JAKARTA, KOMPAS.TV - Hingga Kamis (4/12/2025), jumlah korban meninggal banjir Sumatera mencapai 836 jiwa. Mengapa peristiwa ini tidak ditetapkan sebagai bencana nasional?
Anggota Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Puji Pujiono mengatakan angka korban bukan satu-satunya dasar penetapan bencana nasional.
Penentuan status telah diatur secara tegas dalam undang-undang. Selain jumlah korban, pemerintah harus menilai kondisi pemerintahan daerah, kapasitas penanganan, hingga koordinasi lintas lembaga.
Berbeda dengan BNPB, Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai penetapan bencana nasional sangat krusial untuk memperkuat komando dan koordinasi di lapangan.
Irman menilai penanganan memang sudah berskala nasional, tetapi tanpa status resmi, koordinasi antarinstansi belum menyatu sepenuhnya.
Menurutnya, status bencana nasional akan mempercepat keputusan, memperjelas garis komando, dan mengintegrasikan seluruh operasi penyelamatan.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/uK6VENB-rtI
#banjir #aceh #sumut
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/635751/beda-pendapat-anggota-dpd-dan-bnpb-soal-status-bencana-nasional-banjir-sumatera-rosi
Anggota Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Puji Pujiono mengatakan angka korban bukan satu-satunya dasar penetapan bencana nasional.
Penentuan status telah diatur secara tegas dalam undang-undang. Selain jumlah korban, pemerintah harus menilai kondisi pemerintahan daerah, kapasitas penanganan, hingga koordinasi lintas lembaga.
Berbeda dengan BNPB, Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai penetapan bencana nasional sangat krusial untuk memperkuat komando dan koordinasi di lapangan.
Irman menilai penanganan memang sudah berskala nasional, tetapi tanpa status resmi, koordinasi antarinstansi belum menyatu sepenuhnya.
Menurutnya, status bencana nasional akan mempercepat keputusan, memperjelas garis komando, dan mengintegrasikan seluruh operasi penyelamatan.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/uK6VENB-rtI
#banjir #aceh #sumut
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/635751/beda-pendapat-anggota-dpd-dan-bnpb-soal-status-bencana-nasional-banjir-sumatera-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih
00:30Terima kasih
01:00Terima kasih
01:29Terima kasih
01:59Terima kasih
02:29Terima kasih
02:59Terima kasih
03:29Apakah 836 jiwa ini
03:32Angka yang terlalu kecil
03:34Untuk pemerintah
03:35Menetapkan sebagai bencana nasional
03:39Baik Mbak Rosy terima kasih
03:40Dan Pak Irman
03:42Selamat malam
03:43Mungkin patut kiranya
03:46Untuk memulai
03:47Pembicaraan ini dengan ucapan Bela Sungkawa
03:49Kepada komunitas
03:52Dan keluarga yang
03:53Kehilangan warganya
03:55Dan belum ditemukan dan sebagainya
03:57Tentang pertanyaan itu
04:00Tentang pertanyaan itu Mbak Rosy
04:01Tampaknya jumlah jiwa yang meninggal
04:08Itu bukan satu-satunya parameter
04:11Untuk menetapkan status bencana nasional
04:13Ada yang lainnya tentunya
04:14Dan ada ketentuannya dari undang-undang
04:18Untuk menetapkan status bencana nasional
04:21Yang kita tahu sekarang
04:25Adalah bahwa presiden
04:27Menyebutkan bahwa
04:29Beliau menetapkan ini
04:32Sebagai prioritas nasional
04:33Beliau menyediakan
04:35Semua backup
04:37Semua keperluan
04:39Untuk melaksanakan operasi ini
04:42Lalu kenapa enggak statusnya
04:43Menjadi bencana nasional
04:44Sesimpel itu sebenarnya pertanyaannya Pak
04:46Ada tiga hal
04:47Yang pertama tadi sudah saya katakan
04:49Bapak Presiden mempunyai kewenangan
04:52Autoriti untuk menentukan ini
04:54Bencana nasional atau tidak
04:55Yang kedua
04:57Berkaitan dengan pembagian
04:59Kewenangan di dalam pemerintahan
05:02Salah satu
05:05Yang menjadi batasan
05:07Adalah
05:09Ketika pemerintah daerah
05:12Seperti dalam kasus tsunami
05:1670%
05:18Dari anggota pemerintah daerah
05:21Dan pimpinannya
05:22Itu
05:23Tidak disempat
05:24Bukan hanya lumpuh
05:25Termasuk korban
05:27Jadi kelumpuhan pemerintahan
05:30Daerah
05:30Itu sangat penting
05:32Faktor yang sangat penting
05:33Dan yang ketiga
05:34Oke sebentar
05:35Supaya ini gampang dipahami
05:36Jadi
05:38Kalau kita membandingkan
05:39Dua yang paling
05:41Primer
05:42Primer
05:43Di era reformasi itu ada dua
05:45Yaitu tsunami Aceh
05:46Dan COVID
05:46Dan waktu di Aceh
05:48Karena
05:48Bahkan
05:5070%
05:50Dari pelayanan publik
05:51Tidak ada
05:52Jadi
05:53Pemerintah daerahnya
05:54Pemerintah daerah tidak ada
05:55Kita bisa bilang lumpuh
05:56Apakah kemudian memang
05:58Terceraiberai
05:59Atau menjadi korban jiwa
06:00Tidak ada
06:01Maka itu ditetapkan sebagai
06:02Bencana nasional
06:02Sekarang
06:04Tidak ada kelumpuhan
06:05Di pemerintahan daerah
06:06Sehingga
06:07Pemerintah pusat
06:08Merasa tidak perlu
06:09Menjadikan ini
06:10Sebagai bencana nasional
06:12Saya tidak bisa mengatakan begitu
06:13Karena sekali lagi
06:14Presiden
06:15Tapi tidakkah BNPB
06:16Memiliki otoritas
06:17Untuk mengusulkan
06:19Apakah BNPB
06:20Tidak memberikan usulan
06:21Bukan usulan
06:22Begini
06:23Atau pertimbangan
06:24Kalau gitu
06:24Saya ganti pertanyaan
06:25Pak Puji
06:26Apakah BNPB
06:28Memberikan
06:30Ruang
06:30Kepada
06:31Pempresiden
06:32Bahwa ini penting
06:33Untuk ditetapkan
06:34Sebagai bencana nasional
06:35Yang pertama
06:37Presiden
06:37Melakukan
06:39Kepemimpinan langsung
06:41Baik di tingkat pusat
06:43Maupun
06:44Sampai instruksi ke daerah
06:45Nah dalam konteks itu
06:47BNPB memberikan
06:48Semua parameter
06:49Semua informasi
06:50At the disposal
06:52Di tangan beliau
06:54Nah sekali lagi
06:56Keputusannya di Presiden
06:57Jadi kami menyediakan
06:58Status pemerintahan
07:00Kemudian status
07:02Akses ke daerah
07:03Kemudian situasi
07:04Pemenuhan
07:05Penyelamatan
07:06Semua kita sediakan
07:07Nah dalam
07:09Aturan pemerintahan
07:11Tentunya
07:11Apa yang dipandang oleh
07:12Satu unit pemerintahan
07:14Itu akan
07:14Bayangan saya
07:15Akan diletakkan bersama
07:18Dengan pertimbangan
07:18Yang lainnya
07:19Misalnya di dalam
07:19Rapat kabinet
07:20Dan sebagainya
07:21Nah satu perspektif
07:23Dari operasi
07:24Itu akan digabung
07:25Dengan yang lainnya
07:26Saya pikir itu
07:26Yang membentuk
07:27Keputusan
07:28Oke
07:28Saya ke Pak Irman dulu
07:30Pak Irman termasuk
07:31Anda senator
07:32Daerah pemilihan
07:33Sumatera Barat
07:33Meskipun ini adalah
07:34Bagian dari
07:35Kesemuanya tidak melulu
07:36Tentang Sumatera Barat
07:37Tapi saya rasa
07:38Anda adalah representasi
07:39Dari daerah yang terdampak
07:41Luar biasa
07:41Dari bencana di Sumatera
07:42Anda sempat mengatakan
07:44Ini harus menjadi
07:45Bencana nasional
07:46Apakah Anda
07:47Tetap pada pendirian itu
07:49Ya begini
07:50Sebagai yang mewakili
07:52Rahayat
07:53Yang korban bencana
07:54Terutama
07:54Darah pemilihan saya
07:55Sumatera Barat
07:56Tentu kita
07:57Punya jaringan juga
07:59Sampai ke bawah
08:00Mbak Rosi
08:00Pasal apa yang kita
08:02Rasakan
08:03Kita alami
08:04Bersama juga
08:05Di daerah provinsi
08:06Lain itu
08:07Ini luar biasa
08:08Apa kejadian ini
08:10Seperti apa yang disampaikan
08:11Lemualim Gubernur Aceh
08:13Katakan
08:13Sampai dia menangis
08:14Mengatakan
08:15Ini sudah seperti
08:16Tsunami
08:17Kedua
08:18Kedua
08:18Nah
08:19Itu saja skopnya
08:21Kalau hanya provinsi
08:22Dalam konteks
08:22Wilayah
08:23Ini tiga provinsi
08:24Jadi
08:26Jadi kalau
08:26Biasanya
08:27Lintas kabupaten
08:28Itu tanggung jawabnya
08:29Ada di Gubernur
08:30Tapi ini kalau
08:31Sudah lintas provinsi
08:32Tentu harus dibawakan
08:33Kalau saya meminjam
08:34Istilah dari Pak Puji
08:35Tapi kan
08:35Pelayanan
08:36Pemerintahan daerah
08:37Enggak lumpuh
08:38Lumpuh itu kan
08:39Tidak bisa dilihat
08:40Secara fisik
08:41Tapi lumpuh
08:42Dalam arti total
08:43Memang
08:44Apa
08:45Seperti yang kita
08:46Lihat tadi
08:47Hampir semua
08:48Kepala daerah baik
08:49Kabupaten
08:50Kota
08:50Bahkan Gubernur pun
08:51Udah menyatakan
08:52Mereka gak sanggup lagi
08:53Gak bisa kita
08:55Serta-merta
08:56Memandingkan
08:57Soal status bencana itu
08:59Antara tsunami
09:00Covid
09:01Ini kan berbeda-beda
09:02Ini
09:04Kondisi
09:05Daerah sekarang
09:06Berbeda dengan dulu
09:07Ini daerah sekarang
09:08Katakan dalam soal anggaran
09:10Itu sangat terbatas
09:11Baru dipotong anggarannya
09:12Bahkan Sumatera Barat saja
09:14Untuk bayar gaji pegawai
09:15Nggak ada
09:15Udahlah kita
09:16Gubernur
09:17Mayadi
09:17Pak Purwaya tolong bayar
09:20Ya
09:20Apalagi dalam
09:22Dalam keadaan besar begini
09:24Kas daerah untuk
09:25Disumber contoh
09:25Saya tanya sama Pak Sekdanya
09:27Dua hari yang lalu
09:28Berapa tinggal lagi
09:29Hanya 5 miliar
09:30Mereka bisa bikin apa gitu
09:32Iya gak bisa bikin apa-apa
09:33Kalaupun juga bisa
09:34Coba lihat
09:35Jalan yang
09:35Sangat strategis
09:37Dari Padang ke
09:39Bukit Tinggi Lembaanai
09:41Dulu 2024 kan
09:42Kena longsor juga
09:44Nah sekarang
09:45Longsor lagi
09:46Karena penyelesaian kita itu kan
09:48Ad hoc saja
09:49Tidak komprehensif
09:50Ya sebatas
09:51Jadi dengan status bencana nasional
09:53Itu Pak Irman merasa
09:55Atau
09:56Mereka yang terdampak
09:57Bencana ekologis di Sumatera itu
10:00Merasa bisa dapat penanganan secara komprehensif
10:03Itu yang kita harapkan
10:04Karena bagaimanapun
10:06Daerah kita ini kan ring of fire
10:08Apalagi Sumatera itu kan
10:09Kan baru sih lihat
10:11Pernah gak kita menangani ini secara total gitu
10:14Dalam persoalan
10:15Dan dalam sejarah
10:16Bencana di Indonesia
10:17Tidak ada dalam
10:18Tiga provinsi sekaligus
10:20Tidak ada gitu loh
10:21Jadi dengan hal ini
10:23Kalau sudah tiga provinsi
10:24Buat saya ini
10:25Apalagi memang
10:26Masyarakat juga mendukung
10:28Kami pun sebagai senator dari
10:30Provinsi Sumatera dan Aceh
10:32Hanya gini Pak Irman
10:32Mengapa Anda merasa
10:34Soal status ini jadi penting
10:37Ya artinya kan
10:38Bukankah penanganan
10:39Yang juga selalu
10:39Ya gak bisa begitu
10:40Kan kita kenal
10:41Apa namanya
10:42Ada tanggap darurat
10:43Tingkat provinsi
10:44Etika provinsi
10:45Sudah menyatakan
10:46Ketidakmampuan
10:47Tidak bisa secara eksplisit mereka
10:49Saya mewakili rakyat
10:51Langsung
10:52Tanpa ada operasi
10:53Dengan presiden
10:54Kami 12 senator
10:56Bahkan Ketua DPD pun
10:58Sudah menyatakan
10:58Menetapkan di bidang nasional
11:00Apalagi gitu loh
11:02Ya apa
11:03Kenapa
11:03Mengapa status itu
11:05Menjadi penting
11:06Padahal penanganannya
11:07Sudah secara nasional
11:08Dengan
11:08Status itu ada
11:10Sehingga koordinasi kerja itu
11:12Lebih
11:12Menyatu
11:14Lebih
11:15Komando
11:15Lebih komando
11:16Kalau sekarang coba lihat
11:18Antara Basarnas dan
11:19PNPB aja
11:21Di lapangan berbeda
11:23Masing-masing instansi
11:25Bekerja untuk membawa
11:26Mereka sendiri
11:27Polisi
11:28Kita akui
11:29Telah membuat banyak
11:30Tidak ada satu komando
11:32Ya ingat saya
11:332004 ya
11:34Waktu saya bersih di DPD
11:35Itu
11:36Langsung kita turun
11:38Bahkan presiden
11:39Menetapkan
11:39Menko Kesra
11:40Waktu itu Pak Louis siap
11:41Ditunjuk
11:42Ya setelah itu
11:43Bikin badan rehabilitasi
11:45Rekonstruksi
11:46Ya BNPR
11:47Jadi kita tuh jangan melihat
11:49Hanya yang
11:49Dalam kondisi yang
11:50Darurat ini
11:51Ya nanti rehabilitasinya
11:53Bagaimana
11:53Rekonstruksi bagaimana
11:54Ini harus panjang
11:55Milihnya
11:56Mbak
11:56Mbak
11:56Mungkin bisa kita
11:57Sambung
11:57Ini gak bisanya sekedar
11:58Apa
11:59Apa nanya
12:00Bukan suatu
12:00Suatu ini sangat-sangat penting
12:02Ya kalau kita masih
12:04Menganggap kita
12:04NKRI
12:06Kalau gak kami di Sumatera ini
12:08Merasa
12:08Ketika sumber daya alam kami
12:10Milik nasional
12:11Ketika bencana
12:12Daerah
12:13Ini kuat sekali
12:15Ketika izin usaha
12:16Ketika izin usaha
12:17Pusat
12:17Ya lihat apa yang terjadi
12:19Tadi pagi kan
12:20Ya
12:21Itu wakil ayat
12:22Bu Titik
12:23Dengan menteri
12:24Kehutanan
12:24Ya
12:25Kena
12:26Merasa
12:27Otoritasnya
12:28Kehutanan
12:29Ada aja
12:29Lulalang itu
12:30Orang
12:31Jual kayu
12:32Dan sebagainya
12:33Gak bisa apa-apa juga
12:34Daerah
12:34Jadi jangan
12:35Dikatakan
12:36Rezim otonomi ini
12:37Rezim otonomi itu
12:39Gak ada lagi sekarang
12:40Itu hanya
12:40Code and code
12:41Merk
12:41Udah residentalisasi
12:43Omnibus law
12:43Udah
12:44Semuanya ke pusat
12:46Pak Puji
12:47Saya rasa ini adalah
12:47Poin yang sangat menarik
12:48Ketika izin ditarik
12:50Semua ke pusat
12:51Tapi ketika bencana
12:52Silahkan
12:53Kepala daerah
12:54Urus
12:54Kemalangannya masing-masing
12:57Gini
12:57Tiga hal
12:57Yang pertama
12:58Tentang
12:59Komando
13:00Jadi undang-undang
13:02Menggariskan
13:04PNPB
13:04Punya fungsi komando
13:06Dan itu yang dilaksanakan sekarang
13:07Pasarnas
13:08Kepolisian
13:09TNI
13:09Semuanya
13:10Ini berada di
13:11Bawah komando
13:12PNPB
13:14Tetapi
13:15Kepala daerah
13:16Tetap memegang
13:17Keputusan terakhir
13:19Yang kedua
13:20Kenapa ini penting
13:21Karena dalam situasi
13:23Yang sekarang
13:24Apalagi Pak Irwan
13:25Ketika masuk ke dalam
13:26Rehabilitasi nanti
13:27Pemerintah daerah
13:28Mempunyai fungsi yang
13:29Sangat kuat
13:30Dan mereka ada di sana
13:30Tidak bisa di overrule
13:32Oleh pemerintah pusat
13:33Anda bayangkan ya
13:35Seandainya
13:36Senario
13:37Semuanya di overrule
13:39Diambil oleh
13:40Femilat pusat
13:41Seperti di Aceh dulu
13:42Apa yang terjadi
13:43Tatanan yang ada
13:45Dan pemerintahnya ada
13:46Di tempat ini
13:47Semuanya dimulai dari awal
13:49Menggerakkan relawan
13:50Semuanya dikeren dari pusat
13:52Ada
13:52Yang dikorbankan
13:54Tatanan itu
13:55Akan terkorbankan
13:56Ingat
13:57Saya kira
13:58Romantik
13:59Saya gak ngerti
14:00Pak Puji
14:00Agak terlalu jauh konsepnya
14:02Intinya sebenarnya
14:04Yang diinginkan oleh
14:05Masyarakat
14:06Yang terkena dampaknya
14:07Di Sumatera
14:08Dan ini tidak melulu
14:09Hanya dari kepala daerah
14:10Yang angkat tangan
14:11Tapi paling terakhir
14:13Hari ini
14:13Kamis
14:13Kita dengar
14:14Hari Kamis ini
14:14Tanggal 4 Desember
14:16Gerakan hati nurani bangsa
14:17Mereka ada
14:18Businta Nuria Wahid
14:20Kurai Shihab
14:21Dan tokoh-tokoh
14:22Lintas Agama
14:23Bahkan MUI pun
14:25Gabungan dari
14:26Oman Islam
14:26Sudah menyatakan
14:27Mereka bisa dibilang
14:28Tidak terkena dampak
14:30Tetapi ini tentang
14:31Kemanusiaan
14:32Bahwa angka
14:33Itu
14:34Jangan hanya sekedar
14:36Angka
14:36Tapi soal kemanusiaan
14:37Intinya adalah
14:38Soal penanganan yang cepat
14:40Kenapa
14:41Kenapa
14:42Tadi dibilang
14:44Soal darurat
14:45Bencana nasional
14:47Itu dianggap penting
14:47Soal cuman status
14:48Tapi soal koordinasi
14:50Dan penanganan yang cepat
14:51Nah sekarang
14:52Kalau itu memang
14:53Tidak dianggap
14:54Belum perlu
14:54Dimana cepatnya Pak
14:56Itu aja sih sebenarnya
14:57Sekarang kalau kita lihat
14:58Kecepatannya ya
14:59Misalnya sekarang ini
15:0120 heli sudah
15:03Dideploy
15:03Kemudian pesawat terbang
15:05Pemerintah pusat
15:07Mengatakan
15:07Tidak ada batasnya
15:08Apa yang Anda minta
15:09Begini
15:09Dalam
15:10Penetapan keadaan
15:12Bencana itu
15:13Ada yang disebut
15:13Kemudahan akses
15:14Pemerintah dari yang
15:15Terkena bencana
15:16Itu mempunyai kemudahan
15:17Untuk meminta akses
15:18Aset
15:19Proses dan sebagainya
15:21Ini diberikan
15:21Disediakan
15:22Tentang pendanaan
15:24Menteri Keuangan
15:25Presiden menyatakan
15:27Dana gak masalah
15:28Anda yang dibutuhkan
15:29Sudah disediakan
15:30Semua kemudahan
15:30Ini sebenarnya yang dibilang
15:31Tidak perlu tanpa status
15:33Tapi secara penanganan
15:34Ada nasional
15:35Secara pragmatik
15:36Menurut saya gak semudah
15:37Itu juga Pak
15:38Sebab yang namanya
15:39Birokrasi itu kan
15:40Tidak mudah
15:41Kalau ini sudah ditangani
15:42Secara nasional
15:43Tentu ada
15:44Rekening khusus lah
15:45Katakan
15:46Yang bisa
15:47Di deploy
15:48Untuk
15:48Ini namanya
15:49DSP
15:50Dana siap pakai itu
15:52Dan Presiden menekankan
15:54Kemarin
15:54Pangkas semua prosedur
15:56Pertanyaan saya
15:56Oke
15:57Kalau memang
15:57Hampir sama dan tak serupa
15:59Udah lah
15:59Tetapkan saja
16:00Penjalanan nasional
16:01Itu aspirasi masyarakat
16:02Saya memahami
16:03Itu aja
16:04Saya memahami
16:04Apa sih susahnya gitu
16:06Atau barangkali
16:08Kita ini kena di Sumatera
16:09Kita gak didukung
16:11Ini kan gak
16:11Saya kira pernyataan ini
16:13Saya mengatakan ini
16:14Karena itu aspirasi yang ada
16:15Tentu saja
16:17Ini kita keadaan
16:18Bukan baik-baik saja Pak
16:19Tentu saja
16:20Ya saya mohon Pak Presiden Prabowo
16:21Dengar ini
16:22Kami hanya meminta
16:24Supaya ini status nasional
16:25Kalau kami di DPD
16:27Dipilih langsung rakyat
16:28Gak dipercaya
16:29Ormas-ormas yang sudah ini
16:31Apa lagi
16:32Dengan adanya status nasional ini
16:34Itu koordinasi mudah
16:36Dukungan dari berbagai tempat ada
16:37Sekarang yang terjadi di lapangan
16:39Gak begitu Pak
16:40Contoh di kampung saya di Agam
16:41Ya di Pelambayan itu
16:43Gak bisa
16:43Sampai hari ini
16:44Sebelum kita turun ini
16:45Ya
16:46Kalau PNPB saja
16:47Saya yakin
16:48Anggaran Anda saja
16:51Cuma 2,5 triliun
16:52What can you do
16:52Untuk tiga ini
16:53Ya
16:54Ini bukan soal hanya anggaran
16:56Tapi koordinasi
16:57Management
16:58Ya
16:59Jadi kalau ini gak dilakukan
17:01Segera Pak
17:02Ya
17:02Apakah menurut Pak Irman
17:05Soal status
17:06Meskipun
17:07Pemerintah sudah
17:09Konferensi pers
17:10Mengatakan ini bukan
17:11Tentang status
17:12Yang penting prioritas
17:13Penanganan secara nasional
17:14Apakah hanya karena status itu
17:16Akan membalikkan
17:17Ya kenapa soal bencana nasional
17:18Gak mau
17:19Kalau cuma itu saja
17:20Kenapa kok harus
17:21Apa
17:22Apa karena kita gengsi
17:24Mengakui ada bencana nasional
17:25Justru ini masalah kemanusiaan
17:27Banyak negara-negara lain
17:29Yang ingin membantu
17:30Dalam rangka kemanusiaan Pak
17:31Ya
17:31Kalau soal kemanusiaan
17:32Gak ada lagi
17:33Batas-batas negara
17:34Ya
17:35Tapi karena mereka
17:36Mau masuk
17:37Tapi kan terbatas
17:38Coba kita dengar Pak Puji
17:39Coba silahkan Pak Puji
17:40Kami tidak
17:42Anti
17:43Tidak mengatakan
17:44Jangan ditetapkan
17:46Atau ditetapkan
17:46Ya
17:47Kami ini instrumen
17:48Dari presiden
17:49Ya
17:49Dari pemerintah
17:50Ya
17:51Kami menyediakan semua data
17:53Semua aspek yang diperlukan
17:54Ya
17:54Pengambilan keputusan
17:55Ada di presiden
17:56Jadi argumen ini
17:58Dengan presiden
17:59Ya
17:59Kami ini
18:00Seperti Pak Rasip bilang
18:01Apapun statusnya
18:02Ya
18:02We do the best that we can
18:04Ya kan
18:05Dan kebetulan
18:06Pemerintah pusat
18:07Presiden menyediakan
18:08At our disposal
18:09Apa yang Anda inginkan
18:11Bilang
18:11Langsung diberikan
18:12Ya
18:12Sekarang saya mau tanya Pak Puji
18:13Ya
18:14Sebagai instrumen
18:14Sebagai PNPB
18:16Secara nurani ini
18:17Ya
18:17Ya kan
18:18Melihat aspirasi masyarakat
18:19Kayak seperti ini
18:20Ya
18:20Ya
18:21Kalau hanya soal nama status
18:23Benar gak sih
18:24Bapak memberikan nama status
18:26Bencana nasional
18:26Itu harapan kami
18:28Ya
18:28Kalau gak nanti kita coba aja
18:29Survei di
18:31Apa namanya
18:31Kompas TV
18:33Langsung aja
18:34Coba tanya
18:34Coba tanya aja
18:35Kayak CBT
18:36Yang Jimini
18:37Ya
18:38Yang dengan pakai logika aja
18:40Dibilang pantas
18:42Apa
18:42Bencana yang terjadi
18:44Di tiga provinsi ini
18:45Nasional
18:45Ya
18:46Apalagi kita human ini Pak
18:48Saya sepakat
18:49Jadi saya
18:49Saya khawatirnya Pak Prabowo ini
18:51Tidak terinformasi
18:52Lengkap
18:53Ya
18:54Seperti apa yang terjadi
18:55Di bulan Agustus
18:57Ya
18:58Jadi
18:59Saya tidak dalam posisi
19:00Saya dalam posisi
19:01Mengatakan itu
19:02Silahkan
19:02Sebagai wakil rakyat
19:04Saya gak mau nanti Pak Presiden kita
19:06Ya
19:06Asal Bapak senang
19:08Kurang terkonfirmasi
19:09Oh gak apa-apa
19:10Gak bisa Pak
19:11Lihat itu semua
19:12Oh jangan dikatakan di sosmed
19:14Sosmed itu cerminan gitu loh
19:17Ya
19:18Ya
19:18Memang
19:18Memang
19:19Memang
19:20Saya khawatirnya Pak Prabowo ini
19:21Ya
19:22Tertutup informasinya
19:23Ya gak ada yang berani menyampaikan
19:25Saya yang menyampaikan langsung
19:27Silahkan
19:28Pak Prabowo
19:28Ya
19:29Saya sebagai warga
19:31Sebagai senator Republik Indonesia
19:32Saya mohon
19:33Saya minta
19:33Segera tetapkan
19:35Status bencana Sumatera
19:36Ini bencana nasional
19:37Silahkan
19:39Tentu saja
19:40Sebagai senator
19:41Bapak punya
19:42Ruang untuk menyatakannya
19:44Sebagai bagian dari birokrasi
19:46Kami juga punya
19:47Ruang punya koridor
19:48Ini saya kira
19:49Indahnya
19:49Bernegara seperti ini
19:50Kami dengan aturan
19:52Bapak Unggungkan Nurani
19:53Ya tapi kan waktu Pak
19:54Kortemu di tengahnya
19:54Kalau gitu
19:56Kami akan lanjutkan lagi diskusi
19:58Karena ini adalah
19:59Sesuatu yang penting dijelaskan
20:00Begitu banyak
20:01Menginginkan status
20:03Bencana nasional ini
20:05Ditetapkan
20:06Di Sumatera
20:08Sebagai bencana ekologis
20:09Dan ini adalah bencana
20:11Yang harus ditanggung bersama
20:12Tetapi
20:12Kenapa lama
20:14Atau belum juga ditetapkan
Komentar