00:00Tercengang saya, mula-mula saya tidak percaya kalau...
00:30Tercengang saya, mula-mula saya tidak percaya kalau itu dimaksudkan untuk menggantikan calon sebelumnya yang sudah diputuskan, lalu Innocence of Samsul.
00:56Ketika teman kita bertanya ke saya, wah ini baru diganti kok sudah ada lagi?
01:05Kok berganti lagi gitu ya?
01:06Berganti lagi. Saya jawab, enggak. Hakim yang diri DPR itu kan tiga. Jadi mungkin ini satunya lagi. Saya meyakini begitu.
01:15Tapi tiba-tiba berita besoknya ternyata mengganti lagi yang sudah ditetapkan sebagai pengganti bahkan dokumen-dokumennya sudah di istana.
01:26Jadi Pak Fud menduga bukan dia sebenarnya gitu ya?
01:29Iya. Saya jawab. Itu bukan, bukan dia. Itu Innocence itu masih tetap saya gila.
01:35Karena dia kan sudah ditetapkan mengganti Arif Hidayat. Kan masih ada dua lagi ya dari situ.
01:43Yang juga akan habis gitu. Periode pertamanya. Yaitu Yusmik dan yang dari pemerintah itu kan ada tiga ya.
01:56Saldi Isra.
01:57Saldi Isra, Yusmik dan Eni.
01:59Ibu Eni Nurmaningsi.
02:00Ya.
02:01Nah tapi kemudian ketika besoknya rame berita itu saya, wah kok bisa terjadi gitu.
02:07Timpulah pertanyaan kayak tadi. Apakah itu wajar gitu ya.
02:13Ini yang kaget seorang mantan ketua EMK sih soalnya.
02:16Ya kaget lah.
02:17Hmm.
02:22Melihat fakta secara utuh menelusuri yang tak terlihat.
02:25Satu langkah lebih dekat. Satu langkah lebih mendalam.
02:28Saksikan di poin investigasi di Kompas TV Channel 11 di televisi anda.
Komentar