00:00Saudara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran bersih dari nuklir.
00:06Sementara Presiden Iran menegaskan tidak akan berkompromi jika mengorbankan martabat negaranya.
00:13Kita akan bahas bersama pengamat intelijen dan keamanan UI Stanislaus Rianta.
00:18Selamat malam Pak Stanis.
00:20Selamat malam Mbak.
00:22Ya Pak Stanis, Trump bilang bahwa hubungannya dengan Iran ini semakin konstruktif dan produktif,
00:27semakin dekat dengan kesepakatan atau hanya akan mengambang seperti sebelum-sebelumnya?
00:33Ya kalau kita melihat tensinya memang nampak Amerika mulai melunak dan mulai mengakomodir Iran.
00:39Sementara Iran tetap kekah dengan kepentingannya bahwa soal nuklir dia tetap tidak berkeming,
00:45tetap nuklir itu menjadi otoritas dari Iran.
00:48Ini saya melihat bahwa sebenarnya Amerika sudah mulai pada titik-titik mungkin kelelahan
00:55atau mulai harus segera exit dari Iran tetapi masih mencari cara supaya exit itu tidak begitu merugikan
01:02terutama untuk karir politik Trump.
01:04Jadi saya melihat bahwanya mulai ada melunaknya Amerika tetapi tetap bisa mengakomodir kepentingan Iran
01:11dan Iran tetap kekah pada tujuannya.
01:13Iran tetap kekah pada tujuannya sama dengan pernyataan yang mana Iran ogah berkompromi
01:19jika mengorbankan martabat negaranya.
01:23Nah kompromi atas apa yang dimaksud ini menurut Anda?
01:26Ya saya kira Iran sudah menyatakan berkali-kali bahwa dia tidak mempunyai senjata nuklir
01:32tetapi nuklir digunakan untuk kepentingan yang lain.
01:35Saya kira Iran tidak mau diotak-atik soal itu.
01:38Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya Amerika itu seperti tebang pilih
01:43karena untuk urusan nuklir yang Iran itu tidak untuk senjata tetapi untuk kepentingan lain
01:48itu selalu dikejar-kejar.
01:49Sementara kalau kita lihat negara lain mungkin menggunakan yang sama.
01:52Jadi Iran tidak mau diperlakukan seperti itu karena itu menyentuh martabat mereka.
01:59Tapi ya kita harus sepakat bahwa seharusnya Amerika tidak seperti itu.
02:03Tetapi kalau misalnya memang ada senjata-senjata nuklir
02:06ya sebaiknya Amerika bukan yang melakukan agresi atau intervensi sendirian
02:11tapi harus menggunakan pihak lain seperti pihak ketiga atau mungkin badan dunia
02:15yang seharusnya lebih objektif.
02:17Oke berarti di sini Anda juga mau mengatakan bahwa Iran akan berkompromi
02:23atas poin-poin kesepakatan terhadap Amerika Serikat.
02:25Intinya adalah Iran itu yang dipermasalahkan Amerika adalah memiliki pengayaan uranium.
02:30Tapi juga yang dinyatakan oleh Iran adalah bahwa pengayaan uranium ini
02:34tidak menuju pada kepemilikan senjata nuklir yang efeknya akan negatif.
02:39Begitu istilahnya yang memiliki efek menghancurkan.
02:42Begitu yang mau Anda maksudkan, Pak Stanis.
02:46Saya meyakini bahwa soal nuklir, Iran tidak bisa diintervensi oleh Amerika.
02:51Tetapi saya juga meyakini bahwa nuklir Iran itu tidak untuk senjata
02:55tetapi untuk hal yang lain seperti untuk kemanusiaan menurut mereka.
03:00Jadi ketika Amerika mencoba mengintervensi, Iran akan menyatakan bahwa kami tidak untuk senjata.
03:06Ngapain dilarang atau seperti apa.
03:08Dan itu saya kira tidak akan bisa diraatik lagi Iran.
03:11Jadi Iran akan bisa diajak kompromi jika hal itu tidak diganggu.
03:15Dan ini juga akan dipertanggungjawabkan oleh Iran ya.
03:19Artinya bukan dalam berbentuk senjata yang istilahnya berujung negatif begitu.
03:24Iran bisa mempertanggungjawabkan pernyataannya.
03:26Ya.
03:27Saya kira kita lihat dalam tiga bulan ini.
03:29Dalam tiga bulan ini perang seperti ini, Iran tetap tidak menggunakan senjata nuklir.
03:33Seharusnya ketika dengan tekanan penuh dari Amerika, Iran kalau mau menggunakan senjata nuklir,
03:39seandainya dia punya, itu sangat mudah.
03:41Tetapi Iran tetap tidak menggunakan itu.
03:43Jadi kita mengasumsikan bahwa ternyata Iran tidak punya senjata nuklir.
03:47Walaupun kita meyakini bahwa ketika Iran mau menggunakan itu dengan mudah mereka melakukannya.
03:52Mereka punya teknologi, mereka punya bahan baku, tetapi tidak.
03:56Jadi sehingga saat ini kita masih melihat bahwa Iran tidak punya senjata nuklir.
04:02Seharusnya Amerika memiliki itu juga.
04:05Oke.
04:06Nah karena Amerika masih belum deal dan juga Iran juga belum memiliki keputusan
04:13tentang negosiasi yang klaimnya saat ini makin dekat dengan hasil begitu.
04:18Apakah dalam negosiasi ini ada tekanan juga dari negara-negara lain
04:23karena dampak konflik berkepanjangan ini juga berdampak pada ekonomi global?
04:28Saya kira tekanan tertinggi sebenarnya bukan dari negara lain, tetapi dari internal Amerika.
04:33Kita tahu bahwa Amerika dalam perang dengan Iran ini sudah menghabiskan sekitar 500 triliun.
04:38Dan ini dana yang cukup besar.
04:40Sementara dana yang dihabiskan seperti itu dampaknya adalah senjata nuklir itu tidak ditemukan
04:45atau Iran juga tidak menggunakan senjata itu.
04:47Jadi Amerika perlu menjawab, Kongres perlu menjawab masyarakatnya
04:52sebenarnya apa tujuan dari perang ini.
04:54Kalau tujuan pertama adalah soal orang ini, soal nuklir.
04:56Toh sampai sekarang belum terbukti.
04:58Ini menjadi PR besar bagi Trump dan ini menjadi tekanan yang berat bagi Trump
05:02untuk mempertanggungjawabkan perang ini termasuk dana 500 triliun itu.
05:06Saya kira itu menjadi hal yang paling berat dibandingkan dengan negara lain.
05:10Oke, jadi bagaimana untuk bisa mencapai titik temunya Pak Stanis?
05:14Siapa yang harus mengalah?
05:16Siapa yang harus berbesar hati?
05:19Saya kira memaksakan bahwa Iran ada senjata nuklir juga cukup riskan.
05:24Kita tahu Amerika pernah punya pengalaman buruk seperti senjata pemusnah masal di zaman Irak.
05:29Dan itu sampai sekarang kan tidak ketemu.
05:31Dan itu menjadi beban yang sangat besar bagi Amerika.
05:34Masyarakat Amerika terutama Kongres pasti tidak ingin ini terjadi.
05:37Jadi saya kira kalau ingin mengakhiri perang ini ya paling baik adalah jeda saja.
05:42Jeda saja soal perang.
05:44Kemudian tanpa ada batas waktu.
05:46Amerika kemudian kembali mengurus internal dalam negeri.
05:48Iran beraktifitas seperti biasa.
05:50Sehingga perdamaian bisa tercipta.
05:52Kemanusiaan bisa terjaga.
05:53Itu saya kira solusi yang terbaik.
05:56Tanpa apa Amerika menanggung malu.
05:58Misalnya mengatakan dia telah menang.
06:00Toh Iran juga belum kalah.
06:02Tapi kalau misalnya Amerika mengatakan kalah juga tidak mungkin.
06:06Jadi hal yang paling mungkin untuk menjaga martabat Amerika terutama Trump yang akan menghadapi pemilu selah.
06:11Paling baik adalah mengatakan bahwa perang akan jeda.
06:14Saya kira itu.
06:16Oke perang akan jeda tanpa ada kejelasan.
06:18Dan ini pasti akan dimungkinkan ya dengan ketegangan yang saat ini terjadi.
06:23Ya itu saya kira yang paling memungkinkan adalah jeda tanpa batas waktu.
06:27Jadi permusuhan tetap terjaga, kecurigaan Amerika tetap terjaga.
06:31Sementara biaya 500 triliun juga masih tetap terjaga bahwa ini masih ada potensi senjata nuklir.
06:37Tapi kalau mengatakan perang berakhir pasti akan ditage.
06:40Apa hasil dari perang itu?
06:42Jadi ini saya kira soal pertanggung jawaban dana.
06:45Kemudian pertanggung jawaban politik.
06:46Soal ekonomi itu internal Amerika lebih dominan daripada tuntutan dari negara-negara lain.
06:51Mas Sanis kalau misalnya apa tadi adanya penghentian sementara maksudnya gejata-senjata tanpa jeda.
07:03Maksud saya ini terus pengaruhnya terhadap Israel dan juga Lebanon seperti apa?
07:08Karena istilahnya sebelumnya dari perang antara Amerika Serikat dan Iran itu juga ada peran Israel di situ.
07:19Ada pengaruhnya dari Israel.
07:21Ya semua orang bisa melihat bahwa di balik Amerika ada Israel.
07:25Kemungkinan ketika nanti perang jeda perang tanpa batas waktu Amerika meninggalkan Iran maka konflik akan dilanjutkan oleh Israel.
07:33Jadi Israel akan melanjutkan konflik dengan Iran.
07:35Dan itu kan nanti skalanya lebih kecil dan bisa dikanalisasi.
07:39Jadi saya kira kalau misalnya nanti Amerika, pasti juga Amerika tidak mau didorong-dorong terus untuk menanggung beban ini sendirian.
07:47Maka ketika Amerika meninggalkan Iran maka akan dilanjutkan oleh Israel.
07:50Nanti Lebanon, Iran bisa jadi malah bersatu menghadapi Israel dan ini menjadi beban berat bagi Israel.
07:58Makanya wajar ketika banyak pihak mengatakan bahwa Israel terus mendorong Amerika untuk melakukan peran dengan Iran.
08:03Supaya ketika Amerika meninggalkan tawasan teluk maka Israel tidak menjadi sasaran tunggal.
08:11Baik.
08:12Terima kasih atas analisa Anda yang sudah dibagikan ke Kompas Malam Kompas TV,
08:17pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Pak Stanislaw Srianta.
08:21Terima kasih, salam sehat selalu.
08:23Terima kasih, salam sehat selalu.
Komentar