Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Roy Suryo dan kawan-kawan mengajukan tiga ahli untuk dimintai keterangan dalam pemeriksaan terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Polda Metro Jaya.

Tiga ahli tersebut yakni mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno, tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin, serta budayawan Ahmad Sobari.

Ketiganya akan memberikan keterangan terkait metodologi penelitian serta pengalaman yang berkaitan dengan pemeriksaan. Dengan penambahan tiga nama tersebut, total ahli yang diajukan Roy Suryo dan kawan-kawan menjadi 14 orang.

#roysuryo #jakarta #polisi

Baca Juga [FULL] Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Ayam di Kendari Naik | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/650254/full-jelang-ramadan-harga-cabai-dan-ayam-di-kendari-naik-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650257/roy-suryo-tambah-3-ahli-total-14-saksi-ahli-diajukan-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara selengkapnya mengenai pemeriksaan tiga ahli untuk kasus Roy Suryo CS ini.
00:05Kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Rahma Piliang dan juga juru kamera Denny Yosua di Polda Metro Jaya.
00:11Selamat siang Rahma. Rahma jadi bagaimana jalannya pemeriksaan ketiga ahli siang ini?
00:20Iya untuk pemeriksaan atau permintaan keterangan ini masih berlangsung.
00:24Fidila juga saudara dimana tadi sekitar pukul setengah sepuluh ketiga saksi ini atau ketiga ahli ini sudah masuk ke ruangan.
00:33Begitu Fidila juga saudara dimana ketiga ahli ini merupakan salah satunya adalah mantan Wakapolri Komjen Pol Purnawirawan Pugro Seno.
00:41Dan juga ada tokoh agama Muhammadiyah yaitu Dinsamsuddin dan juga budayawan yang bernama Muhammad Sobari.
00:47Ketiganya ini akan memberikan keterangan begitu ya sesuai dengan keahlian mereka yang dimana kalau untuk dari mantan Wakapolri ini akan
00:55memberikan keahlian di bidang kepolisiannya terkait dengan ahli hukum asyara pidana.
01:01Sedangkan untuk dari budayawan Muhammad Sobari ini akan memberikan keterangan terkait bagaimana metode penelitian yang dilakukan oleh Rosuryo CS ini.
01:11Namun tadi saat masuk atau datang begitu ya di Polda Metro Jaya ini untuk Dinsamsuddin ini tidak memberikan keterangan namun
01:19langsung masuk ke ruang pemeriksaan atau ruang permintaan keterangan begitu Fidila juga saudara.
01:25Dari sudah tiga saksi atau tiga ahli yang didatangkan oleh pihak Rosuryo hari ini berarti total ada 14 ahli yang
01:34sudah diajukan oleh Rosuryo untuk dimintai keterangan di Polda Metro Jaya ini.
01:39Dimana sebelumnya memang sudah ada beberapa juga yang dimintai keterangan diantaranya adalah Bonatua Silalahi yang mengantongi juga salinan ijazah Jokowi
01:51atau ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi.
01:53Dari KPU juga ada Rocky Gerung dan juga pihak-pihak lain yang disebutkan oleh Rosuryo ini berkaitan juga dengan kasus
02:01yang menjeratnya begitu.
02:02Tadi juga disebutkan bahwa ahli-ahli yang didatangkan ini diharapkan ini bisa membebaskan Rosuryo, Dr. Tifa dan juga Rismon Sianipar.
02:11Dan tadi saya sebutkan sudah ada 14 ahli yang diusulkan begitu yang diajukan kepada Polda Metro Jaya.
02:17Dan sebelumnya Rosuryo ini menyebutkan kalau mereka akan mengajukan 22 ahli.
02:23Ini artinya akan mengimbangi jumlah ahli atau juga saksi yang diperiksa juga dari pihak Polda Metro Jaya.
02:32Begitu video juga saudara.
02:34Dan untuk pemeriksaan ini masih berlangsung.
02:36Kita tunggu bagaimana nanti hasil pemeriksaan dan juga hasil permintaan keterangannya.
02:40Apa yang digali tentunya, apa yang ditanyakan kepada tiga ahli ini.
02:45Dan bagaimana nanti hasilnya juga tadi ada Rismon Sianipar juga.
02:49Dan juga ada Dr. Tifa yang ikut dalam pemeriksaan kali ini.
02:54Fidi.
02:55Rahma Piliang, terima kasih untuk informasinya terkait pemeriksaan saksi ahli dari Kuburoi Suryo, CS.
03:01Selamat bertugas kembali.
03:03Saudara tanaman karnivora kantong semar kini tak hanya unik, tapi juga bernilai tinggi.
03:08Di Malang, Jawa Timur, seorang pembudidaya berhasil menciptakan hibrida baru.
03:13Bahkan salah satunya diberi nama Memoria Jakob Utama.
Komentar

Dianjurkan