00:00Masih bersama saya Budi Mantan Rujo di Satu Meja Room.
00:07Mas Fahmi Radi, sudah lama lolos, apa yang harus dikerjakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo
00:13agar kasus ini betul-betul selesai dan sampai tuntas?
00:18Ya, kalau misalnya proses pengadilan berjalan, untuk pengembalian kerugian negara saya rasa pesimis gitu ya.
00:24Kalau pengalaman sebelumnya itu kan sangat kecil gitu ya.
00:27Itu kecuali gitu ya, kecuali Prabowo mengeluarkan perpu untuk perampasan aset tadi.
00:37Itu barangkali bisa signifikan gitu ya.
00:39Nah kemudian kedua, bagaimana apa yang harus dilakukan untuk melibas mafia migas tadi gitu ya.
00:46Maka menurut saya yang pertama tadi mutlak harus ada adalah political will dari Presiden gitu ya.
00:52Kalau perlu Prabowo jadi panglima dalam memberantas mafia migas gitu ya.
00:57Nah kemudian akan diikuti oleh kejaksaan, KPK, dan lain sebagainya gitu ya.
01:03Nah yang kedua, ada perubahan tata kelola tadi seperti yang dikatakan tadi gitu ya.
01:07Tata kelola tadi harus benar-benar transparan.
01:10Siapapun bisa mengontrol tata kelola tadi kalau terjadi penyimpangan.
01:15Dan yang ketiga, saya kira pembersihkan di Pertamina.
01:18Pertamina ini harus dilakukan gitu ya.
01:21Sebab tersangka sekarang ini, 10 tahun yang lalu Petra dibubarkan diganti dengan ISC yang ada di Jakarta, terjadi penyimpangan.
01:31Kemudian setelah itu terjadi lagi penyimpangan yang 9 orang tersangka yang menggunakan Patraniaga gitu ya.
01:38Dan tadi Pak Jodhira mengatakan sebenarnya orang-orang baik.
01:41Tapi kalau tidak salah kebetulan juga, itu termasuk alumni dari Petra juga gitu ya.
01:48Artinya disitu ada apa, pengaruh dari mafia migas tadi.
01:53Maka ada keperluan selain mengubah tata kelola tadi, perlu ada pembersihan.
01:59Siapa-siapa yang pernah bersinggungan dengan mafia migas, ya itu harus disikat gitu ya.
02:04Agar tidak lagi terulang lagi.
02:07Sebab saya khawatir kalau ini dibiarkan seperti itu, nanti 5 tahun lagi akan terjadi lagi.
02:14Dengan sub-holding yang lain gitu.
02:16Oke, baik Mas Umi.
02:18Mas Puji, jadi 286 triliun, itu kira-kira gimana akan bisa dikembalikan sebagai pemasukan untuk negara?
02:26Ya, pertama begini.
02:28Sekarang ini dalam pemberantasan kasus korupsi, khususnya yang besar-besar ya, Big Fish,
02:33hampir semua mata masyarakat itu kan tertuju kepada kejaksaan agung,
02:36tanpa kemudian mengecilkan institusi yang lain.
02:39Nah, oleh karena itu harapan publik yang besar ini harus direspon kejaksaan agung
02:44dengan upaya kesungguhan, profesionalitas yang tinggi, dan integritas yang tinggi pula.
02:48Nah, kita melihat hari ini, sampai hari ini, sampai hari ini untuk kasus MRC ini,
02:53kesungguhan itu masih kita lihat.
02:54Ya, masih kita lihat.
02:55Bahkan kemudian kan kesungguhan itu di-backup dengan komitmen presiden yang memberikan dukungan langsung.
03:03Dukungan langsung?
03:03Ya, dukungan langsung.
03:05Itu diberikan, sehingga kita berharap memang ini diungkap secara tegas dan lugas.
03:09Dan yang ketiga,
03:11bayangan kita, MRC itu bukan orang terakhir.
03:18Bukan orang terakhir?
03:19Bukan orang terakhir.
03:20Masih ada orang terakhir yang kemudian akan diusut oleh kejaksaan agung,
03:24dan kita berharap dengan adanya the next person nanti,
03:29itu bisa kemudian mengungkap kasus ini lebih terang-benerang lagi.
