Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami kasus dugaan manipulasi harga ekspor atau transfer pricing pada komoditas minyak sawit mentah alias Crude Palm Oil (CPO). Kasus ini disebutkan telah naik ke tahap penyidikan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin terkait dugaan praktik under invoicing yang dilakukan 10 perusahaan crude palm oil (CPO).

Praktik under invoicing merupakan manipulasi data dalam kegiatan ekspor-impor yang menyebabkan penerimaan negara menjadi lebih kecil dari seharusnya, pada 22 Mei 2026, lalu.

Purbaya menyebut, pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah mulai mendalami temuan tersebut.

Ia mengaku masih menunggu laporan lanjutan dari hasil pemeriksaan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa proses penyidikan ini sejatinya telah berjalan selama satu bulan terakhir.

"Ya, jadi gini. Perkara manipulasi atau transfer pricing itu kita sekarang sedang melakukan penyidikan. Penyidikan, itu sekitar mungkin satu bulan lebih lah," kata Syarief kepada wartawan di Gedung Bundar Kejagung Jakarta Selatan, Senin (26/5/2026).



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671061/kejagung-mulai-sidik-laporan-purbaya-10-perusahaan-sawit-disorot
Transkrip
00:00Perkara manipulasi atau transfer pricing itu
00:02kita sekarang sedang melakukan penyidikan.
00:50TKP dan Kejagung sudah bergerak.
00:52Saya masih menunggu laporan dari mereka sudah beberapa bulan.
00:55Jadi itu merupakan titik awal mereka masuk.
01:00Saya akan minta laporan ke mereka minggu depan seperti apa perkembangannya.
01:04Tapi yang jelas sekali memang ada manipulasi harga.
01:10Itu under-invoicing kalau saya bilang seperti dalam depan.
01:14Walaupun namanya keren under-invoicing dan lain-lain, tapi basically nipu.
01:18Mereka manipulasi, bisa juga terlalu for pricing dan lain-lain.
01:21Mereka manipulasi ya.
01:23Di Singapura pakai perusahaan trading.
01:26Anak perusahaannya dia sendiri.
01:28Dari sini ke sana.
01:30Tujuannya dengan harga yang dua kali lipat atau lebih.
01:33Ada yang 200% itu berarti 4 kali lipat.
01:36Jadi gitu.
01:36Jadi itu sudah kita kelihatan.
01:38Kita tes kapal per kapal.
01:41Ambilan kan tiga pengapalan utama.
01:43Bukan tiga pengapalan untuk masing-masing sepuluh perusahaan itu.
01:46Jadi semuanya melakukan praktek itu.
01:50Sebelumnya nggak praktek, nggak bisa terdeteksi.
01:52Karena di sini kan biaya juga datanya di sini aja.
01:55Lantai ke Singapura kan ekspornya.
01:58Nah Singapura ke sananya putus mata rantainya.
02:00Akhirnya kita terapkan AI, kemudian kita beli data juga yang lebih lengkap.
02:06Sehingga di sini ketahuan siapa, kondisi imponnya seperti apa.
02:11Jadi bukan data dari, yang besar-besar yang data besar dari UNKOM database-nya itu.
02:19Tapi udah betul kapal per kapal jadi confirm.
02:23Dari data yang kita periksa memang mereka melakukan itu.
02:26Dan kalau dibetulkan ya bagus buat Indonesia kan.
02:28Jadi jabung sama BPKP menyelidiki, udah ini pak, udah apa, buka penyelidikan soal manipulasi ini?
02:35Sudah, jadi saya nanti akan tanyakan mereka udah sampai mana.
02:38Pak dari 10 perusahaan itu apa aja sih pak?
02:41Jangan, pak.
02:42Jangan, pak.
02:43Dari mana aja pak?
02:44Jangan, pak.
02:45Dari mana aja pak?
02:48Maksudnya baru?
02:49Maksudnya baru?
02:49Kan, nak. Sebelumnya anggota pun sudah segera ada kebilangan CPO dan sebelumnya.
02:54Maksudnya CPO sudah yang jadi bersama.
02:56Mungkin beda ini, ya.
02:58Ini perakatan lebih kuat lagi harusnya.
02:59Tapi saya akan tanyakan mereka sampai mana itu?
03:01Jadi udah koordinasi sudah satu?
03:03Sudah, sudah.
03:0410 perusahaan dari mana aja pak?
03:08Saya pilih 10 terbesar yang diumumkan.
03:11Tapi kan saya punya berapa, 15 lebih yang kita check.
03:14Sektornya pak?
03:15Ini yang CPO aja.
03:17Yang Batubara juga ada penemuan menarik, nanti juga kita akan diskusi sama BPKP.
03:23Batubara ada berapa perusahaan pak?
03:24Nah, nantilah.
03:25Kenapa Batubara pak?
03:28Karena kan kalau lihat dari presiden,
03:30Tangan duka besar, under-invoicing kan?
03:33CPO tanpa Batubara.
03:35Gara-gara itu,
03:35Gara-gara saya dilagetin terus.
03:37Jadi saya periksa,
03:38Di mana sih sepertinya bocornya,
03:40Kalau bisa bocor,
03:41Bocor seperti apa,
03:42Mainnya seperti apa.
03:43Memang di saat-saat itu sudah lama kan?
03:45Under-invoicing,
03:45Masih pasti sudah berada kan?
03:47Semuanya under-invoicing.
03:49Berarti nggak clear siapa,
03:51Gimana melakukannya,
03:52Ini seperti apa.
03:53Jadi anak perusahaan yang di Singapura itu,
03:55Kita bisa cari siapa pemilik akhirnya.
03:57Sama juga perusahaan-perusahaan yang seperti dari sini.
04:00Jadi itu yang kita rafil yang di depannya.
04:02Nanti kalau udah beres,
04:03Ya kita nggak akan bunuh perusahaannya.
04:06Jangan bilang,
04:06Kita minta mereka melakukan posisi yang seharusnya.
04:09Tapi nanti kadang adunya penjual tunggal tadi harusnya amal.
04:13Tapi yang kebelakang kan mereka melakukan penyelewenang.
04:15Saya akan lihat berapa yang saya bisa ambil dari mereka.
04:30obrigado.
04:31Pas soal CBO, kan Pak Minky kemarin
04:35Katanya sempat kasih laporan daftar 10 perusahaan
04:38Yang manipulasi ekspor CBO ya Pak,
04:40Itu dari Kejagung berarti udah terima data tersebut atau gimana Pak?
04:43Ya jadi gini,
04:48Perkara manipulasi atau transfer pricing itu
04:51Kita sekarang sedang melakukan penyidikan
04:57Itu sekitar mungkin satu bulan lebih
04:59Nah data dari PENG itu
05:02Berlangkapi data yang ada di kita
05:04Udah meriksa berapa saksi Pak?
05:06Ada berapa, nanti kita sampaikan
05:07Berarti perusahaan di bidang lain juga bisa dikembangkan juga Pak?
05:11Bisa, oke
05:12Cukup ya, sementara itu dulu
05:15Ini CPO yang berkaitan dengan yang KLHK itu bukan Pak?
05:19Beda
05:20Masih di di katanya sidik Pak?
05:23Sidik
05:23Oh, di sidik
05:25Sudah ya, sampaikan ya, makasih ya
05:32Menemani pagi Anda dengan informasi-informasi terbaru
05:35Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan
05:38Saksikan Kompas Pagi hanya di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda
05:45Selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan