00:00Mereka klaim zaman kemarin-kemarin katanya pejabat Indonesia bisa disondok supaya mereka bisa lancar menjalankan bisnisnya.
00:07Sekarang saya buktikan kita tidak bisa disondok, kalau main-main ya kita hajar terus.
00:12Memang kira-kira 30-40 yang melakukan praktek seperti ini, yang mereka menjual langsung ke klien tanpa PPN.
00:20Mereka bilang case base.
00:22Saya rugi banyak di mana PPN jadi berkurang.
00:25Yang kedua adalah income perusahaan itu jangan ditekan ke bawah.
00:29Jadi dari income tax sudah saya rugi.
00:32Kita ingin perbaiki itu supaya ke depan tidak ada lagi praktek seperti ini.
00:35Supaya ada persaingan yang fair di pasar.
00:39Kalau perusahaan yang melakukan ini kan harganya lebih murah dibanding perusahaan yang betul-betul menjalankan perusahaannya seberat dengan peraturan ini.
00:45Itu tidak fair seolah kita menghukum orang yang baik.
00:48Jadi ini salah satu tindakan yang memberikan sinyal ke para pemain itu.
00:57Jangan melakukan hal seperti ini lagi.
01:01Mereka klaim ke zaman kemarin-kemarin katanya pejabat Indonesia bisa disodok supaya mereka bisa lancar menjalankan bisnisnya.
01:08Sekarang yang saya buktikan, kita tidak bisa disodok.
01:11Kalau main-main ya kita hajar terus.
01:13Tapi tadi kalau pegawai-pegawai baik-baik kita ingin memperbaiki bersama.
01:17Saya pikir itulah yang terbaik semuanya memperbaiki praktek krisis bersama-sama ke depan.
01:23Pak tadi kan ini kan untuk PT. Power Steel Mandiri. Ini kan kali pertama bagaimana Pak?
01:27PT. PSN.
01:29PSN yang betul ya Pak ya? Power Steel Mandiri.
01:32PSN.
01:32PS, PT. Power Steel.
01:34Artinya nggak boleh namanya.
01:35PSI ya.
01:36Itu dalam informasi yang Bapak sampaikan ini dugaan pengembangannya seperti apa atau kerugiannya sudah Bapak. Informasi kumpulnya berapa Pak?
01:43Saya dengar-dengar ada potensi sampai 500 miliar.
01:46Untuk satu perusahaan ini Pak?
01:48Tiga.
01:48Dua perusahaan.
01:49Dua perusahaan untuk PSN.
01:50PSN salah satu lagi perusahaan satu lagi. Jadi cukup besar. Kalau kita lihat sampai 40 perusahaan ini kan lumayan gede tuh.
01:59Kita prediksi 4-5 triliun berkurangnya income kita. Jadi ini pengilirannya perusahaannya.
02:08Memang kalau manapasinya seperti ini ya, kayak tumbuh. Tapi mereka produksi ya, nanti kalau dimanjang kencang lagi, ketika kalian makin tumbuh lebih cepat lagi,
02:15tidak terhidup lagi. Tapi kita harapkan kan banyak pajaknya pas sesuai dengan ketentuan dan tidak menimbulkan distorsi di pasar.
02:24Pak, terika Bapak belum bertemu dengan para petinggi dari pusatnya Pak ya, namun dari para kerewan kooperatif.
02:29Ini kira-kira apa langkah Bapak? Kan Bapak belum bertemu dan sudah ada tantangan seperti itu.
02:33Apakah Bapak akan bersikap lebih keras lagi Pak? Atau memberikan warning kepada mereka terkait jangan main-main dengan purba ya?
02:39Yang main-main dengan Indonesia maksudnya. Jadi kita akan biarkan pas berjalan, nanti staff saya akan manggil yang punya.
02:47Saya dengar yang punya sudah di BAP berkali-kali. Yang penting nanti mesejnya harus sampai ke mereka dan ke teman-teman berlaku bisnis sejenis,
02:56bahwa kita gak main-main. Tapi saya gak akan ketemu dia langsung, mungkin gak sempat. Jadi sekarang aja kabur.
03:02Tapi nanti staff saya akan manggil mereka, pastikan mereka dia mengerti apa yang kita kerjakan dan depan akan ikut dengan perakilan yang ada.
03:13Sudah berapa tahun Pak ini mereka beroperasi dengan skema manipulasi dan seperti ini Pak?
03:17Dari 2010?
03:18Sejak 2010, tapi saya gak tahu manipulasi sejak kapan. Tapi yang jelas beberapa tahun terakhir sepertinya melaporkan hal tersebut.
03:24Oke Pak, mungkin terakhir Pak. Pesan dari Bapak sih Pak untuk dengan upaya Bapak komitmen memberantas ini Pak?
03:31Pesan saya ke industri baja yang sejenis. Ini kan ada banyak. Alanya ada 40 atau lebih.
03:38Jangan lagi langsung praktek-praktek seperti ini. Membypass penjualan dengan membypass pembayaran PPN.
03:47Atau dengan cara membayar penjual secara cash-based.
03:51Karena akan kita kerja dan kalau saya gak nampun kalau di proses kelawan ya kita tangkap.
03:59Dan kita akan tutup segera-segeratnya kalau memang kelawan negara.
04:04Selain PSI, ada perusahaan lainnya sih yang memang...
04:07Ada beberapa yang saya bilang. Lagi kan saya punya 40 list yang sejenis yang terlibat praktek yang sejenis.
04:17Saya harapkan dengan ini mereka segera memperbaiki kejadiannya, memperbaiki praktek bisnisnya dan menghaporkan kekurangan bayar pajak sesuai dengan apa yang mereka lakukan selama ini.
04:29Pak, ini perusahaannya yang dulu Bapak bilang nipu KTP itu bukan, Pak? Yang karyawannya WNA China, Pak?
04:38Mungkin antara lain seperti itu. Tapi kan kita cek lagi.
04:41Kedepan ada perusahaan yang Bapak datangi lagi, Pak? Kira-kira?
04:44Sudah-sudah mereka insaf. Jadi sudah datang, sudah online.
04:46Nanti ada semacam statement. Mereka sudah berkumpul untuk memberi pernyataan bahwa mereka sekarang insaf dan akan meniliki peraturan yang ada.
04:58Tapi beberapa perusahaan yang leadernya malah nggak mau. Mereka bilang nggak usah karena Indonesia nggak akan berubah.
05:04Kejabatnya gampang disogok. Kira-kira begitu.
05:06Jadi kalau ini jalan clear, harusnya mesejnya sampai ke yang 4 pesan tadi bahwa nggak ada pilihan bagi mereka selain memasuki prises yang sesuai peraturan.
05:19Sampai jumpa.
05:49Sampai jumpa.
Komentar