Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Mahkamah Konstitusi periode 20082013 Mahfud MD mengaku terkejut atas pencalonan Adies Kadir sebagai hakim konstitusi usulan DPR RI yang menggantikan Inosentius Samsul.

Padahal, Komisi III DPR RI sebelumnya telah menetapkan Inosentius Samsul untuk menggantikan Hakim Konstitusi Arief Hidayat yang pensiun pada Februari 2026.

"Tercengang saya," kata Mahfud, Kamis (5/2/2026).

Video editor: Lintang

#mahfudmd #adieskadir #mahkamahkonstitusi

Baca Juga Resmi Jadi Hakim MK, Adies Kadir Punya Harta Rp14,3 Miliar di https://www.kompas.tv/nasional/648774/resmi-jadi-hakim-mk-adies-kadir-punya-harta-rp14-3-miliar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648783/mahfud-md-respons-penunjukan-adies-kadir-jadi-hakim-mk
Transkrip
00:00Tercengang saya, mula-mula saya tidak percaya kalau...
00:30Tercengang saya, mula-mula saya tidak percaya kalau itu dimaksudkan untuk menggantikan calon sebelumnya yang sudah diputuskan, lalu Innocence of Samsul.
00:56Ketika teman kita bertanya ke saya, wah ini baru diganti kok sudah ada lagi?
01:05Kok berganti lagi gitu ya?
01:06Berganti lagi. Saya jawab, enggak. Hakim yang diri DPR itu kan tiga. Jadi mungkin ini satunya lagi. Saya meyakini begitu.
01:15Tapi tiba-tiba berita besoknya ternyata mengganti lagi yang sudah ditetapkan sebagai pengganti bahkan dokumen-dokumennya sudah di istana.
01:26Jadi Pak Fud menduga bukan dia sebenarnya gitu ya?
01:29Iya. Saya jawab. Itu bukan, bukan dia. Itu Innocence itu masih tetap saya gila.
01:35Karena dia kan sudah ditetapkan mengganti Arif Hidayat. Kan masih ada dua lagi ya dari situ.
01:43Yang juga akan habis gitu. Periode pertamanya. Yaitu Yusmik dan yang dari pemerintah itu kan ada tiga ya.
01:56Saldi Isra.
01:57Saldi Isra, Yusmik dan Eni.
01:59Ibu Eni Nurmaningsi.
02:00Ya.
02:01Nah tapi kemudian ketika besoknya rame berita itu saya, wah kok bisa terjadi gitu.
02:07Timpulah pertanyaan kayak tadi. Apakah itu wajar gitu ya.
02:13Ini yang kaget seorang mantan ketua EMK sih soalnya.
02:16Ya kaget lah.
02:17Hmm.
02:22Melihat fakta secara utuh menelusuri yang tak terlihat.
02:25Satu langkah lebih dekat. Satu langkah lebih mendalam.
02:28Saksikan di poin investigasi di Kompas TV Channel 11 di televisi anda.
Komentar

Dianjurkan