Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Lagi-lagi, uang rakyat dari pajak dikorupsi.

Rabu, 4 Februari, KPK menangkap tangan beberapa orang di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono, anggota tim pemeriksa KPP Madya Banjarmasin Dian Jaya Demega, dan satu orang dari pihak swasta, yakni Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti (BKB) Venasius Jenarus Genggor.

Usai diperiksa satu kali 24 jam, Mulyono mengakui menerima janji berupa pemberian uang.

KPK mengungkap Mulyono dan Dian Demega diduga menerima suap restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor perkebunan dari PT BKB yang terjadi pada Desember 2025.

KPK mengungkap Mulyono meminta uang apresiasi senilai Rp1,5 miliar untuknya dan Dian Demega guna memuluskan permohonan restitusi pajak PT BKB.

Dari nilai tersebut, tersangka Venasius dari pihak swasta turut menerima komisi sekitar 10 persen.

Sebelumnya, pada awal Januari lalu, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam dugaan kasus korupsi di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara.

Salah satunya Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahayu.

Penangkapan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menambah panjang daftar korupsi di sektor pajak.

Ironisnya, hal ini terjadi di saat negara tengah mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen untuk tahun 2026.

Berbagai korupsi dari sektor pajak membuat masyarakat menagih keseriusan negara memberantas kasus rasuah yang mengorbankan uang rakyat.

Langkah tegas dan revolusioner dinanti untuk membuat para koruptor pajak jera dan menyelamatkan pendapatan negara untuk ekonomi yang lebih baik.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

#ottkpk #pajak #korupsi #pegawaipajak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649049/tak-jera-pegawai-pajak-dan-bea-cukai-kena-ott-kpk-lagi-lagi-uang-rakyat-dikorupsi-sapa-malam
Transkrip
00:00Kalau emang orang pajak dan bea cukai ada masalah ya di tindak secara hukum
00:05sesuai dengan pertanian yang terada.
00:24Lagi-lagi uang rakyat dari pajak dikorupsi.
00:28Rabu 4 Februari KPK menangkap tangan sejumlah orang di lingkungan kantor pelayanan pajak KPP Madya Banjarmasin.
00:37Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
00:41Di antaranya Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono,
00:44anggota tim pemeriksa KPP Madya Banjarmasin Dian Jaya Demega,
00:48dan satu orang dari pihak swasta yang dimanajer keuangan PT Buanakarya Bakti BKB Venasius Jenarus Genggor.
00:56Usai diperiksa 1x24 jam, Mulyono mengakui menerima janji berupa pemberian uang.
01:02Pekerjaan dilaksanakan oleh persekutukan aturan,
01:07saya menerima janji berupa pemberian uang.
01:12KPK mengungkap Mulyono dan Dian Demega diduga menerima suap restitusi pajak pertambahan nilai atau PPN,
01:22sektor perkebunan dari PT BKB yang terjadi pada Desember 2025.
01:29KPK mengungkap Mulyono meminta uang apresiasi senilai 1,5 miliar rupiah untuknya dan Dian Demega
01:36memuluskan permohonan restitusi pajak PT BKB.
01:40Dari nilai tersebut, tersangka Venasius dari pihak swasta turut menerima komisi sekitar 10 persen.
01:48KPK juga turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk fisik senilai 1 miliar rupiah
01:54yang diamankan dari sodara MLY dan PNJ serta bukti penggunaan uang 300 juta oleh MLY untuk DP rumah
02:04dan 180 juta yang digunakan oleh sodara DJD dan 20 juta yang digunakan PNJ
02:11sehingga total barang bukti yang diamankan dari kegiatan ini senilai 1,5 miliar ya
02:16sesuai dengan yang mereka perjanjikan.
02:18Jadi dibuatlah invoice-invoice fiktif supaya uang tersebut bisa keluar
02:24misalkan untuk pembelian barang dan lain-lain gitu ya
02:28padahal barangnya tidak ada
02:30tapi uangnya kemudian ditarik dan dikumpulkan
02:33setelah jumlahnya 1,5 miliar
02:36nah nanti itulah yang akan diberikan sebagai uang apresiasi.
02:43Sebelumnya pada awal Januari lalu KPK telah menetapkan 3 tersangka
02:48dalam dugaan kasus korupsi di kantor pelayanan pajak Madya, Jakarta Utara
02:53salah satunya Kepala KPP Madya, Jakarta Utara, Bui Budi Isuahayu
02:58Jika mundur ke belakang, pada Agustus 2023
03:03KPK menahan mantan Kepala Bagian Umum Kanwil Direkturat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II
03:08Rafael Alun Trisambodo karena menerima gratifikasi sebesar 16 miliar rupiah
03:16Desember 2023, Rafael Alun difonis 14 tahun penjara akibat korupsi itu
03:23Sementara pada Maret 2010, KPK menangkap pegawai negeri sipil Gayus Tambunan
03:28dalam kasus mafia pajak terkait suap dan gratifikasi
03:33KPK mengungkap rekening Gayus mencapai 25 miliar rupiah
03:37tak sebanding dengan gajinya saat itu sebesar 12,1 juta rupiah per bulan
03:43Penangkapan sejumlah pejabat Bitjen Pajak Kementerian Keuangan
03:47menambah panjang daftar korupsi di sektor pajak
03:50Ironisnya, hal ini terjadi di saat negara tengah mengejar target pertumbuhan ekonomi
03:55hingga 6% untuk tahun 2026
03:57Mantan penyidik senior KPK, Praswat Tugraha menilai Direkturat Jenderal Pajak
04:02sudah rusak secara sistemik sehingga yang bermain bukan hanya oknum pegawai pajak semata
04:08OTT KPK hanya mengungkap puncak gunung es dan tak menimbulkan efek jerah
04:14Praswat menambahkan, perlu ada perombakan besar pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan
04:19dan membentuk Direkturat Khusus Penanganan Korupsi Pajak di KPK
04:23Itu kan banyak dirjen-dirjen yang lain tuh di Kementerian Keuangan
04:28itu juga bisa jadi satu ide yang revolusioner
04:32memang orang itu tidak boleh terlalu lama bercokol di situ
04:35karena kalau sudah terlalu lama
04:37dia membangun satu klaster dan satu kartel yang gak bisa dirubah lagi
04:44KPK harus mungkin bisa membentuk satu satgas khusus
04:48atau bahkan mungkin subdirektorat gitu ya
04:51untuk pajak di Kedeputian Penindakan atau Direkturat Penyidikan
04:56yang memang konsentrasi di pajak
04:58karena mau gak mau, seberapa besar pun
05:01ini fakta yang sangat menyakitkan sebenarnya
05:04seberapa besar pun negara kita bersusah payah untuk
05:07membangun ekonomi kita menjadi jatakan rakyat
05:10tapi kalau uang pajaknya, uang pembangunannya ini dikontri
05:14dan selalu bocor itu gak ada gunanya Mbak
05:17apapun itu, seperti menyiram air ke pasir
05:19Tak hanya korupsi pajak
05:23KPK juga menetapkan enam orang sebagai tersangka
05:27dari OTT di lingkungan kantor Ditjen Beacukai, Kementerian Keuangan
05:31Salah satunya, mantan Direktur dan Penindakan Penyidikan Ditjen Beacukai
05:37dan dua orang pegawai aktif Direkturat Penindakan dan Penyidikan Beacukai
05:41KPK mengungkap, para tersangka diduga terlibat suap dan gratifikasi
05:45terkait kasus impor barang dari luar negeri
05:48KPK menyita barang bukti diantaranya uang senilai 40 miliar rupiah
05:53emas 5,3 kilogram dan jam tangan mewah dari OTT Beacukai ini
05:58Menanggapi pegawai pajak dan beacukai yang tertangkap tangan KPK
06:03Menteri Keuangan memastikan tak akan intervensi proses hukum yang berlangsung
06:07Namun, Kementerian Keuangan tetap akan memfasilitasi pendampingan hukum para tersangka
06:12Ya biar aja kita lihat apa hasilnya OTT itu
06:16Kalau memang orang pajak dan beacukai yang bersalah ya harus ditindak secara hukum
06:22sesuai dengan peraturan orang-orang yang berada
06:23Tapi gini saya tidak akan melepas heran anak buah saya
06:27Sendirian begitu aja akan ada pendampingan hukum dari Departemen Keuangan
06:34Tapi tidak dalam bentuk intervensi hukum
06:38Itu kira-kira
06:39Kita temenin aja sampai prosesnya selesai
06:43Berbagai korupsi dari sektor pajak
06:47membuat masyarakat menagih keseriusan negara
06:50memberantas kasus rasuah yang mengorbankan uang rakyat
06:54Langkah tegas dan revolusioner dinanti
06:57untuk membuat para koruptor pajak jera
06:59dan menyelamatkan pendapatan negara untuk ekonomi yang lebih baik
07:03Bih baik
07:10Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan