Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/entertainment/2026/05/24/151500/demi-konten-viral-tren-kelulusan-sekolah-pakai-lagu-kicau-mania-disentil-netizen-malaysia

Tren video kelulusan sekolah dengan lagu “Kicau Mania” viral di media sosial dan menuai sorotan hingga ke Malaysia. Sejumlah netizen negeri jiran mengkritik aksi joget para siswa yang dianggap terlalu berlebihan demi konten viral.

Namun di sisi lain, banyak juga yang membela para siswa karena dianggap hanya mengekspresikan kebahagiaan saat lulus sekolah. Lalu seperti apa sebenarnya fenomena yang sedang ramai ini? Simak ulasan lengkapnya dalam video berikut.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Viral tren kelulusan pake lagu Kicau Mania, netizen Malaysia ikut nyentil.
00:05Tren video kelulusan sekolah menggunakan lagu Kicau Mania
00:08tengah ramai di media sosial dan memicu perdebatan publik.
00:12Sejumlah siswa SMA dan SMK di Indonesia diketahui membuat konten joget serta koreografi
00:18saat perpisahan sekolah demi menarik perhatian di platform digital
00:22seperti TikTok dan Instagram.
00:24Fenomena ini semakin viral setelah beberapa video kelulusan
00:28memperlihatkan siswa berjoget dengan gaya yang dianggap berlebihan di lingkungan sekolah.
00:34Bahkan tren tersebut sampai mendapat sorotan dari netizen Malaysia
00:38yang mempertanyakan budaya perayaan kelulusan di Indonesia.
00:42Akun Trens Malaysia menilai aksi tersebut terlalu fokus mengejar konten viral
00:47dibanding merayakan momen kelulusan secara wajar.
00:50Mereka juga menyoroti cara berpakaian dan koreografi beberapa siswa
00:54yang dianggap kurang pantas untuk acara pendidikan.
00:58Fenomena ini pun memunculkan perdebatan soal batas antara kreativitas dan etika di lingkungan pendidikan.
01:06Ada yang menganggap tren tersebut sekedar hiburan,
01:08namun tak sedikit pula yang khawatir sekolah kini lebih dijadikan latar konten
01:13demi mengejar viral di internet.
01:23Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan