Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV - Sehari usai KPK membongkar suap perusahaan untuk pegawai pajak, siang tadi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar sidak ke perusahaan baja asal Tiongkok di Cikupa, Tangerang, Banten, yang diduga melakukan praktik jual beli langsung dengan pembayaran cash ke klien tanpa pemotongan pajak pertambahan nilai atau PPN.

Menkeu Purbaya menyatakan ada sekitar 40 perusahaan diduga menggunakan modus serupa, untuk menghindari pembayaran pajak dengan melakukan pembayaran cash.

Purbaya bilang, pemerintah tidak akan main-main untuk menindak pengusaha yang melakukan upaya melawan ketentuan dengan tidak membayar pajak.

Menkeu menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ampun bagi pelanggar pajak, jika hal ini terulang, pemerintah memastikan akan menangkap pengusaha yang melakukan praktik tidak membayar PPN.

Kemarin sejumlah pejabat kantor pajak dan bea cukai Kementerian Keuangan ditangkap KPK.

Penangkapan dilakukan dalam rangkaian operasi tangkap tangan di sejumlah daerah.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang miliaran rupiah serta emas seberat 3 kilogram.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, operasi tangkap tangan dilakukan penyidik KPK di wilayah Kalimantan Selatan.

OTT itu terkait dengan dugaan korupsi proses restitusi pajak pertambahan nilai atau PPN, di sektor perkebunan yang berproses di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin.

Sejumlah pejabat kantor pajak dan bea cukai Kementerian Keuangan ditangkap KPK.

Penangkapan dilakukan dalam rangkaian operasi tangkap tangan di sejumlah daerah, Banjarmasin dan Jakarta. Apa yang ingin didalami KPK untuk OTT kali ini?

Lebih lengkap kita tanya ke mantan penyidik senior KPK, Praswad Nugraha.

Baca Juga [FULL] Kronologi KPK OTT Pegawai Pajak Banjarmasin, Tunjukkan Rp1 M Dibungkus Kardus! di https://www.kompas.tv/nasional/648807/full-kronologi-kpk-ott-pegawai-pajak-banjarmasin-tunjukkan-rp1-m-dibungkus-kardus

#purbaya #menkeu #pajak #ott

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648851/blak-blakan-mantan-penyidik-kpk-bongkar-penyebab-korupsi-pajak-berulang-kompas-petang
Transkrip
00:00Berita berikutnya, sehari usai KPK membongkar suap perusahaan untuk pegawai pajak,
00:05siang tadi Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa menggelar sidak ke perusahaan baja asal Tiongkok di Cikupatangerang, Banten,
00:11yang diduga melakukan praktik jual-beli langsung dengan pembayaran tunai atau cash ke klien tanpa pemotongan pajak pertambahan nilai atau PPN.
00:30Menko Purbaya menyatakan sekitar 40 perusahaan diduga menggunakan modus serupa untuk menghindari pembayaran pajak dengan melakukan pembayaran cash atau tunai.
00:40Pembayaran itu, saya koreksi maksud saya Purbaya bilang, pemerintah tidak akan main-main menindak pengusaha yang melakukan upaya melawan ketentuan dengan tidak membayar pajak.
00:50Menko menegaskan pihaknya tidak akan memberi ampun bagi pelanggar pajak jika hal ini terulang,
00:55pemerintah memastikan akan menangkap pengusaha yang melakukan praktik tidak membayar PPN.
01:11Jangan main-main dengan Indonesia maksudnya.
01:14Jadi kita akan biarkan proses berjalan, nanti staff saya akan manggil yang punya.
01:19Saya dengar yang punya sudah di BAP berkali-kali.
01:22Yang penting nanti mesejnya harus sampai ke mereka dan ke teman-teman pelaku bisnis sejenis bahwa kita tidak main-main.
01:30Pesan saya ke industri bajak yang sejenis, ini kan ada banyak, ada 40 atau lebih.
01:37Jangan lagi lakukan praktik-praktik seperti ini.
01:41Membypass penjualan dengan membypass pembayaran PPN.
01:45Atau dengan cara membayar, menjual secara cash base.
01:50Karena akan kita kejar dan kalau saya tidak ampun, kalau diproses ngelawan ya kita tangkap.
01:58Pada Rabu kemarin 4 Februari, sejumlah pejabat kantor pajak dan bea cukai Kementerian Keuangan ditangkap KPK.
02:05Penangkapan dalam rangkaian operasi tangkap tangan di sejumlah daerah.
02:08Dalam OTT itu KPK menyita uang miliaran rupiah serta emas seberat 3 kilogram.
02:14Jurubicara KPK Budi Prasetyo mengungkap operasi dilakukan penyidik di Kalimantan Selatan.
02:19OTT itu terkait dengan dugaan korupsi proses restitusi pajak pertambahan nilai
02:24atau PPN di sektor perkebunan yang berproses di kantor pelayanan pajak.
02:28Madia Banjarmasi.
02:29Berjabat eselon 2 di Bia Cukai.
02:38Sebenarnya sudah mantan ya, mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan.
02:44Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung.
02:48Baik rupiah maupun mata uang asing dan juga logam mulia untuk uang senilai miliaran rupiah.
02:56Kemudian logam mulia itu ada mungkin sekitar 3 kilogram emas.
03:07Pada Maret 2010, kasus yang mendapat sorotan publik, KPK menangkap pegawai negeri sipil Gayus Tambunan
03:14dalam kasus mafia pajak.
03:17KPK saat itu mengungkap rekening Gayus mencapai 25 miliar rupiah,
03:22tidak sebanding dengan gajinya saat itu sebesar 12,1 juta rupiah per bulan.
03:28Uang dalam rekeningnya berasal dari suap dan gratifikasi.
03:31Usai KPK melakukan operasi tangkap tangan kemarin di dua titik,
03:41KPP Banjarmasin dan Bia Cukai Jakarta.
03:44Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa buka suara.
03:47Ia menegaskan, jika anak buahnya terbukti bersalah,
03:50maka harus diproses dan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.
03:54Purbaya memastikan tidak ada upaya intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
03:58Ya biar aja kita lihat apa hasilnya OTT itu.
04:06Kalau memang orang pajak dan Bia Cukai yang bersalah ya,
04:09harus ditindak secara hukum sesuai dengan peraturan orang-orang yang berada.
04:13Tapi gini, saya kan tidak akan melepaskan anak buah saya sendirian.
04:18Begitu aja akan ada pendampingan hukum dari Departemen Keuangan.
04:23Tapi tidak dalam bentuk intervensi hukum itu kira-kira.
04:29Kita temenin aja sampai prosesnya selesai.
04:35Sejumlah pejabat, kantor pajak, dan Bia Cukai Kementerian Keuangan ditangkap KPK.
04:41Penangkapan dilakukan dalam rangkaian operasi tangkap tangan di sejumlah daerah.
04:47Banjarmasin dan Jakarta.
04:49Apa yang ingin didalami KPK untuk OTT kali ini?
04:52Lebih lengkap kita tanya ke mantan penyidik senior KPK, Praswat Nugraha.
04:57Selamat sore Mas Praswat.
04:59Kalau OTT di dua tempat KPP Banjarmasin dan juga Bia Cukai Jakarta,
05:04apa sebenarnya menurut Anda selaku mantan penyidik KPK yang ingin didalami oleh KPK saat ini?
05:11Ya, tentu saja kita harus garis bawahi bahwa khusus untuk yang pajak ya Mbak Sintia,
05:18untuk pajak ini KPK belum bulat satu bulan nih, tanggal 9, 10, 11 Januari.
05:27Kemarin terakhir melakukan operasi tangkap tangan di kantor KPK pajak Jakarta Utara.
05:33Dan hari ini, tanggal 4 kemarin, kita lihat bersama-sama KPK kembali lagi melaksanakan operasi tangkap tangan di kantor pendidik pajak di Kalimantan Selatan.
05:46Nah, ini dari sini kan sinyalnya jelas, artinya bahkan dalam jarak waktu tiga minggu berselang,
05:52sudah terjadi OTT di dua provinsi, di dua tempat KPK pajak, kantor perwakilan pajak,
05:58yang tentu saja ini menandakan bahwa ada kerusakan sistemik di dalam internal direktur pajak.
06:05Ini bukan oknum, atau kan biasanya kan kita, oh ada oknum, oh ada oknum.
06:10Menurut saya enggak, ini satu puncak gunung es saja gitu loh.
06:16Bahkan menurut saya malah sebenarnya di dalam, di dasar lautnya, atau di bawah permukaan air,
06:23ini sebenarnya lebih brutal lagi mungkin saja gitu ya Mbak.
06:27Ya, tapi sepertinya kalau sudah dalam waktu tiga minggu, artinya kan tidak ada efek jerahnya itu,
06:32tidak, detrans efek yang ditimbulkan oleh OTT itu kan biasanya sangat, sangat membuat orang traumatik ya.
06:40Jadi ketika misalnya salah satu, salah satu petugas pajak, atau petugas pajak misalnya ditangkep,
06:46itu kan mereka punya semacam paguyuban atau grup bareng gitu ya, itu pasti langsung nerem lah gitu.
06:52Ini enggak, dalam waktu tiga minggu langsung, itu yang pertama.
06:56Yang kedua Mbak, ini PIA Cukai ini, kan ini pendapatan negara non pajak.
07:02Sedangkan yang pajak itu seperti kita tahu, ini kan kasusnya restitusi ya.
07:06Jadi kayak misalnya ada pengurangan pajak, atau ada klaim PPN yang kelebihan dan lain-lain.
07:12Jadi ada dua sektor pendapatan negara yang utama dari dua lini, yaitu satu sektor pajak, satu sektor non pajak.
07:20Dan hari ini, hari ini itu semuanya dua-duanya di OTT.
07:25Oke, apakah ini artinya yang salah memang sistem seperti yang Anda sebutkan tadi,
07:31atau memang dari hulunya sudah harus dilakukan perombakan dan juga perbaikan total?
07:37Jadi bukan sistem, tapi sistemik Mbak.
07:41Jadi sudah kayak memang sudah rusak itu dari segala lini, kalau sistemik itu Mbak.
07:47Bukan hanya sistemnya atau orangnya baik, tapi sistemnya buruk atau sistemnya buruk,
07:51bisa dibuat sistem yang baru, pencegahan dan lain-lain.
07:54Nanti narasinya miring lagi nih.
