Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
Pilpres 2029 masih 3 tahun lagi, namun PKB sudah tegas menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode.
Transkrip
00:00Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan Kompak minimal 2 periode lah.
00:14Pilpres 2029 masih 3 tahun lagi, namun PKB sudah tegas menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo
00:21untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga 2 periode.
00:25Dukungan itu diberikan karena PKB menilai kinerja pemerintahan saat ini memuaskan.
00:31Meski begitu, PKB belum menentukan dukungan bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
00:36Alasannya, penentuan dukungan bagi WAPRES untuk mendapingi Prabowo belum dibahas di internal PKB.
00:43Poin-poin penting, salah satunya kami puas dibawa ke pemimpinan Presiden Prabowo.
00:49Kami yakin Pak Prabowo akan sukses pemimpin kita bukan hanya 5 tahun bahkan 10 tahun yang akan datang.
00:54Oh, belum dibahas. Belum. Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan Kompak minimal 2 periode lah.
01:05Sebelumnya, pada 6 Januari lalu di acara retret bersama Kabinet Merah Putih di Hambalang,
01:10Prabowo sempat menanyakan kehadiran Ketua Umum PKB Mohaimin Iskandar saat mengabsen Ketum Partai Koalisi.
01:18Di situ, Prabowo berkelakar. PKB perlu diawasi terus.
01:22Dukungan 2 periode bagi Prabowo juga dilontarkan Presiden ke-7 Jokowi Dodo di akhir Januari lalu.
01:43Kala itu Jokowi tegas menyatakan 2 periode bagi pasangan Prabowo-Gibran.
01:48Saat menjawab pertanyaan wartawan soal nama Gibran yang disebut-sebut sebagai Capres Potensial 2029.
01:56Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran 2 periode. Udah, itu aja.
02:03Oke, makasih.
02:04Dukungan terhadap Prabowo untuk kembali maju di Pilpres 2029 sebelumnya juga disampaikan Ketum Partai Golkar Bahli Lahadalia.
02:13Menurutnya, Golkar tidak perlu mencari sosok lain karena Prabowo dinilai sebagai sosok terbaik.
02:19Terlebih, Prabowo merupakan mantan kader Golkar.
02:21Namun, dukungan untuk Prabowo maju di Pilpres 2029 itu belum disertai dengan sosok pendamping.
02:29Sama halnya dengan PKB.
02:30Golkar juga belum menyebut soal sosok calon wakil presiden yang bakal didukung.
02:36Tim Liputan Kompas TV
02:37Lalu apa yang membuat parpol koalisi Prabowo-Gibran masih gampang untuk mendukung kembali sosok Gibran?
02:48Sebagaimana dukungan 2 periode untuk Presiden Prabowo?
02:52Apakah pesona solo sudah memudar?
02:55Kita bahas bersama Ketua DPP PAN, Selamat Riyadi.
02:58Lalu ada Koalisi Relawan Jokowi, Prabowo Gibran, David Pajung, dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Rai Rangkuti.
03:04Selamat petang semuanya.
03:06Selamat petang.
03:08Saya mau mulai dari yang udah terang-terangan dukung Pak Prabowo.
03:11Mas Selamat, PAN sudah terbuka mendukung Pak Prabowo.
03:14Artikan udah yakin banget dukung Pak Prabowo-nya.
03:16Tapi kok Gibran-nya nggak dibawa-bawa?
03:18Baik, jadi sebetulnya Partai PAN dari awal sudah menyatakan dan konsisten.
03:29Pada tanggal 20 April tahun 2025 di acara halal-bihalal di DPP PAN,
03:38Ketum Sulhas secara lantang dan tegas di hadapan kader se-Indonesia mengatakan siap melanjutkan ke pemimpinan Bapak Prabowo.
03:49Yaitu mengantarkan beliau dua periode.
03:53Persoalan wakil presidennya kita bicarakan dan PAN mau terlibat untuk menentukan.
04:00Karena berbicara tentang PAN dan Gerindra bukan soal politik yang pragmatis, tetapi soal kesamaan misi dan misi yang sama-sama dimiliki oleh kedua partai.
04:14Nah itu maksudnya kesamaan misinya cuma sama Gerindra aja.
04:17Mas Selamat sama Wapresnya agak-agak beda nih.
04:19Nah, kan begini Mbak, kita kan menilai bahwa hari ini siapapun nanti pada tahun 2029 yang diinginkan oleh Bapak Prabowo untuk mendampingi
04:33dan masuk dalam radar PAN, tentunya kami akan mendukung.
04:40Bukan berarti ini sebagai bentuk penolakan terhadap salah satu figur.
04:46Karena pada prinsipnya hari ini masih dinamis semuanya.
04:50Pada hakikatnya PAN ingin memberikan dukungan penuh kepada Bapak Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.
05:00Oke, nah kalau Bang David ini ada PKB, ada PAN, udah jelas dukung Pak Prabowo.
05:04Tapi Wapresnya kayaknya lihat nanti dulu.
05:06Kalau PAN bahkan udah langsung majukan Pak Zulhas.
05:08Anda merasa Mas Gibran mulai ditinggalin?
05:12Ya, sebenarnya ini kan wajar-wajar aja lah.
05:16Namanya kan semua lagi tes the water ya.
05:19Tes ombak semuanya.
05:20Jadi, dan itu sah-sah saja Pak Zulhas.
05:24Pak Zulhas punya partai.
05:26Cahimin punya partai ya.
05:29Mas Gibran nggak punya partai.
05:31Nah, tetapi kan nanti pasti Pak Prabowo akan main kalkulasi politik ya.
05:37Intelijensia politiknya.
05:40Kemudian hitungan-hitungan misalnya, satu.
05:48Kalkulasi popularitas.
05:50Jadi, kalkulasi-kalkulasi itu pada akhirnya mendekat-dekat nanti pada hari H itu akan semua bermain.
05:55Jadi, kalau misalnya masih tiga tahun ini nggak masalah.
06:00Semua-semua orang bisa berbicara untuk itu.
06:03Makanya ketika dari relawan-relawan kami, relawan-relawan Pak Jokowi juga mengatakan,
06:09kita masih menginginkan merekomendasi paket ini tetap jalan Prabowo Gibran.
06:14Itu kan juga sah-sah saja sebenarnya.
06:15Kalau pada akhirnya, semuanya akan bermain dikalkulasi.
06:20Hitungan-hitungan kuantifikasi politik itu akan bermain ya.
06:25Anda yakin Mas Gibran masih masuk kalkulasi Pak Prabowo di 2029 berarti?
06:30Oh, sangat.
06:30Kalau dari kami, sangat optimis ya.
06:33Sangat optimis.
06:34Karena kekuatan yang ada di belakang Mas Gibran ini kan luar biasa.
06:39Termasuk realitas lapangan.
06:41Mas Gibran nggak pernah bicarakan hal-hal itu.
06:43Beliau itu hanya bekerja saja.
06:46Selalu saya katakan itu silent movement ya.
06:49Bekerja dalam diam, bergerak dalam diam, melaksanakan tugas sebagai wapres.
06:54Bahkan apa yang ditugaskan dan diperintahkan oleh Presiden Prabowo,
06:58beliau laksanakan tanpa ada argumen ya.
07:03Semuanya dilaksanakan secara silent.
07:05Dan itu juga bagian dari bagaimana pengabdian, kesetiaan seorang wakil kepada Presidennya.
07:13Saya pikir itu, Pak.
07:16Oke, saya nanya ke Bung Rai kalau gitu.
07:17Bung Rai, kalau kita ingat 2024 PAN kan termasuk salah satu yang setia banget memang sama Pak Prabowo.
07:22Termasuk juga saat itu wapresnya adalah Mas Gibran dan setia juga sama Pak Jokowi.
07:27Tapi sekarang tiba-tiba Mas Gibran nggak masuk kalkulasinya di 2029.
07:31Ada apa, Bung Rai?
07:32Iya, politik ini basisnya kan pragmatisme.
07:38Kalau kita bisa kenapa orang lain gitu.
07:40Apalagi sampai sekarang dengan 0% itu kan daya tawar partai politik ini makin menguat.
07:46Di hadapan Pak Prabowo.
07:47Beda dengan dahulu karena kan harus berapa?
07:514% kan?
07:53Atau 2,8% gitu.
07:55Kalau sekarang kan nggak.
07:56Jadi setiap orang sekarang memungkinkan untuk membangun koalisinya masing-masing.
08:00Pada tingkat tertentu ya Pak Prabowo juga khawatir nih.
08:03Kalau sampai beliau mendapatkan figur yang nggak tepat di 2029 yang akan datang.
08:10Tapi sebagai Presiden kan beliau masih menjadi ikon.
08:13Tapi kita akan lihatlah ke depan.
08:16Apakah tingkat kepuasan kepada Pak Prabowo misalnya masih tetap tinggi atau tidak.
08:21Karena kelihatan kecenderungannya kan terus menurun gitu.
08:24Saat yang bersamaan kan beliau udah mau coba nih.
08:27Kalau bergandengan dengan Gibran gimana.
08:30Apakah memang sesuatu yang masih ideal di tengah masyarakat atau tidak.
08:34Jadi ada unsur persoalan.
08:37Pertama adalah pragmatisme semua partai politik gitu ya.
08:41Bahwa ya mereka tetap ingin dong digandeng gitu ya.
08:44Kenapa Gibran? Bukan kita kan kira-kira gitu.
08:46Nah yang kedua tentu saja juga Pak Prabowo melihat kalkulasi sepanjang 5-4 tahun ke depan ini berpasangan dengan Gibran.
08:56Naikin popularitasnya penggazi gitu loh.
08:58Atau para yang lain juga bisa Gibran masih bisa dijaga apa-apa gitu.
09:03Oke tapi Bung Reng ini tuh sebenarnya partai-partai mempertimbangkan berambisi maju jadi RE2.
09:08Karena memang mau menduduki posisi itu.
09:10Yakin bisa menduduki posisi itu.
09:12Atau justru ada persona solo yang mulai memudar.
09:15Tapi jangan dijawab dulu Bung Reng. Kita akan kembali usaha jeda tetap bersama kami di Kompas Petang.
09:29Kita lanjutkan dialog terkait sejumlah partai politik yang tampaknya mantap dukung periode keduanya Pak Prabowo.
09:35Mas Lamet, kalau kita ingat 2023.
09:37Pak Zulhas itu selalu bilang bahwa Pak Jokowi ini mengorkestrasi.
09:42Tampaknya juga mestrah sekali dengan Pak Jokowi.
09:44Tapi sekarang tiba-tiba anaknya tidak masuk bursa ketika masuk menjelang 2029.
09:49Apakah Anda tidak mengkhawatirkan ada konsekuensi politik yang didapat dengan pilihan Anda sendiri ini?
09:55Ini kan perlu dipahami Mbak.
09:59Bahwa hari ini PAN bukan berarti menutup pintu ataupun penolakan terhadap salah satu figur termasuk kepada Mas Gibran.
10:10Semuanya masih terbuka.
10:12Dan memang sebetulnya PAN sekarang masih konsisten untuk mengawal program-program besar Bapak Prabowo agar terlaksana.
10:21Nah kenapa? Karena ini akan menjadi salah satu modal nantinya di tahun 2029.
10:28Bukan berarti hari ini pas Mas Gibran tidak masuk radar di PAN, bukan berarti kita tidak menerima ataupun menolak kepada Mas Gibran.
10:37Cuman yang pertama yang perlu digarisbawahi, PAN tetap konsisten, mendukung, dan setia bersama Bapak Prabowo.
10:44Ini alasan mengapa PAN hanya mengajukan Pak Zulhas hanya sampai RI 2, tidak langsung RI 1 saja melawan Pak Prabowo.
10:51Bukan ambang batas sudah dihilangkan?
10:52Tidak.
10:54Persoalan kader mengusulkan Bapak Zulhas sebagai wapres itu kan bagian dari dinamika dan aspirasi dari kader di bawah.
11:04Karena melihat kontribusi pemikiran dan kinerja Pak Zulhas sebagai Minko Pangan di era Bapak Prabowo ini bukan hanya sebatas Minko Pangan.
11:15Tetapi beliau betul-betul bekerja untuk rakyat.
11:18Sehingga aspirasi ini dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengusulkan mungkin figur beliau.
11:27Tetapi ini kan bukan kita patin mengusulkan Bapak Zulhas untuk menjadi wapres.
11:35Tidak.
11:35Ini akan dibahas di internal partai.
11:39Tentunya ini masih panjang.
11:41Oke masih panjang.
11:42Kenapa hari ini kita lebih awal mengedepankan tentang siapa akan diusung sebagai presiden?
11:47Karena hubungan antara Prabowo dengan Zulhas ini bukan hubungan instan.
11:54Juga bukan hubungan pragmatis politik.
11:57Oke ini adalah hubungan yang lama terjalin ya Mas Lamat.
12:00Oke.
12:01Bang David ini juga ngomongin soal hubungan yang lama.
12:04Oke pan tidak hanya dekat dengan Pak Prabowo saja tapi kan juga ada pan, ada Golkar juga sebenarnya dekat juga dengan Pak Jokowi.
12:10Berkali-kali mendukung juga dari Pak Jokowi.
12:12Tapi ketika sekarang pilihan politiknya tampaknya mulai berubah, bagaimana Anda menanggapi ini?
12:18Anda merasa Pak Jokowi mulai ditinggalkan juga kah bahwa pesona Solo mulai pudar?
12:23Sebenarnya bukan soal memudar apa enggak.
12:27Tetapi kan pertama Pak Prabowo, Pak Jokowi bukan lagi presiden kan.
12:31Bukan lagi presiden dan memang apa ini magnetnya sekarang ada di Pak Prabowo sebagai presiden yang akan menjadi incumbent untuk kontestasi 2029.
12:42Nah tetapi dari sisi, tadi saya katakan itu wajar-wajar semua pimpinan partai pengen meraih cita-cita politik dan itu wajar aja Bang Sulhas, Caimin, siapapun yang menjadi AHY termasuk ya, punya keinginan itu.
12:56Tetapi dari sisi kami yang mendukung Prabowo Gibran ini masih optimis bahwa pilihan...
13:02Tapi Bang David, sorry, pernyataan Pak Jokowi yang menyatakan dukungan Prabowo Gibran 2 periode kemudian tidak didukung oleh beberapa partai yang ada di belakang Pak Jokowi sebelumnya?
13:10Iya, saya kata saya kan biasa-biasa aja itu.
13:14Biasa aja karena pada akhirnya keputusan itu ada di seorang Pak Prabowo.
13:19Keputusan ada di Pak Prabowo dan sekarang untuk ke depan ini Presiden Tresol kan sudah 0 persen.
13:24Enggak ada lagi angka itu sehingga Gerinle sendiri bisa saja sendiri memilih pasangannya Pak Prabowo,
13:31PAN bisa sendiri maju presiden dan wakilnya, semua partai bisa punya peluang sendiri-sendiri sehingga
13:37Bola terakhirnya itu ada sepenuhnya pada kewenangan dan diskresi seorang Pak Prabowo untuk memilih paketnya 0-2-nya siapa.
13:46Tetapi dari sisi kami yang mendukung Gibran itu masih sangat optimis karena elektabilitas, popularitas, kinerja Gibran itu menjadi garanti.
13:55Garanti untuk memenangkan lagi paket ini 2029-2034.
14:00Oke, saya minta tanggap Pak Bung Rai dulu.
14:03Bung Rai, tapi ketika 3 tahun menjelang pemilu sudah ada partai-partai yang hanya mendukung Pak Prabowo-nya saja.
14:09Anda melihat konstelasi di 2029, Gibran masih akan bisa maju mendampingi Prabowo?
14:16Iya bisa aja, tetapi saya kira ada sekitar 4 atau 5 ya.
14:20Pertama tentu karena ada unsur 0 persen.
14:23Yang kedua adalah yang maju ini bakal tokoh-tokoh partai politik, alasannya karena memang ya pragmatisme gitu.
14:31Nah yang ketiga betul, sejauh apa nanti popularitas, elektabilitas Pak Prabowo masih bisa menopang Gibran?
14:38Nah tentu secara alami dia akan menurun.
14:41Jadi kalau dia menurun sementara ketua-ketua umum ini masih memiliki panggung yang cukup untuk 3 tahun ke depan.
14:47Untuk menaikkan citra mereka, popularitas mereka dan sebagainya, saat yang bersamaan kelihatan Gibran ini makin dipersempit.
14:56Ininya apa namanya itu perlu, apa namanya, keterlibatannya lah ya, peran-perannya lah di depan publik.
15:03Makanya kalau disebutkan peran dia itu banyak di belakang, ya kalau nggak kelihatan ke publik ya bagus-bagus aja.
15:09Tapi Bung Rai, ini juga jadi pertanyaan, kenapa parpol-parpol ini hanya menyasar posisi RI2 aja?
15:15Nggak berani loh jadi RI1, ada faktor apa? Tekanan kah? Atau faktor lain yang Anda lihat?
15:20Ya, tekanan, realistis aja, susah.
15:23RI2 aja belum tentu apalagi RI1, susah.
15:28Kawan satu ini udah susah lah untuk didorong ya kan.
15:31Dia ini kan sepenuhnya elektabilitas, popularitasnya itu disandingkan dengan Pak Pak Jokowi.
15:37Kalau tanpa Pak Jokowi, emang persenalnya susah kok Gibran itu, gitu loh kira-kira ya kan.
15:42Saya minta tanggapan di Mas Lamat dulu ya Bung Rai, kalau gitu.
15:45Mas Lamat, bener nggak ada tekanan?
15:47Kenapa Pan sendiri hanya menyasar RI2 aja?
15:49Kenapa nggak RI1 sekalian?
15:51Sementara kan begini Mbak, ini kan belum ada pernyataan final dari ketung kami, Tumsul Has.
16:00Karena kita berpikir kan begini, hari ini kan tentang berbicara politik rasional, bukan politik kultur, ataupun politik figur.
16:10Jadi yang kita inginkan hari ini, keberlangsungan berbangsa dan bernegara ini di era kepemimpinan Bapak Prabowo ini kita bisa melihat semua.
16:21Bahwa siapa yang bisa ataupun bisa dipastikan untuk melangsungkan program-program kerjanya.
16:29Kenapa?
16:30Bapak Prabowo ini memiliki misi yang sama, bahwa di dalam Partai Amat Nasional ada 12 misi.
16:38Yang nomor poin delapannya itu, yaitu membangun arah kebijakan dari masyarakat bawah.
16:44Dan ini sudah dilakukan oleh Bapak Prabowo.
16:46Sehingga inilah salah satu alasan kami untuk ikut andil dari awal sejak tahun 2025 untuk mendukung Bapak Prabowo sebagai Presiden dua periode.
16:58Oke, tapi artinya tidak ada tekanan seperti kata bayang-bayang Bung Rai itu, tidak ada itu tekanan?
17:04Tidak ada. Sampai detik ini pun ketung kami enjoy, tidak ada tekanan politik, tidak ada tendensius politik apapun yang terjadi pada ketung kami.
17:14Ini murni adalah aspirasi dari arus kader Partai Amat Nasional untuk mendukung Prabowo melanjutkan kepemimpinannya di tahun 2029.
17:27Oke, pemilu masih tiga tahun lagi ya, semua bisa terjadi.
17:30Mas Selamat Hari Adi, Bung David Pajung, Bung Rera Putih, terima kasih sudah berbagi bersama kami.
17:34Saya selalu selamat.
17:35Selamat, Selamat.
Komentar

Dianjurkan