00:00Kembali di kompasnya, sodara banjir yang merendam permukiman di Karawang, Jawa Barat belum juga surut.
00:06Selain rumah, banjir juga merendam area persawahan serta memutus jalan penghubung dua desa.
00:12Memasuki pekan ketiga ratusan hektare sawah di desa Sukamakmur, kecamatan Teluk Jambetimur, Karawang, Jawa Barat, terendam banjir.
00:20Ketinggian air berkisar 50 cm hingga 1,5 meter.
00:24Akibatnya tanaman padi mati hingga gagal panen dan mengakibatkan kerugian.
00:30Selain itu, banjir juga memutus akses jalan yang menghubungkan dua desa, antara Sukamakmur dan juga desa Karangligar, kecamatan Teluk Jambetimur dan Barat.
00:41Belum surutnya banjir disebabkan sejumlah faktor, antara lain pendangkalan seluruh pembuangan kali gedung hurang, hingga masih tingginya debit air sungai Cibet dan Citarum.
00:52Trinase di permukiman juga kurang memadai.
00:55Jadi, dapatnya memang akhir-akhir lama di sini surutnya, karena satu kegungan sudah memang dari Cibet dan Citarum kebeli pembuangan masih tinggi.
01:04Sehingga Cita Wolong dan kedua-dua pulang yang tampaknya mengakibat keseluruhan negara ini, terutama kampek yang masih sulit untuk surut ya.
01:14Ini demikian. Dan untuk penanganan, ya memang diutamakan saat ini, kecepatan kroyek dari pemerintah pusat melalui kumpulan PUDWS,
01:24kaitan rumah pompa dan temukan air ya, untuk bisa menahan dari dikota tersebut.
01:32Informasi terkini dari lokasi banjir di Karawang akan disampaikan Jurnalus Kompas TV, Vida Alatas, dan Juru Kamera Reza Pratama.
01:41Vida, untuk saat ini bagaimana dengan pantauan kondisi banjir, terutama di lokasi Kecamatan Teluk Jambai Timur dan Barat?
01:48Di Kecamatan Teluk Jambai Timur dan Barat, Juno dan juga Saudara ini beragam ya kondisinya,
01:58tapi per malam hari tadi memang sudah berangsur-angsur surut.
02:02Namun kami melaporkan dari RT4 di Kampung Pangasinan, di Kecamatan Teluk Jambai Barat,
02:10Juno dan juga Saudara ini merupakan titik yang memang menurut keterangan warga paling sulit atau paling lama surut.
02:17Jadi kalau di antara kecamatan-kecamatan atau kampung-kampung yang lain,
02:21di Kampung Pangasinan ini memang adalah dataran yang paling rendah begitu ya,
02:27sehingga turunnya air ini lebih lama atau relatif lebih lama dibandingkan lokasi-lokasi lain.
02:33Dan saat ini Juno dan juga Saudara kalau kami pantau di tempat kami melaporkan,
02:37ketinggian air ini bervariasi ya, semakin ke belakang memang ketinggian airnya ini semakin tinggi,
02:43tapi variasinya ini dari 10 hingga paling tidak 50 sampai 70 cm.
02:50Kalau di sini Juno dan juga Saudara,
02:53sejak tiga hari yang lalu informasi dari warga memang sudah tidak turun hujan dengan intensitas lebat atau besar,
03:01sehingga perlahan-lahan air yang merendam rumah warga ini mulai surut.
03:06Dan kalau kami pantau memang sudah ada beberapa warga yang mulai membersihkan rumah mereka di hari ini,
03:14karena memang mereka beralasan,
03:16mumpung masih ada air, air banjir yang merendam yang tidak begitu tinggi ini dimanfaatkan juga oleh warga,
03:23untuk mulai bersih-bersih rumah mereka.
03:26Dan kalau di sini Juno dan juga Saudara memang karena ketinggian airnya ini sudah relatif lebih rendah,
03:33jadi ada beberapa warga yang juga mulai menghabiskan waktu siang hari mereka di rumah,
03:41selain untuk bersih-bersih, mereka ini juga sekaligus mengamankan barang-barang berharga mereka.
03:47Juno dan juga Saudara memang di titik kami melaporkan ini,
03:50ini adalah titik yang sulit surut airnya,
03:54karena air yang mengalir atau banjir yang merendam di titik ini adalah banjir kiriman dari dua sungai,
04:04yakni sungai Cibeet dan juga sungai Citarum.
04:08Dan warga menyebut memang paling parah terjadi banjir atau terendam banjir lokasi mereka ini pada tanggal 19 Februari lalu.
04:16Dan kalau sekarang Juno dan juga Saudara tentunya perlahan-lahan ini sudah mulai surut,
04:21warga sudah mulai bersih-bersih di sini, Juno.
04:25Ya Fida, untuk saat ini juga kita menemukan bahwa Karawang merupakan salah satu tempat produksi beras yang bagi wilayah tertentu,
04:33dan juga ini terkena banjir.
04:35Lalu seperti apa area persiawan dan juga membuat gagal panen para petani mengalami kerugian?
04:39Kami tadi juga sempat menuju saat menuju ke lokasi begitu ya Juno dan juga Saudara memang di kanan dan di kiri kami ini terlihat ladang pesawahan petani,
04:52dan memang banyak di antara ladang-ladang tersebut ini masih terendam banjir.
04:56Padahal kalau kami pantau, kami lihat begitu ya dari padi-padi yang terendam banjir ini sudah mulai menguning,
05:01artinya memang sudah mulai waktunya untuk panen.
05:05Dan ini juga sejalan dengan data yang diberikan dari BPBD setempat begitu ya,
05:10di mana luas sawah terdampak dari banjir yang merendam Karawang selama tiga minggu kebelakang ini hingga 990 hektare.
05:19Ini terkait sawah, tapi warga ini di sini juga banyak yang memang bermata pencaharian sebagai penambak.
05:27Ada tambak juga yang terdampak sebanyak atau seluas 1.816 hektare.
05:34Dan saat ini tentunya yang diharapkan oleh warga pembangunan pintu air ini cepat bisa segera lampung gitu ya Juno dan juga Saudara,
05:42sehingga warga tidak perlu mengalami banjir tahunan yang kalau merendam ini bisa sampai kurang lebih satu bulan ini Juno.
05:49Baik, untuk saat ini ada tiga kecamatan yang terdampak dan juga areal persawan yang hampir 900 hektare gagal panen
05:56dan mengakibatkan produksi berasnya menjadi pusoh.
06:00Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalus Kompasivi.
06:02Vida Alatas dari Karawang, Jawa Barat.
Komentar