07:57Oh ini kurang pencegahan, oh sebaiknya kita ngadain seminar.
08:01Foto-foto bareng, di upload di Instagram, selesai.
08:05Oke, ini enggak. Jadi mau sejuta seminar pun kita lakukan,
08:09Direkturat Pencegahan atau Deputi Pencegahan di KPK itu sudah berkali-kali,
08:14bahkan mungkin Pak Menteri juga Pak Purbayo sudah berkali-kali.
08:17Ini juga enggak menjadi solusi.
08:19Memang saya pikir kalau memang perlu dirombak total atau diganti,
08:24di switch misalnya ya, itu kan banyak dirjen-dirjen yang lain tuh di Kementerian Keuangan.
08:29Itu juga bisa jadi satu ide yang revolusioner.
08:34Orangnya itu harus diganti, tidak boleh terlalu lama bercokol di situ.
08:37Karena kalau sudah terlalu lama, dia membangun satu klaster dan satu kartel yang enggak bisa dirubah lagi.
08:46Sudah terlalu lama mereka.
08:47Artinya sudah terlalu kuat fondasinya.
08:50Sudah terlalu kuat fondasinya.
08:52Seperti itu untuk melakukan kejahatan ya.
08:53Mas Pras.
08:54Dan sudah terlalu luas jaringan mereka dengan wajib pajak, wajib pajak nakal itu.
08:58Jadi memang kolaboratifnya itu sudah sempurna.
09:00Oke, Mas Pras, tapi kalau Anda menyebutkan ini sebuah sistemik,
09:06dan semua lini sudah rusak dalam tanda kutip,
09:09bagaimana setidaknya Komisi Pemberantasan Korupsi bisa melakukan penelusuran secara lengkap
09:16sehingga semuanya ini bisa dibongkar,
09:19dan mungkin saja ada efek jerah jika semuanya bisa dibongkar.
09:24Jadi, bulan lalu itu saya sudah usulkan ke teman-teman KPK
09:27untuk membuat satu Satgas khusus yang terkait dengan pajak.
09:30Karena seperti kita tahu bersama, Mbak,
09:32ini kan kita punya target 6 persen peningkatan ekonomi.
09:37Angka ekonomi kita meningkat 6 persen atau 5,8 lah.
09:4056, 58, 6 persen kalau mudah-mudahan bisa sampai meningkatnya ekonomi.
09:45Nah, sementara dua sektor ini, pendapatan negara,
09:49sektor pajak maupun non-pajak, pendapatan negara pajak maupun non-pajak,
09:53PNBP, itu semuanya dikorupsi.
09:55Nah, ini memang harus, saya pikir KPK harus mungkin bisa membentuk satu Satgas khusus
10:02atau bahkan mungkin subdirektorat gitu ya,
10:05untuk pajak di Kedeputian Penindakan atau Direkturat Penyidikan
10:09yang memang konsentrasi di pajak.
10:12Karena mau nggak mau, seberapa besar pun,
10:15ini fakta yang sangat menyakitkan sebenarnya,
10:18seberapa besar pun negara kita bersusah payah
10:21untuk membangun ekonomi kita menjadi jatuh rakan rakyat,
10:24tapi kalau uang pajaknya, uang pembangunannya ini dicuri
10:28dan selalu becuri itu nggak ada gunanya, Mbak.
10:30Apapun itu, seperti menyiram air ke pasir,
10:33tidak akan ada gunanya sama sekali.
10:35Mas Pres, kalau Menteri Keuangan Purbaya kan juga sempat menegaskan,
10:39jika anak buahnya terbukti bersalah,
10:41maka harus diproses, ditindak, tidak akan ada intervensi.
10:45Apakah menurut Anda ini hal yang serius,
10:49yang bisa dijadikan dasar bagi anak buahnya di bawah Kementerian Keuangan ini,
10:54tidak lagi melakukan tindakan-tindakan merugikan bagi negara?
10:58Saya pikir, statement Pak Menteri tentu saja itu statement yang normatif ya, Mbak Sintia.
11:04Pasti kalau misalnya ada, kan sudah berlaku lah,
11:08asas equality before the law gitu ya,
11:11seluruh warga negara diperlakukan sama di depan hukum.
11:16Nah itu menurut saya itu nggak perlu di-statementkan lagi,
11:19karena itu nggak usah dijelaskan memang pasti,
11:21siapapun warga negara Indonesia yang melakukan kejahatan harus diproses.
11:25Jadi nggak boleh ada keistimewaan, tapi yang lebih dalam lagi,
11:29teman-teman KPK akan terus melakukan penindakan pastinya,
11:32karena itu tugas undang-undang.
11:34Tapi yang harus kita, yang ditunggu publik ini kan,
11:37apa yang akan dilakukan oleh Pak Menteri,
11:38apa yang akan dilakukan oleh Pak Urbaya misalnya,
11:41revolusi apa, atau agrakan yang radikal seperti apa untuk beliau,
11:46agar menghentikan, menghentikan atau mengurangi secara revolusioner gitu.
11:52Ini menurut saya harus di-rolling total,
11:56Direkturat Jenderal Pajak,
11:58pegawainya minimal,
12:00misalnya 1, 2, 3, 4 gitu.
12:03Itu rolling total,
12:06lalu kemudian di-switch dari dirjen-dirjen yang lain,
12:09di Kementerian Keuangan,
12:10karena Kementerian Keuangan ini bahkan ribuan ya,
12:13ini yang harus diputus mata rantainya,
12:17kalau tidak mereka akan terlalu nyaman,
12:19dan apalagi sudah mengakar ya,
12:22wajib-wajib pajak itu sudah punya channelnya sendiri,
12:25sudah punya kartelnya sendiri.
12:26Oke, lalu resolusi paling cepat,
12:30paling memungkinkan,
12:31kalau tadi Anda sudah menyarankan mungkin harusnya ada Satgas,
12:36apalagi hal lain yang sekiranya realistis lah,
12:38untuk kita bisa benar-benar menjadikan pajak ini sumber negara yang bisa dikembalikan kepada rakyat.
12:46Ya, pertama pasti KPK harus melakukan operasi tangkap tangan fokus ya mbak ya,
12:51jadi mungkin Presiden bisa menginstruksikan langsung ke KPK,
12:55dan lebih kolaboratif itu ke teman-teman Kementerian Keuangan,
13:00misalnya aktif,
13:01Kementerian Keuangan punya inspektorat sendiri,
13:03untuk Kementerian Keuangan,
13:04di level Kementerian,
13:05bukan di level pajak.
13:06Nah, itu bisa langsung kita gencarkan operasi bersama,
13:10itu konkret,
13:11bisa dilakukan minggu depan,
13:12bahkan besok pun bisa,
13:14teman-teman KPK bisa bareng,
13:15operasi bareng,
13:16sama seluruh wilayah Direkturat Pajak yang ada di Indonesia,
13:21bekerjasama dengan APB,
13:23dan ini sudah sering kita lakukan.
13:24Dulu juga bareng-bareng kami nangkep penyidik pajak di bandara,
13:28dulu ya Terminal 3,
13:29kasusnya Master Seal,
13:30saya penyidiknya kebetulan,
13:32nah, itu juga kita kolaborasi terus,
13:34dan sudah sering sekali kita laksanakan kolaborasi ini.
13:37Dan ini terus-terusan kita lakukan,
13:38itu satu dari sisi KPK,
13:39kedua dari sisi Pak Menteri,
13:41rolling,
13:42ya total,
13:43kita putus generasi,
13:44harus dipotong generasinya,
13:46jadi tidak boleh lagi ada orang-orang yang sudah terlalu lama gitu ya,
13:49ada di pajak,
13:50kita rolling misalnya ke Direkturat Bias Cukai,
13:52Bias Cukai ke pajak,
13:53itu kan switch gitu ya.
13:55Nah,
13:56ini harus dilakukan,
13:57itu yang kedua.
13:57Yang ketiga mbak,
13:58yang ketiga ya saya pikir,
14:00enggak ada jalan lain ya mbak ya,
14:05teman-teman yang sudah,
14:08ini kan ada,
14:10pada saat OTT ini,
14:11biasanya KPK akan menetapkan satu atau dua atau tiga orang yang tersangka.
14:14Ini pasti.
14:15Tapi yang lain-lainnya ini,
14:17ini sebenarnya,
14:19namun tidak ditetapkan tersangka.
14:22Nah, ini juga harus ditangkap.
14:23Artinya selain merombak secara menyeluruh,
14:26dan juga harus ada kinerja yang benar-benar serius untuk penanganan ini.
14:30Terima kasih,
14:30Mas Praswat Mugraha,
14:32mantan penyidiki KPK,
14:33sudah berberi perspektif di Kompas Petang.
14:35Selamat sore.
14:36Terima kasih,
14:37Mbak Sintia.
Komentar

Dianjurkan