00:00Intro
00:00Ya jadi Pak Lukas tadi disampaikan oleh Mas Randy
00:08Harsho pengadilan yang punya hak untuk menentukan ijazah seorang Jokowi
00:13Jadi apa yang Anda harapkan dari Sidang Kaib ya?
00:16Ya pertama karena perspektif kami itu Indonesia itu mestinya negara demokrasi
00:21Bukan negara otoriter, bukan rezim ketertupan, rezim ketergelapan apalagi rezim sesat
00:27Jadi yang mestinya tidak ada, tidak boleh ada di negara demokrasi
00:32Orang bertanya soal keaslian ijazah diadili
00:35Itu sebuah pelanggaran konstitusi yang parah itu
00:39Indonesia kembali kayak Orde Baru
00:41Saya ini melahirkan jadi korban Orde Baru diadili hanya karena
00:44Tolong pemilu yang adil
00:46Saya mengajak masyarakat golput kalau pemilu gak adil tahun 1992
00:50Dan saya diponis 6 bulan penjara
00:53Artinya kok sekarang berulang, hanya orang pengen tahu
00:57Ijazah kan mereka semua umumnya pecinta Jokowi dulu
01:01Ini nilainya berapa
01:02Intinya gini mbak, jadi kembali ke yang saya sampaikan pertama
01:06Ini kan rezim ini kembali ke arah Indonesia ini menjadi rezim kegelapan, ketertutupan, kerasiaan, kesesatan
01:12Nah kita harus lawan ini ya
01:15Dan menurut saya tidak boleh ada pengadilan
01:18Ya kecuali nanti
01:19Sebenarnya KIP pun sendiri menurut saya sebenarnya tidak perlu
01:23Kenapa kami baru bergerak bulan April dan baru muncul bulan November ini
01:29Karena prihatin sekali
01:31Jadi ekspresi, pertanyaan itu tidak boleh diadili di negara demokrasi
01:37Nah sebenarnya kalau di negara-negara yang modern, negara benar
01:41Ya kalaupun pihak yang terkait Jokowi dalam hal ini
01:45Tidak bersedia memberikan ijazahnya
01:48Dia harus dipaksa untuk memberikan
01:50Kemudian negara ini melalui DPR atau melalui kehakiman
01:55Membentuk apa yang disebut peer review
01:57Tim independen
01:59Jadi beliau tidak boleh juga
02:02Apalagi teman-teman sana
02:03Yang dipilih orang-orang yang benar-benar independen
02:06Yang disetujui kedua belah pihak
02:08Untuk menilai
02:08Dan case close akan ketahuan disitu
02:11Asli atau palsunya
02:12Dan kompas ini agak bias nih
02:15Judulnya Sidang Sengketa Informasi Ungkap Keaslian
02:18Kenapa bukan ungkap kepalsuan
02:20Nah tapi problemnya yang
02:24Mas siapa tadi namanya?
02:26Rembo
02:26Kita tidak bisa berharap lah dari grassroots ya
02:29Masyarakat bahwa kalau akan ditanya
02:31Akan selalu berpikir pada taraf yang simple gitu ya
02:34Pengen memang masyarakat kan
02:36Dengan segala kerumitan teori
02:38Ini kan asli atau palsu sih
02:40Masyarakat sudah benar
02:41Yang perlu ini adalah negara ini
02:43Ini negara
02:44Tidak bisa menuntaskan
02:46Kasus yang sangat sepele
02:48Yang saya sebut tadi
02:49Hanya dengan mengundang peer review
02:52Orang-orang ahli kumpul
02:53Disepakati kedua belah pihak
02:55Bagus ini
02:56APN setuju gak ke pengadilan aja?
02:58Enggak setuju
02:59Enggak setuju
02:59Bahkan kami terpaksa menunda sekian lama di
03:03KIP itu karena udah sangat
03:05Uupun
03:06Apa?
03:07Sangat prihatin
03:08Ini negara kegelapan ini
03:10Negara sesat ini
03:11Nah artinya ya
03:12Menurut saya
03:14Segera
03:15KIP ini nanti kan
03:17Tapi yang menarik dari
03:19Sidang yang kami gugat di KIP itu
03:21Kita betul-betul tahu
03:22Dan asumsi kami benar
03:25Oke
03:25Bahwa
03:26Satu
03:27Pasti tidak akan ada yang memberikan
03:29Ijazah itu ya
03:31Tapi itu ternyata tidak betul juga
03:33Karena KPU Pusat
03:34Dan KPU Jakarta memberikan salinannya
03:37KPU Solo tidak memberikan
03:39Nah ini kan beda-beda
03:40Kemudian dari pihak kepolisian juga
03:43Sebulan gak berjawab
03:45Karena ternyata tidak ada koordinasi dengan Mabes Polri
03:47Karena surat kita tunjukkan ke Mabes Polri
03:49Jadi
03:49Koordinasi tidak bagus antar KPU
03:52Tidak bagus di kepolisian
03:54Dan UGM ini
03:56Sangat prihatin
03:58Ternyata universitas yang begitu hebat
04:00Kredibel
04:00Pejabat
04:02Pengelola
04:02Dokumen dan
04:04Informasinya
04:05Sangat tidak kompeten
04:07Jadi 20 pertanyaan kami
04:09Cuma dijawab 3 hal
04:10Dokumen tidak ada
04:12Dalam kuasa kami
04:13Kedua
04:13Dokumen ada dalam kuasa
04:15Peludah Metro Jaya
04:16Untuk proses hukum
04:17Yang ketiga
04:18Kami belum punya
04:20Tidak punya
04:20Dan pakai COP
04:21Pakai COP gak jawabnya?
04:23Tidak pakai COP
04:24Tapi yang keberatan kami
04:25Jawabannya pakai COP
04:26Dan ditantangani rektor
04:28Jadi memang artinya
04:29Tidak ada
04:30Standar operasional prosedur
04:32Bahkan hanya untuk menjawab surat
04:34Jadi
04:34Jadi yang ekspektasi kami
04:36Yang akhirnya
04:37Asumsi kami
04:38Yang terjawab
04:39Yang nomor 2 itu
04:40KPID-KPID ini
04:42PPID-PP ini
04:43Tidak perform
04:44Oke
04:45Nah yang ketiga kan
04:46Kita ingin ada lesson learn
04:47Saya kira
04:48Selama masih
04:50Jokowi masih dikelilingi
04:51Maaf nih
04:52Jangan marah ya
04:53Ini kan cuma diskusi
04:54Saya kemarin dimarahi
04:56Hanya karena nyebut
04:56Remah-remah
04:58Relawan Jokowi
04:59Ini yang akan menyebabkan
05:01Apa
05:01Kebingungan
05:03Sampian ini
05:04Ini kan karena ini
05:04Jadi ada pihak-pihak
05:06Yang mempolitisasi ini
05:08Menjadi satu kegiatan
05:09Kampanye
05:10Untuk menyerang
05:11Melawan dan sebagainya
05:12Coba kita
05:13Kita baca lagi
05:14Terkait dengan
05:14Penyataan
05:15Ini sesat
05:15Dari Universitas Gajah Mada ya
05:17Katanya seluruh proses
05:18Yang dilakukan
05:19Berdasarkan peraturan
05:20Perundang-undangan
05:21Termasuk ketentuan
05:23Mengenai perlindungan
05:24Data pribadi
05:25Andi Sandi Antonius
05:27Sekretaris Universitas Gajah Mada
05:28Disampaikan
05:2911 November
05:302025
05:31Sesuai prosedur
05:33Enggak
05:34Sesat mbak
05:34Dalam
05:35Undang-undang
05:36Perlindungan data pribadi
05:37Nomor 27
05:37Ya tahun 2022
05:39Saya kebetulan ikut juga
05:40Menyesuaian
05:40Enggak ada kata-kata Ijazah Indra Pridari
05:42Jadi Andi Sandi ini
05:44Perlu belajar lagi nih
05:45Ya ya
05:45Saya kira dia tidak berarti
05:46Tidak memahami
05:47Undang-undang KIP
05:48Ya
05:49Memperhatinkan kan
05:51Artinya gini loh
05:52Lagi pula begini
05:53Kalaupun
05:54Memang ada
05:55Ada satu pengecualian
05:56Di dalam
05:57Undang-undang KIP itu
05:58Ada 8
06:008 item
06:00Salah satunya
06:01Terkait dengan
06:02Data pribadi
06:03Tapi data pribadi itu
06:04Harusnya udah dipahami
06:06Tidak berlaku
06:07Untuk siapapun
06:08Yang
06:08Sedang berusaha
06:09Mencari jabatan publik
06:10Iya
06:11Aduh
06:12Misalnya pejabat publik
06:13Itu kan harus melaporkan
06:14Kekayaannya
06:15Saya enggak perlu
06:16Karena saya enggak
06:17Pejabat publik
06:18Oke
06:18Jadi enggak ada
06:20Yang perlu ditutup-tutupi
06:22Begitu katanya
06:22Silahkan
06:23Pak Boy
06:23Terbuka saja
06:24Mintanya yang terang-terang saja
06:26Iya ini ngomong
06:27Terus
06:27Jawabat publik soalnya
06:28Bang-bang ini
06:28Ngomong
06:29Ke siapa sebetulnya
06:31Tujuannya
06:31Sampaian
06:32Ya
06:32Supaya terang
06:34Yang omong-omong ini
06:35Istilahnya
06:36Omon-omon saja
06:37Enggak bisa
06:38Apa yang Anda minta
06:39Apa yang Anda inginkan
06:41Tidak bisa terjadi
06:42Karena itu negara kegelapan
06:43Anda tidak bisa marah
06:43Anda tidak bisa marah
06:45Karena KIP
06:46Jelas dengan aturannya sendiri
06:48Dia laksanakan dengan aturan sendiri
06:50Pidana-pidana
06:51Yang Anda lihat itu kan
06:53Pernyataan orang
06:53Anda mengkritisi
06:54Boleh dong
06:55Kritis saja
06:55Iya sudah
06:56Sudah saya kritisi
06:57Ya kritisi
06:57Tapi yang kritisi
06:58Jangan cara apa
06:58Kemarin menegur
06:59UGM
07:00Menegur KPU Solo
07:02Menegur Polda
07:03Karena mereka tidak perform
07:05Dan Anda tidak paham
07:06Teguran-teguran
07:07UGM itu punya kapasitas
07:09Untuk menjawab
07:10Dia menjawab
07:11Sudah secara lengkap
07:12Komprehensif
07:13Dan semua barang-barang itu
07:15Sudah disita oleh Polda
07:16Anda baca
07:17Anda jangan lupa
07:17Sudah disita di Polda loh
07:18Apa?
07:20Barang-barang semua
07:20Yang Anda minta itu
07:21Sudah disita di Polda
07:22Anda tidak bisa
07:23Minta ke Polda lagi
07:24Ijasa yang sudah disegel
07:26Di Polda
07:26Kemudian dikeluarkan
07:27Agar Jokowi bisa
07:29Oh tidak bisa
07:29Itu proses penyidikan
07:31Tidak bisa
07:32Itu kuap
07:3344
07:33Anda baca situ
07:34Barang-barang disita oleh
07:36Penyidik
07:37Tidak bisa dipinjamkan
07:40Makanya
07:41Makanya ketika disuruh
07:42Kenapa Projo bilang
07:44Kalau itu ijasanya ditunjukkan
07:46Ditunjukkan
07:48Pak Jokowi sudah tunjukkan
07:49Loh enggak
07:50Dia bilang barusan ditunjukkan
07:52Itu Budi Ari
07:52Dia tidak baca
07:54Jangan apa
07:55Jokowi sudah tunjukkan
07:56Pak Jokowi sudah menunjukkan
07:59Ini biasanya
08:00Jadi dua minggu lalu
08:01Yang Anda minta itu sudah ditunjukkan
08:02Bukan tidak perlu tunjukkan
08:04Ditunjukkan
08:04Jokowi kepada Projo ketika mereka
08:07Kalau enggak salah ya
08:08Ini di update-nya Budi Ari
08:09Sampaikan
08:10Bo itu enggak benar kok
08:11Oh iya
08:12Dimana
08:12Bohonglah
08:13Baik
08:13Tahan dulu
08:14Tahan dulu
08:15Pertanyaannya adalah
08:16Apakah titik terang
08:18Jari sedang KIP
08:19Kamu sedang-sendara tetap di Polda Lian
08:21Marah memudia
08:22Terima kasih
08:23Sampai jumpa
08:24Sampai jumpa
08:25Sampai jumpa
08:26Sampai jumpa
08:28Sampai jumpa
08:29Sampai jumpa
08:30Sampai jumpa
08:31Sampai jumpa
08:32Sampai jumpa
08:33Sampai jumpa
08:34Sampai jumpa
08:35Sampai jumpa
08:36Sampai jumpa
08:37Sampai jumpa
08:38Sampai jumpa
08:39Sampai jumpa
08:40Sampai jumpa
08:41Sampai jumpa
08:42Sampai jumpa
08:43Sampai jumpa
08:44Sampai jumpa
08:45Sampai jumpa
08:46Sampai jumpa
08:47Sampai jumpa
08:48Sampai jumpa
Komentar