Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap praktik suap dalam bentuk logam mulia emas usai mengusut kasus suap di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dalam beberapa kali operasi tangkap tangan, KPK selalu menemukan emas sebagai barang bukti suap.

Lagi-lagi, logam mulia emas disita KPK sebagai barang bukti praktik suap di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Penyidik menyita logam mulia emas seberat 2,5 kilogram dan 2,8 kilogram. Jika dikonversi dalam rupiah, harga emas ini masing-masing bernilai Rp7,4 miliar dan Rp8,3 miliar.

Sebelumnya, operasi tangkap tangan pejabat dan pegawai Kantor Pelayanan Pajak KPP Madya Jakarta Utara, KPK juga menyita barang bukti logam mulia emas senilai Rp6,38 miliar. Dalam kasus suap di Direktorat Jenderal Pajak, KPK menemukan suap dalam bentuk logam mulia emas hingga mencapai 5,3 kilogram, atau setara lebih dari Rp15 miliar.

Apakah praktik suap dengan emas ini baru saat ini saja dilakukan, dan bagaimana pengawasannya? Kita bahas bersama Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman.

#emas #kasussuap #kpk

Baca Juga Ledakan Tambang Batu Bara Ilegal di India Tewaskan 18 Pekerja di https://www.kompas.tv/internasional/649050/ledakan-tambang-batu-bara-ilegal-di-india-tewaskan-18-pekerja



