00:00Seorang siswa SD Dinga dan Nusa Tenggera Timur harus terpaksa mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu.
00:15Surat yang berpesan agar sang ibu tidak usah menangis dan merelakan kepergiannya.
00:20Ia ditemukan tak bernyawa di kebun tak jauh dari rumahnya.
00:23Diduga sang anak mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena dengan harga kurang dari 10 ribu rupiah.
00:31Namun permintaan sang anak tak bisa dikabulkan karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang dari cukup.
00:37Kepala desa setempat juga mengatakan bahwa sang anak kerap kelaparan usai pulang dari sekolah.
00:43Kalau keseharian yang kami tahu ini tetangga, ini anak ini tidak tahu lagi mungkin dia juga terasa bermanfaat hidup terlalu tinggi.
00:55Kena tiap hari.
01:02Dia pun langsung ke sekolah itu lapar.
01:05Kasus ini langsung menarik perhatian publik.
01:07Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus ini.
01:12Ia menegaskan kejadian ini menjadi alara bagi pemerintah untuk memperkuat pendampingan dan memutahiran data keluarga dengan kemiskinan ekstrim.
01:22Tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka.
01:25Yang kedua ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama.
01:31Ya tentu bersama pemerintah daerah.
01:33Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita.
01:38Ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata.
01:43Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data.
01:47Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan,
01:58memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan.
02:01Ya jadi itu sampai disitu dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama.
02:07Tak hanya mensos Gubernur NTT Emmanuel Melquiades juga angkat bicara atas peristiwa ini.
02:14Ia mengaku bahwa kejadian ini menjadi bentuk kegagalan pemerintah NGADA dan NTT.
02:19Inilah kita tidak tahu apa yang salah, tapi perangatan sosial kita berarti gagal.
02:25Pemerintah kita juga gagal, provinsi sama, perbuatan NGADA juga sama.
02:31Menanggapi tragedi ini, psikolog anak remaja dan keluarga ikut angkat bicara.
02:53Ia menilai anak merupakan tanggung jawab negara ketika orang tuanya tak mampu dalam hal ekonomi.
03:00Memang anak itu kan sebenarnya tanggung jawab negara ketika orang tua juga tidak mampu dalam hal ekonomi.
03:07Yang dalam hal ini yang terdekat adalah pemerintah desa.
03:10Memang perlunya bagaimana pemerintah desa menggalakkan lagi mungkin apapun dipundi,
03:17sumbangan yang bisa membantu paling tidak memerantas kelaparan misalnya.
03:22Atau bagaimana juga masyarakat sedempat diberdayakan juga untuk bisa berempati, aware, kemudian juga ada bantuan.
03:30Sehingga tidak ada lagi pertama kelaparan, kemudian anak yang trauma karena kelaparan.
03:35Ketiga, hal-hal seperti ini bisa terantisipasi karena sebenarnya kekurangan atau masalahnya ini bisa mudah sekali diselesaikan
03:44apabila ada yang namanya social awareness, ada empati, ada rasa tanggung jawab sosial.
03:5110 ribu itu kan sebenarnya sangat murah buat orang kalau sama-sama menyumbang dan bisa memenuhi.
03:58Di sini juga menurut saya peranan sekolah juga sangat penting.
04:01Bagaimana sekolah juga bisa memetakan mana anak-anak yang kurang, mana tidak.
04:04Dan bagaimana juga anak juga diberikan semacam keyakinan bahwa kalau dia tidak mampu,
04:11dia bisa berbicara dengan guru, dengan mungkin counselor, dan bagaimana juga bisa saling membantu begitu.
04:17Sehingga tidak ada anak yang merasa sendiri.
04:20Saya mengalami penderitaan ini sendiri, tidak ada yang bisa membantu.
04:24Orang tua tidak bisa, masyarakat tidak.
04:26Sehingga anak ini menjadi lonely.
04:27Dan akhirnya muncullah emosi-emosi yang berubah.
04:33Seperti memurung, kemudian dia merasa tidak ada jalan keluar.
04:37Maka akhirnya biasanya jalan singkat adalah dia ingin menghabisi karena menurut dia itu yang paling cepat yang bisa dia lakukan.
04:43Walaupun itu dalam hal tidak disarankan dan tidak dibenarkan begitu.
04:49Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi negara, pemerintah, aparat, perangkat desa, bahkan masyarakat.
04:56Ketika satu anak kehilangan harapan, menandakan ada sistem yang gagal, dilindungi.
05:07Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
05:10Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih menjeraikan.
05:14Taksikan Kompas Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar