00:00Saudara polisi kembali memeriksa tempat ditemukannya jasad Alvaro Kiano yang sempat dilaporkan hilang 8 bulan lalu.
00:08Penyisiran dan olah TKP di jembatan Cilalai Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berlangsung selama 3 jam.
00:18Melibatkan anjing pelacak, polisi menemukan 5 bagian kerangka diduga milik korban.
00:25Selanjutnya, temuan barang bukti dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramajati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
00:42Namakan beberapa pulang yang diduga adalah anak sepuk sehingga ini akan kami bawa lagi ke Rumah Sakit Kramajati.
00:52Ibu kandung Alvaro Kiano Nugroho mengaku ancaman penculikan pernah dilontarkan sang ayah Tire Alvaro pada tahun lalu.
01:15Hal ini dilakukan agar ia mau kembali rujuk dengan pelaku.
01:22Nah, nggak tahu ternyata dia bikin Alvaro kayak gini, malah yang kena imbasnya anak saya jadinya ya kan.
01:36Emang dia pernah melontarkan, kalau lu nggak mau balik lagi sama gue, gue bakal culik anak itu.
01:41Itu di tahun 2024, bulan Juni, Juli deh kalau nggak salah.
01:46Dia pernah melontarkan itu, kirain cuma bercanda, nggak akan terjadi.
01:50Soalnya, nih anak lu lagi sama gue, ternyata dia lagi jajan, main.
01:54Oh, ya aku pikir, oh nggak mungkin lah ya kan dia culik kayak gitu.
01:58Itu main fisik sering.
01:59Alvaro, saudara, berhasil ditemukan berkat laporan seorang warga yang membawa bukti rekaman pembicaraan ke polisi.
02:08Lalu bagaimana kesaksian itu akhirnya bisa mengungkap kematian Alvaro termasuk pada pelakunya.
02:13Kami sudah terhubung dengan Muhammad Reza, warga yang pertama kali melapor ke polisi terkait dengan kematian Alvaro.
02:20Mas Reza, selamat sore, Pak Reza.
02:25Selamat sore.
02:26Ya, Mas Reza kami ingin tahu dulu bagaimana Mas Reza ini bisa mendapat awalnya cerita tentang Alvaro.
02:33Apakah Mas Reza tetangga atau apa Mas Reza?
02:38Jadi gini, cerita awalnya sebenarnya itu cerita dari asis dan rumah tangga saya yang cerita kepada istri saya.
02:49Itu sebenarnya sejak tanggal 17 September 2025.
02:55Sebenarnya ada menginformasi ke saya, tapi saya karena tidak tahu sesuai secara detail, saya tidak berberani melakukan pertiap proyek.
03:05Dan sampai dengan tanggal 13 November itu keluar lagi di beranda IG bahwa ibunya Alvaro mencari-cari lagi yang akan tergerak dari istri saya.
03:22Saya sampaikan ke saya, tolong bagaimana apakah itu bisa melakukan ini kepada polisian.
03:30Akhirnya saya coba untuk menghubungi...
03:33Mas Reza, mungkin sambil diperbaiki koneksinya karena agak terputus-putus.
03:44Jadi pada saat awal tadi ada ART-nya Mas Reza yang bercerita kepada istri Anda ya.
03:50Itu hubungan antara ART Mas Reza dengan korban atau dengan pelaku hubungannya keluarga?
04:00Ya, jadi gini. Anak dari ART saya itu satu kelas dengan keponokan petu.
04:10Ya, dan kebetulan tinggal di rumah di rumah saya.
04:17Ini di Tenjo?
04:19Di sebuah rumah di Tenjo.
04:23Oke, waktu itu apa yang dibilang Mas?
04:27Saat itu bilang, aku mengetahui bahwa temanku setelahnya ini, mau bunuh anak cil.
04:38Terus ditunjukkan siapa, ditunjukkanlah fotonya.
04:42Fotonya adalah itu Alvaro.
04:44Nah, pada saat itu memang dia cerita ke ibunya, ini apa, anaknya dari ART saya cerita ke ibunya.
04:54Wah, mengetahui hal tersebut dari tangan.
04:57Saya sebutkan ini saya NA.
04:59NA itu keponokan saya dari pelaku hubungan.
05:02Terus akhirnya, saya tergerak tanggal 15 November.
05:08Nah, saya tergerak untuk mencoba cari tahu saya harus laporan.
05:13Akhirnya, nah, dibuka proses kesenggaraan, membuka polen di sosial, saya coba menghubungi biar.
05:22Akhirnya, saya respon dari buka proses.
05:2616 malam, saya langsung ke proses kesenggaraan membawa.
05:31Sebenarnya, di tanggal 13, saya sudah mencari yang kuat untuk saya membawa ke polisian.
05:39Bentar, Mas Reza ini karena agak terpatah-patah, jadi agak kurang terdengar jelas.
05:44Jadi, pada saat ART Mas Reza ini cerita, kemudian Mas Reza sampai bisa melapor ke Polsek ya tadi ya?
05:51Atau Polres tadi?
05:53Ke Polsek? Oke, ke Polsek di sana.
05:57Itu temuannya apa yang Mas Reza tahu?
06:00Tahu korban sudah meninggal atau bagian mananya?
06:04Ya, bahwa perangan saya mencoba meminta perangkan dari anaknya, anaknya saya.
06:12Saya datang ini, terus saya interview sedikit, saya retang bahwa memang benar mengetahui informasi tentang peradaan Alvaro.
06:24Waktu itu taunya masih hidup kan?
06:26Tahu korban sudah meninggal, jadi ini surhan, ini surhan.
06:33Mungkin N.A. ini kalau tidak ingin menyimpan rahasia ya, kepada N, ini dia cerita.
06:42Mas Reza, waktu itu pada saat cerita itu, waktu itu posisinya Alvaro ini masih hidup?
06:48Oh, tidak. Ini saya waktu cerita itu pada 13 November.
06:53Oh, 13 November.
06:54Sudah tidak ada.
06:56Sudah tidak ada ya. Nah, kemudian apa sih bukti yang kemudian Mas Reza kumpulkan sehingga berani ini melapor?
07:01Kalau saya berdasarkan perangkan, karena yang saya tanya itu kan anak SMA ya, SMA, saya feeling saya ini benar, gitu.
07:14Kerana ini, gitu. Jadi saya feeling saya kuat, saya berani kan untuk melapor.
07:20Oke, dengan keberanian itu apa yang membuat akhirnya Mas Reza berani melapor itu?
07:25Nah, pada saat akhirnya polisi bergerak kemudian menyusuri jembatan Cilalai ini, apakah itu berdasarkan informasi juga dari Mas Reza?
07:44Nah, informasi dari TSA, pelaku, dan keberanian dari G, ya. G itu adalah teman-teman yang berdua.
07:59Jadi, informasi dari saya itu pelaku bisa.
08:04Dan untuk keberadaan jelasan itu, kan, itu berdasarkan dari peningan dari G dan pelaku itu.
08:17Oke, Mas Reza kami mohon maaf karena sebenarnya banyak sekali yang informasi ingin kami gali, tapi karena sambungannya agak terpatah-patah, jadi kami kurang mendengarkan dengan baik.
08:27Mudah-mudahan nanti di lain kesempatan Mas Reza bisa bercerita lebih banyak ya.
08:29Terima kasih Mas Reza untuk informasinya. Selamat malam.
Komentar