Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV Politisi PSI Ade Armando memberikan analisanya terkait keraguannya di balik tudingan Roy Suryo Cs terkait ijazah Joko Widodo dan Gibran.

"Buat saya ya sampai sekarang saya tidak paham kenapa itu dikatakan palsu. Nah, begitu juga dengan Mas Subhan mengatakan bahwa ijazahnya apa sih tadi? ijazahnya Gibran itu dipertanyakan lah ya. Di mana bagian dipertanyakannya?," kata Ade dalam program Bola Liar KompasTV, Jumat (19/9/2025).

Sehingga ia menduga bahwa ini apakah benar masing-masing orang ini berjalan sendiri-sendiri.

"Misalnya begini, Roy mengajukan gugatannya, Rismon mengajukan gugatannya. Mereka enggak punya hubungan tapi kebetulan kemudian sama-sama setuju pada sebuah topik yang sama. Kemudian datang lagi Pak Subhan, kemudian datang lagi apa Beathor atau siapa ya? Nah, ini semua memang sendiri-sendiri atau ada sesuatu yang mengikat mereka? ya jawabannya lagi-lagi bisa sendiri-sendiri walaupun saya meragukan masa sih semua itu sendiri-sendiri jadi ada siapa atau bersama-sama," jelasnya.

Ia pun melanjutkan terkait analisanya dengan menyebutkan salah satu partai besar PDIP.

"Nah, yang bersama-sama ini pun kemudian kita bisa mengatakan siapa sih yang sebetulnya berkepentingan untuk menjatuhkan Gibran ya. Pertama-tama adalah pasti yang anti dengan keluarga Jokowi adalah PDIP," kata Ade melanjutkan.

"Yang jelas ada orang kurus di belakang dia," kata Roy langsung merespons.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

#ijazahjokowi #roysuryo #pdip

Baca Juga [FULL] Sederet Fakta Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, Apa Penyebabnya? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/618691/full-sederet-fakta-kasus-keracunan-makan-bergizi-gratis-apa-penyebabnya-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/618701/reaksi-roy-suryo-saat-ade-armando-ungkap-analisis-dugaan-pdip-di-balik-tudingan-ijazah-palsu
Transkrip
00:00Anda kembali di Pulau Liar Bang Ade tadi sempat terputus Anda sempat mengatakan bahwa upaya ataupun
00:06mempermasalahkan izasah Jokowi dan Gibran jangan-jangan upaya untuk menjatuhkan Gibran. Anda tadi bilang begitu.
00:15Ya ya ya itu salah satu analisis ya. Jadi kan begini kalau ditanya kenapanya kita bisa punya beragam analisis ya.
00:23Tapi salah satu yang kuat pengemuka diantara paling tidak di kalangan kami ini ya ketika saya mengatakan kalangan kami
00:29ini adalah kalangan yang pro pada Jokowi ya. Itu kan ada pertanyaan kenapa bertahun-tahun masalah ini terus berulang.
00:37Atau misalnya begini saya selalu bertanya sama Bung Roy. Bung Roy Anda itu punya apa sih sampai Anda mengatakan bahwa
00:43ijazah Pak Jokowi itu palsu. Punya bukti. Ya karena ijazah itu sendiri tidak pernah ditunjukkan oleh Pak Jokowi
00:50Kepada Roy Suryo atau kepada masyarakat kecuali barangnya kepada polisi, kepada bagi masa dan seterusnya.
00:58Nah kan gak bisa kita ambil kesimpulan bahwa hanya karena seseorang tidak mau menunjukkan ijazahnya
01:04kesimpulannya ijazahnya pasti palsu. Itu loncatan logika yang menurut saya luar biasa aneh ya.
01:12Jadi kita sendiri tidak ada yang lihat sebetulnya ijazah Pak Jokowi itu seperti apa.
01:17Tapi itu dianalisis, ditunjukkan sampai ada sebuah buku.
01:21Udah jadi buku ilmiah loh itu, 700 halaman itu.
01:24Sebuah buku yang berusaha menjelaskan dari berbagai perspektif tentang mengapa itu dikatakan palsu.
01:30Buat saya ya sampai sekarang saya tidak paham kenapa itu dikatakan palsu.
01:35Nah begitu juga dengan Mas Subhan mengatakan bahwa ijazahnya, apa sih tadi?
01:40Ijazahnya Gibran itu dipertanyakan lah ya.
01:43Di mana bagian dipertanyakannya?
01:45Nah ini muncul tidak hanya sendiri-sendiri.
01:49Ada beberapa hal lain yang juga muncul soal rencana pemakzulan Gibran.
01:55Kemudian apalagi yang ramai.
01:57Ada sejumlah hal menyangkut ijazah palsunya Pak Jokowi sendiri.
02:01Ini berulang-ulang muncul ya.
02:03Sehingga saya bisa menduga, kami menduga bahwa ini apakah benar masing-masing orang ini berjalan sendiri-sendiri.
02:10Misalnya begini, Roy mengajukan gugatannya.
02:13Rizmon mengajukan gugatannya.
02:15Mereka gak punya hubungan tapi kebetulan kemudian sama-sama setuju pada sebuah topik yang sama.
02:21Kemudian datang lagi Pak Subhan.
02:23Kemudian datang lagi Bestor atau siapa.
02:27Nah ini semua memang sendiri-sendiri atau ada sesuatu yang mengikat mereka.
02:33Jawabannya lagi-lagi bisa sendiri-sendiri walaupun saya meragukan masa sih semua itu sendiri-sendiri.
02:40Jadi ada siapa?
02:41Atau bersama-sama.
02:42Nah yang bersama-sama ini pun kemudian kita bisa mengatakan siapa sih yang sebenarnya berkepentingan untuk menjatuhkan Gibran.
02:49Pertama-tama adalah pasti yang anti dengan keluarga Jokowi adalah PDIP.
02:54Tuh, nunggu lagi kan.
02:55Kemudian, ini baru analisa nih.
02:57Ada orang besar di belakang kami.
03:00Padahal yang sudah jelas itu Mbak.
03:02Roy.
03:02Yang jelas?
03:03Ada orang kurus di belakang dia.
03:05Roy.
03:08Orang sedang membuat analisis.
03:11Jangan dipotong-potong.
03:12Gak apa-apa kalau analisnya gak masuk akal ya potong aja ngapain.
03:15Kasian masyarakat denger analisis ya gak mutu.
03:18Iya gak semua orang pintar kok.
03:20Menariknya analisis Bung Ade itu kan.
03:23Kalau menunjuk PDI dia bisa.
03:26Tapi mengatakan bahwa apakah dia didukung yang lain dia gak bisa juga.
03:31Kasih.
03:32Saya jelas-jelas mengatakan.
03:34Saya itu pendukung Jokowi.
03:36Saya kurang jelas apa untuk mengatakan keberpihakan saya.
03:40Saya gak tahu keberpihakan Roy Suryo itu kepada siapa.
03:43Mungkin juga gak ada ya.
03:45Tapi kembali ke jawaban saya.
03:47Itu kan sama dengan mengatakan begini tadi.
03:49Ada jujuran dan ke negara wanita.
03:50Bung Ade kan sama dengan mengatakan begini.
03:52Kalau Bung Roy tidak pernah melihat ijazahnya.
03:56Maka tidak bisa diklaim oleh Bung Roy bahwa ijazah itu palsu.
04:00Itu sama dengan karena PDI merasa terluka dengan Pak Jokowi.
04:06Tidak serta-merta mereka yang berada di belakang mereka.
04:09Itu sama.
04:09Saya lagi mengatakan.
04:12Itu sama derajatnya.
04:13Oleh karena itu kalau Bung.
04:15Please dengar dulu.
04:15Mak yang saya mau katakan begini.
04:16Kalau Bung Ade gak bisa menyatakan atau bisa menyatakan yang pertama.
04:22Tidak bisa menyatakan yang kedua.
04:24Yang pertama juga tidak bisa dinyatakan.
04:26Bro.
04:27Ini.
04:27Pak Ade.
04:28Itu logik gak?
04:29Ijazah Pak Jokowi itu bukan aurat.
04:31Harus dibuka.
04:33Bukan aurat ya.
04:34Beliau ini menggugah bahwa Pak Jokowi itu ijazahnya palsu.
04:38Mana ada orang yang susah-susah tarik ijazah.
04:41Terus malu dengan ijazahnya itu gak masuk akal.
04:44Karena dia berbohong sebenarnya proses dia menjadi seorang presiden itu seharusnya dinyatakan tidak sah.
04:51Anda juga begitu kan.
04:52Pak Gibran itu tidak sah seharusnya menjadi wapres.
04:55Sekarang dinyatakan gak sah sekarang.
04:57Iya Anda menyampaikan.
04:58Nah saya cuman mengatakan kalau Anda Anda kan bertanya pada saya.
05:03Menurut Anda wahai Ade Armando kira-kira yang berada di belakang ini siapa?
05:07Saya menyebut beberapa kemungkinan.
05:11Belum tentu benar.
05:13Anda bisa bahkan mengatakan gila ini argumennya sangat tidak masuk akal.
05:17Gak apa-apa.
05:17Tapi saya mau bilang satu, yang bisa disebut sebagai, yang banyak disebut sebagai kemungkinan di belakang ini semua.
05:24Kalau betul ini semua adalah sesuatu yang saling berhubungan adalah satu.
05:28Kemungkinan PDP.
05:29Kedua, kelompok yang disebut sebagai kelompok 2-1-2.
05:33Oh ngacu banget.
05:34Itu terkait sama Anies Baswedan.
05:36Dua saplen dong.
05:37Oke.
05:37Satu satu.
05:38Satu satu.
05:39Lanjut.
05:40Lanjut.
05:40Iya kan.
05:40Ketau ini harus ditambah.
05:41Dua satu dua saplen.
05:42Lanjut lanjut.
05:43Ketiga adalah kelompok Neroi Suryo.
05:46Yang orang menyebut-nyebut bahwa, jangan-jangan disini adalah partai demokrat.
05:50Wow.
05:50Kemudian disebut pula ada yang mengatakan bahwa, di belakang ini ada sebuah kekuatan besar.
05:56Misalnya negara Amerika Serikat.
05:58Kemudian ada pula yang mengatakan bahwa, ini teman-teman, Anda pernah dengar istilah SJW.
06:05Social Justice Warriors ini lagi bergerak untuk menunjukkan bahwa kami peduli pada demokrasi.
06:12Sekarang kembali Anda tanya, lalu menurut Anda yang mana?
06:17Saya nggak bisa jawab.
06:19Tapi yang jelas begini.
06:20Analisis kok nggak bisa nganalisis.
06:22Yang penting begini.
06:24Kalau Roy Suryo ingin mengatakan bahwa ijazah Jokowi itu palsu, kami argumen, bukti, yang bisa dipakai untuk mengatakan bahwa ijazah Pak Jokowi palsu.
06:37Ijazah Pak Jokowi itu tidak pernah dipertunjukkan kok katanya.
06:44Bang Le, Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi itu sendiri mengatakan bahwa ini ada yang backup sehingga bertahan sekian lama.
06:55Kenapa sih kita menyebut Presiden ke-7?
06:57Kenapa kita nggak menyebut mantan Presiden?
07:00Bekas Presiden.
07:01Ya boleh lah, kenapa?
07:01Iya makanya saya mau tanya, kenapa mantan Presiden gitu ya?
07:05Kenapa Presiden ke-7?
07:06Nah yang kedua kan pertanyaannya, apa benar ada di belakang kekuatan besar gitu.
07:15Di Republik ini kekuatan besarnya itu ada pada Pak Prabowo.
07:19Iya.
07:20Salah satu.
07:21Siapa lagi yang lebih kuat dari Pak Prabowo?
07:23Dia Presiden Republik Indonesia.
07:26Semua kekuatan kekuasaan ada di tangan beliau.
07:32Jadi kalau Pak Prabowo, Pak Jokowi mengatakan ada kekuatan besar, mestinya analisa pertamanya itu yang memiliki kekuasaan besar di Republik ini siapa?
07:42Pak Prabowo.
07:43Apakah dengan sendiri Pak Prabowo berada di belakang kasus ini?
07:48Lagi-lagi kita nggak tahu kan kalau berdasarkan kekuatan besar.
07:51Sebab kalau disebut dengan PDI, itu jangkar ke-3 ke-4.
07:56Pertama mereka nggak punya kekuasaan.
07:58Bahkan ketika mereka mau menyelamatkan sekjen mereka aja, mereka nggak bisa.
08:06Gimana mereka menggerakkan Bung Roy yang kita tahu misalnya nggak ada hubungannya sama sekali dengan PDI Perjuangan.
08:12Bahkan ketika Bung Roy dulu berkuasa, PDI adalah oposisi terhadap demokrat kan.
08:18Seringkali justru PDI dengan Bung Roy ini berdebat, berlawanan.
08:23Jadi di mana titik temunya?
08:24Kalau disebut misalnya 2-1-2, makin nggak kena.
08:28Kenapa?
08:301 PDI Perjuangan dengan 2-1-2, di mana ketemunya?
08:36Kan penjelasan itu semua harus diperlihatkan dong.
08:40Titik temunya, setidaknya ada irisan yang memungkinkan mereka kita lihat ada bertemu.
08:45Pak SBE dengan Pak Ibu Mega kita tahu.
08:48Ada juga.
08:48Bahkan belum pernah bertemu ya secara khusus di antara keduanya.
08:54Baik yang nyata-nyata maupun yang bisik-bisik.
08:57Nggak pernah kita dengar ketemu.
08:59Jadi kalau disebut dengan pertanyaan itu, dari mana kekuatan besarnya PDI Perjuangan?
09:04Oke.
09:04Makanya bukan dia di level pertamanya.
09:07Di level pertamanya itu adalah Pak Prabowo sebagai orang paling kuat.
09:11Oke baik, saya ke Mas Agung.
09:13Saya mau bilang gini, saya tidak pernah bilang bahwa PDIP bekerja sama dengan 2-1-2.
09:20Tidak sekalipun saya mengatakan itu.
09:22Yang saya katakan, kalau sekarang orang berusaha mencari jawaban tentang kalau ada sesuatu yang di belakang Anda semua.
09:29Iya, saya mengembangkan analisa Anda.
09:31Saya mengembangkan analisa Anda.
09:32Kalau ada bisa beberapa.
09:33Sebab saya kan mengatakan lebih dari 5.
09:35BDI sebagai partai, kan masih giliran saya.
09:40BDI sebagai partai, ya kan, dilihat level ke-4 ke-5 dalam kekuatan itu.
09:47Jadi kalau Pak Jokowi dan Bung Ade mengatakan ada kekuatan besar,
09:50asumsinya itu gabungan kekuatan yang memiliki kekuatan yang real gitu loh.
09:56Nah gabungan kekuatan itu saya rangkum dari apa?
09:58Ada tadi sebutkan, ada 2-1-2, ada PDI Perjuangan, ada Demokrat, ada siapa lagi nih?
10:06Nah itu kalau digabungkan tuh, itu yang saya mengatakan.
10:09Jadi Bung Ade mengeluarkan analisis, saya sambung analisisnya ditolak lagi Bung Ade.
10:16Kan lucu juga.
10:17Yang jelas ada binatang, jadi yang dimaksud Bang Ade itu menggabungkan kekuatan ini tergabung atau satu-satu.
10:26Ini yang menarik, itu kan makanya saya mulai dengan pernyataan apakah orang-orang ini adalah istilah di Barat itu
10:33Analisis peruat gini lah.
10:35Lone wolf, orang yang sendiri-sendiri.
10:37Atau Roy Suryo tuh ada yang membacking, ini ada yang membiayai misalnya.
10:42Kalau Bang Ade ada gak yang membackingin?
10:44Karena Nata Presiden Jokowi mungkin sekali.
10:47Yang jelas ada binatang besar di Balai Ade Armando.
10:50Binatangnya namanya Gajah.
10:52Gajah tuh PSI.
10:54Gajah tuh gak punya ijazah.
10:56Nah itu.
10:57Kalau Roy Suryo di belakangnya ada panjang.
10:59Cara menganalisa mengukur diri yang sendiri.
11:02Oke baik, saya ke Mas Agung denger nih.
Komentar

Dianjurkan