Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#politikindonesia #tni #kapolri #listyosigitprabowo

Isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin memanas, dengan prediksi pencopotan akan terjadi dalam waktu dekat.

Pengamat politik dan militer, Selamat Ginting, memperkirakan Presiden Prabowo akan mengambil langkah tersebut pada bulan Oktober, paling tidak setelah 5 Oktober hari TNI.

Menurutnya, situasi di Jakarta yang belum sepenuhnya stabil menjadi salah satu indikator utama.

Selamat Ginting menilai, Listyo Sigit yang hampir 5 tahun menjabat dianggap gagal mengendalikan situasi dan loyalitas di internal Polri.

Mengenai calon pengganti, Selamat Ginting menyakini Presiden Prabowo akan memilih tokoh senior, yang kemungkinan dari angkatan Akpol 1990.

Setelah ramainya isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Kabareskrim Komjen Syahardiantono ikut merapat ke Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (17/9) kemarin.

Kedatangan Dedi Prasetyo seolah menguatkan isu pergantian di pucuk kepemimpinan Polri.

Fenomena ini menurut pengamat, membuat sebagian masyarakat menyebut kondisi ini sebagai Negara Kepolisian Republik Indonesia.

Oleh karena itu, muncul desakan kuat agar pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reformasi besar-besaran terhadap kepolisian.

Di sisi lain, DPR RI hingga kini menegaskan belum menerima surat presiden terkait pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pimpinan DPR belum menerima surat Presiden mengenai pergantian Kapolri.

Sebelumya anggota komisi 3 DPR, Nasir Djamil melempar sinyal tentang 2 inisial misterius, D dan S yang diyakini terkait kandidat pengganti Tribata 1.

Nama komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, cepat dikaitkan dengan inisial S. Bahkan Nasir sempat menyinggungnya secara terbuka apakah inisial S itu merujuk pada nama Suyudi yang kini menjabat Kepala BNN.

Sementara inisial D masih menjadi teka-teki, meski banyak pihak menilai beberapa perwira tinggi yang dekat dengan lingkaran kekuasaan berpotensi masuk bursa.

Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum mengumumkan nama resmi, namun kehadiran Komjen Dedi Prasetyo dan Komjen Syahardiantono di Istana di tengah agenda reshuffle kian memicu spekulasi terkait inisial tersebut.

Sementara itu mantan sekretaris kementerian BUMN, Said Didu, ikut angkat bicara melalui cuitannya di platform X. Ia seolah mengisyaratkan semakin jelas adanya sebuah skenario besar yang sedang berjalan di balik layar kekuasaan.

Contact Me :
Whatsapp : +62 812-6628-0882
: https://wa.me//6281266280882
Email : partnership@riau24.com
Instagram : https://www.instagram.com/riau24/
TikTok : https://www.tiktok.com/@riau24com?lang=id-ID
Website : https://www.riau24.com
#entertainment #viral #riau24

Wy, Yv, Zar, Yan
Transkrip
00:00Isu pergantian Kapolri Jendral Listio Sigit Prabowo semakin memanas dengan prediksi pencopotan akan terjadi dalam waktu dekat.
00:09Pengamat politik dan militer Selamat Ginting memperkirakan prosedan Prabowo akan mengambil langkah tersebut pada bulan Oktober paling tidak setelah 5 Oktober di mana hari TNI.
00:21Menurutnya, situasi di Jakarta yang belum sepenuhnya stabil menjadi salah satu indikator utama.
00:27Selamat Ginting menilai Listio Sigit yang hampir 5 tahun menjabat, dianggap gagal, mengendalikan situasi dan loyalitas di internal Polri.
00:37Mengenai calon pengganti, Selamat Ginting meyakini prosedan Prabowo akan memilih tokoh senior yang kemungkinan dari Angkatan AKPOL 1990.
00:46Setelah remainya isu pergantian Kapolri Jendral Listio Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Deddy Prasetyo dan Kabar Reskrim Komjen Syahardian Tono,
00:58ikut merapat ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu 17 September kemarin.
01:04Kedatangan Deddy Prasetyo seolah menguatkan isu pergantian di Pujuk Kepemimpinan Polri.
01:09Fenomena ini menurut pengamat membuat sebagian masyarakat menyebut kondisi ini sebagai negara kepolisian Republik Indonesia.
01:19Oleh karena itu muncul desakan kuat agar pemerintah khususnya Presiden Prabowo Subianto
01:25segera melakukan reformasi besar-besaran terhadap kepolisian.
01:29Di sisi lain, DPR RI hingga kini menegaskan belum menerima surat Presiden terkait pergantian Kapolri Jendral Listio Sigit Prabowo.
01:40Wakil Ketua DPR Sumi Dasko Ahmad menyatakan bahwa pimpinan DPR belum menerima surat Presiden mengenai pergantian Kapolri.
01:48Sebelumnya anggota Komisi 3 DPR Nasir Jamil melempar sinyal tentang dua inisial misterius, D dan S, yang diakini terkait kandidat pengganti Tribata 1.
02:00Nama Komjen Suyudi Aryo Seto, Kepala BNN, cepat dikaitkan dengan inisial S.
02:07Bahkan Nasir sempat menyinggung secara terbuka apakah inisial S itu merujuk pada nama Suyudi yang kini menjabat Kepala BNN.
02:15Sementara inisial D masih menjadi teka-teki meski banyak pihak menilai beberapa perwira tinggi yang dekat dengan lingkaran kekuasaan berpotensi masuk bursa.
02:27Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum mengumumkan nama resmi.
02:31Namun, kehadiran Komjen Deddy Prastio dan Komjen Syahardian Tono di istana di tengah agenda resafal kian memicu spekulasi terkait inisial tersebut.
02:41Sementara itu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Syed Didu, ikut angkat bicara melalui cuitannya di PlatformX.
02:50Ia seolah mengisyaratkan semakin jelas adanya sebuah skenario besar yang sedang berjalan di balik layar kekuasaan.
02:59Cuitan Syed Didu ini muncul di tengah diskursus publik yang dipantik oleh pernyataan Koordinator Laskar Cinta Jokowi, Suhandono Baskoro.
03:08Suhandono secara terang-terangan memperingatkan adanya potensi ketidakpastian politik jika posisi jenderalis Tio Sigit diusik.
03:19Menurutnya, langkah mengganti Kapolri saat ini adalah sebuah pertaruhan besar bagi citra dan stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo.
03:27Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan