Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke dua perusahaan baja asal China di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).

Adapun sidak dilakukan menyusul dugaan pelanggaran perpajakan dengan potensi kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah.

"Mereka klaim zaman kemarin-kemarin katanya pejabat Indonesia bisa disogok supaya mereka bisa lancar menjalankan bisnisnya. Sekarang saya buktikan kita tidak bisa disogok. Kalau main-main ya kita hajar terus," tegas Purbaya.

Video editor: Rizal

#purbaya #menkeu #sidak

Baca Juga Menkeu Purbaya Beberkan Proses Pemilihan Pimpinan OJK Baru di https://www.kompas.tv/nasional/649021/menkeu-purbaya-beberkan-proses-pemilihan-pimpinan-ojk-baru



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649029/purbaya-katanya-pejabat-indonesia-bisa-disogok-saya-buktikan-tidak-bisa
Transkrip
00:00Mereka klaim zaman kemarin-kemarin katanya pejabat Indonesia bisa disondok supaya mereka bisa lancar menjalankan bisnisnya.
00:07Sekarang saya buktikan kita tidak bisa disondok, kalau main-main ya kita hajar terus.
00:12Memang kira-kira 30-40 yang melakukan praktek seperti ini, yang mereka menjual langsung ke klien tanpa PPN.
00:20Mereka bilang case base.
00:22Saya rugi banyak di mana PPN jadi berkurang.
00:25Yang kedua adalah income perusahaan itu jangan ditekan ke bawah.
00:29Jadi dari income tax sudah saya rugi.
00:32Kita ingin perbaiki itu supaya ke depan tidak ada lagi praktek seperti ini.
00:35Supaya ada persaingan yang fair di pasar.
00:39Kalau perusahaan yang melakukan ini kan harganya lebih murah dibanding perusahaan yang betul-betul menjalankan perusahaannya seberat dengan peraturan ini.
00:45Itu tidak fair seolah kita menghukum orang yang baik.
00:48Jadi ini salah satu tindakan yang memberikan sinyal ke para pemain itu.
00:57Jangan melakukan hal seperti ini lagi.
01:01Mereka klaim ke zaman kemarin-kemarin katanya pejabat Indonesia bisa disodok supaya mereka bisa lancar menjalankan bisnisnya.
01:08Sekarang yang saya buktikan, kita tidak bisa disodok.
01:11Kalau main-main ya kita hajar terus.
01:13Tapi tadi kalau pegawai-pegawai baik-baik kita ingin memperbaiki bersama.
01:17Saya pikir itulah yang terbaik semuanya memperbaiki praktek krisis bersama-sama ke depan.
01:23Pak tadi kan ini kan untuk PT. Power Steel Mandiri. Ini kan kali pertama bagaimana Pak?
01:27PT. PSN.
01:29PSN yang betul ya Pak ya? Power Steel Mandiri.
01:32PSN.
01:32PS, PT. Power Steel.
01:34Artinya nggak boleh namanya.
01:35PSI ya.
01:36Itu dalam informasi yang Bapak sampaikan ini dugaan pengembangannya seperti apa atau kerugiannya sudah Bapak. Informasi kumpulnya berapa Pak?
01:43Saya dengar-dengar ada potensi sampai 500 miliar.
01:46Untuk satu perusahaan ini Pak?
01:48Tiga.
01:48Dua perusahaan.
01:49Dua perusahaan untuk PSN.
01:50PSN salah satu lagi perusahaan satu lagi. Jadi cukup besar. Kalau kita lihat sampai 40 perusahaan ini kan lumayan gede tuh.
01:59Kita prediksi 4-5 triliun berkurangnya income kita. Jadi ini pengilirannya perusahaannya.
02:08Memang kalau manapasinya seperti ini ya, kayak tumbuh. Tapi mereka produksi ya, nanti kalau dimanjang kencang lagi, ketika kalian makin tumbuh lebih cepat lagi,
02:15tidak terhidup lagi. Tapi kita harapkan kan banyak pajaknya pas sesuai dengan ketentuan dan tidak menimbulkan distorsi di pasar.
02:24Pak, terika Bapak belum bertemu dengan para petinggi dari pusatnya Pak ya, namun dari para kerewan kooperatif.
02:29Ini kira-kira apa langkah Bapak? Kan Bapak belum bertemu dan sudah ada tantangan seperti itu.
02:33Apakah Bapak akan bersikap lebih keras lagi Pak? Atau memberikan warning kepada mereka terkait jangan main-main dengan purba ya?
02:39Yang main-main dengan Indonesia maksudnya. Jadi kita akan biarkan pas berjalan, nanti staff saya akan manggil yang punya.
02:47Saya dengar yang punya sudah di BAP berkali-kali. Yang penting nanti mesejnya harus sampai ke mereka dan ke teman-teman berlaku bisnis sejenis,
02:56bahwa kita gak main-main. Tapi saya gak akan ketemu dia langsung, mungkin gak sempat. Jadi sekarang aja kabur.
03:02Tapi nanti staff saya akan manggil mereka, pastikan mereka dia mengerti apa yang kita kerjakan dan depan akan ikut dengan perakilan yang ada.
03:13Sudah berapa tahun Pak ini mereka beroperasi dengan skema manipulasi dan seperti ini Pak?
03:17Dari 2010?
03:18Sejak 2010, tapi saya gak tahu manipulasi sejak kapan. Tapi yang jelas beberapa tahun terakhir sepertinya melaporkan hal tersebut.
03:24Oke Pak, mungkin terakhir Pak. Pesan dari Bapak sih Pak untuk dengan upaya Bapak komitmen memberantas ini Pak?
03:31Pesan saya ke industri baja yang sejenis. Ini kan ada banyak. Alanya ada 40 atau lebih.
03:38Jangan lagi langsung praktek-praktek seperti ini. Membypass penjualan dengan membypass pembayaran PPN.
03:47Atau dengan cara membayar penjual secara cash-based.
03:51Karena akan kita kerja dan kalau saya gak nampun kalau di proses kelawan ya kita tangkap.
03:59Dan kita akan tutup segera-segeratnya kalau memang kelawan negara.
04:04Selain PSI, ada perusahaan lainnya sih yang memang...
04:07Ada beberapa yang saya bilang. Lagi kan saya punya 40 list yang sejenis yang terlibat praktek yang sejenis.
04:17Saya harapkan dengan ini mereka segera memperbaiki kejadiannya, memperbaiki praktek bisnisnya dan menghaporkan kekurangan bayar pajak sesuai dengan apa yang mereka lakukan selama ini.
04:29Pak, ini perusahaannya yang dulu Bapak bilang nipu KTP itu bukan, Pak? Yang karyawannya WNA China, Pak?
04:38Mungkin antara lain seperti itu. Tapi kan kita cek lagi.
04:41Kedepan ada perusahaan yang Bapak datangi lagi, Pak? Kira-kira?
04:44Sudah-sudah mereka insaf. Jadi sudah datang, sudah online.
04:46Nanti ada semacam statement. Mereka sudah berkumpul untuk memberi pernyataan bahwa mereka sekarang insaf dan akan meniliki peraturan yang ada.
04:58Tapi beberapa perusahaan yang leadernya malah nggak mau. Mereka bilang nggak usah karena Indonesia nggak akan berubah.
05:04Kejabatnya gampang disogok. Kira-kira begitu.
05:06Jadi kalau ini jalan clear, harusnya mesejnya sampai ke yang 4 pesan tadi bahwa nggak ada pilihan bagi mereka selain memasuki prises yang sesuai peraturan.
05:19Sampai jumpa.
05:49Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan