun-gugatan-roy-suryo-cs-ke-mk-berdampak-besar-jika-dikabulkan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650260/eks-pendukung-jokowi-jadi-ahli-roy-cs-refly-harun-beliau-ingin-membebaskan-rrt
Transkrip
00:00Wabarakatuh.
00:02Kawan-kawan semua, terima kasih banyak telah hadir dalam press conference sebelum bukan pemeriksaan,
00:08tapi pemberian keterangan ahli, dua ahli kita yang sangat pesohor.
00:13Sangat pesohor.
00:14Sebenarnya tiga, nanti menyusul Prof. Din Zamsuddin.
00:18Tapi yang sudah hadir adalah Komisaris Jenderal Polisi Purnanggerawan, Ugroseno.
00:23Kita tahu beliau adalah mantan Wakapolri, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
00:30Bintang tiga, hampir bintang empat sesungguhnya, kalau tidak pensiun.
00:35Nah yang kedua adalah teman baik saya, dulunya termul sebenarnya, tetapi sekarang sudah sadar.
00:42Muhammad Sobari, karena saya pernah berdebat lama sama beliau kan.
00:46Nah, tetapi sekarang beliau justru mengatakan doktrin bahwa beliau tidak ingin meringankan RRT, Roy Rismond dan Tifa, atau Tifa Roy
00:56Rismond.
00:56Tetapi beliau ingin membebaskan.
00:59Jadi bukan hanya meringankan, membebaskan.
01:02Tetapi kesempatan pertama, saya ingin memberikan kepada prinsipal terlebih dahulu, Dr. Tifa, untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan.
01:08Nanti, kawan-kawan, pada saatnya ada sesuatu yang bombastis, tapi tidak bisa disampaikan di sini.
01:16Kita harus pakai slide, presentasi, dan lain sebagainya.
01:19Saatnya kita akan undang.
01:20Dan itu menentukan jalan kehidupan kita, bersebagai bangsa dan negara.
01:25Oke, itu saja.
01:27Dr. Tifa, the one and the only.
01:33Baik, bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:37Waalaikumsalam.
01:37Kawan-kawan media semua dan seluruh rakyat Indonesia.
01:41Alhamdulillah hari ini, Kamis 12 Februari 2026 adalah hari yang sangat bersejarah bagi kita semuanya.
01:47Karena tiga begawan turun gunung untuk mengawal jalannya kasus kriminalisasi terhadap kami.
01:57Saya, Dr. Tifa, Bang Rismond Sianipa, dan Mas Roy Suryo.
02:01Dan sebetulnya ini semua merupakan sebuah rangkaian dari bagaimana kebenaran itu terbongkar dengan izin Ombak S.W.T.
02:10Di tangan saya ini ada setumpuk dokumen, yaitu ijazah yang diklaim sebagai ijazah mantan Presiden ke-7, Jokowi Dodo,
02:19yang menjadi kajian penelitian kami sejak tahun 2022.
02:24Ketika ijazah itu dimunculkan untuk yang pertama kalinya oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sonata.
02:32Dan disitulah titik di mana kami mulai melakukan penelitian.
02:35Jadi tidak benar apa yang dikatakan oleh para termul bahwa kami melakukan penelitian baru di bulan Agustus 2025
02:42ketika buku kami Jokowi's White Paper itu launching, tidak betul itu.
02:47Jadi buku Jokowi's White Paper itu adalah hasil dari penelitian kami selama kurang lebih tiga tahun.
02:53Sejak Oktober 2022 ketika spesimen ijazah ini keluar untuk yang pertama kalinya.
03:00Dan berikutnya adalah kami selama ini selalu didegradasi.
03:06Kami sebagai peneliti independen, saya, Bang Rismon maupun Mas Roy Suri adalah peneliti independen dan kami akademisi.
03:14Kami bertiga sama-sama pernah dan sampai dengan hari ini menjadi dosen dari beberapa perguruan tinggi sampai dengan hari ini.
03:21Dan kami juga terus melakukan penelitian sebagai sebuah tugas bagi kami.
03:25Jadi tidak benar bahwa kami ini peneliti abal-abal.
03:27Tetapi kami tentu saja tidak bisa mengklaim, artinya bukan sebuah budaya dari dalam dunia ilmiah ya.
03:34Bahwa seseorang mengklaim dirinya ahli bukan.
03:37Oleh karena itu maka kami hadirkan para guru kami, begawan-begawan, para oracles, para guru besar, para dokter, para ahli
03:47untuk memberikan penjelasan kepada Polda Metro Jaya bahwa kami bertiga ini adalah peneliti dan kajian yang kami lakukan terhadap spesimen
04:00dan terhadap perilaku yang mendukung kepada keaslian atau kepalsuan ijazah Joko Widodo itu adalah sahih secara metodologis, bisa dipertanggungjawabkan secara
04:12ilmiah.
04:13Dan oleh karena itu maka kami tidak layak untuk dikriminalisasi.
04:16Nah kami bertiga hari ini alhamdulillah ada tiga begawan ya yang sudah hadir saat ini ada dua
04:25yaitu Bapak Komjen, Bapak Jenderal, guru saya, guru kami, Ugroseno yang selama ini menjadi kawan diskusi
04:33menjadi tempat kami bertanya tentang hukum acara pidana.
04:38Nah jadi beliau nanti akan memberikan penjelasan ya berdasarkan keahlian beliau hukum acara pidana.
04:45Dan berikutnya lagi adalah begawan, budayawan, ilmuwan, peneliti, LIPI ya selama puluhan tahun dan bahkan menjadi sejawat saya di Universitas
04:57Indonesia ya
04:57belasan tahun, puluhan tahun beliau menjadi peneliti, menjadi dosen.
05:01Dan beliau ini sudah sangat dikenal bagaimana narasi-narasi beliau dan bagaimana hasil-hasil penelitian beliau
05:09bagaimana beliau ini menjadi rujukan selama ini ya terhadap berbagai macam hal yang bersifat keilmiahan, kebudayaan
05:17dan termasuk bagian dari sini adalah bagaimana kita nanti akan menegakkan, bagaimana nanti kita akan bersama memulihkan
05:25dan memutihkan sejarah yang selama 10 tahun ini dibuat kelam oleh satu orang saja.
05:31Demikian yang bisa saya sampaikan mungkin Bang Risma akan sampaikan.
05:34Cukup, baik, ya. Baik, mungkin sedikit.
05:38Boleh tanggapan yang terkait keberatangan?
05:40Ya, sebentar ya, kita satu-satu pelan-pelan ya.
05:45Setelah dokter Tifa, kita memberikan kesempatan dan kehormatan kepada prinsipal satunya Risma Nsianipar.
05:51Silahkan Bang Risma.
05:52Sampai bulan seburui ya?
05:53Cukup, Pak.
05:53Yang paling penting kita sudah kasih sempatan.
05:59Nah, berikutnya adalah Pak Muhammad Sobari karena beliau datang duluan ya.
06:02Kita hormati beliau. Oke, silahkan.
06:07Terima kasih.
06:09Saya menjawab atau menjelaskan?
06:13Oke, kalau menjelaskan begini dulu, Bang.
06:18Kita jangan, ini Bang Raffli ini kan kawan dekat jadi banyak berguru.
06:23Jangan ada yang menulis kata termeluh untuk saya.
06:27Itu sangat tidak, tidak, apa namanya, bukan soal apa, tidak menggambarkan kebenaran.
06:35Saya seorang ilmuwan yang mendukung Jokowi itu karena idealisme.
06:42Idealisme saya dan berjuta-juta kaum ilmuwan mendukung.
06:48Tapi berjuta-juta itu kan tertipu.
06:51Ya biasa saja kita tertipu itu enggak apa-apa.
06:54Ketika tertipu kita tidak lagi mendukung.
06:58Idealisme kita itu tidak bisa dijalankan oleh dia.
07:02Gagasan-gagasan dari dia bahwa dia itu orang kampung, bahwa dia itu orang kelas bawah, bahwa dia itu tidak kurut.
07:10Itu ternyata tidak bisa dipanggul.
07:13Jadi, saya tidak pernah menjadi termul.
07:17Karena termul itu kan orang bayaran, kok.
07:19Masa aku dibayar yang medan, kok.
07:22Enggak, enggak pernah.
07:24Para ilmuwan itu semuanya tidak ada yang mendapat uang rokok.
07:28Rokok saja enggak dapat.
07:30Nah, sekarang itu deklarasi tingkat awal.
07:34Yang kedua, saya hadir di sini.
07:36Sebagai orang yang akan menjelaskan dunia keilmuan dalam bidang kebudayaan.
07:44Nah, yang dijelaskan itu metodologi.
07:47Metodologi penelitian.
07:49Itu akan saya gambarkan mulai dari datangnya inspirasi meneliti sampai merumuskan proposal, sampai merumuskan instrumen penelitian.
08:03Instrumen-instrumen penelitian.
Komentar

Dianjurkan