00:00Saudara warga Ulegle Pidijaya mengungsi di masjid sebab debit air banjir terus bertambah akibat curah hujan tinggi sejak Rabu malam.
00:11Warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir hingga ketinggian 1 meter.
00:17Saat ini warga membutuhkan bantuan makanan maupun obat-obatan terutama bagi anak-anak, perempuan maupun langsia.
00:24Data sementara yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh, total warga yang terdampak di Pidijaya sebanyak 22 ribu jiwa.
00:38Akibat banjir yang terjadi di pinggiran sungai Deli, kota Medan, ratusan warga terpaksa mengungsi di tempat yang lebih tinggi.
00:47Ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai 6 meter.
00:50Selain kebutuhan makan, kini warga juga membutuhkan pakaian.
00:59Polda, Sumatera Utara menyampaikan laporan situasi bencana alam di wilayah Sumatera Utara,
01:05di mana terdapat 221 bencana alam pada tanggal 24 hingga 26 November 2025.
01:14Di antaranya tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan puting belium.
01:19Bencana ini terjadi di 12 kabupaten kota.
01:23Sementara jumlah korban meninggal dunia 43 orang, 81 luka-luka, dan 88 lain yang masih dalam pencarian.
01:32Serta hingga kini jumlah pengungsi ada 1.168 orang.
01:37Data ini sifatnya dinamis sehingga masih mungkin adanya perubahan.
01:41Untuk wilayah Sumatera Barat, Kepala Kantor Sar Sumatera Barat menyatakan
01:51sebanyak 17 orang meninggal, 15 mengalami luka-luka, dan 5 lain yang masih hilang.
01:57Data ini diperoleh per hari Kamis 27 November 2025.
02:01Dan bagaimana penanganan korban bencana banjir serta longsor yang menerjang sebagian wilayah Sumatera?
02:13Kita akan tanyakan kepada jurnalis Kompas TV.
02:15Ada Jonah Monangan di Medan Sumatera Utara dan Rio Johannes di Padang Sumatera Barat.
02:21Kita ke Medan terlebih dahulu, Saudara Jonah.
02:23Selamat malam. Bagaimana kondisi atau lokasi yang terjadi di Tapanuli Tengah?
02:30Apakah longsor ini bencananya sudah bisa dijangkau oleh tim SAR?
02:39Ya, Valen. Kondisi sekarang di Kota Medan ini banjirnya cukup merata.
02:44Jadi kalau tadi saya melihat perjalanan saya, mulai dari Deli Serdang menuju Kota Medan,
02:49ini banyak sekali genangan.
02:50Dan dikatakan memang curah hujan cukup tinggi, ditambah lagi dengan adanya luapan dari sungai.
02:56Nah, sekarang posisi saya berada di Jalan Gatuh Subroto.
02:59Ini adalah salah satu sentra ekonomi yang ada di Kota Medan.
03:03Dan kalau kita melihat di malam hari ini, tinggi genangan air ini kurang lebih antara 10 sampai 15 cm.
03:10Dan ini mulai dari pangkal jalan sampai ke ujung.
03:14Jadi kalau saya bisa digambarkan, ini dari arah Medan menuju ke arah Binjai.
03:18Jadi ke arah Binjai bisa melalui jalan ini.
03:20Nah, bagaimana terkait dengan tinggi atau genangan, saya akan menunjukkan kepada Valen.
03:26Jadi ini mobil atau motor yang mungkin mau menuju ke arah Gatuh Subroto,
03:32khususnya ke arah di visual gambar.
03:34Ini bahkan banyak yang memutar balik ya, dikarenakan tinggi dari genangan.
03:39Ini memang membuat sebagian orang ragu untuk bisa melintas.
03:42Jadi bisa dibayangkan di salah satu tempat atau mungkin pusat perekonomian ini,
03:49tinggi genangan ini bahkan ya bisa dikatakan mungkin secara ekonomi ini tidak efektif ya,
03:54atau mungkin tidak ideal.
03:56Dan dikhawatirkan besok akan seperti apa,
04:00dikhawatirkan juga banyak masyarakat yang khawatir kalau besok akan semakin meninggi,
04:05dikarenakan memang luapan.
04:07Itu saja masyarakat berharap besok sudah mulai surut,
04:10tapi memang tidak ada yang bisa menjamin atau tidak yakin,
04:12dikarenakan memang curah hujan ini masih tinggi.
04:16Nah, untuk besok apakah masih hujan?
04:18Memang dari prediksi masih hujan,
04:20tapi diharapkan tidak terlalu padat,
04:21dikarenakan memang aktivitas masyarakat bisa dikatakan setengah lumpuh,
04:26bisa dikatakan seperti itu ya,
04:27dikarenakan perekonomian yang ada di Kota Medan ini sudah dikarenakan adanya banjir ini berkurang,
04:34dikarenakan bisa dikatakan tidak ideal.
04:38Jonah selain di lokasi Anda,
04:41tapi kita ketahui bersama bahwa di Sumatera Utara ini selain banjir juga terjadi longsor.
04:45Nah, bagaimana informasi yang Anda himpun terkait hal ini,
04:48terutama penanganan pada korban?
04:50Apakah Anda juga mendapat infonya?
04:52Ya Pak, untuk longsor ini banyak di daerah Tapanuli,
04:59atau mungkin di daerah di Sumatera Utara,
05:02di bagian di sekitar, di dekat area di Danatoba,
05:05memang ini banyak sekali akses yang masih terbutus,
05:08atau masih butuhkan bantuan.
05:10Nah, ini memang dibutuhkan upaya cepat dari pemerintah,
05:13tidak hanya mungkin bantuan logistik,
05:15tapi juga mungkin bantuan penanganan lain,
05:17dikarenakan memang banyak dari masyarakat yang bahkan sampai sekarang
05:22masih sulit untuk mengontak dari keluarga mereka.
05:24Untuk di Medan, kami belum melihat ada seperti tanah longsor atau apapun,
05:28tapi kalau melihat dari kenangannya,
05:29ini sangat tinggi,
05:31dan bahkan sudah hampir sejajar dengan kali atau musuhnya.
05:35Jadi, ini memang cukup mengkhawatirkan.
05:36Nah, untuk penanganan seperti apa,
05:39saya juga berusaha untuk mengontak khususnya kepada pihak dari Pemprosumata Utara,
05:43dan mereka sendiri mengatakan terus mengusahkan agar jangan sampai bantuan ini terlambat.
05:49Jadi, memang ini dibutuhkan upaya,
05:50dan kami masih menunggu apakah besok ini akan ada langkah strategis dari Pemprosumata Utara
05:57untuk bisa memberikan logistik atau menjamin logistik,
06:00khususnya untuk daerah-daerah terdampak seperti daerah di Tapanuli,
06:03yang memang kerusakan akibat dari longsor,
06:06ataupun banjirnya memang cukup tinggi,
06:09dan itu saja diharapkan bantuan ini bisa segera meluncur
06:12atau terserap kepada masyarakat atau warga di Tapanuli.
06:16Ya, bantuan dan penanganan bencana ini dinanti dari pemerintah daerah terutama.
06:22Dari Medan Sumatera Utara, kita bergeser ke Sumatera Barat,
06:25di Padang, ada jurnalis Kompas TV, Rio Johanas Rio.
06:29Di Padang atau di Sumatera Barat,
06:31ini seperti apa penanganan korban banjir dan longsor di sana?
06:34Ya, Valen dan juga Saudara,
06:37untuk penanganan korban banjir dan longsor,
06:40ini di Provinsi Sumatera Barat,
06:42untuk pencarian dan juga penyisiran lokasi,
06:46itu memang sudah dihentikan pada pukul 6 sore tadi,
06:49tapi demikian,
06:51BPPD Provinsi Sumatera Barat masih terus melakukan
06:54koordinasi secara insya dengan pemerintah kabupaten kota terdampak,
06:58dan juga memberikan nyalurkan bantuan,
07:01serta hingga tadi malam juga masih menginginkan
07:03bantuan alat untuk mempercepat proses pembersihan jalur jalan
07:07di Silayang,
07:10untuk mempercepatkan beberapa titik longsor,
07:13percepatan pembersihan longsor.
07:15Dan untuk data terakhir,
07:16serta ini memang disampaikan oleh BPPD Provinsi Sumatera Barat,
07:19bahwasannya,
07:20alibat bentana hidrometeorologi ini,
07:23ada 17 korban di Provinsi Sumatera Barat,
07:25dengan rinsian,
07:267 diantaranya di Mangalala, Kabupaten Agam,
07:294 di Kota Padang Panjang,
07:31dan 6 di Kota Padang.
07:33Dan dinyatakan bahwasannya dari 14 kabupaten kota yang terdampak,
07:37itu titik terparah memang di Kota Padang dan Kabupaten Agam.
07:40Demikian, Pak Len.
07:42Oke, dan saat ini yang paling diputuhkan pengungsi apa, Rio?
07:47Ya, sejauh pantau saya yang untuk di KPI saya berada,
07:52yaitu di Kota Padang,
07:53sejauh ini memang untuk kebutuhan para pengungsi,
07:57karena tidak hanya hari ini,
07:59pengungsi ini sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu,
08:01karena beberapa hari yang lalu,
08:03Kota Padang juga dilanda benjir besar,
08:05hampir 5 kecamatan dilanda benjir besar,
08:07dan beberapa ratusan warga itu dilipikan.
08:10Dan sejauh ini,
08:11untuk kebutuhan warga di pengungsi ini itu sudah memadai,
08:14baik selimut dan kebutuhan makannya.
08:16Dan bahkan di daerah Pau,
08:18itu di kecamatan Pau,
08:20itu sudah didirikan dapur umum.
08:22Nah, dan bencana banjir bandang yang terjadi pada hal ini adalah
08:25bencana berulang,
08:27yang beberapa hari yang lalu sudah terjadi di Kota Padang.
08:30Demikian, Pak Len.
08:31Baik, terima kasih atas laporan Anda,
08:33Jurnalis Kompas TV, Rio Johannes,
08:35langsung dari Padang, Sumatera Barat.
08:36Dan sebelumnya ada Rekan Jona Hamonangan dari Medan Sumatera Utara.
08:41Terima kasih, kawan-kawan.
08:42Jaga kesehatan kalian.
Komentar