Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NGADA, KOMPAS.TV - Siswa sekolah dasar di Ngada, NTT, yang meninggal karena diduga bunuh diri karena tak mampu membeli pensil dan buku, diketahui memiliki tunggakan iuran sekolah yang belum sanggup dibayar.

Pemda bilang, iuran tersebut sebesar Rp 1,2 juta per tahun yang dibebankan ke setiap siswa.

Dan karena korban masuk dalam golongan keluarga tidak mampu, Pemda mendapatkan fakta bahwa korban masih memiliki tunggakan 720 ribu rupiah yang belum dibayarkan ke sekolah.

Pemprov NTT kini berkoordinasi dengan semua bupati dan wali kota di NTT guna memperbaharui data keluarga miskin di NTT agar bisa mendapat bantuan secara berkala dari pemerintah.

Terkait kasus kematian siswa SD di Ngada, konselor psikologi Polda NTT mendatangi keluarga korban untuk memberikan pendampingan dan menguatkan mental keluarga.

Pendampingan dan konseling berlangsung selama beberapa hari, sejak 4 Februari hingga 8 Februari 2026.

Langkah ini diharapkan dapat membantu keluarga korban melewati masa duka yang berat.

Berita ini tidak diperuntukan untuk menginspirasi. Namun untuk menjelaskan sebuah peristiwa atau kasus yang terjadi.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Siswa SD di NTT Diduga Bunuh Diri, Kementerian PPPA Koordinasikan Intervensi agar Kasus Tak Terulang di https://www.kompas.tv/nasional/648973/siswa-sd-di-ntt-diduga-bunuh-diri-kementerian-pppa-koordinasikan-intervensi-agar-kasus-tak-terulang

#siswasd #bunuhdiri #sekolah #siswantt

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649043/siswa-diduga-bunuh-diri-ternyata-punya-tunggakan-iuran-sekolah-rp1-2-juta-sapa-malam
Transkrip
00:00Sederhana siswa sekolah dasar di Ngada NTT yang meninggal karena diduga bunuh diri,
00:06tak mampu membeli pensil dan buku diketahui memiliki tunggakan iuran sekolah yang belum sanggup dibayar.
00:15Pemerintah daerah mengatakan iuran tersebut sebesar 1,2 juta rupiah per tahunnya yang kemudian dibebankan ke setiap siswa.
00:23Karena korban masuk dalam golongan keluarga tak mampu,
00:26pemerintah daerah mendapatkan fakta bahwa korban masih memiliki tunggakan Rp720.000 yang belum dibayarkan ke sekolah.
00:35Pemprov NTT kini berkoordinasi dengan sebuah bupati dan wali kota di NTT untuk memperbaharui data keluarga miskin di NTT
00:43agar bisa mendapat bantuan secara berkala dari pemerintah.
00:47Peristiwa kematian ini diawali dengan kewajiban beliau untuk selain membelanjakan barang-barang itu juga untuk membayar uang sekolah.
01:04Ada kewajiban uang sekolah yang belum ia penuhi.
01:07Korban sudah membayar uang sekolah sebagian Rp500.000, sisa yang harus dibayarkan sebesar Rp720.000.
01:18Itu yang kami dapat gambar.
01:20Secara berkala, sekolah bersikap kooperatif, memberikan sempatan anak-anak mencicil.
01:29Dia juga sudah berusaha katanya.
01:32Namun ada kewajiban tadi, sisa Rp720.000 yang dia belum penuhi.
01:40Terkait kasus kematian siswa SD di Ngada, konselor psikologi Polda NTT mendatangi keluarga korban
01:47memberikan pendampingan dan penguatan mental keluarga.
01:51Pendampingan dan konseling berlangsung selama beberapa hari sejak 4 Februari hingga 8 Februari 2026.
01:58Langkah ini diharapkan dapat membantu keluarga korban melewati masa duka yang berat.
02:10Kami diperintah untuk melakukan pendampingan psikologi,
02:14sekaligus memberikan penguatan kepada korban.
02:20Untuk hari pertama ini kami melakukan penguatan dulu kepada korban.
02:28Sedih, masih tertutup, tapi setelah kami berikan sedikit terapi menggunakan metode terapi Yusef,
02:35ini kok tadi bisa, setelah melakukan terapi kok bisa tersenyum.
02:40Ya, dia masih bisa, tidak bisa tersenyum.
02:43Dan tadi juga, apa, biasanya bisa menyampaikan lah telung kesahnya.
Komentar

Dianjurkan