00:00Lalu bagaimana pantauan harga kebutuhan pokok di kota Banda Aceh-Aceh?
00:04Kita segera tanyakan ke jurnalis Kompas TV Rizka Devi dan juru kamera Nova Misdayanti di sana.
00:11Rizka, selain harga telur yang terus naik, bagaimana dengan harga kebutuhan pokok lainnya?
00:17Ya, Asri dan juga Al-Fadara, sekali ini kalau kita lihat memang pekan jelang bulan puasa Ramadan
00:24saat ini memang sejumlah bahan pokok ini sudah mulai naik begitu.
00:27Seperti yang tadi juga disebutkan telur, ini sudah mulai merangkak naik.
00:31Sementara selain daripada telur, ini juga ada daging sapi, kemudian juga daging ayam.
00:36Ini sudah perlahan mulai naik begitu.
00:39Sementara kalau sebelumnya harga daging sapi ini dijual dengan harga Rp140.000 sampai dengan Rp150.000 per kilogram,
00:48jadi naik sebesar Rp10.000 begitu.
00:51Dan memang kenaikan ini nantinya disebutkan akan terus merangkak naik begitu.
00:58Sementara nanti untuk menjelang perayaan megang begitu dan juga puasa Ramadan.
01:04Karena juga selain dari daging sapi, tadi juga disebutkan ada daging ayam,
01:07ini juga mengalami kenaikan mulai dari Rp10.000 sampai dengan Rp15.000.
01:12yang tadinya dijual dengan harga Rp55.000, jadi merangkak naik menjadi Rp65.000 per ekornya begitu.
01:20Sementara selain daripada bahan pokok seperti tadi disebutkan daging-dagingan,
01:27ini juga kalau kita lihat informasi yang tadi kami peroleh dari para pedagang ini juga menyebutkan
01:32bahwa kenaikan harga ini merampah begitu.
01:34Dalam artian, untuk beberapa pasar yang ada di Kota Ban Aceh atau di Sekitaran Aceh Besar,
01:38ini juga sama-sama mengalami kenaikan selain daripada bahan pokok tadi,
01:43ini juga untuk komoditi seperti cabai merah, kemudian juga bawang begitu.
01:47Tomat, ini juga maksud-maksudnya sudah mengalami kenaikan mulai dari Rp5.000 sampai dengan Rp10.000.
01:53Sementara, kenaikan ini memang akan terus diprediksi akan terus naik begitu
01:58sampai dengan perayaan megang dan juga puasa Ramadan.
02:01Sementara kalau informasi yang bisa kami sampaikan,
02:04megang sendiri ini merupakan salah satu sebuah tradisi begitu
02:07yang dilakukan oleh umat Islam untuk jelang perayaan hari-hari besar
02:13seperti kemudian tadi puasa Ramadan dan juga menjelang lebaran begitu.
02:16Dimana ini identik dengan warga ataupun masyarakat yang membeli daging,
02:20kemudian mengolahnya untuk disantap bersama keluarga
02:24sebagai simbol kebersamaan nah nantinya.
02:26Ini diprediksi ketika menjelang puasa Ramadan dan kemudian juga disantap bersama
02:31nantinya bahan-bahan pokok atau pokok ini akan terus menaik
02:35dan akan terus menangat naik karena memang untuk permintaannya yang semakin meningkat
02:40sementara untuk pokoknya ini yang masih terbatas.
02:42Kalau kita lihat kata kemudian kenaikan ini dipicu oleh beberapa sebab gitu
02:49mulai dari kondisi cuaca yang saat ini memang masih belum fabial di Asia
02:53seperti yang bisa dilihat belakang saya saat ini hari ini pun masih turun hujan
02:57di sejumlah wilayah Aceh sementara juga untuk bahan pokok ini
03:01memang permintaannya tadi informasi yang kami toleh dari sejumlah pedagang
03:06ini memang terus meningkat begitu sementara untuk pokoknya masih terbatas.
03:10Dan juga tadi juga kami super berbincang pada beberapa pedagang
03:13dan juga pembeli ini menyebutkan bahwa saat ini harapannya
03:16semoga untuk bahan-bahan pokok ini harganya kembali stabil begitu
03:22karena memang kalau dilihat ini terlalu naik begitu
03:26harapannya adalah semoga tetap stabil dan bisa tetap stabil begitu menjelang perayaan Ramadan
03:34dan sementara juga untuk Pemkot Kota Bandai di Asia sendiri ini
03:39ada menggelar pasar murah begitu untuk kemudian bisa menekan stabilitas pangan
03:43dimana masyarakat ini bisa membeli beberapa tembako ataupun barang pokok tadi
03:48dengan harga yang memang bisa dibilang jauh lebih murah daripada di harga pasaran sendiri
03:52hal ini memang dilakukan oleh pemerintah agar warga bisa tetap bisa membeli barang-barang pokok
03:59tentunya dengan harga yang memang lebih bisa terjangkau.
04:04Terima kasih laporan Anda jurnalis Kompas TV Rizka Devi dan juru kamera Nova Misdayanti dari Banda Aceh-Aceh
Komentar