Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang AS dan Iran Belum Berujung. Baik AS dan Iran sama-sama bilang negosiasi belum usai, tetapi belum ada kata sepakat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut untuk mencapai kesepakatan adalah soal nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump menuntut Iran bersih dari nuklir, sementara Presiden Iran Pezeshkian menegaskan tidak akan berkompromi jika harus mengorbankan martabat negaranya. Kita akan bahas bersama pengamat intelijen dan keamanan UI, Stanislaus Riyanta.

#AS #iran #negoisasi

Baca Juga Kasus Penembakan ASN di Lampung, Diduga Dipicu Gara-Gara Utang | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/671035/kasus-penembakan-asn-di-lampung-diduga-dipicu-gara-gara-utang-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671036/full-pengamat-intelijen-keamanan-soal-belum-adanya-kesepakatan-negoisasi-antara-as-iran
Transkrip
00:00Saudara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran bersih dari nuklir.
00:06Sementara Presiden Iran menegaskan tidak akan berkompromi jika mengorbankan martabat negaranya.
00:13Kita akan bahas bersama pengamat intelijen dan keamanan UI Stanislaus Rianta.
00:18Selamat malam Pak Stanis.
00:20Selamat malam Mbak.
00:22Ya Pak Stanis, Trump bilang bahwa hubungannya dengan Iran ini semakin konstruktif dan produktif,
00:27semakin dekat dengan kesepakatan atau hanya akan mengambang seperti sebelum-sebelumnya?
00:33Ya kalau kita melihat tensinya memang nampak Amerika mulai melunak dan mulai mengakomodir Iran.
00:39Sementara Iran tetap kekah dengan kepentingannya bahwa soal nuklir dia tetap tidak berkeming,
00:45tetap nuklir itu menjadi otoritas dari Iran.
00:48Ini saya melihat bahwa sebenarnya Amerika sudah mulai pada titik-titik mungkin kelelahan
00:55atau mulai harus segera exit dari Iran tetapi masih mencari cara supaya exit itu tidak begitu merugikan
01:02terutama untuk karir politik Trump.
01:04Jadi saya melihat bahwanya mulai ada melunaknya Amerika tetapi tetap bisa mengakomodir kepentingan Iran
01:11dan Iran tetap kekah pada tujuannya.
01:13Iran tetap kekah pada tujuannya sama dengan pernyataan yang mana Iran ogah berkompromi
01:19jika mengorbankan martabat negaranya.
01:23Nah kompromi atas apa yang dimaksud ini menurut Anda?
01:26Ya saya kira Iran sudah menyatakan berkali-kali bahwa dia tidak mempunyai senjata nuklir
01:32tetapi nuklir digunakan untuk kepentingan yang lain.
01:35Saya kira Iran tidak mau diotak-atik soal itu.
01:38Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya Amerika itu seperti tebang pilih
01:43karena untuk urusan nuklir yang Iran itu tidak untuk senjata tetapi untuk kepentingan lain
01:48itu selalu dikejar-kejar.
01:49Sementara kalau kita lihat negara lain mungkin menggunakan yang sama.
01:52Jadi Iran tidak mau diperlakukan seperti itu karena itu menyentuh martabat mereka.
01:59Tapi ya kita harus sepakat bahwa seharusnya Amerika tidak seperti itu.
02:03Tetapi kalau misalnya memang ada senjata-senjata nuklir
02:06ya sebaiknya Amerika bukan yang melakukan agresi atau intervensi sendirian
02:11tapi harus menggunakan pihak lain seperti pihak ketiga atau mungkin badan dunia
02:15yang seharusnya lebih objektif.
02:17Oke berarti di sini Anda juga mau mengatakan bahwa Iran akan berkompromi
02:23atas poin-poin kesepakatan terhadap Amerika Serikat.
02:25Intinya adalah Iran itu yang dipermasalahkan Amerika adalah memiliki pengayaan uranium.
02:30Tapi juga yang dinyatakan oleh Iran adalah bahwa pengayaan uranium ini
02:34tidak menuju pada kepemilikan senjata nuklir yang efeknya akan negatif.
02:39Begitu istilahnya yang memiliki efek menghancurkan.
02:42Begitu yang mau Anda maksudkan, Pak Stanis.
02:46Saya meyakini bahwa soal nuklir, Iran tidak bisa diintervensi oleh Amerika.
02:51Tetapi saya juga meyakini bahwa nuklir Iran itu tidak untuk senjata
02:55tetapi untuk hal yang lain seperti untuk kemanusiaan menurut mereka.
03:00Jadi ketika Amerika mencoba mengintervensi, Iran akan menyatakan bahwa kami tidak untuk senjata.
03:06Ngapain dilarang atau seperti apa.
03:08Dan itu saya kira tidak akan bisa diraatik lagi Iran.
03:11Jadi Iran akan bisa diajak kompromi jika hal itu tidak diganggu.
03:15Dan ini juga akan dipertanggungjawabkan oleh Iran ya.
03:19Artinya bukan dalam berbentuk senjata yang istilahnya berujung negatif begitu.
03:24Iran bisa mempertanggungjawabkan pernyataannya.
03:26Ya.
03:27Saya kira kita lihat dalam tiga bulan ini.
03:29Dalam tiga bulan ini perang seperti ini, Iran tetap tidak menggunakan senjata nuklir.
03:33Seharusnya ketika dengan tekanan penuh dari Amerika, Iran kalau mau menggunakan senjata nuklir,
03:39seandainya dia punya, itu sangat mudah.
03:41Tetapi Iran tetap tidak menggunakan itu.
03:43Jadi kita mengasumsikan bahwa ternyata Iran tidak punya senjata nuklir.
03:47Walaupun kita meyakini bahwa ketika Iran mau menggunakan itu dengan mudah mereka melakukannya.
03:52Mereka punya teknologi, mereka punya bahan baku, tetapi tidak.
03:56Jadi sehingga saat ini kita masih melihat bahwa Iran tidak punya senjata nuklir.
04:02Seharusnya Amerika memiliki itu juga.
04:05Oke.
04:06Nah karena Amerika masih belum deal dan juga Iran juga belum memiliki keputusan
04:13tentang negosiasi yang klaimnya saat ini makin dekat dengan hasil begitu.
04:18Apakah dalam negosiasi ini ada tekanan juga dari negara-negara lain
04:23karena dampak konflik berkepanjangan ini juga berdampak pada ekonomi global?
04:28Saya kira tekanan tertinggi sebenarnya bukan dari negara lain, tetapi dari internal Amerika.
04:33Kita tahu bahwa Amerika dalam perang dengan Iran ini sudah menghabiskan sekitar 500 triliun.
04:38Dan ini dana yang cukup besar.
04:40Sementara dana yang dihabiskan seperti itu dampaknya adalah senjata nuklir itu tidak ditemukan
04:45atau Iran juga tidak menggunakan senjata itu.
04:47Jadi Amerika perlu menjawab, Kongres perlu menjawab masyarakatnya
04:52sebenarnya apa tujuan dari perang ini.
04:54Kalau tujuan pertama adalah soal orang ini, soal nuklir.
04:56Toh sampai sekarang belum terbukti.
04:58Ini menjadi PR besar bagi Trump dan ini menjadi tekanan yang berat bagi Trump
05:02untuk mempertanggungjawabkan perang ini termasuk dana 500 triliun itu.
05:06Saya kira itu menjadi hal yang paling berat dibandingkan dengan negara lain.
05:10Oke, jadi bagaimana untuk bisa mencapai titik temunya Pak Stanis?
05:14Siapa yang harus mengalah?
05:16Siapa yang harus berbesar hati?
05:19Saya kira memaksakan bahwa Iran ada senjata nuklir juga cukup riskan.
05:24Kita tahu Amerika pernah punya pengalaman buruk seperti senjata pemusnah masal di zaman Irak.
05:29Dan itu sampai sekarang kan tidak ketemu.
05:31Dan itu menjadi beban yang sangat besar bagi Amerika.
05:34Masyarakat Amerika terutama Kongres pasti tidak ingin ini terjadi.
05:37Jadi saya kira kalau ingin mengakhiri perang ini ya paling baik adalah jeda saja.
05:42Jeda saja soal perang.
05:44Kemudian tanpa ada batas waktu.
05:46Amerika kemudian kembali mengurus internal dalam negeri.
05:48Iran beraktifitas seperti biasa.
05:50Sehingga perdamaian bisa tercipta.
05:52Kemanusiaan bisa terjaga.
05:53Itu saya kira solusi yang terbaik.
05:56Tanpa apa Amerika menanggung malu.
05:58Misalnya mengatakan dia telah menang.
06:00Toh Iran juga belum kalah.
06:02Tapi kalau misalnya Amerika mengatakan kalah juga tidak mungkin.
06:06Jadi hal yang paling mungkin untuk menjaga martabat Amerika terutama Trump yang akan menghadapi pemilu selah.
06:11Paling baik adalah mengatakan bahwa perang akan jeda.
06:14Saya kira itu.
06:16Oke perang akan jeda tanpa ada kejelasan.
06:18Dan ini pasti akan dimungkinkan ya dengan ketegangan yang saat ini terjadi.
06:23Ya itu saya kira yang paling memungkinkan adalah jeda tanpa batas waktu.
06:27Jadi permusuhan tetap terjaga, kecurigaan Amerika tetap terjaga.
06:31Sementara biaya 500 triliun juga masih tetap terjaga bahwa ini masih ada potensi senjata nuklir.
06:37Tapi kalau mengatakan perang berakhir pasti akan ditage.
06:40Apa hasil dari perang itu?
06:42Jadi ini saya kira soal pertanggung jawaban dana.
06:45Kemudian pertanggung jawaban politik.
06:46Soal ekonomi itu internal Amerika lebih dominan daripada tuntutan dari negara-negara lain.
06:51Mas Sanis kalau misalnya apa tadi adanya penghentian sementara maksudnya gejata-senjata tanpa jeda.
07:03Maksud saya ini terus pengaruhnya terhadap Israel dan juga Lebanon seperti apa?
07:08Karena istilahnya sebelumnya dari perang antara Amerika Serikat dan Iran itu juga ada peran Israel di situ.
07:19Ada pengaruhnya dari Israel.
07:21Ya semua orang bisa melihat bahwa di balik Amerika ada Israel.
07:25Kemungkinan ketika nanti perang jeda perang tanpa batas waktu Amerika meninggalkan Iran maka konflik akan dilanjutkan oleh Israel.
07:33Jadi Israel akan melanjutkan konflik dengan Iran.
07:35Dan itu kan nanti skalanya lebih kecil dan bisa dikanalisasi.
07:39Jadi saya kira kalau misalnya nanti Amerika, pasti juga Amerika tidak mau didorong-dorong terus untuk menanggung beban ini sendirian.
07:47Maka ketika Amerika meninggalkan Iran maka akan dilanjutkan oleh Israel.
07:50Nanti Lebanon, Iran bisa jadi malah bersatu menghadapi Israel dan ini menjadi beban berat bagi Israel.
07:58Makanya wajar ketika banyak pihak mengatakan bahwa Israel terus mendorong Amerika untuk melakukan peran dengan Iran.
08:03Supaya ketika Amerika meninggalkan tawasan teluk maka Israel tidak menjadi sasaran tunggal.
08:11Baik.
08:12Terima kasih atas analisa Anda yang sudah dibagikan ke Kompas Malam Kompas TV,
08:17pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Pak Stanislaw Srianta.
08:21Terima kasih, salam sehat selalu.
08:23Terima kasih, salam sehat selalu.
Komentar

Dianjurkan