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649053/full-peneliti-pukat-ugm-bicara-soal-tren-emas-jadi-alat-suap-apa-modusnya
Transkrip
00:00Kita kesorotan lain, Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap praktik suap dalam bentuk logam mulia emas
00:06usai mengusut kasus suap di Direkturat Jenderal Becukai.
00:10Dalam beberapa kali operasi tangkap tanangan, KPK selalu menemukan emas sebagai barang bukti suap.
00:21Bagaimana lebih bisa? Karya ini ada dari dua tempat gitu ya.
00:25Kalau ditotalkan berarti 5,3 kilo.
00:30Lagi-lagi, logam mulia emas disita KPK sebagai barang bukti praktik suap di Direkturat Jenderal Becukai.
00:45Penyidik mengita logam mulia emas seberat 2,5 kilogram dan 2,8 kilogram.
00:51Jika dikonversi dalam rupiah, harga emas ini masing-masing bernilai 7,4 miliar rupiah dan 8,3 miliar rupiah.
01:00Sebelumnya operasi tangkap tangan pejabat dan pegawai kantor pelayanan pajak KPP Madya Jakarta Utara,
01:07KPK juga menyita barang bukti logam mulia emas senilai 6,38 miliar rupiah.
01:14KPK mencatat ada peningkatan suap menggunakan barang kecil yang bernilai tinggi seperti emas.
01:19DLT Deputi dan Penindakan KPK Asep Guntur menyebut,
01:24tren harga emas yang terus meninggi menjadi salah satu barang pilihan yang digunakan untuk menyuap pejabat.
01:29Beberapa bulan terakhir ini terus meninggi ya menanjak gitu ya,
01:36walaupun di minggu kemarin setelah hampir mencapai 3 juta sekian per gram gitu ya,
01:44kemudian turun lagi ke angka sekitar 2,9 sekian ya.
01:48Menjadikan daya tarik bagi orang-orang atau pihak-pihak yang akan atau yang memiliki kepentingan dengan barang yang kecil tapi nilainya besar gitu ya.
02:01Kan jadi barang yang digunakan untuk memberikan suap itu biasanya adalah barang-barang yang ringkas,
02:13barang-barang yang kecil tetapi meniliki nilai besar.
02:16Harga 1 gram emas antam hari ini 6 Februari 2026 tercatat seharga 2.856.000 rupiah.
02:26Sementara harga 10 gram emas mencapai 28.110.000.
02:31Sebelum tren emas, KPK juga menyebut valuta asing menjadi salah satu alat bukti suap yang sering ditemukan.
02:38Tim Liputan Kompas TV
02:39Dalam kasus suap di Direkturat Jenderal Pajak, KPK menemukan suap dalam bentuk logam mulia emas hingga mencapai 5,3 kilogram atau setara lebih dari 15 miliar rupiah.
02:59Apakah praktik suap dengan emas ini baru saat ini saja dilakukan?
03:03Dan bagaimana pengawasannya?
03:04Kita bahas bersama peneliti Pukat UGM, Zainur Rohman.
03:08Mas Zainur, selamat petang.
03:10Selamat petang.
03:11Mas Zainur, sebenarnya praktik menggunakan emas sebagai alat suap ini baru dilakukan, harusnya sudah sering?
03:21Ya, sebenarnya dari berbagai kasus korupsi itu sudah ada ya tren menggunakan barang-barang berharga.
03:26Kenapa mereka pakai barang berharga, termasuk dalam konteks ini adalah emas?
03:32Yang pertama, untuk menghindari jejak PPATK.
03:36Kalau pakai transfer melalui rekening perbankan, maka akan terdeteksi, apalagi ini dalam jumlah yang sangat besar.
03:44Yang kedua, kalau menggunakan uang tunai, ada serial number-nya.
03:50Nah, menggunakan falas, maka kemudian money changer juga ada kewajiban untuk keterbukaan informasi.
03:58Ada formulir yang harus diisi.
04:00Oleh karena itu, kemudian para pelaku tindak pidana korupsi, untuk mengamankan diri di dalam bertransaksi,
04:06mereka banyak menggunakan barang-barang berharga, termasuk emas ini.
04:10Nah, emas ini kenapa dipilih?
04:12Sekali lagi, itu yang pertama untuk menghindari endusan aparat pendekah hukum.
04:15Yang kedua, portable.
04:17Emas itu satu kilo sangat kecil ya, mbak ya.
04:20Kalau kita lihat sekarang ya, harga emas sangat mahal.
04:24Untuk kemudian menyimpan uang dalam jumlah miliaran rupiah, itu cukup dengan beberapa kilo saja.
04:31Satu kilo pun barang fisiknya itu sangat kecil, sehingga mudah untuk disimpan, diberikan kepada pihak lain,
04:38kemudian atau dititipkan, disembunyikan.
04:41Itu sangat mudah untuk kemudian menggunakan emas itu tadi.
04:44Dan yang ketiga, emas ini sekaligus mungkin untuk investasi bagi para koruptor ini ya.
04:49Jadi kalau disimpan dalam waktu lama, bentuknya uang tunai itu kan terkena inflasi.
04:54Tapi kalau disimpan lama, dalam bentuk emas, itu nilainya semakin meningkat.
05:00Berarti Mas Zainur dalam tanda kutip emas ini bisa jadi daya tawar juga?
05:03Iya, betul mbak.
05:07Itu salah satu modus yang ternyata sekarang berkembang gitu ya.
05:12Kalau di kasus-kasus sebelumnya, mungkin publik masih ingat ya,
05:17ada temuan kejaksaan agung 51 kilogram emas di rumah Zarof Rikar,
05:25mantan Kabalitbang Diklatkumdil Mahkamah Agung Republik Indonesia.
05:28Meskipun sudah pensiun, ternyata di rumahnya ada uang tunai 920 miliar dan 51 kilogram emas gitu ya.
05:35Nah ini sama gitu ya, karena emas itu ketika disimpan dalam jangka waktu yang lama,
05:39justru nilainya semakin meningkat, semakin bagus.
05:43Oleh karena itu, ini harus direspon juga oleh otoritas,
05:47termasuk oleh aparat peningkat hukum,
05:49bagaimana untuk mempersempit ruang transaksi korupsi
05:52menggunakan barang-barang berharga khususnya emas ini.
05:55Gitu mbak.
05:56Nah Mas Zainur, kalau misalnya harga emas yang semakin tinggi
06:00juga bisa jadi dalam tanda kutip daya tawar,
06:02apa yang bisa dilakukan KPK untuk mempersempit kemungkinan
06:04emas ini jadi komoditas yang dijadikan bahan suap?
06:07Apakah harus ada kerjasama juga dengan pihak-pihak tertentu?
06:12Ya memang kalau yang untuk perbankan sebenarnya relatif selesai ya,
06:16karena kan ada PPATK, ada kewajiban deklarasi,
06:20ada sistem pengawasan yang berlapis.
06:23Demikian juga untuk valuta asing.
06:25Namun untuk emas ini nampaknya masih ada di area yang jauh lebih longgar gitu ya.
06:31Tidak ada satu otoritas tersendiri yang kemudian melakukan pengawasan
06:35terhadap transaksi emas ini.
06:38Sehingga mungkin ini memang masih perlu satu respon khusus
06:41dari aparat peningkat hukum ya.
06:43Apakah kemudian transaksi yang bernilai signifikan itu
06:48perlu untuk dipantau oleh aparat peningkat hukum
06:50atau oleh otoritas pemerintah gitu ya.
06:53Misalnya transaksi yang nilainya melebihi jumlah tertentu.
06:56Nah kalau kita ingat sebenarnya saat ini ada satu rancangan undang-undang
07:01yang disebut sebagai rancangan undang-undang pembatasan transaksi uang kartal
07:05atau uang cash, uang tunai.
07:07Itu tujuannya untuk mempersempit ruang gerak adanya
07:12suap-menyuap menggunakan uang tunai.
07:15Karena kalau melalui transaksi perbankan mereka sudah takut
07:18maka kemudian tunai.
07:20Ternyata kalaupun itu RUU pembatasan transaksi uang tunai itu
07:23sudah disahkan, masih ada celah lain
07:26menggunakan barang-barang berharga.
07:28Emas yang nilainya sangat tinggi
07:31cukup beberapa kilo sudah bisa memberikan suap kepada pejabat
07:34dengan jumlah yang sangat besar.
07:36Atau yang kedua misalnya ada jam tangan mahal.
07:40Satu buah jam tangan itu ada yang nilainya 3 miliar,
07:44ada yang 9 miliar.
07:45Seperti kemarin waktu ada kerusuhan ya publik
07:47terhanyak ada jam tangan nilainya 9 miliar gitu ya.
07:50Ini juga perlu untuk kemudian direspon oleh aparat pendekat hukum
07:53karena para pelaku tindak pidana korupsi ini
07:55ketika mereka bertransaksi sudah semakin pintar
07:57untuk berlindung kemudian mengamankan diri
08:00dari deteksi aparat pendekat hukum.
08:03Yang paling penting menurut saya juga adalah LHKPN,
08:06Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.
08:08Kalau di sana tidak ada kepemilikan emas
08:11tetapi ternyata ada transaksi terhadap nilai emas
08:14maka kemudian itu harus dilakukan pemeriksaan secara mendalam.
08:18Harus jadi rambu-rambu.
08:19Ketika celah itu semakin banyak,
08:20APH nggak boleh kalah pintar ya.
08:22Mas Zainor Roman, terima kasih.
08:23Sudah berbagi bersama kami.
08:24Saya selalu, Mas Zainor.
08:26Sama-sama.
Komentar

Dianjurkan