00:00Masih di Sapa Indonesia Malam bersama tenaga ahli kantor staf presiden Ilham Malik dan media manajer Amnesty International Indonesia, Haril Halim.
00:08Mas Haril, kalau tadi Mas Ilham menyatakan bahwa kalau dari pemerintah pusat itu firm, bahwa gak perlu status bencana nasional,
00:14tapi perlakuannya itu melibatkan seluruh unsur secara nasional dan akan dijaminkan soal sustainability-nya di lapangan.
00:22Apa yang masih dikhawatirkan sebenarnya dari Amnesty?
00:24Sebenarnya yang kami khawatirkan adalah dasar hukumnya ketika dasar hukumnya adalah hanya pernyataan publik tanpa ada keputusan presiden
00:32ataupun yang menetapkan status bencana nasional ini, itu yang akan bisa menghambat yang pertama tadi adalah sustainability.
00:38Tapi apa yang lebih penting dari penetapan status nasional ini adalah konsekuensi hukum
00:45ataupun apa ini bisa memberikan legitimasi politik bagi presiden untuk melakukan audit lingkungan
00:52setelah proses recovery terjadi.
00:55Jadi proses audit lingkungan, jika perlu dilakukan moratorium izin,
01:01hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas bencana yang terjadi di Sumatera ini.
01:10Kita lihat, kalau kita melihat data walhi itu ada dari 10 tahun terakhir,
01:15dari 2016 sampai 2024 itu 1,4 juta itu lahan yang menjadi terdeforestasi di wilayah ketiga wilayah provinsi ini.
01:271,4 juta hektare itu mungkin 20 kali luasnya Singapura ataupun seluas dengan wilayah Timur Leste secara keseluruhan satu negara
01:40ataupun ketika kita mengambil ukurannya negara-negara lain di Eropa Barat,
01:44itu setengahnya beberapa negara di Eropa Barat.
01:47Itu sangat besar deforestasi yang terjadi di sana.
01:50Oleh karena itu, mengapa status darurat nasional ini penting untuk menginvestigasi lebih jauh faktor-faktor yang menyebabkan bencana ini terjadi?
02:02Tanpa status hukum nggak bisa?
02:03Tanpa status hukum saya rasa nanti pemerintah bisa ngeles bahwa, oh itu sudah kita lakukan penanganannya.
02:11Tapi kalau ada status hukum dari status bencana nasional ini, itu akan memberikan legitimasi kepada Presiden untuk melakukan langkah-langkah yang lebih jauh yang diperlukan.
02:24Nah, apa yang diperlukan di lapangan?
02:26Kita sudah terhubung saat ini dengan Bupati Aceh Utara, Ismail Ajalin lewat sambungan Zoom.
02:31Selamat malam.
02:33Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Pak Bupati.
02:37Ya, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
02:40Pak Ismail, kami turut prihatin, kami turut berduka atas musibah yang menimpa warga di Aceh Utara sebagai salah satu bagian dari Sumatera bagian Utara yang terkena musibah ini.
02:54Pak Ismail, terima kasih sudah meluangkan waktu.
02:59Ya, terima kasih juga. Terima kasih.
03:02Karena sudah meliput informasi kami yang ada di Aceh Utara, menyangkut dengan bencana yang luar biasa pada hari ini. Terima kasih banyak.
03:12Terima kasih kembali Bapak Pak Ismail.
03:15Saat ini kondisinya seperti apa di sana?
03:18Apa yang paling dibutuhkan oleh warga Aceh Utara saat ini?
03:22Ya, yang pertama sekali perlu saya ceritakan yang bahwa bencana di Aceh Utara bukan bencana semarangan.
03:31Lebih daripada tsunami kejadiannya.
03:34Karena tsunami-nya hanya kena pesisir dan hanya sebentar.
03:38Tapi ini sudah sembilan hari, masih belum reda.
03:44Jadi rumah, satu kampung itu ada rumah tinggal rumah 18 unit.
03:51Lain semua hanyut.
03:54Maka pada hari ini ada sekitar sembilan kecamatan lagi yang terisolir.
03:59Yang belum bisa kita masukkan makanan kepada mereka yang pengungsi.
04:05Karena semua jalan putus, irigasi putus, lumpur semua di atas badan jalan, kemudian tiang-tiang listrik semua roboh.
04:16Rumah-rumah di atas jalan ini masih sedikit-sedikit kita perbaiki supaya tumbuh ke masyarakat kita yang mengungsi di perdalaman.
04:27Pak Ismail saat ini juga bergabung di dialog kita ada Pak Ilham Malik yang merupakan tenaga ahli kantor staf presiden.
04:36Apa yang mau Bapak sampaikan langsung kepada pemerintah pusat?
04:38Ya pertama sekali saya mohon kepada Bapak Prabowo agar membantu kami di Aceh Utara ini yang sedang malam hari.
04:48Karena kami di kabupaten ini tidak sanggup lagi menangani banjir yang bencana yang luar biasa ini.
04:56Mohon perhatiannya Bapak Presiden untuk menangani persoalan yang ada di Aceh Utara.
05:04Saat ini sudah ada bantuan yang masuk, Bapak apa yang sudah ada?
05:12Yang sudah ada hanya yang ada di kabupaten, yang di pusat belum ada.
05:18Kemarin saya minta itu pesawat dari BMPB sampai sekarang belum datang untuk kita transfer makanan kepada pengungsi-pengungsi yang di tengah-tengah hutan, yang terjebak di tengah-tengah hutan.
05:30Tapi sampai hari ini belum ada bantuan dari pemerintah pusat terhadap Kabupaten Aceh Utara.
05:36Bapak yang berada di tengah hutan itu mereka bertahan dengan apa? Informasi yang Bapak dapat? Makan apa? Minumnya bagaimana?
05:44Itulah, itulah yang menjadi masalah.
05:47Ini kami lagi tempuh ini jalur-jalur hutan ini supaya dapat ini masyarakat-masyarakat kita.
05:53Maka dalam hal tersebut saya sudah memohon beberapa kali, tapi tidak ada yang mengusikapi ini persoalan yang ada di Aceh Utara, bencana yang luar biasa ini.
06:06Saya langsung tanyakan ke Pak Ilham, silakan ada tanggapan Bupati Aceh Utara meminta bantuan ke pemerintah pusat.
06:13Mungkin Bapak bisa jadi penyambung untuk membantu di sana.
06:16Baik, terima kasih. Assalamualaikum Bang Ismail.
06:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:22Tadi terkait dengan kendala yang ada di Aceh Utara, nanti akan kita sampaikan ke BNPB supaya nanti bisa diatasi segera.
06:30Tetapi tentu ini menjadi sebuah keperhatianan kita semua.
06:34Bantuan sudah ada tetapi tidak cukup.
06:36Dan ini akan menjadi perhatian dari BNPB untuk bantuan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di sana.
06:43Memang tantangannya sekarang ini dari seluruh wilayah yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat.
06:49Yaitu sebaran bencananya yang sangat luar biasa.
06:53Dan mudah-mudahan ini menjadi perhatian kita bersama.
06:58Cara penanganannya dan teknis penanganannya yang nanti akan dirumuskan dan dilaksanakan oleh teman-teman di satuan untuk mengatasi masalah ini.
07:06Pak Ismail, nanti informasi yang Bang sampaikan tadi akan kami sampaikan kepada Presiden.
07:13Baik, terima kasih.
07:15Silakan Pak Ismail.
07:17Yang pertama sekali saya ingin menyampaikan.
07:20Yang pertama saya sampaikan mohon dibantu Aceh Utara ini Bapak Presiden.
07:26Karena ini kami tidak sanggup.
07:30Karena kerusakan jalan, kerusakan irigasi ini.
07:33Kemudian menyangkut dengan bahan pokok masyarakat ini.
07:38Kami tidak sanggup.
07:39Maka kami minta bantu kepada Bapak Presiden.
07:41Tolonglah kami, Pak Presiden.
07:45Baik Bang, akan kami sampaikan nanti Bang.
07:47Ya, terima kasih.
07:50Semoga segera ditangani dengan baik.
07:53Pak Ismail saat ini berada di mana Pak tepatnya?
07:56Ini, ya saya barusan ini di lapangan.
07:59Ini lagi kasih bantuan Masa Pani kepada masyarakat-masyarakat yang lagi mengungsi.
08:06Itu di mana Pak masyarakat yang mengungsi yang Bapak kunjungi saat ini?
08:12Masibah di Aceh Utara ini dari 27 kecamatan.
08:16Pucuma yang tidak terendam habis.
08:20Pucuma dua kecamatan.
08:21Yang lain rata semua.
08:23Maka saya bilang lebih daripada tsunami.
08:25Yang terjadi di tahun 2006 kemarin.
08:33Untuk warga yang dipengusian tentu butuh banyak bantuan.
08:37Saya akan tanyakan lebih banyak lagi.
08:39Kita akan jendela dulu sejenak.
08:41Pak Ismail, Pak Ilham juga, Mas Hayril.
08:43Kami akan segera kembali di Sapa Indonesia malam.
Komentar