00:00Pengobat politik Roky Gerung menilai keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekaroputri
00:06untuk tidak bergabung dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto adalah langkah politik yang konsisten
00:12dengan geris ideologis partai.
00:15Menurutnya posisi PDIP sebagai penyeimbang, bukan oposisi maupun mitra koalisi
00:20adalah pilihan strategis yang sekaligus menghindarkan partai dari transaksi politik pragmatis.
00:27Ia menekankan bahwa hubungan historis dan personal antara Megawati dan Prabowo
00:33termasuk pernah berpasangan pada Pilpres 2009 turut mempengaruhi sikap saling menghormati kedua tokoh.
00:41Di sisi lain Roky menyebut Megawati tetap menjaga jarak karena menolak berkolaborasi
00:46dengan pihak yang dianggap merusak partai dari dalam.
00:50Ia menyinggung secara tegas soal Presiden Jokowi dan Kipran
00:53yang menurutnya menjadi cacat bawaan pemerintahan saat ini.
00:59Keputusan PDIP ini kata Roky membuka ruang bagi Prabowo untuk melakukan penyegaran Kabinet
01:05tanpa harus menyediakan kursi untuk kadar PDIP.
01:09Justru, ia memprediksi resafal besar-besaran pasca 17 Agustus sebagai sebuah keniscayaan.
01:15Alasannya, banyak menteri saat ini dinilai tak memahami visi Presiden
01:21lebih sibuk mengejar anggaran ketimbang menggarap proyek dengan orientasi kerakyatan.
01:28Ia juga mengungkapkan bahwa langkah resafal bisa menjadi bentuk radical break,
01:32pemutusan tegas dari model pemerintahan sebelumnya, termasuk membersihkan pengaruh Jokowi.
01:40Menurutnya, situasi ini membuat lingkaran Jokowi mulai cemas.
01:43Terlebih, beberapa menteri disebut tengah tersandung masalah korupsi.
01:49Selain itu, Roky melihat tanda-tanda gelombang perubahan tak hanya di Kabinet,
01:54tapi juga di tubuh partai koalisi seperti Golkar
01:56yang dinilai berpotensi mengalami pergantian kemimpinan.
02:02Roky menggambarkan situasi politik saat ini seperti proses pencucian piring.
02:07Menurut Roky, Prabowo mulai menunjukkan keberpihakannya terhadap suara rakyat
02:12lewat kebijakan abolisi dan amnesti beberapa waktu lalu.
02:17Ia menilai keputusan itu merupakan koreksi terhadap perjanjian kotor
02:20yang terjadi sebelumnya antara kekuasaan politik dan lembaga peradilan.
02:26Meski begitu, sebagian pihak lain menilai belum tentu Prabowo akan mengambil langkah drastis di bulan Agustus ini,
02:33mengingat suasana peringatan kemerdekaan dan rekonsiliasi politik yang sedang berjalan.
02:38Namun, bagi Roky, hal itu hanyalah soal waktu dan momentum.
02:44Analisis Roky mengarah pada satu kesimpulan.
02:47Presiden Prabowo Subianto tengah menyusun fondasi kekuasaannya sendiri.
02:51Bukan sebagai bayang-bayang Jokowi, bukan pula sebagai rekan politik lama.
02:56Tapi sebagai sosok pemimpin yang ingin mendagakan keadilan,
03:00mendengarkan suara rakyat dan membersihkan sisa-sisa pengaruh lama dari istana.
03:04Terima kasih telah menonton!
Komentar