Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 bulan yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Suasana tenang saat proses belajar mengajar di dalam kelas tiba-tiba berubah saat sirine tanda bahaya berbunyi cukup keras. Secara refleks para siswa langsung berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di bawah meja.



Setelah sirine berhenti, dengan tertib siswa keluar kelas dan menuju tanah lapang, namun dengan tetap melindungi kepala mereka. Inilah gambaran saat bencana gempa bumi terjadi. Tak hanya siswa, para guru juga dilibatkan dalam simulasi bencana ini.



Kepala kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengatakan simulasi tersebut digelar sebagai bentuk edukasi dan membangun kesadaran mitigasi bencana sejak dini.



"Mereka diajari cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain serta menanamkan kewaspadaan," terang Nanang.



Sementara itu, Grazille, salah satu siswi SMPN 3 Kota Malang mengaku sangat antusias mengikuti simulasi bencana ini. Menurutnya, simulasi seperti ini sangat diperlukan saat menghadapi bencana sesungguhnya.



"Dalam simulasi ini, saya bertugas menolong korban patah tulang dan pendarahan. Dan sebelumnya, saya sudah diajari cara memasang penyangga, membalut luka, hingga teknik menggendong korban." Kata Grazille



Program simulasi bencana ini rencananya akan diperluas ke sekolah di Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/618040/simulasi-antisipasi-bencana-gempa-bumi-untuk-siswa-smp
Transkrip
00:00Suasana tenang saat proses belajar mengajar di dalam kelas tiba-tiba berubah saat sirine tanda bahaya berbunyi cukup keras.
00:11Secara refleks para siswa langsung berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di bawah meja.
00:18Setelah sirine berhenti, dengan tertib siswa keluar kelas dan menuju tanah lapang, namun dengan tetap melindungi kepala mereka.
00:26Inilah gambaran saat bencana gempa bumi terjadi.
00:30Tak hanya siswa, para guru juga dilibatkan dalam simulasi bencana ini.
00:36Kepala Kantor Sar Surabaya Nanang Sigit mengatakan, simulasi tersebut digelar sebagai bentuk edukasi dan membangun kesadaran mitigasi bencana sejak dini.
00:45Sebenarnya inti-inti dari program kami adalah bagaimana kita membangun budaya safety, budaya keselamatan secara dini kepada anak-anak sekolah.
01:00Intinya bahwa ke depan, 10 tahun ke depan mungkin dia tentunya tidak di sekolah lagi, tapi di dunia kerja.
01:09Saat dia di dunia kerja, tentunya mindset safety, mindset bagaimana kita selalu mengedepankan keselamatan itu sudah terpatri di pikirannya mereka.
01:20Sementara itu, Gresil, salah satu siswi SMP Negeri Tiga Kota Malam mengaku, sangat antusias mengikuti simulasi bencana ini.
01:29Menurutnya, simulasi seperti ini sangat diperlukan saat menghadapi bencana sesungguhnya.
01:33Tadi itu lagi simulasi kempah bumi, terus korbannya ada yang mata tulang, terus ada yang pendarahan.
01:43Penting gak sih?
01:44Penting.
01:45Kenapa?
01:46Karena bisa buat berjaga-jaga kalau ada kempah bumi, gitu.
01:51Program simulasi bencana ini rencananya akan diperluas ke sekolah di Jawa Timur, bekerjasama dengan dinas pendidikan.
01:59Dedy Prasetyo, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
02:03Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan