- 2 menit yang lalu
- #palestine
- #boardofpeace
- #israel
KOMPAS.TV - Israel resmi gabung ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika, Donald Trump.
Bergabungnya Israel ke Board of Peace diresmikan saat kunjungan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu ke Washington.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan membantu masyarakat di Gaza.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk mengirimkan kurang lebih delapan ribu pasukan perdamaian.
Rencana pengiriman pasukan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Indonesia untuk meringankan penderitaan warga di Gaza.
Meski estimasi jumlah pasukan telah mencapai delapan ribu personel, Mensesneg menyebut detail teknis penempatan dan prosedur anggaran masih dalam tahap pembicaraan negara anggota BOP.
Seluruh tahapan pengiriman akan mengikuti kesepakatam negara-negara anggota Board of Peace.
Keikutsertaan Indonesia dalam BOP diharapkan dapat membuka jalur logistik bantuan makanan secara lebih luas, sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina.
Apa implikasi bergabungnya Israel ke Board of Peace Trump. Bagaimana sebagai sesama anggota BOP, Indonesia akan mengantisipasi lobi-lobi Israel di BOP yang bisa merugikan Palestina.
Kita bahas bersama Tenaga Ahli Utama, KSP, Ulta Levina Nababan dan Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah UI, Yon Mahmudi.
Baca Juga Sengit! Adu Argumen Hikmahanto Vs Teuku Rezasyah soal Posisi Indonesia Usai Israel Gabung BOP di https://www.kompas.tv/internasional/650385/sengit-adu-argumen-hikmahanto-vs-teuku-rezasyah-soal-posisi-indonesia-usai-israel-gabung-bop
#palestine #boardofpeace #israel
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/650388/full-istana-buka-suara-soal-israel-gabung-board-of-peace-ini-respons-guru-besar-ui-sapa-malam
Bergabungnya Israel ke Board of Peace diresmikan saat kunjungan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu ke Washington.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan membantu masyarakat di Gaza.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk mengirimkan kurang lebih delapan ribu pasukan perdamaian.
Rencana pengiriman pasukan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Indonesia untuk meringankan penderitaan warga di Gaza.
Meski estimasi jumlah pasukan telah mencapai delapan ribu personel, Mensesneg menyebut detail teknis penempatan dan prosedur anggaran masih dalam tahap pembicaraan negara anggota BOP.
Seluruh tahapan pengiriman akan mengikuti kesepakatam negara-negara anggota Board of Peace.
Keikutsertaan Indonesia dalam BOP diharapkan dapat membuka jalur logistik bantuan makanan secara lebih luas, sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina.
Apa implikasi bergabungnya Israel ke Board of Peace Trump. Bagaimana sebagai sesama anggota BOP, Indonesia akan mengantisipasi lobi-lobi Israel di BOP yang bisa merugikan Palestina.
Kita bahas bersama Tenaga Ahli Utama, KSP, Ulta Levina Nababan dan Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah UI, Yon Mahmudi.
Baca Juga Sengit! Adu Argumen Hikmahanto Vs Teuku Rezasyah soal Posisi Indonesia Usai Israel Gabung BOP di https://www.kompas.tv/internasional/650385/sengit-adu-argumen-hikmahanto-vs-teuku-rezasyah-soal-posisi-indonesia-usai-israel-gabung-bop
#palestine #boardofpeace #israel
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/650388/full-istana-buka-suara-soal-israel-gabung-board-of-peace-ini-respons-guru-besar-ui-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Saudara Israel resmi bergabung ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
00:11Bergabungnya Israel ke Board of Peace diresmikan saat kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Washington.
00:18Saat bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio Netanyahu menandatangani keanggotaan Dewan Perdamaian.
00:25Masuknya Israel ke Board of Peace dilakukan hanya sepekan jelang pertemuan Perdana Anggota Board of Peace.
00:32Rencananya KTT Perdana Board of Peace akan digelar di Washington DC pada 19 Februari mendatang.
00:46Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan membantu masyarakat di Gaza.
00:53Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk mengirimkan kurang lebih 8.000 pasukan perdamaian.
01:04Rencana pengiriman pasukan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Indonesia untuk meringankan penderitaan warga di Gaza.
01:10Meski estimasi jumlah pasukan telah mencapai 8.000 personel,
01:14Mensesnek menyebut detail teknis penempatan dan prosedur anggaran masih dalam tahap pembicaraan negara anggota BOP.
01:21Seluruh tahapan pengiriman akan mengikuti kesepakatan negara-negara anggota Board of Peace.
01:28Keikutsertaan Indonesia dalam BOP diharapkan dapat membuka jalur logistik bantuan makanan secara lebih luas,
01:35sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
01:40Terima kasih telah menonton!
02:13Terima kasih telah menonton!
02:39Terima kasih telah menonton!
02:53Terima kasih telah menonton!
03:24Terima kasih telah menonton!
03:33Indonesia sudah tahu ya kalau Israel resmi berada di BOP bentukan Presiden Trump.
03:42Apakah Indonesia sudah tahu sebelum atau sesudah?
03:45ini baru tahu?
03:47Oke baik Mbak, sebenarnya pertanyaannya bukan sebelum atau sesudah kita sudah tahu,
03:54tetapi memang kondisi ini memang bukan kondisi yang ideal,
03:58secara emosional juga pasti masyarakat kita mempertanyakan itu,
04:01tetapi dalam kondisi Israel sebagai negara yang resmi dan mempunyai kedudukan di UN,
04:10kita sudah mengantisipasi bahwa Israel akan masuk ke dalam Board of Peace,
04:17ini inisiasi dari Amerika Serikat, terutama dekatnya hubungan antara dua negara ini.
04:23Bang Yon, jika ini bukan kondisi yang ideal,
04:28lalu apa implikasi masuk ke Israel ke BOP Trump,
04:31di mana Indonesia juga sudah berkomitmen ke situ?
04:35Ulangi kembali Mbak?
04:37Mbak, ke Bang Yon?
04:40Oh iya, iya, silahkan diulangi lagi Mbak tadi.
04:47Ya, Bang Yon, kita tahu kalau tadi Mbak Ulta dari KSP juga sudah menyatakan
04:52bahwa memang ini mungkin bukan kondisi yang ideal,
04:54karena Israel ada di dalam Board of Peace bentukan Trump.
04:57Lalu apa sebenarnya implikasi masuk ke Israel ke Board of Peace bentukan Trump ini?
05:02Apakah bisa merugikan perjuangan Palestina dan juga komitmen Indonesia
05:07untuk tetap membela kemerdekaan Palestina?
05:10Ya, memang ini akan menjadi tantangan besar ya bagi Indonesia ketika masuk dalam BOP
05:16dan Israel menjadi anggota BOP, karena ini kan dewan perdamaian.
05:22Sementara Israel sendiri sebagai pihak yang terlibat di dalam konflik,
05:27kemudian juga melakukan tindakan-tindakan yang itu sebenarnya tidak sesuai
05:34dengan persepsi publik internasional.
05:37Nah, ketika masuk di dalam BOP, maka tentu ini menjadi tantangan besar ya bagi negara-negara
05:42yang ada di BOP, termasuk Indonesia.
05:46Maka tentu kalau dalam perspektif Israel, ya Israel menginginkan sesuai dengan
05:51apa yang dituntut sebagai kepentingan dari Israel ya.
05:56Karena kan Netanyahu sendiri kan berulang-ulang kali bahwa tidak akan ada perdamaian itu ya
06:02dengan cara memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina.
06:06Nah, ini kan sebagai hambatan ya barier yang akan terjadi.
06:10Sementara Amerika sendiri dalam posisi ini kan juga tidak kuat juga supportnya kepada two-state solution,
06:17tetapi pada satu aspek kita ketahui bahwa memiliki kedekatan dengan Israel.
06:22Maka di sini tentu negara-negara yang bergabung ya, terutama negara-negara Arab,
06:27dunia Islam, dan Indonesia termasuk di dalamnya adalah kemudian memperkuat posisi
06:32karena dengan masuknya Israel, walaupun tentu pasti sudah diantisipasi ya,
06:37karena ini kan diundang ya, diminta oleh mereka.
06:41Maka hal ini saya kira ya akan menjadi tantangan besar yang dihadapi
06:48agar BOP sendiri tidak menjadi sebagai sarana legitimasi asas tindakan yang dilakukan oleh Israel.
06:57Perdamaian itu kan tidak sekedar ya berkaitan dengan rekonstruksi,
07:00tetapi menyelesaikan root cause-nya ya, masalah dasar pendudukan.
07:05Nah, ini saya kira ganjalan besar, tapi ya memang at the show,
07:09mas go on ya harus dihadapi dengan realitas yang ada itu.
07:13Mbak Ulta, ini kan masih banyak pertanyaan dari sejumlah pihak.
07:19Dengan bergabungnya Israel, ini juga memicu kekhawatiran akan berdampak tentunya
07:23pada posisi di kubu pro-Palestina di BOP.
07:26Bagaimana setidaknya meyakinkan bahwa Indonesia mampu menghadapi lobby-lobby Israel
07:33terkait dengan Palestina di BOP?
07:37Oke, mohon di sini ya Mbak, sebenarnya suaranya putus-putus.
07:41Saya yakin Pak Yon juga merasakan bahwa sinyalnya kurang bagus dari sana.
07:46Tapi yang saya tangkap adalah bagaimana cara kita agar meyakinkan bahwa
07:51kita tidak terbawa ke lobby Israel, terutama dukungan kepada Israel dari Amerika itu sangat besar.
07:58Saya rasa kita Indonesia itu bukan hanya memiliki catatan historis
08:04dan tidak akan mengubah prinsip kita untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, mohon maaf.
08:12Terutama ini juga dicantumkan di dalam Astacita Presiden nomor 2
08:16dalam beberapa poin setelahnya di bawah tersebut.
08:19Ada menyatakan bahwa mendukung kemerdekaan Palestina.
08:23Dan satu-satunya calon Presiden pada saat itu yang menyatakan dengan tegas
08:27untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
08:30Artinya ini adalah salah satu wujud yang dilakukan oleh Pak Presiden
08:38untuk mengaplikasikan, melakukan apa yang sudah dijanjikan oleh beliau.
08:42Dan Indonesia masuk ke forum ini bukan sebagai penonton.
08:46Ini harus ditekankan.
08:47Bukan sebagai penonton.
08:48Justru kita memiliki posisi moral yang kuat, posisi historis.
08:52Dan kita mewakili kepentingan Palestina
08:55agar semua yang didiskusikan di BOP itu bukan tentang Israel.
08:59Semua yang didiskusikan bukan hanya tentang keamanan Israel sendiri.
09:03Tapi kita menginginkan Palestina merdeka
09:06dan ada mekanisme two-state solution yang selalu kita inginkan.
09:10Tapi gini Mbak Ulta, bagaimana menjaga komitmen ketika kita tahu
09:14bahwa kemarin saja ketika sudah dijanjikan gencatan senjata
09:19namun serangan Israel ke Gaza masih terus terjadi?
09:24Nah itulah yang nanti pada 19 Februari ini
09:29Presiden kita akan langsung ke sana bersama pihak-pihak yang mendukung beliau
09:35untuk menegosiasikan dan segera untuk mengimplementasikan
09:41apa yang bisa dilakukan Indonesia secara konkret.
09:45Termasuk tadi ada narasi yang menyatakan bahwa kita siap
09:49kata Mensersnek untuk mengirimkan pasukan kita ke sana.
09:52Dan itu adalah bagian dari strategi kita
09:54agar tidak lagi terjadi serangan di sana.
09:58Nah jika sudah ada pasukan perdamaian di bawah mekanisme BOP
10:02atau di bawah mekanisme UN
10:03artinya ada pihak lain yang berada di Gaza tersebut
10:08sehingga Israel tidak bisa melakukan serangan membabi buta
10:11sebagaimana yang mereka lakukan membantai Palestina sekarang ini.
10:14Nah Presiden Prabowo sejak awal sudah menegaskan
10:16bahwa Indonesia itu berpihak kepada kemanusiaan
10:19dan prinsip kita tidak akan berubah.
10:21Ini bukan pengkhianatan terhadap Palestina.
10:23Ini justru memanfaatkan ruang sempit yang ada dan realistis dengan BOP ini.
10:29Oke, Bang Yon Anda cukup realistis ketika Indonesia ada di BOP
10:33Amerika ada di BOP
10:35Israel juga ada di Board of Peace ini
10:38dan kita tahu sejarahnya bahwa Presiden Trump
10:41dan juga Perdana Menteri Netanyahu ini memiliki hubungan
10:45yang bisa dikatakan cukup dekat.
10:47Ya tentu kan memang pada akhirnya kan pendekatannya
10:51lebih ke pendekatan realistis ya
10:53melihat realitas yang sudah ada di depan mata
10:56kemudian apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia
10:59dengan berbagai macam catatan ya
11:02tentang Israel yang memiliki hubungan dekat dengan Amerika.
11:06Nah dengan BOP dengan bergabungnya Israel
11:09ini kan juga kita ada catatan nih sebagai contoh
11:13bahwa Israel sebelumnya menolak ya
11:15Turki dan Qatar untuk masuk ke dalam BOP
11:18tapi kan pada akhirnya kemudian Turki dan Qatar masuk
11:22ini berarti memang ada konstelasi lain yang membuat
11:27sebenarnya posisi dari Israel juga tidak ya
11:30betul-betul menguasai panggung lah
11:32kalau katakan BOP sebagai panggung.
11:35Kan di situ ada Turki, ada Qatar,
11:37kemudian ada Saudi, Pakistan yang mereka memang punya posisi
11:42mendukung adanya two-state solution
11:45jadi tidak ada normalisasi
11:47kalau tidak ada kemerdekaan Palestina.
11:49Nah pada satu sisi tentu hadirnya Indonesia tidak boleh netral gitu ya
11:53harus kemudian berpihak kepada perjuanganan Palestina
11:57dan bergabung dengan negara-negara yang memiliki suara yang sama
12:01sehingga bisa digunakan sebagai kekuatan
12:03untuk menekan Israel.
12:06Nah dari satu sisi inilah saya kira yang bisa dimainkan
12:11karena biar bagaimanapun juga kita harus memiliki planning yang jelas gitu
12:16karena pasti apapun bisa terjadi dalam waktu singkat
12:19apalagi Israel pasti sudah punya rencana-rencana.
12:24Nah untuk implementasi realisasi dari dukungan terhadap rakyat Palestina
12:29kemerdekaan itu juga saya kira ya
12:30memang harus well prepared ya
12:32agar kita tidak pakai
12:34karena kan banyak juga itu jebakan-jebakan oleh Israel
12:37dan dalam sejarahnya memang Israel sering menggunakan cara-cara
12:42yang itu kemudian bisa merugikan Palestina.
12:45Nah lain saya kira yang harus digarisbawahi
12:49bahwa Indonesia ya dalam kondisi seperti itu
12:52satu menjadi kekuatan penyeimbang
12:54agar tidak condong kepada Israel
12:56kemudian yang kedua Indonesia harus menjadi telinga dan juga mata bagi rakyat Palestina
13:04karena biar bagaimanapun rakyat Palestina tidak hadir
13:07dan harus ada yang mewakili untuk dapat bisa menyuarakan
13:12paling tidak suara mereka di telinga di dalam.
13:14Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah
13:17seberapa besar kekuatan Indonesia di Board of Peace
13:22seberapa besar pengaruh Presiden Prabowo ketika nantinya akan bertemu di Board of Peace
13:28yang pertama kali di 19 Februari
13:30kita masih akan membahasnya usai jeda tetap di Sapa Indonesia Malam.
13:47Terima kasih Anda masih bersama kami di Sapa Indonesia Malam
13:50dan saya masih bersama dengan Pak Aion Mahmudi
13:53Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah UI
13:56dan juga Mbak Ultalovena Nababan Tenaga Ahli Utama KSP
14:01kita masih membahas
14:02jika tadi Pak Aion sudah menjelaskan bahwa
14:05bisa saja Israel sudah menyiapkan sejumlah rencana cukup matang
14:10apa yang akan dilakukan perannya seberapa besar di Board of Peace bentukan Trump
14:15lalu apakah Indonesia sudah cukup matang
14:18dan juga sudah memiliki rencana besar perannya di Board of Peace
14:23untuk membelas setidaknya menjadikan kemerdekaan di Palestina
14:28apa saja yang sudah direncanakan pemerintah Indonesia di BOP ini Mbak Ultal?
14:35Ya baik Mbak
14:36untuk rencana detailnya ini sudah dikaji oleh Kementerian Luar Negeri
14:42dipimpin oleh Pak Sugiono
14:43dan tapi mungkin nanti karena ada diskusi di tanggal 19 Februari ini
14:49itulah yang akan didiskusikan
14:50apa yang akan disampaikan pemerintah Indonesia ataupun perwakilan Indonesia di sana?
14:57ya untuk agenda detailnya kami belum di KSP belum mengetahui
15:02tetapi yang kami ketahui adalah bahwa ada beberapa hal yang akan dinegosiasikan terkait Board of Peace ini
15:07dan salah satunya mungkin secara umum adalah tentang bagaimana kita menge-employ
15:12mendeploy pasukan kita ke sana terutama untuk medis dan zeni gitu
15:17tapi pertanyaan intinya dari yang pertanyaan Mbak tadi adalah
15:21seberapa besar pengaruh Indonesia kemudian di BOP dengan tekanan yang besar
15:25dan terutama negara inisiasi ini adalah Amerika Serikat yang perkawinannya dengan Israel ini sangat perat gitu kan
15:32dan saya ingin menegaskan bahwa kita tidak boleh meng-underestimate negara kita sendiri
15:38kita mayoritas muslim terbesar sedunia
15:41suara kita
15:43itulah kenapa kita penting berada di Board of Peace ini
15:46dan itulah kenapa Presiden Trump sendiri
15:49mungkin yang menginginkan dan melobi
15:52bukan kita yang melobi kepada Presiden Trump untuk kita menjadi bagian ini
15:56tapi memang ada simbiosis mutualisme di sini
15:59dan kita melihat ini adalah cara yang paling realis gitu
16:02pertama itu Mbak
16:03kita bisa menjadi optimasi moral karena historis kita panjang
16:07dan posisi geopolitik kita sangat penting
16:09kita anggota G20
16:11kita pemimpin de facto di ASEAN
16:13dan representasi penting dari Global South
16:16artinya kita ingin diperhitungkan di dalam BOP ini
16:19Pak Yon bagaimana menurut Anda
16:21apakah peran Indonesia bisa cukup diperhitungkan di Board of Peace?
16:26singkat saja
16:27ya saya kira itu kan akhirnya menjadi komitmen kita ya
16:31dengan berbagai macam label yang diberikan kepada kita
16:36negara besar dan lain sebagainya
16:37maka tentu itu menjadi kewajiban Presiden Indonesia
16:41untuk membawa aspirasi
16:43karena biar bagaimanapun suara
16:46luar negeri itu harus merepresentasikan suara domestik
16:50karena ini kan dukungan penuh
16:51dan kalau itu kemudian dukungan penuh diberikan oleh rakyat Indonesia
16:55diberikan kepada Pak Prabowo
16:57maka tugas Pak Prabowo
16:59untuk kemudian bisa menunaikan amanah itu
17:03dan sebagaimana beliau mengatakan
17:05apabila ternyata tidak sesuai dengan aspirasi bangsa Indonesia
17:08sewaktu-waktu kan Indonesia bisa menarik diri
17:11nah ini saya kira ya komitmen yang tentu ya harus terus dipegang
17:15begitu
17:15baik terima kasih Pak Yon Mahmudi
17:17Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah Universitas Indonesia
17:20dan juga Mbak Ulta terima kasih
17:23Tenaga Ali KSP sudah berbagi perspektif di Sapa Indonesia malam
17:27selamat malam
17:28Selamat malam
17:29Terima kasih
17:30Terima kasih
17:30Terima kasih
17:32Terima kasih
Komentar