Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Tragedi pilu terjadi di Ngada, Nusa Tenggara Timur, saat seorang siswa SD mengakhiri hidupnya dan meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu agar merelakan kepergiannya.

Kejadian ini menarik perhatian publik dan pemerintah. Psikolog anak menegaskan bahwa anak adalah tanggung jawab negara ketika orang tua tidak mampu secara ekonomi.

-

Video ini tidak diperuntukan untuk menginspirasi. Namun untuk menjelaskan sebuah peristiwa atau kasus yang terjadi.

#ngada #siswasd #ntt

Baca Juga [FULL] MSCI Diduga Tahu Data Bohong Kepemilikan Saham Publik di Indonesia, Ini Kata Ahli Pasar Modal di https://www.kompas.tv/ekonomi/648701/full-msci-diduga-tahu-data-bohong-kepemilikan-saham-publik-di-indonesia-ini-kata-ahli-pasar-modal



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648703/di-balik-peristiwa-pilu-siswa-sd-di-ntt-bunuh-diri
Transkrip
00:00Seorang siswa SD Dinga dan Nusa Tenggera Timur harus terpaksa mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu.
00:15Surat yang berpesan agar sang ibu tidak usah menangis dan merelakan kepergiannya.
00:20Ia ditemukan tak bernyawa di kebun tak jauh dari rumahnya.
00:23Diduga sang anak mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena dengan harga kurang dari 10 ribu rupiah.
00:31Namun permintaan sang anak tak bisa dikabulkan karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang dari cukup.
00:37Kepala desa setempat juga mengatakan bahwa sang anak kerap kelaparan usai pulang dari sekolah.
00:43Kalau keseharian yang kami tahu ini tetangga, ini anak ini tidak tahu lagi mungkin dia juga terasa bermanfaat hidup terlalu tinggi.
00:55Kena tiap hari.
01:02Dia pun langsung ke sekolah itu lapar.
01:05Kasus ini langsung menarik perhatian publik.
01:07Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus ini.
01:12Ia menegaskan kejadian ini menjadi alara bagi pemerintah untuk memperkuat pendampingan dan memutahiran data keluarga dengan kemiskinan ekstrim.
01:22Tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka.
01:25Yang kedua ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama.
01:31Ya tentu bersama pemerintah daerah.
01:33Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita.
01:38Ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata.
01:43Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data.
01:47Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan,
01:58memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan.
02:01Ya jadi itu sampai disitu dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama.
02:07Tak hanya mensos Gubernur NTT Emmanuel Melquiades juga angkat bicara atas peristiwa ini.
02:14Ia mengaku bahwa kejadian ini menjadi bentuk kegagalan pemerintah NGADA dan NTT.
02:19Inilah kita tidak tahu apa yang salah, tapi perangatan sosial kita berarti gagal.
02:25Pemerintah kita juga gagal, provinsi sama, perbuatan NGADA juga sama.
02:31Menanggapi tragedi ini, psikolog anak remaja dan keluarga ikut angkat bicara.
02:53Ia menilai anak merupakan tanggung jawab negara ketika orang tuanya tak mampu dalam hal ekonomi.
03:00Memang anak itu kan sebenarnya tanggung jawab negara ketika orang tua juga tidak mampu dalam hal ekonomi.
03:07Yang dalam hal ini yang terdekat adalah pemerintah desa.
03:10Memang perlunya bagaimana pemerintah desa menggalakkan lagi mungkin apapun dipundi,
03:17sumbangan yang bisa membantu paling tidak memerantas kelaparan misalnya.
03:22Atau bagaimana juga masyarakat sedempat diberdayakan juga untuk bisa berempati, aware, kemudian juga ada bantuan.
03:30Sehingga tidak ada lagi pertama kelaparan, kemudian anak yang trauma karena kelaparan.
03:35Ketiga, hal-hal seperti ini bisa terantisipasi karena sebenarnya kekurangan atau masalahnya ini bisa mudah sekali diselesaikan
03:44apabila ada yang namanya social awareness, ada empati, ada rasa tanggung jawab sosial.
03:5110 ribu itu kan sebenarnya sangat murah buat orang kalau sama-sama menyumbang dan bisa memenuhi.
03:58Di sini juga menurut saya peranan sekolah juga sangat penting.
04:01Bagaimana sekolah juga bisa memetakan mana anak-anak yang kurang, mana tidak.
04:04Dan bagaimana juga anak juga diberikan semacam keyakinan bahwa kalau dia tidak mampu,
04:11dia bisa berbicara dengan guru, dengan mungkin counselor, dan bagaimana juga bisa saling membantu begitu.
04:17Sehingga tidak ada anak yang merasa sendiri.
04:20Saya mengalami penderitaan ini sendiri, tidak ada yang bisa membantu.
04:24Orang tua tidak bisa, masyarakat tidak.
04:26Sehingga anak ini menjadi lonely.
04:27Dan akhirnya muncullah emosi-emosi yang berubah.
04:33Seperti memurung, kemudian dia merasa tidak ada jalan keluar.
04:37Maka akhirnya biasanya jalan singkat adalah dia ingin menghabisi karena menurut dia itu yang paling cepat yang bisa dia lakukan.
04:43Walaupun itu dalam hal tidak disarankan dan tidak dibenarkan begitu.
04:49Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi negara, pemerintah, aparat, perangkat desa, bahkan masyarakat.
04:56Ketika satu anak kehilangan harapan, menandakan ada sistem yang gagal, dilindungi.
05:07Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
05:10Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih menjeraikan.
05:14Taksikan Kompas Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan