00:00Sederhana siswa sekolah dasar di Ngada NTT yang meninggal karena diduga bunuh diri,
00:06tak mampu membeli pensil dan buku diketahui memiliki tunggakan iuran sekolah yang belum sanggup dibayar.
00:15Pemerintah daerah mengatakan iuran tersebut sebesar 1,2 juta rupiah per tahunnya yang kemudian dibebankan ke setiap siswa.
00:23Karena korban masuk dalam golongan keluarga tak mampu,
00:26pemerintah daerah mendapatkan fakta bahwa korban masih memiliki tunggakan Rp720.000 yang belum dibayarkan ke sekolah.
00:35Pemprov NTT kini berkoordinasi dengan sebuah bupati dan wali kota di NTT untuk memperbaharui data keluarga miskin di NTT
00:43agar bisa mendapat bantuan secara berkala dari pemerintah.
00:47Peristiwa kematian ini diawali dengan kewajiban beliau untuk selain membelanjakan barang-barang itu juga untuk membayar uang sekolah.
01:04Ada kewajiban uang sekolah yang belum ia penuhi.
01:07Korban sudah membayar uang sekolah sebagian Rp500.000, sisa yang harus dibayarkan sebesar Rp720.000.
01:18Itu yang kami dapat gambar.
01:20Secara berkala, sekolah bersikap kooperatif, memberikan sempatan anak-anak mencicil.
01:29Dia juga sudah berusaha katanya.
01:32Namun ada kewajiban tadi, sisa Rp720.000 yang dia belum penuhi.
01:40Terkait kasus kematian siswa SD di Ngada, konselor psikologi Polda NTT mendatangi keluarga korban
01:47memberikan pendampingan dan penguatan mental keluarga.
01:51Pendampingan dan konseling berlangsung selama beberapa hari sejak 4 Februari hingga 8 Februari 2026.
01:58Langkah ini diharapkan dapat membantu keluarga korban melewati masa duka yang berat.
02:10Kami diperintah untuk melakukan pendampingan psikologi,
02:14sekaligus memberikan penguatan kepada korban.
02:20Untuk hari pertama ini kami melakukan penguatan dulu kepada korban.
02:28Sedih, masih tertutup, tapi setelah kami berikan sedikit terapi menggunakan metode terapi Yusef,
02:35ini kok tadi bisa, setelah melakukan terapi kok bisa tersenyum.
02:40Ya, dia masih bisa, tidak bisa tersenyum.
02:43Dan tadi juga, apa, biasanya bisa menyampaikan lah telung kesahnya.
Komentar