Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Timnas Indonesia melaju ke final Piala Asia Futsal 2026. Orang tua pemain futsal, Samuel Eko, optimistis skuad Garuda meraih kemenangan.

Sartono Tampubolon, ayah Samuel Eko, mengaku senang dan bangga atas penampilan anaknya dan para pemain Timnas lainnya saat mengalahkan Jepang 5-3 di semifinal.

Santoso menyebut Samuel Eko selalu memberikan kabar dan memohon doa keluarga dalam tiap pertandingan yang dihadapi. Santoso yakin Timnas bisa meraih kemenangan di laga final nanti.

Samuel Eko menjadi pencetak gol pertama dalam laga melawan Jepang di babak semifinal Piala Asia Futsal 2026.

Gol ini semakin menegaskan statusnya sebagai spesialis pembobol gawang Jepang. Dalam tiga pertemuan terakhir di semua ajang, ia selalu mencetak gol ke gawang tim Samurai Biru.

Gol pertama dicetaknya pada perempat final Piala Asia Futsal 2022. Samuel Eko kembali membobol gawang Jepang dalam laga Four Nations Cup 2025. Terakhir, di semifinal Piala Asia Futsal 2026.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Bangga! Istri Kiper Timnas Futsal Optimistis Indonesia Bisa Raih Juara di Piala Asia di https://www.kompas.tv/regional/649052/bangga-istri-kiper-timnas-futsal-optimistis-indonesia-bisa-raih-juara-di-piala-asia

#samueleko #timnasfutsal #indonesiavsiran #pialaasia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/649058/beri-dukungan-penuh-ayah-samuel-eko-optimistis-indonesia-menang-di-final-sapa-malam
Transkrip
00:00Publik berharap tim Nas Futsal Indonesia bisa meraih juara Piala Asia untuk pertama kalinya,
00:06tak terkecuali pasti dari orang tua, para pemain.
00:09Saat ini kita sudah terhubung dengan Sartono Tampu Bolon, ayah dari Samuel Eko.
00:14Horas Pak Sartono.
00:17Ya, halo malam.
00:18Iya, Pak Sartono jadi saya mau tau dulu nih, apa sih Pak komentar pertama Bapak,
00:23satu kalimat pertama Bapak ketika kemarin ini kita akhirnya menang lawan Jepang dan membawa kita final.
00:31Dan Samuel ini menjadi pemain pertama yang mencetak gol ke gawang Jepang.
00:38Ya, terima kasih yang pertama sekali, ya bersyukur sama Tuhan.
00:44Bersyukur.
00:45Nah, jadi tim saya lihat optimis, main bagus, semangat.
00:54Nah, selalu kita berdua dan Tuhan jawab dua saya tadi malam, tim Nas dikasih menang.
01:01Oke, jadi pada saat sebelum main ini, Samuel sempat telepon Pak Sartono dulu nggak?
01:06Oh iya Mbak, selalu yang saya salut itu, selalu kalau dia mau tanding baik Liga Indonesia, baik Liga Internasional,
01:18selalu dia minta mohon doa sama opungnya dulu.
01:23Mohon doa, minta opung, Samuel mau tanding jam sekian, doakan saya opungnya.
01:29Begitu juga, karena kita punya grup, grup keluarga, jadi semua tantenya, bapak udanya, opungnya, pamannya,
01:40semua kita ucapkan selamat bertanding dan Tuhan pasti kasih kesehatan, kasih tim main kompak, dan kasih hasil menang.
01:51Selalu kita ucapkan begitu ya Mbak.
01:53Oke, semuat video kalau juga mungkin sebelum pertandingan nggak Pak Sartono?
01:57Saya lalu, jadi setiap dia di dalam kenderaan, dia pasti telepon papanya, kebetulan mamanya juga ada di sana, di Jakarta itu,
02:09jadi karena bapaknya tugas, jadi mamanya ada ikut nonton langsung.
02:16Oke, nah Pak Sartono, sebenarnya kita pengen tahu nih, emang sejak awal Samuel ini memang suka futsal,
02:24atau dari umur berapa sebenarnya baru menekuni futsal ini?
02:29Iya Mbak, jadi Samuel itu punya sejarah, jadi sejarahnya dulu kelas 1, eh TK dia udah minta sekolah bola dulu, TK.
02:37Oke, dari kecil, terus?
02:39Iya, jadi saya tidak kasih, tunggu besar dulu abang, kelas 2, kelas 1 SD minta, belum saya kasih, kelas 2 belum saya kasih, kelas 3 SD baru saya kasih,
02:52tapi dia bukan di futsal dulu, lapangan besar.
02:54Tepak bola?
02:56Siap, SSB, lapangan besar.
02:58Oke.
02:59Jadi pada tahun 2015, dia minta izin bapaknya mau pindah main futsal.
03:09Kenapa tuh? Waktu itu bapak pernah nanya, kenapa berpindah, kala itu pada saat di lapangan besar justru ke futsal?
03:17Nah, barangkali saya tanya, bapaknya bertanya sama Samuel, kenapa abang minta ke futsal?
03:23Ijen Pak, saya lihat kalau di Kalbar ini, musuhnya di lapangan besar itu kurang.
03:31Jadi, kalau musuhnya keras macam di Jawa, mungkin saya bisa meningkat permainan saya.
03:38Kalau di Kalbar ini, musuhnya kurang-kurang keras.
03:40Jadi, mungkin klub amatnya, saya akan dulu ngajak dia untuk main futsal.
03:49Itu dia pindah ke futsal 2015, kalau saya tidak salah.
03:52Jadi, mulai dari situ, kemudian cinta dan akhirnya malah masuk dalam timnas ya?
04:01Bawa kancil BPK dulu ke Linus, Liga Nusantara.
04:05Baru kancil BPK masuk ke Liga Proposional.
04:08Itu awalnya, mbak.
04:10Tapi keluarga semuanya mendukung ya, Pak?
04:12Pada saat akhirnya Samuel mau benar-benar menukuni futsal kala itu?
04:18Betul sekali, betul sekali.
04:19Jadi, ditekuni sama dia dan dua orang tua, dua bapak Opungnya, dua masyarakat Kalbar.
04:29Dan selalu kita kasih nasihat dia, biar main optimis dan selalu membawa kebahagiaan.
04:38Pak Sartono, kalau kemarin kan, tadi Bapak bilang kan, setiap kali mau tanding pasti minta dukungan ya Samuel ini ya.
04:46Nah, kemudian didoakan sama seluruh keluarga termasuk Opung juga.
04:49Nah, tapi Samuel sendiri pernah atau mungkin sering curhat nggak?
04:53Misalnya tiap mau bertanding.
04:55Kemarin lawan Jepang, pastinya tidak mudah kan untuk lawan Jepang kita?
04:58Biasanya dia yang paling sering curhat itu sama mamaknya.
05:05Bilang apa, Pak?
05:06Sama mamaknya.
05:07Jadi, kadang mamaknya cerita sama bapaknya, tadi abang telepon.
05:12Karena kadang bapaknya pulang tengah malam, kadang tugas.
05:15Jadi, mungkin anaknya, oh bapak saya lagi tugas.
05:20Jadi, selalu dia sering curhat sama mamaknya.
05:23Jadi, mamaknya yang disampaikan ke bapaknya gitu, Mbak.
05:27Bilangnya apa, Pak, curhatnya seringkali?
05:31Curhatnya, Mak, tadi mamak lihat nggak cuaca kadang permasalahannya dia?
05:41Oh, cuaca panas, Mak, katanya.
05:43Jadi, mamaknya bilang, oh jangan minum air es.
05:46Jangan minum air es gitu.
05:47Terus, yang kedua, kalau mamaknya bertanya sama dia,
05:54kamu sudah makan?
05:57Kalau makan jangan kenyang-kenyang gitu.
05:59Jangan nanti sakit.
06:00Lebih ke yang ringan-ringan ya, gitu ya?
06:03Ya, karena permainan lapangan besar dengan pucal sangat selisih jauh berbeda, Mbak.
06:07Oh, oke.
06:10Itu mungkin mamaknya cerita sama bapaknya itu.
06:12Karena, Pak, kalau lapangan besar, dia tarik nafas di lapangan bisa berhenti.
06:19Kalau di lapangan pucal, hilang mata, hilang bola.
06:21Mainnya cepat.
06:22Nah, gitu kata mamaknya, Mbak.
06:23Oh, oke.
06:24Jadi, tidak ada istirahatnya.
06:25Ibaratnya gitu ya, Pak Sartono ya, ketika sudah mulai pertandingannya gitu ya?
06:32Iya, Mbak.
06:33Jadi, kalau pucal kan, kalau istirahat dia keluar dari lapangan dulu.
06:36Istirahat di luar.
06:38Ya, baru masuk lagi ke lapangan.
06:40Begitu.
06:41Jadi, kalau lapangan besar, berbeda.
06:43Begitu, Mbak.
06:44Pak Sartono, Bapak, kira-kira pernah nanya enggak, Pak, Kak Samuel?
06:49Mimpi besar Samuel nih, ketika menjadi timnas futsal nih apa?
06:54Pasti semuanya kan pasti pengen menang.
06:56Tapi, apa sih mimpi besar yang mungkin Bapak pernah dengar dari seorang Samuel, anak Bapak?
07:01Ya, kalau saya amati selama ini, Mbak, dengan Samuel ini, saya yakin selalu saya pesankan sama dia.
07:13Setiap mau bertanding, saya meminta sama Tuhan dalam doa.
07:18Tuhan akan berikan kesehatan, Tuhan akan berikan tim main kompak, dan Tuhan akan berikan hasil menang.
07:26Selalu itu yang saya bawa dalam doa.
07:28Dan selalu tim optimis, dan puji Tuhan ya selalu dapat hasil gitu, Mbak.
07:37Pak Sartono, saya yakin hati Bapak dan keluarga pasti masih berbunga-bunga ya, karena kemarin pertandingannya baru usai.
07:43Tapi kemudian, mulai besok nih satu, pasti udah ada mulai rasa deg-degan, minggu puncak deg-degan ya.
07:48Karena nanti kita final lawan Sang Raja Asia, yakni Iran.
07:53Gimana tuh Pak, apa support yang Bapak bisa berikan mungkin dari jauh?
07:57Atau Bapak mungkin langsung nonton ke Indonesia Arena Pak di minggu nanti, langsung ketemu Samuel?
08:01Saya kira mamaknya saja yang nonton langsung di sana.
08:12Jadi kita keluarga bersama masyarakat Kalbar, khususnya kami akan menonton di Kalimantan Barat.
08:17Dan akan meminta, memohon doa seluruh masyarakat Kalbar akan mendoakan timnas Indonesia akan cetak sejarah ini untuk melawan Iran.
08:25Iran peringkat lima, jadi kita berdoa seluruh masyarakat Kalbar memohon agar cetak sejarah, agar mudah-mudahan Tuhan kabulkan doa kita bisa timnas menang.
08:36Begitu mbak.
08:36Amin, itu doa kita bersama juga.
08:39Pak Sartono, terima kasih Pak untuk sudah berbagi gimana tadi kesan-kesannya dan juga yang Samuel selalu titipkan doa ya kepada keluarga jelang setiap pertandingan.
08:49Terima kasih Pak Sartono, selamat malam.
08:51Selamat malam mbak.
Komentar

Dianjurkan