Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di NTT.

Siswa tersebut bunuh diri karena tak mampu membeli peralatan sekolah. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Sosial memastikan validasi data keluarga penerima manfaat bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Mensos menegaskan bahwa kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk kembali memperkuat pendampingan dan pemutakhiran data kemiskinan ekstrem.

"Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah. kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata," ujar Gus Ipul

Video Editor: Novaltri Sarelpa

_______

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

_____

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648372/mensos-buka-suara-soal-kasus-anak-di-ntt-bunuh-diri-diduga-tak-mampu-beli-buku-pena
Transkrip
00:00Ini ada kasus anak SD yang bunuh diri di NTT karena tidak mampu beli pena dan buku.
00:09Dia dari keluarga miskin, apakah itu jadi perhatian Kementerian Sosial?
00:13Ya, tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka.
00:16Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama.
00:21Ya, tentu bersama pemerintah daerah.
00:24Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita.
00:29Ya, kita harapkan tidak ada yang tidak terdata.
00:34Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data.
00:38Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin,
00:42sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan,
00:49memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan.
00:52Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama.
00:59Terima kasih telah menonton!
01:29Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan