Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Tanaman cabai di Desa Ringinpitu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengalami layu dan mengering sehingga terancam gagal panen.

Kondisi ini membuat para petani khawatir karena hasil tanaman tidak dapat dipanen secara optimal.

Petani menduga intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama rusaknya tanaman cabai tersebut.

Salah satu petani mengaku telah mengeluarkan modal hingga Rp30 juta untuk menanam cabai di lahan seluas sekitar setengah hektare atau 500 meter persegi. Namun, akibat kondisi tanaman yang rusak, modal tersebut kini terancam tidak kembali.

Hingga Kamis (5/2/2026) penyebab pasti tanaman cabai layu dan mengering masih belum diketahui. Meski demikian, petani menduga cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama kerusakan tanaman.

#jawatengah #cabai #panen

Baca Juga Kronologi OTT KPK di Kalimantan Selatan, Sejumlah Pejabat Kantor Pajak Diamankan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/648707/kronologi-ott-kpk-di-kalimantan-selatan-sejumlah-pejabat-kantor-pajak-diamankan-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648708/hujan-tinggi-diduga-sebabkan-cabai-layu-di-grobogan-petani-terancam-gagal-panen-kompas-siang
Transkrip
00:00Tanaman cabai di desa Ringin Pitu,
00:03gerobokan Jawa Tengah layu dan mengering,
00:05hingga terancam gagal panen.
00:07Petani menduga intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebabnya.
00:13Rusak, layu, dan mengering.
00:16Inilah kondisi tanaman-tanaman cabai
00:18yang ditanam para petani di desa Ringin Pitu,
00:21gerobokan Jawa Tengah.
00:22Berbagai upaya telah dilakukan para petani
00:24untuk menjaga tanaman cabai mereka.
00:26Termasuk upaya antisipasi berkali-kali
00:30dalam mengatasi penyakit tanaman cabai.
00:33Namun usaha itu tak membuahkan hasil.
00:35Padahal beberapa hari lagi tiba musim panen.
00:39Ancaman gagal panen pun di depan mata.
00:42Salah satu petani menyebut
00:43telah mengeluarkan modal 30 juta rupiah
00:46untuk menanam cabai
00:47pada lahan seluas sekitar setengah hektare
00:50atau 500 meter persegi.
00:52Namun kini terancam merugi.
00:54Penyebab tanaman cabai layu dan mengering,
00:56belum diketahui secara pasti.
00:58Namun para petani menduga
01:00cuaca buruk dengan intensitas hujan tinggi
01:03menjadi penyebabnya.
01:04melayu pusarium, Pak.
01:08Tidak tahu.
01:09Tidak tahu pakai obat apalagi.
01:11Sudah berapa kali dicoba pakai obat ini, Pak?
01:15Sudah empat kali lebih
01:17dari bakterial, bung sidah
01:20sampai ke...
01:22Ya, macam-macam lah.
01:23Tidak mampu dulu juga.
01:24Tidak mempan.
01:25Ya, kita pasrah, Pak.
01:27Kita sudah pakai apa-apa.
01:29Tidak mampu juga.
01:31Mau gimana lagi, Pak?
01:32Tidak panen, Pak, ya?
01:34Gagal, Pak.
01:36Ini hampir 50 persen sudah mati.
01:38Padahal ini belum mulai merah.
01:40Baru mulai buah.
01:42Sebagian petani terpaksa
01:43memanen cabai mereka,
01:45meski masih muda,
01:46dan dijual dengan harga sangat murah,
01:48yakni 10 ribu rupiah per kilogram.
01:51Harga itu di bawah harga pasaran.
01:53Gagal panen seperti ini,
01:56cabai yang masih muda diambilin, Pak?
01:58Diambil.
02:00Diambil.
02:00Diambil.
02:01Ini,
02:02anak hidung itu ini harganya murah, Pak.
02:05Berapa sekitar, Pak?
02:06Ini 10 ribu ini, Ibu.
02:0810 ribu.
02:08Adalah kalau normal berapa?
02:10Ya, 20, 30.
02:13Rusak, Pak.
02:14Rusak sedang ini.
02:16Ada berapa hektar, Pak, kira-kira?
02:18Wah, ini banyak.
02:20Banyak, Pak.
02:21Bulan, hektar, lewat, Pak.
02:24Nah, dihitung,
02:25mereka-mereka.
02:26Para petani berharap,
02:28pemerintah bisa memberi pendampingan pertanian,
02:30dan juga membantu mereka
02:31yang mengalami gagal panen.
02:33Rifai Handoko,
02:34Kompas TV,
02:35Gerobokan, Jawa Tengah.
02:36Usai Jeddah Saudara KPK
02:41menangkap sejumlah pejabat kantor pajak
02:44di Kalimantan Sar.
Komentar

Dianjurkan