00:00Anda kembali di Pulau Liar Bang Ade tadi sempat terputus Anda sempat mengatakan bahwa upaya ataupun
00:06mempermasalahkan izasah Jokowi dan Gibran jangan-jangan upaya untuk menjatuhkan Gibran. Anda tadi bilang begitu.
00:15Ya ya ya itu salah satu analisis ya. Jadi kan begini kalau ditanya kenapanya kita bisa punya beragam analisis ya.
00:23Tapi salah satu yang kuat pengemuka diantara paling tidak di kalangan kami ini ya ketika saya mengatakan kalangan kami
00:29ini adalah kalangan yang pro pada Jokowi ya. Itu kan ada pertanyaan kenapa bertahun-tahun masalah ini terus berulang.
00:37Atau misalnya begini saya selalu bertanya sama Bung Roy. Bung Roy Anda itu punya apa sih sampai Anda mengatakan bahwa
00:43ijazah Pak Jokowi itu palsu. Punya bukti. Ya karena ijazah itu sendiri tidak pernah ditunjukkan oleh Pak Jokowi
00:50Kepada Roy Suryo atau kepada masyarakat kecuali barangnya kepada polisi, kepada bagi masa dan seterusnya.
00:58Nah kan gak bisa kita ambil kesimpulan bahwa hanya karena seseorang tidak mau menunjukkan ijazahnya
01:04kesimpulannya ijazahnya pasti palsu. Itu loncatan logika yang menurut saya luar biasa aneh ya.
01:12Jadi kita sendiri tidak ada yang lihat sebetulnya ijazah Pak Jokowi itu seperti apa.
01:17Tapi itu dianalisis, ditunjukkan sampai ada sebuah buku.
01:21Udah jadi buku ilmiah loh itu, 700 halaman itu.
01:24Sebuah buku yang berusaha menjelaskan dari berbagai perspektif tentang mengapa itu dikatakan palsu.
01:30Buat saya ya sampai sekarang saya tidak paham kenapa itu dikatakan palsu.
01:35Nah begitu juga dengan Mas Subhan mengatakan bahwa ijazahnya, apa sih tadi?
01:40Ijazahnya Gibran itu dipertanyakan lah ya.
01:43Di mana bagian dipertanyakannya?
01:45Nah ini muncul tidak hanya sendiri-sendiri.
01:49Ada beberapa hal lain yang juga muncul soal rencana pemakzulan Gibran.
01:55Kemudian apalagi yang ramai.
01:57Ada sejumlah hal menyangkut ijazah palsunya Pak Jokowi sendiri.
02:01Ini berulang-ulang muncul ya.
02:03Sehingga saya bisa menduga, kami menduga bahwa ini apakah benar masing-masing orang ini berjalan sendiri-sendiri.
02:10Misalnya begini, Roy mengajukan gugatannya.
02:13Rizmon mengajukan gugatannya.
02:15Mereka gak punya hubungan tapi kebetulan kemudian sama-sama setuju pada sebuah topik yang sama.
02:21Kemudian datang lagi Pak Subhan.
02:23Kemudian datang lagi Bestor atau siapa.
02:27Nah ini semua memang sendiri-sendiri atau ada sesuatu yang mengikat mereka.
02:33Jawabannya lagi-lagi bisa sendiri-sendiri walaupun saya meragukan masa sih semua itu sendiri-sendiri.
02:40Jadi ada siapa?
02:41Atau bersama-sama.
02:42Nah yang bersama-sama ini pun kemudian kita bisa mengatakan siapa sih yang sebenarnya berkepentingan untuk menjatuhkan Gibran.
02:49Pertama-tama adalah pasti yang anti dengan keluarga Jokowi adalah PDIP.
02:54Tuh, nunggu lagi kan.
02:55Kemudian, ini baru analisa nih.
02:57Ada orang besar di belakang kami.
03:00Padahal yang sudah jelas itu Mbak.
03:02Roy.
03:02Yang jelas?
03:03Ada orang kurus di belakang dia.
03:05Roy.
03:08Orang sedang membuat analisis.
03:11Jangan dipotong-potong.
03:12Gak apa-apa kalau analisnya gak masuk akal ya potong aja ngapain.
03:15Kasian masyarakat denger analisis ya gak mutu.
03:18Iya gak semua orang pintar kok.
03:20Menariknya analisis Bung Ade itu kan.
03:23Kalau menunjuk PDI dia bisa.
03:26Tapi mengatakan bahwa apakah dia didukung yang lain dia gak bisa juga.
03:31Kasih.
03:32Saya jelas-jelas mengatakan.
03:34Saya itu pendukung Jokowi.
03:36Saya kurang jelas apa untuk mengatakan keberpihakan saya.
03:40Saya gak tahu keberpihakan Roy Suryo itu kepada siapa.
03:43Mungkin juga gak ada ya.
03:45Tapi kembali ke jawaban saya.
03:47Itu kan sama dengan mengatakan begini tadi.
03:49Ada jujuran dan ke negara wanita.
03:50Bung Ade kan sama dengan mengatakan begini.
03:52Kalau Bung Roy tidak pernah melihat ijazahnya.
03:56Maka tidak bisa diklaim oleh Bung Roy bahwa ijazah itu palsu.
04:00Itu sama dengan karena PDI merasa terluka dengan Pak Jokowi.
04:06Tidak serta-merta mereka yang berada di belakang mereka.
04:09Itu sama.
04:09Saya lagi mengatakan.
04:12Itu sama derajatnya.
04:13Oleh karena itu kalau Bung.
04:15Please dengar dulu.
04:15Mak yang saya mau katakan begini.
04:16Kalau Bung Ade gak bisa menyatakan atau bisa menyatakan yang pertama.
04:22Tidak bisa menyatakan yang kedua.
04:24Yang pertama juga tidak bisa dinyatakan.
04:26Bro.
04:27Ini.
04:27Pak Ade.
04:28Itu logik gak?
04:29Ijazah Pak Jokowi itu bukan aurat.
04:31Harus dibuka.
04:33Bukan aurat ya.
04:34Beliau ini menggugah bahwa Pak Jokowi itu ijazahnya palsu.
04:38Mana ada orang yang susah-susah tarik ijazah.
04:41Terus malu dengan ijazahnya itu gak masuk akal.
04:44Karena dia berbohong sebenarnya proses dia menjadi seorang presiden itu seharusnya dinyatakan tidak sah.
04:51Anda juga begitu kan.
04:52Pak Gibran itu tidak sah seharusnya menjadi wapres.
04:55Sekarang dinyatakan gak sah sekarang.
04:57Iya Anda menyampaikan.
04:58Nah saya cuman mengatakan kalau Anda Anda kan bertanya pada saya.
05:03Menurut Anda wahai Ade Armando kira-kira yang berada di belakang ini siapa?
05:07Saya menyebut beberapa kemungkinan.
05:11Belum tentu benar.
05:13Anda bisa bahkan mengatakan gila ini argumennya sangat tidak masuk akal.
05:17Gak apa-apa.
05:17Tapi saya mau bilang satu, yang bisa disebut sebagai, yang banyak disebut sebagai kemungkinan di belakang ini semua.
05:24Kalau betul ini semua adalah sesuatu yang saling berhubungan adalah satu.
05:28Kemungkinan PDP.
05:29Kedua, kelompok yang disebut sebagai kelompok 2-1-2.
05:33Oh ngacu banget.
05:34Itu terkait sama Anies Baswedan.
05:36Dua saplen dong.
05:37Oke.
05:37Satu satu.
05:38Satu satu.
05:39Lanjut.
05:40Lanjut.
05:40Iya kan.
05:40Ketau ini harus ditambah.
05:41Dua satu dua saplen.
05:42Lanjut lanjut.
05:43Ketiga adalah kelompok Neroi Suryo.
05:46Yang orang menyebut-nyebut bahwa, jangan-jangan disini adalah partai demokrat.
05:50Wow.
05:50Kemudian disebut pula ada yang mengatakan bahwa, di belakang ini ada sebuah kekuatan besar.
05:56Misalnya negara Amerika Serikat.
05:58Kemudian ada pula yang mengatakan bahwa, ini teman-teman, Anda pernah dengar istilah SJW.
06:05Social Justice Warriors ini lagi bergerak untuk menunjukkan bahwa kami peduli pada demokrasi.
06:12Sekarang kembali Anda tanya, lalu menurut Anda yang mana?
06:17Saya nggak bisa jawab.
06:19Tapi yang jelas begini.
06:20Analisis kok nggak bisa nganalisis.
06:22Yang penting begini.
06:24Kalau Roy Suryo ingin mengatakan bahwa ijazah Jokowi itu palsu, kami argumen, bukti, yang bisa dipakai untuk mengatakan bahwa ijazah Pak Jokowi palsu.
06:37Ijazah Pak Jokowi itu tidak pernah dipertunjukkan kok katanya.
06:44Bang Le, Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi itu sendiri mengatakan bahwa ini ada yang backup sehingga bertahan sekian lama.
06:55Kenapa sih kita menyebut Presiden ke-7?
06:57Kenapa kita nggak menyebut mantan Presiden?
07:00Bekas Presiden.
07:01Ya boleh lah, kenapa?
07:01Iya makanya saya mau tanya, kenapa mantan Presiden gitu ya?
07:05Kenapa Presiden ke-7?
07:06Nah yang kedua kan pertanyaannya, apa benar ada di belakang kekuatan besar gitu.
07:15Di Republik ini kekuatan besarnya itu ada pada Pak Prabowo.
07:19Iya.
07:20Salah satu.
07:21Siapa lagi yang lebih kuat dari Pak Prabowo?
07:23Dia Presiden Republik Indonesia.
07:26Semua kekuatan kekuasaan ada di tangan beliau.
07:32Jadi kalau Pak Prabowo, Pak Jokowi mengatakan ada kekuatan besar, mestinya analisa pertamanya itu yang memiliki kekuasaan besar di Republik ini siapa?
07:42Pak Prabowo.
07:43Apakah dengan sendiri Pak Prabowo berada di belakang kasus ini?
07:48Lagi-lagi kita nggak tahu kan kalau berdasarkan kekuatan besar.
07:51Sebab kalau disebut dengan PDI, itu jangkar ke-3 ke-4.
07:56Pertama mereka nggak punya kekuasaan.
07:58Bahkan ketika mereka mau menyelamatkan sekjen mereka aja, mereka nggak bisa.
08:06Gimana mereka menggerakkan Bung Roy yang kita tahu misalnya nggak ada hubungannya sama sekali dengan PDI Perjuangan.
08:12Bahkan ketika Bung Roy dulu berkuasa, PDI adalah oposisi terhadap demokrat kan.
08:18Seringkali justru PDI dengan Bung Roy ini berdebat, berlawanan.
08:23Jadi di mana titik temunya?
08:24Kalau disebut misalnya 2-1-2, makin nggak kena.
08:28Kenapa?
08:301 PDI Perjuangan dengan 2-1-2, di mana ketemunya?
08:36Kan penjelasan itu semua harus diperlihatkan dong.
08:40Titik temunya, setidaknya ada irisan yang memungkinkan mereka kita lihat ada bertemu.
08:45Pak SBE dengan Pak Ibu Mega kita tahu.
08:48Ada juga.
08:48Bahkan belum pernah bertemu ya secara khusus di antara keduanya.
08:54Baik yang nyata-nyata maupun yang bisik-bisik.
08:57Nggak pernah kita dengar ketemu.
08:59Jadi kalau disebut dengan pertanyaan itu, dari mana kekuatan besarnya PDI Perjuangan?
09:04Oke.
09:04Makanya bukan dia di level pertamanya.
09:07Di level pertamanya itu adalah Pak Prabowo sebagai orang paling kuat.
09:11Oke baik, saya ke Mas Agung.
09:13Saya mau bilang gini, saya tidak pernah bilang bahwa PDIP bekerja sama dengan 2-1-2.
09:20Tidak sekalipun saya mengatakan itu.
09:22Yang saya katakan, kalau sekarang orang berusaha mencari jawaban tentang kalau ada sesuatu yang di belakang Anda semua.
09:29Iya, saya mengembangkan analisa Anda.
09:31Saya mengembangkan analisa Anda.
09:32Kalau ada bisa beberapa.
09:33Sebab saya kan mengatakan lebih dari 5.
09:35BDI sebagai partai, kan masih giliran saya.
09:40BDI sebagai partai, ya kan, dilihat level ke-4 ke-5 dalam kekuatan itu.
09:47Jadi kalau Pak Jokowi dan Bung Ade mengatakan ada kekuatan besar,
09:50asumsinya itu gabungan kekuatan yang memiliki kekuatan yang real gitu loh.
09:56Nah gabungan kekuatan itu saya rangkum dari apa?
09:58Ada tadi sebutkan, ada 2-1-2, ada PDI Perjuangan, ada Demokrat, ada siapa lagi nih?
10:06Nah itu kalau digabungkan tuh, itu yang saya mengatakan.
10:09Jadi Bung Ade mengeluarkan analisis, saya sambung analisisnya ditolak lagi Bung Ade.
10:16Kan lucu juga.
10:17Yang jelas ada binatang, jadi yang dimaksud Bang Ade itu menggabungkan kekuatan ini tergabung atau satu-satu.
10:26Ini yang menarik, itu kan makanya saya mulai dengan pernyataan apakah orang-orang ini adalah istilah di Barat itu
10:33Analisis peruat gini lah.
10:35Lone wolf, orang yang sendiri-sendiri.
10:37Atau Roy Suryo tuh ada yang membacking, ini ada yang membiayai misalnya.
10:42Kalau Bang Ade ada gak yang membackingin?
10:44Karena Nata Presiden Jokowi mungkin sekali.
10:47Yang jelas ada binatang besar di Balai Ade Armando.
10:50Binatangnya namanya Gajah.
10:52Gajah tuh PSI.
10:54Gajah tuh gak punya ijazah.
10:56Nah itu.
10:57Kalau Roy Suryo di belakangnya ada panjang.
10:59Cara menganalisa mengukur diri yang sendiri.
11:02Oke baik, saya ke Mas Agung denger nih.
Komentar