Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya. Hasil survei menunjukkan, sebanyak 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Lantas, apa yang membuat mayoritas responden merasa puas? Dan aspek apa saja yang tetap perlu dikritisi dari hasil survei ini?

Untuk membahasnya, kami akan berdiskusi bersama sejumlah narasumber, yakni Wakil Menteri Haji dan Umrah sekaligus politisi Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak; juru bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli; serta Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

#prabowo #survei #kinerja

Baca Juga [FULL] BPJS PBI Dinonaktifkan, Reaktivasi 3 Bulan Dinilai Belum Jadi Solusi Permanen di https://www.kompas.tv/nasional/649971/full-bpjs-pbi-dinonaktifkan-reaktivasi-3-bulan-dinilai-belum-jadi-solusi-permanen



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649972/full-survei-indikator-79-9-persen-publik-puas-atas-kinerja-presiden-prabowo-apa-alasannya
Transkrip
00:00Bencana tanah bergerak melanda desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat lalu.
00:10Sejumlah bangunan termasuk rumah warga robo, jalanan ambles, hingga fasilitas umum mengalami kerusakan parah.
00:19Tanah bergerak di desa Padasari, Kabupaten Tegal juga menghancurkan bangunan podok pesantren Al-Adalah.
00:25Kini hampir seluruh bangunan rata dengan tanah.
00:30Sementara seluruh santri telah dipindah ke Pompas Al-Adalah-Dua yang tidak terdampak bencana tanah bergerak.
00:37Data BPBD mencatat setidaknya ada 596 kepala keluarga atau 2.453 jiwa terdampak akibat bencana tanah bergerak.
00:50Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan lahan milik perhutani untuk dibangun kunian sementara.
01:00Kita ini sedang berproses Pak, kemarin kami sudah survei bersama tim teknis dan juga dari berhutani untuk persiapan lokasi huntara, bangunian sementara.
01:11Kemarin sudah kami putuskan, titiknya ada di sampingnya Pompas Al-Adalah-Dua yang saat ini menjadi tempat pengungsian santri Pak.
01:20Untuk proses pembangunannya sudah siap tinggal, penentuan lokasi dan proposal kami kirim sudah siap untuk dilaksanakan.
01:28Karena huntara ini nanti menggunakan bangunan knockdown Pak jadi akan cepat, akan cepat pembangunannya.
01:36Satu rumah, dua hari sampai bisa selesai.
01:40Menurut warga, tanah bergerak kali ini menjadi bencana yang paling parah yang pernah terjadi di desa mereka.
01:49Selain mengungsi di delapan titik posko pengungsian, sebagian warga mulai mengamankan harta benda karena khawatir akan kondisi tanah yang masih bergerak.
01:57Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau lokasi pencana.
02:27Tanah bergerak di desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat lalu.
02:32Dalam kunjungannya Gibran memastikan pemerintah akan menjamin hak-hak dan keselamatan warga.
02:38Gibran juga meminta warga agar tidak memaksakan diri kembali ke rumah karena kondisi tanah yang masih bergerak.
02:46Papanan yang ada di atas sana sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibangun kembali.
02:51Karena pada saat saya ke sana ini tanahnya masih bergerak dan terus bergerak.
02:58Tadi saya sampaikan di pengungsian yang ada di sana, sekarang prioritasnya adalah keselamatan warga.
03:07Akan segera dibangun, guntara dan guntap.
03:11Relokasinya nanti di mana? Nanti yang menjelaskan Pak Gubernur dan Pak Bupati yang jelas.
03:18Sudah tidak mungkin lagi untuk kembali ke atas.
03:23Akibat musibah tanah bergerak, lebih dari 2.000 jiwa mengungsi di 4 posko utama.
03:30Sebagian di antara mereka kehilangan rumah karena rusak parah.
03:34Pergerakan tanah terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.
03:39Tim Liputan Kompas TV
03:41Tanah bergerak melanda desa pada Sari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Jumat lalu.
03:51Sejumlah bangunan termasuk rumah warga hingga fasilitas umum rusak parah.
03:56Akibatnya lebih dari 2.000 jiwa mengungsi.
03:59Mkap Tegal pun akan menyiapkan hunian sementara.
04:01Bagaimana mitigasi bencana tanah bergerak agar tidak menimbulkan korban jiwa dan juga meminimalisasi dampak kerusakannya.
04:07Kita akan bahas dengan sejumlah narasumber yang sudah bergabung melalui sambungan daring.
04:11Sudah ada Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Bergas Catur Stasi Penanggungan dan Pakar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Pariporno.
04:22Selamat pagi Pak Bergas, Pak Teguh.
04:25Selamat pagi.
04:26Saya mau ke Pak Bergas dulu. Pak Bergas, ini update untuk hari ini.
04:30Hingga pagi hari ini, apakah tanah di Tegal ini masih bergerak dan seperti apa keadaannya, Pak?
04:35Ya, jadi terima kasih ya.
04:39Jadi kondisi lokasi pada sehari Kabupaten Tegal yang terdampak tanah gerak, apabila terjadi hujan, masih dimungkinkan terjadinya gerakan tanah.
04:48Maka tentunya pemerintah, baik itu pemerintah kabupaten utamanya, kemudian didukung rekan-rekan daripada pemerintah provinsi serta relawan,
05:00bagaimana menjaga agar evakuasi warga untuk ke tempat yang lebih aman, lebih dapat bisa dilakukan begitu.
05:10Dibantu tentunya dengari teman-teman TNI Polri.
05:12Kalau untuk jumlah rumah warga yang rusak, ini apakah ada update-nya, Pak? Berapa totalnya sekarang?
05:20Sementara masih 596 ya, sebagaimana tadi yang disampaikan dengan 2.400 sekian pengungsian,
05:27di mana tentunya yang sudah tidak layak betul itu yang nanti akan disiapkan itu jumlah sekitar 464.
05:34Karena tentunya kerusakan rumah ini, levelnya ada yang dari rumah rusak berat, sampai dengan rokok, sampai termasuk sedang maupun ringan begitu.
05:46Baik, kemudian untuk warga, Pak, apakah masih ada dari warga yang tinggal di rumahnya yang mungkin dampaknya tidak terlalu besar,
05:53atau semuanya sudah mengevakuasikan diri?
05:55Hampir semua dievakuasi atau diungsikan ya, memang masih ada satu titik, satu dukuh gitu di bagian atas.
06:05Memang ini perlu pendekatan khusus ya, perlu pendekatan sosial,
06:10di mana tergantung daripada keharifan daripada teman-teman yang ada di lapangan untuk mendekati warga atau toko masyarakat setempat.
06:20Masih ada berarti ya, Pak. Kemudian luasnya ini berarti lebih luas daripada yang terdampak parah ini ya, Pak.
06:26Masih ada banyak titik-titik yang sekiranya berpotensi untuk bisa tanah bergerak meluas gitu, Pak.
06:34Kalau jumlah rumah totalnya itu hampir seribuan ya, seribu rumah ya, begitu.
06:40Itu yang titik-titik yang sekiranya berpotensi gitu ya, Pak. Ada seribu rumah, tapi kalau yang sudah rusak ada 500 sekian gitu, Pak.
06:47Ya, betul.
06:48Oke, baik. Saya mau ke Pak Eko. Pak Eko, ini kita lihat bencana tanah bergerak di Tegal, tentu saja bukan pertama kali terjadi mungkin di Jawa Tengah, Pak.
06:56Analisis Anda mungkin ketika Anda melihat bencana yang terjadi di Tegal ini, apa penyebabnya sebenarnya?
07:04Ya, kalau kita buka-buka data BPMBG, di sana memang masuk pada zona kerentanan tanah menengah hingga tinggi gitu.
07:14Nah, penyebab utamanya sebenarnya adalah karena batuannya yang cenderung lempungan.
07:22Dominasinya itu kalau misalnya di istilah geologinya ada formasi rambatan.
07:26Jadi, napal, sepi, gamping, begitu.
07:31Nah, yang di tempat berdekatan itu juga ada formasi halang yang lebih keras.
07:36Nah, batuan-batuan yang lunak ini punya variasi antar basah dan kering, itu tinggi.
07:45Jadi, kalau dia basah maka dia akan mengembang, kalau kering dia akan menyusut.
07:52Ini yang menjadikan basah yang rasim dipakai, itu tanah itu bergerak.
07:59Jadi, mengembang dan menyusut.
08:01Ketika mengembang, maka dia lebih tidak stabil.
08:05Sebenarnya geraknya di tempat itu saja gitu.
08:07Jadi, tidak jenis-jenis longsor yang sliding gitu.
08:13Nah, masalahnya adalah menjadi berbahaya ketika rumah infrastruktur kita
08:22tidak beradaptasi dengan jenis-jenis tanah yang ada di sana.
08:29Kecendulukannya kita kan semakin bikin rumah yang tembokan ya.
08:33Nah, sementara basis tanahnya itu mulur-mungket gitu, mengembang dan menyusut.
08:45Sehingga ketika ada hujan yang berlebih, mengembangnya berlebih,
08:50maka daya adaptasi atau daya tahan rumah itu sudah terlewati.
08:57Jadi, dia akan retak, rontok, seperti itu gitu.
09:03Tentunya hujan.
09:04Akhirnya memang semaksimal adaptasi tanah ya untuk rumah di sana
09:13dan pilihan yang lain memang mencari tempat yang lebih aman.
09:20Karena nanti itu ada kepentingan yang berbeda.
09:22Adaptasi itu biasanya rumahnya bangunan-bangunan kayu gitu, tradisional.
09:29Sementara kita semacam ada kebutuhan harus membangun tembokan.
09:34Nah, pilihan ini menjadi menarik untuk didiskusikan secara arif
09:41seperti yang tadi sampaikan Pak Bergas itu.
09:44Ini kalau enggak bisa rot ini.
09:47Nah, ini kemudian kan hujan pasti terjadi terus di Tegal gitu ya.
09:52Apakah kemudian baru kali ini hujan dengan intensitas yang sangat tinggi
09:56kemudian membuat tanah menyusut dan juga mengembang segitu ekstrimnya
10:00sehingga kemudian merusak rumah warga atau seperti apa?
10:02Pemicu utamanya, Pak.
10:05Ya, prinsip dasarnya tadi.
10:08Jadi ketika menerima air dengan jumlah yang tinggi itu mengembangnya akan tinggi.
10:19Nah, sekarang sedang musimnya anomali-anomali curah hujan.
10:26Sehingga dalam tanda betik ya, wajar apabila risikonya meningkat.
10:34Dan ini akan cenderung meluas dengan intensitas berbeda
10:41karena sifat lempung satu titik dengan titik yang lain itu berbeda.
10:47Jadi kalau kadar ilit monorilonitnya berbeda, tergantung persennya,
10:53maka respon terhadap airnya itu juga akan berbeda.
10:57Saya pernah ke kawan-kawan di sana untuk menguji tanahnya sendiri.
11:03itu apakah punya responsibilitas terhadap air tinggi atau rendah
11:07dengan menyampurnya dalam gelas begitu atau becana.
11:13Yang kita lihat, kalau perubahan dari kering ke airnya itu tinggi,
11:20maka disarankan bikin rumahnya itu yang bisa adaptasi terhadap itu.
11:25Kalau kearifan lokal di tempat yang lain yang ini ada istilahnya membuat rumah dengan tidak tembokan,
11:36dengan kayu, lantas adaptasinya itu dengan merubah atau menggeser tiang dari waktu ke waktu.
11:43Nah ini adaptasi yang bisa dilakukan kalau misalnya tidak atau tidak nyaman untuk pindah.
11:54Tapi itu tadi gitu, rumah yang kita bangun itu harus rumah yang beradaptasi terhadap tanah tempat kita.
12:02Nah, daerah ini tidak harus memerlukan morfologi ekstrim, beda tinggi yang ekstrim gitu.
12:10Landeya juga, dia bisa bergerak.
12:14Sering kita dikecebak pada, kalau longsor itu harus miring gitu.
12:19Ini tidak harus miring kuat.
12:22Jadi undulating ya, landeya atau bergelombang itu tidak memungkinkan.
12:27Oke, baik. Nah, ini yang kemudian saya ingin ditanyakan ke Pak Bergas.
12:30Pak, ini kalau kita lihat tadi ada opsi gitu ya, adaptasi rumah-rumah yang dibangun di sana atau ya relokasi sekalian.
12:37Opsi mana yang paling memungkinkan, mungkin dari diskusi Anda bersama dengan pihak-pihak lainnya, Pak?
12:43Ya, jadi tentunya, pertama tentunya pemerintah mengutamakan adalah keselamatan masyarakat atau keselamatan warga.
12:52Maka yang paling memungkinkan itu pertama, pertama adalah evakuasi di tempat pengungsian.
12:57Selanjutnya, karena ini potensi tanah itu masih ada potensi gerakan,
13:02tentu pilihannya adalah di wilayah-wilayah secara detil yang tidak banyak terjadinya gerakan.
13:08Maka upaya relokasi menjadi solusi.
13:11Upaya relokasi bukan berarti kembali ke lokasi awal, itu alternatif.
13:17Tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan atau kajian-kajian geologi.
13:21Beberapa waktu lalu, kami sudah dapat informasi bahwa wilayah itu memang wilayah dengan gerakan tanah menengah sampai dengan tinggi.
13:30Dan itu tidak hanya di Padasari, artinya hampir satu wilayah kecamatan begitu.
13:34Karena beberapa waktu lalu, di tahun 2023, kalau tidak salah, di Damar Suci, Tegal juga, itu bersebelahan dalam satu kawasan yang sama, itu juga terjadi tanah gerak yang sama.
13:45Begitu, tentunya upaya relokasi menjadi memungkinkan.
13:48Betul, apa yang disampaikan beliaunya, Kang E.T. bahwa berharmonisasi dengan lingkungan menjadi penting.
13:56Karena selama ini masyarakat membangunnya tembok, begitu.
14:00Padahal struktur beton bertulang itu pada saat terjadi tanah gerak, dia pasti langsung rusak.
14:06Beda dengan kayu.
14:08Kalau kayu miring itu langsung bisa langsung diperbaiki.
14:10Nah ini kan tidak, begitu ya.
14:13Tidak, kalau beton itu jelas tidak.
14:15Ditambah lagi berat, berat-berat tonase daripada beton bertulang.
14:20Memang itu tuh sebagai salah satu solusi-solusi bagaimana kita mensiasati lingkungan untuk kita bisa berharmonisasi,
14:27living harmony dengan disaster tadi, begitu.
14:30Berarti sebenarnya sudah dipetakan ya, Pak ya?
14:31Pemerintah sendiri dalam upaya penanganan memang sudah dari hari pertama, 1x24 jam,
14:39itu sudah membentuk sistem komando penanganan darurat bencana yang dikomanduni oleh sekretaris daerah.
14:46Dan itu terbagi dalam beberapa kluster.
14:48Ada kluster obsar atau evakuasi, kemudian ada kluster pengungsian, ada kluster logistik,
14:55kemudian ada kluster kesehatan, ada kluster pendidikan,
14:57sampai kluster pengulihan, di mana di dalamnya termasuk ada penanganan sarana-prasarana.
15:05Nah, kalau ini sistemnya sudah berjalan dan setiap hari dilakukan evaluasi,
15:10maka progres terkait penanganan di Padasari ini akan lebih baik dan lebih cepat, begitu.
15:16Berarti memang sebelumnya sudah dipetakan ya, Pak ya,
15:18wilayah desa Padasari dan juga sekitarnya ini bersekutu tinggi tanah bergerak.
15:22Nah, kemudian waktu sebelum terjadi ini, Pak, ini apakah sudah misalnya ada edukasi kepada warga
15:28ataupun imbauan kepada warga untuk tidak membangun rumah dengan tadi struktur beton dinding
15:33atau seperti apa sih, kemudian yang mungkin dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tegal sendiri
15:38dan juga pihak-pihak terkait, Pak?
15:41Ya, ini sebetulnya desa Padasari ini sudah termasuk desa Tangguh Bencana,
15:49yang dibangun oleh masyarakat, hal-hal seperti ini.
16:00Maka dari awal itu informasi sudah langsung didapatkan ke kami, kemudian
16:05kemudian habis itu informasi sudah dapat ke kami, kemudian teman-teman sudah langsung bergerak
16:12di mana warga setempat sudah dengan FPRB-nya itu sudah langsung melakukan upaya-upaya penyelamatan.
16:19Dan ini menjadi penting dalam rangka upaya untuk meminimalisir korban, utamanya korban jiwa ya.
16:25Begitu, Pak.
16:26Oke, baik. Saya kembali ke Pak Eko.
16:28Pak Eko, tentunya tadi disebutkan bahwa ini adalah lokasi yang memang rawan,
16:33sudah kelihatan dari bentuk batuan di dalam tanahnya seperti apa, sangat rentan seperti itu.
16:38Nah, sebenarnya tanda-tanda seperti apa yang bisa dilihat oleh warga sebelum akhirnya rumah mereka tergeser
16:44ataupun rusak akibat tanah bergerak?
16:48Ya, saya kebetulan pernah ke Dharma Suci yang tadi disampaikan Pak Bergas.
16:55Saya ajak kawan-kawan itu melakukan penelitian sendiri tanah di rumahnya.
17:01Karena memang satu rumah saja misalnya, itu tingkat ekspansif lempungnya itu bisa berbeda-beda.
17:11Di depan rumah, belakang rumah, itu bisa beda.
17:14Jadi, bisa depan itu retak begitu, apa namanya, naik, yang belakang tidak.
17:21Nah, caranya dengan, tadi saya bilang, mencampur, membandingkan tanah kering dan basah setelah dicampur air.
17:33Nah, kalau anomalinya tinggi, perbedaannya tinggi, maka kita perlu berhati-hati.
17:38Nah, dengan demikian sebenarnya secara sederhana kita bisa memilih tempat-tempat yang tingkat ekspansifnya itu rendah.
17:49Yang kedua tentunya tempat yang ada enggak ya remesan, retakan, yang kaitannya dengan bidang dilincir.
18:01Atau yang lebih lagi kita memilih tempat yang jauh dari lereng karena akan ada ancaman.
18:11Pilihan-pilihan tersebut itu bisa dilakukan warga.
18:16Jadi, kalau rumah kita itu kebetulan tingkat ekspansif lempungnya tinggi, ya nyari tempat yang lebih ringan.
18:27Saya sering bergurup bahwa ekspansif lempung dan tidak itu enggak ada hubungannya dengan kelakuan orang ya.
18:33Jadi, misalnya, wah rumah dia retak karena banyak dosanya, itu enggak ada.
18:38Jadi, ini kan di daerah sering suka begitu ya.
18:41Ini lebih pada sifat tanahnya, jadi kita bisa mencari.
18:46Tapi, Pak Eko, kalau untuk tanda-tanda yang awam gitu Pak, misalnya tanahnya sudah ditempati, rumah sudah terbangun,
18:54apakah kemudian sebelum nanti tanahnya ekstrim bergeraknya sampai terbelah gitu,
18:58apakah mungkin masyarakat bisa merasakan tanda-tanda misalnya goyang-goyang sedikit,
19:02atau mungkin ada merasa yang aneh gitu di rumah mereka.
19:04Adakah tanda-tanda yang bisa dilihat warga sebelum terjadi yang ekstrim seperti itu, Pak?
19:09Jadi, kalau di daerah-daerah yang lempung begini,
19:16tidak seperti longsor yang pada umumnya bergerak cepat gitu.
19:26Gejalanya sebenarnya pelan-pelan.
19:27Ketika musim penghujan, ya akan jejak keretakannya ada gitu,
19:32sampai bangunan itu nggak bisa adaptasi terhadap perubahan tanahnya.
19:40Jadi, kalau kita membayangkan, ini tidak sebagaimana gerakan tanah,
19:49jenis longsor yang cepat gitu.
19:52Tapi ini ada adaptasi gedung yang sampai titik kita tidak mampu gitu.
20:00Karena itu sering ada orang merasa,
20:03oh rumah saya nggak apa-apa sih gitu.
20:05Tapi karena mungkin di titik itu,
20:08itu ekspansifnya lebih rendah gitu.
20:11Jadi, tidak cepat ya,
20:15tapi prosesnya itu pelan-pelan sampai kita nggak sanggup.
20:19Nah, kebetulan kalau penjenuhannya bareng,
20:22ya tingkat ekspansifnya sama,
20:25maka itu proses itu terjadi pada luasan yang besar dan bersamaan.
20:32Seperti yang terjadi sekarang.
20:34Artinya, bangunan itu secara bersama-sama tidak mampu lagi beradaptasi terhadap
20:41sifat ekspansif lempung itu gitu.
20:47Oke, tergantung tanahnya ya Pak ya?
20:49Kita ya.
20:50Iya, semakin kita sadar bahwa ini terjadi bergerak,
20:55maka kita pindah.
20:58Tapi jangan lupa ada juga loh yang gak blek begitu.
21:00Artinya, sudah...
21:05Sudah kelihatan gitu rumahnya retak-retak dikit.
21:06Kalau sudah kelihatan, tapi masih bertahan.
21:09Oke, ini tergantung berarti masyarakatnya masing-masing
21:11bisa menyikapi tanda-tanda yang mereka lihat di rumah mereka masing-masing gitu ya Pak ya.
21:15Baik, saya kembali ke Pak Bergas.
21:18Pak Bergas, untuk rencana relokasi,
21:19ini apakah sudah ada tempat yang sekiranya akan digunakan untuk relokasi
21:24dan ini tanahnya sudah siap untuk dipakai atau seperti apa Pak?
21:30Ya, jadi untuk relokasi sebagaimana yang disampaikan oleh beliau Pak Bupati,
21:36Kabupaten Tegal, bahwa lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi adalah lahan perhutani,
21:41di mana komunikasi ini sudah berjalan dari awal,
21:44bahwa perhutani bisa mendukung untuk dilakukan tempat sebagai tempat relokasi.
21:50Hanya saja memang perlu ada kajian biologi secara lebih detail lagi,
21:56apakah lokasi ini aman.
21:59Karena tadi yang disampaikan bahwa wilayah ini hampir semua memiliki potensi tanah gerak menengah sampai dengan tinggi.
22:05Tentunya informasi awal yang kami terima,
22:08tentunya yang pertama adalah kemiringan.
22:13Kemiringan tidak sampai,
22:15kalau yang tanah gerak ini kan hampir di 30 derajat ya,
22:19itu hampir semuanya bergerak.
22:21Kalau yang di sekitar mungkin bisa kurang dari 5 derajat,
22:24itu mungkin lebih dipertimbangkan lebih aman.
22:28Tentunya ini akan lebih detail lagi,
22:30lebih detail akan dilakukan kajian geologi oleh ESDM Provinsi.
22:35Rencananya hari ini,
22:36rencananya hari ini untuk memberikan rekomendasi.
22:38Itu yang pertama.
22:39Yang kedua, setelah pasca lokasi sudah ditentukan,
22:43maka yang digerakkan adalah land clearing atau penataan lahan.
22:48Penataan lahan yang harus segera dilakukan,
22:50karena BNBB pada prinsipnya langsung,
22:55kepala BNBB juga kami sudah komunikasi,
22:59sudah setuju untuk segera dilakukan upaya pembangunan.
23:02Tidak harus seluruhnya dulu,
23:03yang penting land clearing ini bisa dilakukan secara bertahap.
23:06Mana yang bisa dikerjakan segera,
23:08segera dikerjakan untuk bangunan dari BNBB
23:12bisa langsung diturunkan ke sana untuk dibangunkan.
23:14Targetnya kapan Pak mulai dibangun,
23:17huntaranya kira-kira Pak?
23:20Ya secepatnya ya,
23:22karena ini sudah pada prinsipnya tanahnya sudah ada.
23:25Tinggal ini kajian geologinya.
23:27Setelah kajian geologinya selesai,
23:29lakukan penataan.
23:30Kalau di sini layak,
23:32maka dilakukan land clearing.
23:34Tentunya dengan menggunakan alat berat,
23:35maka DPU, baik itu DPU Kabupaten maupun DPU Provinsi,
23:39kami sudah koordinasi,
23:41perawatan sudah ready,
23:42siap untuk melakukan.
23:43Kalau itu sudah bisa dieksekusi,
23:45maka dari BNBB akan turun untuk menentukan
23:50mana yang harus segera dibangun.
23:51Tentunya secara bertahap,
23:53karena jumlahnya kan luar biasa ya.
23:56Targetnya 464 dulu.
24:00Dan itu bisa terus berkembang.
24:02Tinggal nunggu kajiannya,
24:04kalau sudah dipastikan aman semuanya,
24:06langsung dikerjakan,
24:07Pak Bergas ya.
24:08Terakhir saya ke Pak Eko.
24:09Pak Eko,
24:10untuk rencana pembangunan hundian sementara ini,
24:12kajian-kajian seperti apa yang harus diperhatikan?
24:15Kemudian apakah memang harus jauh dari tempat yang
24:17sekiranya masih berpotensi tanah bergerak?
24:20Atau seperti apa kemudian yang harus diperhatikan, Pak?
24:22Ya, standar yang baik.
24:26Saya percaya kawan-kawan SDM jatim,
24:29eh jateng,
24:31ya mas Agus dan kawan-kawan itu paham betul gitu.
24:36Tentu mencari litologi-litologi terbatuan,
24:40tempat yang tidak mudah ekspansif,
24:46jadi bukan lembungan begitu.
24:48Dan memang ini tidak berarti butuh luasan yang besar,
24:55titik-titik itu,
24:57selain juga ada ancaman terhadap kemiringan lereng,
25:00coba itu dihindari,
25:01seperti tadi disampaikan Pak Bergas.
25:04Kalau lebih landai,
25:06memang cenderung lebih aman,
25:08litologinya yang tidak plastis,
25:11demikian.
25:13Dan yang menarik sebenarnya,
25:15karena range-nya itu sedang sampai tinggi,
25:19dalam tanda petik,
25:21dimanapun berada,
25:23maka adaptasi huntara itu juga menarik untuk dipertimbangkan.
25:29Jadi huntaranya menjadi huntara yang beradaptasi juga terhadap jenis tanah yang di sana.
25:37Dan saya pikir teman-teman PUPR juga sudah akan menyiapkan jenis yang sesuai.
25:46Jadi selain adaptasi atau menata lahannya,
25:51memilih tempat,
25:52itu juga bangunannya.
25:55Itu yang perlu sesuai.
25:56Nah karena huntaranya ini barangkali juga tidak model huntara karena erupsi gunung api misalnya,
26:05atau banjir yang waktunya pendek-pendek,
26:08ini akan panjang,
26:10maka huntara ini menjadi huntara yang rada-rada huntak barangkali.
26:16yang memungkinkan warga menepati sambil nanti mencari mendapatkan tempat yang sesuai bagi huntapnya.
26:31Oke, baik.
26:32Intinya selain pemilihan lokasi yang tepat,
26:34juga konstruksinya ya Pak ya diperhatikan menyesuaikan dengan kondisi tanah di sana.
26:38Terima kasih Pak Bergas,
26:40Catrus Asi Penanggungan,
26:41Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah,
26:42dan juga Pak Eko Teguh Paripurno,
26:44Pakar Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta sudah bergabung bersama kami di Sampai Indonesia Pagi.
26:50Selamat pagi Bapak-Bapak.
26:52Selamat.
26:54Kami masih akan kembali dengan informasi lainnya,
26:56Saudara, seorang anak perempuan warga negara Indonesia berusia 6 tahun meninggal
27:00akibat ditabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura.
27:04Sementara ibu sang anak luka-luka akibat kecelakaan.
27:14selamat menikmati.
27:28selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan