Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV - Raim Laode menceritakan perjuangannya melahirkan inovasi sebagai komika sekaligus penyanyi dengan sukses membuat lagu berjudul 'Komang' yang ditonton hingga 600 juta views di sebuah layanan streaming.

Menurutnya, ia memulainya sebagai seorang pencerita untuk melahirkan sebuah karya.

Sementara itu, Pengelola Desa Bakti BCA Pentingsari, Ciptaningtias membutuhkan waktu 17 tahun berproses menata Desa Pentingsari di bawah lereng Gunung Merapi menjadi desa wisata mancanegara.

"Awalnya yang pasti desa di mana biasanya orang kampung mungkin saat itu berbicara, punya keterbatasan akses, punya keterbatasan sumber daya manusia saat itu kami hanya punya mimpi," ujar Ciptaningtias.

Baca Juga Cerita Jamaludin Bikin Pembangkit Listrik Demi Terangi Desa yang Gelap Gulita Hampir 20 Tahun | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/634036/cerita-jamaludin-bikin-pembangkit-listrik-demi-terangi-desa-yang-gelap-gulita-hampir-20-tahun-rosi

#raimlaode #desawisata #inovasi

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/634037/buka-bukaan-raim-laode-ciptaningtias-cerita-perjuangan-lahirkan-inovasi-rosi
Transkrip
00:00Ini tanggung jawaban, saya mau minta klarifikasi, ini tanggung jawaban, Bapak malu, Bapak malu, Bapak, saya dengar, perminta maaf, ya.
00:09Tolong-olong, Bapak, ini seorang.
00:22Apa kabar?
00:24Undip bermartabat, undip bermanfaat, undip juara.
00:39Terima kasih undip teman-teman mahasiswa dari rektorat para dekan, terima kasih.
00:46Ini kali kedua Rosy ada di sini, menjadi bagian dari perjalanan teman-teman mahasiswa dan kali ini temanya adalah inovasi tanpa henti.
00:53Saya percaya bahwa di kampus adalah tempat di mana kita harus selalu berinovasi, memiliki kreativitas.
01:02Di kampus ini adalah calon-calon pemimpin dan calon-calon yang selalu memberikan inovasi bagi berkembangnya dan tumbuhnya bangsa Indonesia.
01:12Dan hari ini saya bangga banget karena yang akan menjadi narasumber kita semuanya memiliki perjalanan hidup yang sangat menginspirasi dan semoga kita bisa belajar dari mereka.
01:22Inilah narasumber yang pertama saya panggilkan.
01:30Mendikti Saintec Prof. Brian Yuliarto
01:33Prof. Brian adalah seorang ilmuwan di bidang nanoteknologi.
01:38Dedikasinya adalah meneliti sensor gas canggih hingga material energi terbarukan, membuat ia diganjar Habibie Price pada tahun 2024.
01:47Sebuah pengakuan tertinggi bagi kontribusinya di bidang rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi.
01:54Keren Pak Menteri!
01:56Prof. Brian Yuliarto
02:00Prof. Brian Yuliarto
02:04Terima kasih Prof. Prof. Sapa teman-teman mahasiswa dong?
02:08Bapak Ibu mahasiswa sekalian terima kasih sudah saya diundang oleh Mbak Rosi
02:13Kemudian juga ketemu dengan adik-adik mahasiswa yang muka dan matanya berbinar-binar saya yakin pasti kalian semangat semua hadir di ruangan ini untuk menimba ilmu yang sebanyak-banyaknya. Terima kasih.
02:28Prof. Silahkan Prof. Selanjutnya teman-teman mahasiswa, saya senang sekali mengundang yang satu ini untuk ada di panggung Rosi Ono Location untuk teman-teman Undip.
02:40Ia seorang pegiat lingkungan yang menginspirasi begitu banyak orang tentang pentingnya inovasi teknologi dan kolaborasi masyarakat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Inilah dia.
02:53Muhammad Jamaluddin merupakan pegiat lingkungan dari dusun terpencil di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.
03:04Pria yang akrab dipanggil Jamal ini dinobatkan sebagai lokal hero Pertamina.
03:09Berkat inisiatifnya mengembangkan energi terbarukan, didukung program tanggung jawab sosial dan lingkungan Pertamina Revenue Unit 4 Cilacap.
03:17Nah, atas dedikasinya mengubah Dusun Bondan menjadi desa energi berdikari, ia menerima penghargaan masyarakat berprestasi dari Kabupaten Cilacap pada tahun 2023.
03:30Wow, keren Mas Jamal!
03:33Kita panggilkan Muhammad Jamaluddin!
03:48Teman-teman pasti seneng deh dengar ceritanya.
03:51Siap, selamat siang.
03:53Coba sapa teman-teman undip.
03:55Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:56Selamat siang, salam sejahtera untuk semuanya.
04:03Perkenalkan, nama saya Muhammad Jamaluddin dari Cilacap, Jawa Tengah, Kabupaten Paling Selatan Barat.
04:10Siapa yang dari Cilacap?
04:12Terima kasih.
04:14Ada temannya saya ya?
04:16Ada temannya, makasih Mas Jamal.
04:18Dan berikutnya, seorang arsitek pariwisata berkelanjutan di kaki Gunung Merapi.
04:24Seorang perempuan keren banget. Ini dia.
04:26Cip Taning Tias, yang akrab di Sapa Bu Ning.
04:33Adalah figur sentral yang mengubah desa penting sari di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta menjadi destinasi wisata.
04:41Salah satu penerima manfaat utama program bakti BCA.
04:44Bu Ning bukan sekadar mengelola, tapi juga penggerak utama.
04:49Dimana masyarakat lokal menjadi aktor utama dan mendapatkan manfaat langsung dari pariwisata.
04:54Nah, atas kerja kerasnya Bu Ning, ia berhasil yanugrahi ASEAN Tourism Award 2025.
05:02Jos gandos Bu Ning!
05:04Langsung dari desa penting sari, Cip Taning Tias!
05:20Mbak Cip, sapa dulu teman-teman mahasiswa?
05:26Selamat siang!
05:29Salam pesona Indonesia!
05:32Wah gak bisa ya, jawabnya wonderful Indonesia kakak. Bisa kakak?
05:38Salam pesona Indonesia!
05:40Wonderful Indonesia!
05:42Terima kasih, terima kasih.
05:44Terima kasih, Mbak Cipta.
05:47Dan yang satu ini, seorang yang berawal dari komika, kemudian dia penulis lagu, penyanyi lagunya di Spotify, sudah didengar lebih dari 500 juta.
06:06Inilah dia!
06:17Pria ini jago melawak dan memiliki suara emas.
06:21Siapa lagi? Kalau bukan, Raim Laude.
06:24Namanya semakin melambung berkat lagu ciptaannya yang viral berjudul Komang, sebuah persembahan untuk sang istri.
06:31Raim berhasil memenangkan penghargaan Emmy Awards untuk kategori pencipta lagu pop terbaik pada tahun 2023.
06:41Sebab kau terlalu indah dari sekudar kata, dunia berhenti sejenak menikmati indahmu.
06:53Lagunya luar biasa kakak Raim!
06:56Lima jempol!
06:58Undim Raim Laude!
07:13Siapannya dengan sebaik aja, sebaik, sebaik.
07:16Sebaik, sebaik.
07:18Sebab kau terlalu...
07:23Segitu aja dulu kali ya?
07:27Segitu aja dulu ya.
07:29Raim Laude!
07:32Dan berikutnya, kalau tepuk tangannya nggak keras, Anda terancam DO.
07:38Ini dia, Tuan Rumah Kita.
07:46Seorang akademisi dan pakar manajemen SDM yang saat ini memegang tampu kepemimpinan sebagai rektor Universitas Diponegoro periode 2024-2029.
07:56Siapa lagi, kalau bukan Prof. Suharnomo?
08:01Pak Rektor yang satu ini dikenal sebagai sosok yang ramah.
08:05Prof. Suharnomo memiliki visi yang kuat untuk membawa undib menjadi Universitas Riset Kelas Dunia.
08:11Nah, for your information, disalah kesibukannya, Prof. Suharnomo ternyata memiliki hobi tenis dan bernyanyi.
08:18Wih, mantap Pak Rektor!
08:27Inilah Prof. Suharnomo.
08:31Tadi jadinya masuknya nggak gitu?
08:37Tadi jadinya...
08:38Masuknya gimana?
08:39Salam dari Temsi!
08:45Prof. Prof, yang ini, deretan ini boleh lulus cepat.
08:52Ya, ini boleh.
08:54Yang disitu agak males-malesan, jadi ya...
09:00Oh, oke.
09:01Sudah bertobat mereka.
09:02Tadi kayaknya tepuknya agak biasa-biasa aja.
09:05Sebelah situ juga semangat sekali.
09:09Selamat.
09:10Sudah menjadi generasi carmuk.
09:15Ini kayaknya rektor idola ya.
09:20Rektor undib Prof. Suharnomo.
09:24Pak Menteri, Prof.
09:28Saya senang sekali ada di sini.
09:31Karena saya tahu undib juga menjadi bagian dari pelopor untuk semua inovasi-inovasi.
09:36Saya dengar sudah ada ribuan yang ingin dipatenkan.
09:39Pak Menteri juga menjadi bapaknya.
09:42Ya.
09:43Perguruan tinggi, sains, teknologi.
09:46Rasanya kita perlu mendengar ya dari tiga...
09:49Betul.
09:50...orang ini berbagi perjalanan hidup, pengalaman,
09:53sehingga bisa menjadi penggerak di komunitasnya masing-masing.
09:57Mbak Cipta, sudah berapa lama kemudian menjadikan desa penting sari ini menjadi pelopor desa wisata?
10:10Mbak Cipta, kasih dengar dulu ke teman-teman mahasiswa.
10:15Apa yang Mbak Cipta lakukan?
10:16Kakak-kakak semua, desa wisata penting sari berada di lereng Gunung Merapi.
10:22Tadi Mbak Rosi sudah bilang, kami ini sudah menjadi desa wisata sejak 2008.
10:2917 tahun berproses sehingga bisa mencapai desa wisata yang dikenal di mancanegara sekarang ini.
10:36Dulunya kayak apa desa penting sari?
10:41Awalnya yang pasti desa dimana biasanya orang kampung ya mungkin saat itu berbicara punya keterbatasan akses,
10:53punya keterbatasan sumber daya manusia.
10:56Saat itu kami hanya punya mimpi, kakak-kakak.
10:59Gimana caranya desa yang punya keterbatasan dalam hal apapun bisa bangkit menjadi desa yang bisa mensejahterakan masyarakatnya.
11:12Seperti itu Kak Rosi.
11:14Itu dulu desanya desa petani ya, prasejahtera?
11:17Betul, sebagian besar dari mata pencaharian desa wisata penting sari awalnya adalah petani Mbak Rosi seperti itu.
11:27Dan pelan-pelan bertransformasi menjadi pelaku wisata yang sekarang kunjungan kami rata-rata di setiap tahunnya di 30 ribu wisatawan.
11:39Seperti itu.
11:43Kenapa Mbak Cipta ingin mengubah wajah desa itu menjadi desa pariwisata?
11:48Saat itu yang pasti seperti saya bilang dengan keterbatasan yang memang ada di kampung.
11:55Kalau kami dulu nyebut desa itu kampung ya.
11:58Kami ini adalah orang kampung atau orang desa.
12:01Dimana sekolah aja susah saat itu Mbak Rosi.
12:05Kebanyakan tingkat pendidikan di desa kami atau di kampung kami paling tinggi adalah SMP.
12:11Dari situ melihat keterbatasan yang saya bilang, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur dan akses yang ada di desa kami.
12:23Kok rasanya kok sedih banget gitu loh.
12:26Ibaratnya kenapa kita gak bisa bangkit dari keterperukan?
12:29Apalagi saat itu kan Merapi ada 13 km dari desa kami.
12:36Wisatawan itu kebanyakan datangnya ke Merapi Mbak Rosi.
12:39Kenapa kita tidak bisa mengalihkan sedikit saja wisatawan yang datang ke Merapi mampir ke kampung kami.
12:46Dulu harapannya datang semua seperti itu, mengalihkan sedikit saja dan ternyata sekarang malah penting Sari malah dijadikan desinasi utama dan Merapi menjadi salah satu sebagian saja dari ketika kunjungan ke Jogja.
13:02Seperti itu Mbak Rosi.
13:04Berapa tahun Mbak Cipta ngurusin ini supaya jadi desa wisata?
13:08Kita berproses dari 2008 sampai sekarang 2025, 17 tahun kami berproses menjadikan desa wisata biar masyarakatnya itu sejahtera, lahir dan batin kakak semua seperti itu.
13:27Jadi Mbak Cipta itu ingin menunjukkan siapa bilang orang kampung gak bisa, siapa bilang orang desa itu gak bisa.
13:34Justru dari Mbak Cipta dan teman-teman yang ada di pedalaman dan di dusun terpencil, kita bisa melihat satu perjuangan yang sesungguhnya.
13:45Raim, tadi saya bilang di Spotify lagu Komang itu sudah didengar 500 juta, ada yang mau dikoreksi?
13:52600 juta by the way.
13:57Harus ya pakai by the way.
14:01600 juta.
14:02Iya, itu kalau kali rupiah, ya bisa pensiun dari sekarang sampai.
14:07Astagfirullahaladzim.
14:09600 juta streaming, itu berawal dari, kan lagu Komang itu kado hadiah pernikahannya saya kepada istri.
14:16Komang nama istrinya saya.
14:19Dia Mu'alaf waktu itu, hadiahnya itu lagu Komang.
14:24Waktu Komang istri kami Mu'alaf, kita mau ganti namanya.
14:28Karena namanya sangat Hindu, sangat Bali sekali, kita mau ganti lebih Islam.
14:34Akhirnya saya panggil istri Komang.
14:36Istri saya, insya Allah, dia konsisten, semoga bagus.
14:41Dari stand-up komedi terus jadi penyanyi.
14:47Betul, tepatnya saya tidak mengganti profesi sama sekali.
14:51Saya dari dulu adalah pencerita.
14:53Kalau idola kami bilang itu, Karadit.
14:57Dia bilang, jangan sebut profesinya, ambil payungnya.
15:00Kalau saya bilang diri saya stand-up komedian, berarti saya menutup karang rejeki di pintu yang lain.
15:06Tapi kalau saya ambil payungnya, storyteller.
15:10Mesti kalau seminar buku, ada saya.
15:12Karena saya pencerita yang handah.
15:13Seminar nulis lagu, ada saya juga.
15:16Seminar Kompas TV, ada saya juga.
15:21Jadi pencerita.
15:23Pencerita saya sebut diri saya adalah pencerita yang ulung.
15:26Kebetulan ada cerita yang hanya cocok platformnya di media tertentu.
15:31Ada cerita yang nyambung hanya dibuatkan materi stand-up.
15:34Ada cerita yang nyambung hanya dibuatkan konten TikTok satu menit.
15:37Ada cerita cinta suci ini terlalu cemen kalau tiga menit saja jadi lagu di Spotify.
15:44Saya mau ceritakan kisah hidupku lewat film.
15:46Pencerita, kebetulan platformnya saya pilih.
15:50Kebetulan kanvasnya ada beberapa tinta yang harus kita sesuaikan.
15:54I'm a storyteller, itu dia.
15:55You are a storyteller.
15:57Dan, bangsa ini hanya bisa merdeka oleh pencerita.
16:07Gimana, gimana mendefinisikannya?
16:11Dan dilema hidup di bangsa ini, sekarang ini adalah ketika kita pintar bercerita disebut,
16:16kau omong-omong doang, padahal kau paling omong-omong sebar kau.
16:21Padahal negara ini merdeka hanya karena si pencerita.
16:25Pencerita bahan bakarnya adalah buku.
16:27Kalau kau buka sejarah bangsa ini, semua pemimpin kita punya keterikatan yang sangat romantis dengan buku.
16:33Bung Hatta penjarakan aku yang penting dengan buku.
16:36Tan Malaka, ikat pinggangnya harus dikasih kencang karena lapar dia.
16:41Supaya dia bisa beli buku.
16:43Kamu cerita dong, kan berawal dari stand-up komedi.
16:45Karena pada dasarnya kamu lucu ya.
16:47Penggelisah tepatnya.
16:50Penggelisah, betul.
16:51Eh, ya, ya.
16:52Dan sumber karya seni itu, sumber karya seni, sumber dari produk itu mesti dari keresahan.
16:59Betul.
17:00Semua karya seni yang kau pakai sekarang, semua inovasi, semua kreativitas yang kau pakai sekarang,
17:05bersumber dari satu kata namanya keresahan.
17:07Dari keresahan, ada orang resah terhadap gelap, bikin lampu.
17:11Ada orang resah terhadap jarak, bikin handphone.
17:14Ada orang dari Sulawesi resah terhadap pesawat ini rajin jatuh, bikin teori.
17:19Namanya Pak Habibie, jadi.
17:21Keresahan yang kamu rasa, yang kita rasa sekarang ini, cikal bakal dari berhasilmu, cikal bakal dari semua karya seni.
17:28Keterbatasan, permasalahan, itu justru menjadi sumber kemajuan.
17:40Tiap orang.
17:44Tiap orang.
17:45Tiap orang.
17:46Tiap orang.
17:47Tiap orang.
17:48Tiap orang.
17:49Tiap orang.
17:50Tiap orang.
17:51Tiap orang.
17:52Tiap orang.
17:53Tiap orang.
17:54Tiap orang.
17:55Tiap orang.
17:56Tiap orang.
17:57Tiap orang.
17:58Tiap orang.
17:59Tiap orang.
18:00Tiap orang.
18:01Tiap orang.
18:02Tiap orang.
18:03Tiap orang.
18:04Tiap orang.
18:05Tiap orang.
18:06Tiap orang.
18:07Tiap orang.
18:08Tiap orang.
18:09Tiap orang.
18:10Tiap orang.
Komentar

Dianjurkan