Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA BARAT, KOMPAS.TV - Banjir yang merendam permukiman di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hingga Kamis (5/2/2026) belum juga surut. Selain rumah warga, banjir turut merendam area persawahan serta memutus akses jalan penghubung dua desa.

Memasuki pekan ketiga, ratusan hektare sawah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, masih terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

Akibat genangan tersebut, tanaman padi mati dan gagal panen, sehingga menyebabkan kerugian bagi para petani.

Selain itu, banjir juga masih memutus akses jalan yang menghubungkan Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, dengan Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.

#banjir #jawabarat #karawang

Baca Juga Jembatan Ambruk di Pandeglang, Siswa SD Menyeberang Lewat Jembatan Ambruk | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/648704/jembatan-ambruk-di-pandeglang-siswa-sd-menyeberang-lewat-jembatan-ambruk-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648705/full-situasi-kala-banjir-karawang-belum-surut-ratusan-hektare-sawah-terendam-kompas-siang
Transkrip
00:00Kembali di kompasnya, sodara banjir yang merendam permukiman di Karawang, Jawa Barat belum juga surut.
00:06Selain rumah, banjir juga merendam area persawahan serta memutus jalan penghubung dua desa.
00:12Memasuki pekan ketiga ratusan hektare sawah di desa Sukamakmur, kecamatan Teluk Jambetimur, Karawang, Jawa Barat, terendam banjir.
00:20Ketinggian air berkisar 50 cm hingga 1,5 meter.
00:24Akibatnya tanaman padi mati hingga gagal panen dan mengakibatkan kerugian.
00:30Selain itu, banjir juga memutus akses jalan yang menghubungkan dua desa, antara Sukamakmur dan juga desa Karangligar, kecamatan Teluk Jambetimur dan Barat.
00:41Belum surutnya banjir disebabkan sejumlah faktor, antara lain pendangkalan seluruh pembuangan kali gedung hurang, hingga masih tingginya debit air sungai Cibet dan Citarum.
00:52Trinase di permukiman juga kurang memadai.
00:55Jadi, dapatnya memang akhir-akhir lama di sini surutnya, karena satu kegungan sudah memang dari Cibet dan Citarum kebeli pembuangan masih tinggi.
01:04Sehingga Cita Wolong dan kedua-dua pulang yang tampaknya mengakibat keseluruhan negara ini, terutama kampek yang masih sulit untuk surut ya.
01:14Ini demikian. Dan untuk penanganan, ya memang diutamakan saat ini, kecepatan kroyek dari pemerintah pusat melalui kumpulan PUDWS,
01:24kaitan rumah pompa dan temukan air ya, untuk bisa menahan dari dikota tersebut.
01:32Informasi terkini dari lokasi banjir di Karawang akan disampaikan Jurnalus Kompas TV, Vida Alatas, dan Juru Kamera Reza Pratama.
01:41Vida, untuk saat ini bagaimana dengan pantauan kondisi banjir, terutama di lokasi Kecamatan Teluk Jambai Timur dan Barat?
01:48Di Kecamatan Teluk Jambai Timur dan Barat, Juno dan juga Saudara ini beragam ya kondisinya,
01:58tapi per malam hari tadi memang sudah berangsur-angsur surut.
02:02Namun kami melaporkan dari RT4 di Kampung Pangasinan, di Kecamatan Teluk Jambai Barat,
02:10Juno dan juga Saudara ini merupakan titik yang memang menurut keterangan warga paling sulit atau paling lama surut.
02:17Jadi kalau di antara kecamatan-kecamatan atau kampung-kampung yang lain,
02:21di Kampung Pangasinan ini memang adalah dataran yang paling rendah begitu ya,
02:27sehingga turunnya air ini lebih lama atau relatif lebih lama dibandingkan lokasi-lokasi lain.
02:33Dan saat ini Juno dan juga Saudara kalau kami pantau di tempat kami melaporkan,
02:37ketinggian air ini bervariasi ya, semakin ke belakang memang ketinggian airnya ini semakin tinggi,
02:43tapi variasinya ini dari 10 hingga paling tidak 50 sampai 70 cm.
02:50Kalau di sini Juno dan juga Saudara,
02:53sejak tiga hari yang lalu informasi dari warga memang sudah tidak turun hujan dengan intensitas lebat atau besar,
03:01sehingga perlahan-lahan air yang merendam rumah warga ini mulai surut.
03:06Dan kalau kami pantau memang sudah ada beberapa warga yang mulai membersihkan rumah mereka di hari ini,
03:14karena memang mereka beralasan,
03:16mumpung masih ada air, air banjir yang merendam yang tidak begitu tinggi ini dimanfaatkan juga oleh warga,
03:23untuk mulai bersih-bersih rumah mereka.
03:26Dan kalau di sini Juno dan juga Saudara memang karena ketinggian airnya ini sudah relatif lebih rendah,
03:33jadi ada beberapa warga yang juga mulai menghabiskan waktu siang hari mereka di rumah,
03:41selain untuk bersih-bersih, mereka ini juga sekaligus mengamankan barang-barang berharga mereka.
03:47Juno dan juga Saudara memang di titik kami melaporkan ini,
03:50ini adalah titik yang sulit surut airnya,
03:54karena air yang mengalir atau banjir yang merendam di titik ini adalah banjir kiriman dari dua sungai,
04:04yakni sungai Cibeet dan juga sungai Citarum.
04:08Dan warga menyebut memang paling parah terjadi banjir atau terendam banjir lokasi mereka ini pada tanggal 19 Februari lalu.
04:16Dan kalau sekarang Juno dan juga Saudara tentunya perlahan-lahan ini sudah mulai surut,
04:21warga sudah mulai bersih-bersih di sini, Juno.
04:25Ya Fida, untuk saat ini juga kita menemukan bahwa Karawang merupakan salah satu tempat produksi beras yang bagi wilayah tertentu,
04:33dan juga ini terkena banjir.
04:35Lalu seperti apa area persiawan dan juga membuat gagal panen para petani mengalami kerugian?
04:39Kami tadi juga sempat menuju saat menuju ke lokasi begitu ya Juno dan juga Saudara memang di kanan dan di kiri kami ini terlihat ladang pesawahan petani,
04:52dan memang banyak di antara ladang-ladang tersebut ini masih terendam banjir.
04:56Padahal kalau kami pantau, kami lihat begitu ya dari padi-padi yang terendam banjir ini sudah mulai menguning,
05:01artinya memang sudah mulai waktunya untuk panen.
05:05Dan ini juga sejalan dengan data yang diberikan dari BPBD setempat begitu ya,
05:10di mana luas sawah terdampak dari banjir yang merendam Karawang selama tiga minggu kebelakang ini hingga 990 hektare.
05:19Ini terkait sawah, tapi warga ini di sini juga banyak yang memang bermata pencaharian sebagai penambak.
05:27Ada tambak juga yang terdampak sebanyak atau seluas 1.816 hektare.
05:34Dan saat ini tentunya yang diharapkan oleh warga pembangunan pintu air ini cepat bisa segera lampung gitu ya Juno dan juga Saudara,
05:42sehingga warga tidak perlu mengalami banjir tahunan yang kalau merendam ini bisa sampai kurang lebih satu bulan ini Juno.
05:49Baik, untuk saat ini ada tiga kecamatan yang terdampak dan juga areal persawan yang hampir 900 hektare gagal panen
05:56dan mengakibatkan produksi berasnya menjadi pusoh.
06:00Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalus Kompasivi.
06:02Vida Alatas dari Karawang, Jawa Barat.
Komentar

Dianjurkan