00:00Publik berharap tim Nas Futsal Indonesia bisa meraih juara Piala Asia untuk pertama kalinya,
00:06tak terkecuali pasti dari orang tua, para pemain.
00:09Saat ini kita sudah terhubung dengan Sartono Tampu Bolon, ayah dari Samuel Eko.
00:14Horas Pak Sartono.
00:17Ya, halo malam.
00:18Iya, Pak Sartono jadi saya mau tau dulu nih, apa sih Pak komentar pertama Bapak,
00:23satu kalimat pertama Bapak ketika kemarin ini kita akhirnya menang lawan Jepang dan membawa kita final.
00:31Dan Samuel ini menjadi pemain pertama yang mencetak gol ke gawang Jepang.
00:38Ya, terima kasih yang pertama sekali, ya bersyukur sama Tuhan.
00:44Bersyukur.
00:45Nah, jadi tim saya lihat optimis, main bagus, semangat.
00:54Nah, selalu kita berdua dan Tuhan jawab dua saya tadi malam, tim Nas dikasih menang.
01:01Oke, jadi pada saat sebelum main ini, Samuel sempat telepon Pak Sartono dulu nggak?
01:06Oh iya Mbak, selalu yang saya salut itu, selalu kalau dia mau tanding baik Liga Indonesia, baik Liga Internasional,
01:18selalu dia minta mohon doa sama opungnya dulu.
01:23Mohon doa, minta opung, Samuel mau tanding jam sekian, doakan saya opungnya.
01:29Begitu juga, karena kita punya grup, grup keluarga, jadi semua tantenya, bapak udanya, opungnya, pamannya,
01:40semua kita ucapkan selamat bertanding dan Tuhan pasti kasih kesehatan, kasih tim main kompak, dan kasih hasil menang.
01:51Selalu kita ucapkan begitu ya Mbak.
01:53Oke, semuat video kalau juga mungkin sebelum pertandingan nggak Pak Sartono?
01:57Saya lalu, jadi setiap dia di dalam kenderaan, dia pasti telepon papanya, kebetulan mamanya juga ada di sana, di Jakarta itu,
02:09jadi karena bapaknya tugas, jadi mamanya ada ikut nonton langsung.
02:16Oke, nah Pak Sartono, sebenarnya kita pengen tahu nih, emang sejak awal Samuel ini memang suka futsal,
02:24atau dari umur berapa sebenarnya baru menekuni futsal ini?
02:29Iya Mbak, jadi Samuel itu punya sejarah, jadi sejarahnya dulu kelas 1, eh TK dia udah minta sekolah bola dulu, TK.
02:37Oke, dari kecil, terus?
02:39Iya, jadi saya tidak kasih, tunggu besar dulu abang, kelas 2, kelas 1 SD minta, belum saya kasih, kelas 2 belum saya kasih, kelas 3 SD baru saya kasih,
02:52tapi dia bukan di futsal dulu, lapangan besar.
02:54Tepak bola?
02:56Siap, SSB, lapangan besar.
02:58Oke.
02:59Jadi pada tahun 2015, dia minta izin bapaknya mau pindah main futsal.
03:09Kenapa tuh? Waktu itu bapak pernah nanya, kenapa berpindah, kala itu pada saat di lapangan besar justru ke futsal?
03:17Nah, barangkali saya tanya, bapaknya bertanya sama Samuel, kenapa abang minta ke futsal?
03:23Ijen Pak, saya lihat kalau di Kalbar ini, musuhnya di lapangan besar itu kurang.
03:31Jadi, kalau musuhnya keras macam di Jawa, mungkin saya bisa meningkat permainan saya.
03:38Kalau di Kalbar ini, musuhnya kurang-kurang keras.
03:40Jadi, mungkin klub amatnya, saya akan dulu ngajak dia untuk main futsal.
03:49Itu dia pindah ke futsal 2015, kalau saya tidak salah.
03:52Jadi, mulai dari situ, kemudian cinta dan akhirnya malah masuk dalam timnas ya?
04:01Bawa kancil BPK dulu ke Linus, Liga Nusantara.
04:05Baru kancil BPK masuk ke Liga Proposional.
04:08Itu awalnya, mbak.
04:10Tapi keluarga semuanya mendukung ya, Pak?
04:12Pada saat akhirnya Samuel mau benar-benar menukuni futsal kala itu?
04:18Betul sekali, betul sekali.
04:19Jadi, ditekuni sama dia dan dua orang tua, dua bapak Opungnya, dua masyarakat Kalbar.
04:29Dan selalu kita kasih nasihat dia, biar main optimis dan selalu membawa kebahagiaan.
04:38Pak Sartono, kalau kemarin kan, tadi Bapak bilang kan, setiap kali mau tanding pasti minta dukungan ya Samuel ini ya.
04:46Nah, kemudian didoakan sama seluruh keluarga termasuk Opung juga.
04:49Nah, tapi Samuel sendiri pernah atau mungkin sering curhat nggak?
04:53Misalnya tiap mau bertanding.
04:55Kemarin lawan Jepang, pastinya tidak mudah kan untuk lawan Jepang kita?
04:58Biasanya dia yang paling sering curhat itu sama mamaknya.
05:05Bilang apa, Pak?
05:06Sama mamaknya.
05:07Jadi, kadang mamaknya cerita sama bapaknya, tadi abang telepon.
05:12Karena kadang bapaknya pulang tengah malam, kadang tugas.
05:15Jadi, mungkin anaknya, oh bapak saya lagi tugas.
05:20Jadi, selalu dia sering curhat sama mamaknya.
05:23Jadi, mamaknya yang disampaikan ke bapaknya gitu, Mbak.
05:27Bilangnya apa, Pak, curhatnya seringkali?
05:31Curhatnya, Mak, tadi mamak lihat nggak cuaca kadang permasalahannya dia?
05:41Oh, cuaca panas, Mak, katanya.
05:43Jadi, mamaknya bilang, oh jangan minum air es.
05:46Jangan minum air es gitu.
05:47Terus, yang kedua, kalau mamaknya bertanya sama dia,
05:54kamu sudah makan?
05:57Kalau makan jangan kenyang-kenyang gitu.
05:59Jangan nanti sakit.
06:00Lebih ke yang ringan-ringan ya, gitu ya?
06:03Ya, karena permainan lapangan besar dengan pucal sangat selisih jauh berbeda, Mbak.
06:07Oh, oke.
06:10Itu mungkin mamaknya cerita sama bapaknya itu.
06:12Karena, Pak, kalau lapangan besar, dia tarik nafas di lapangan bisa berhenti.
06:19Kalau di lapangan pucal, hilang mata, hilang bola.
06:21Mainnya cepat.
06:22Nah, gitu kata mamaknya, Mbak.
06:23Oh, oke.
06:24Jadi, tidak ada istirahatnya.
06:25Ibaratnya gitu ya, Pak Sartono ya, ketika sudah mulai pertandingannya gitu ya?
06:32Iya, Mbak.
06:33Jadi, kalau pucal kan, kalau istirahat dia keluar dari lapangan dulu.
06:36Istirahat di luar.
06:38Ya, baru masuk lagi ke lapangan.
06:40Begitu.
06:41Jadi, kalau lapangan besar, berbeda.
06:43Begitu, Mbak.
06:44Pak Sartono, Bapak, kira-kira pernah nanya enggak, Pak, Kak Samuel?
06:49Mimpi besar Samuel nih, ketika menjadi timnas futsal nih apa?
06:54Pasti semuanya kan pasti pengen menang.
06:56Tapi, apa sih mimpi besar yang mungkin Bapak pernah dengar dari seorang Samuel, anak Bapak?
07:01Ya, kalau saya amati selama ini, Mbak, dengan Samuel ini, saya yakin selalu saya pesankan sama dia.
07:13Setiap mau bertanding, saya meminta sama Tuhan dalam doa.
07:18Tuhan akan berikan kesehatan, Tuhan akan berikan tim main kompak, dan Tuhan akan berikan hasil menang.
07:26Selalu itu yang saya bawa dalam doa.
07:28Dan selalu tim optimis, dan puji Tuhan ya selalu dapat hasil gitu, Mbak.
07:37Pak Sartono, saya yakin hati Bapak dan keluarga pasti masih berbunga-bunga ya, karena kemarin pertandingannya baru usai.
07:43Tapi kemudian, mulai besok nih satu, pasti udah ada mulai rasa deg-degan, minggu puncak deg-degan ya.
07:48Karena nanti kita final lawan Sang Raja Asia, yakni Iran.
07:53Gimana tuh Pak, apa support yang Bapak bisa berikan mungkin dari jauh?
07:57Atau Bapak mungkin langsung nonton ke Indonesia Arena Pak di minggu nanti, langsung ketemu Samuel?
08:01Saya kira mamaknya saja yang nonton langsung di sana.
08:12Jadi kita keluarga bersama masyarakat Kalbar, khususnya kami akan menonton di Kalimantan Barat.
08:17Dan akan meminta, memohon doa seluruh masyarakat Kalbar akan mendoakan timnas Indonesia akan cetak sejarah ini untuk melawan Iran.
08:25Iran peringkat lima, jadi kita berdoa seluruh masyarakat Kalbar memohon agar cetak sejarah, agar mudah-mudahan Tuhan kabulkan doa kita bisa timnas menang.
08:36Begitu mbak.
08:36Amin, itu doa kita bersama juga.
08:39Pak Sartono, terima kasih Pak untuk sudah berbagi gimana tadi kesan-kesannya dan juga yang Samuel selalu titipkan doa ya kepada keluarga jelang setiap pertandingan.
08:49Terima kasih Pak Sartono, selamat malam.
08:51Selamat malam mbak.
Komentar