03:33Dan tentu kita punya harapan besar kepada kejaksaan agung.
03:36Dan yang keempat, ini butuh kepedulian bukan hanya dukungan dari presiden,
03:42tapi kita semuanya.
03:43Termasuk media, media, masyarakat, dan segala macam.
03:47Ya, mata telinga termasuk kritik kepada kejaksaan agung,
03:51itu masih sangat penting agar kemudian kejaksaan agung tetap mawas diri.
03:54Oke, baik.
03:55Bung Fikar, tadi kalau Mas Puji kan mengatakan MRC bukan orang terakhir,
03:59akan ada setelah MRC lagi.
04:01Nah, untuk sampai setelah MRC, beyond MRC, gimana caranya menurut Anda?
04:05Saya kira ini harus menjadi pelajaran.
04:08Kalau memang masih ada, menurut saya lebih baik dilakukan pencekalan saja sekalian.
04:14Artinya, lebih dulu dilakukan pencekalan gitu.
04:17Jangan kita menunda-nunda gitu.
04:19Karena pasti, orang yang merasa itu juga sudah berusaha melakukan hal seperti MRC ini,
04:25seperti Rizal Khalid ini, gitu.
04:27Itu pasti ada upaya-upaya ke arah situ.
04:30Nah, karena itu, kalau menurut saya,
04:32pendegak hukum dalam hal ini kejaksaan atau KPK atau pendegak hukum manapun,
04:37mestinya melakukan proyeksi ke depan gitu.
04:43Bahwa, kalau memang masih ada oknum-oknum yang akan dijadikan,
04:48yang berperan dalam kasus korupsi ini,
04:50maka ya harus dilakukan langkah-langkah hukum yang untuk mencegahnya,
04:54supaya tidak kabur keluar.
04:55Oke, Mas Kurtobi, cukupkah langkah pendegak hukum untuk membenahi tata kelola itu?
05:00Atau jalan masuk saja untuk pemeran tata kelola?
05:03Ya, kita bagaimana mafia ini jangan sampai berkelanjutan.
05:09Ya, harus di-stop.
05:10Stop, ya?
05:11Stop.
05:11Enough.
05:11Enough, ya.
05:12Nah, saran saya, sekali lagi,
05:17ini negara kaya sumber daya migas di perut bumi, ya,
05:23harus dikelola sesuai dengan pasal 3.3.45,
05:27di mana migas di perut bumi ini milik negara.
05:30Oke.
05:30Ya, harus menggunakan kontrak bagi hasil, sekali lagi.
05:33Diterapkan jangan diteruskan sistem jaman Belanda ini.
05:36Oke.
05:37Ya, itu saran saya.
05:39Mohon kepada DPR maupun Presiden,
05:42untuk segera mencabut undang-undang migas nomor luar dari tahun 2021,
05:46kembali ke pasal 3.3.U.D.45,
05:49di mana migas diperhubungi itu milik negara, dikuasai negara.
05:52Ya, bukan milik orang lain, hak kepemilikannya adalah negara.
05:57Oke, baik.
05:57Itu pasal 3.3.
05:59Untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,
06:01gunakan kontrak bagi hasil.
06:0465 negara, 35 persen investor.
06:07Kalau harga migas naik,
06:09negara memperoleh 85 persen.
06:11Oke.
06:12Mas Kertubi.
06:13Itu yang benar.
06:14Oke, makasih.
06:14Mas Dirman,
06:15lihat political will yang ada sekarang.
06:17Anda yakin,
06:19bahwa MRC ini akan selesai?
06:20Bahkan tadi Mas Puji mengatakan,
06:22di atasnya MRC akan ada lagi.
06:25Ya, seorang menteri sering mengatakan begini,
06:28kalau kau mau ideal di surga aja.
06:31Itu satu contoh.
06:33Yang kedua,
06:34dua orang menteri mengatakan,
06:35jangan terlalu keras sama mafia,
06:36nanti mafia menyerang balik.
06:39Tapi juga Presiden kita,
06:42Pak Jokowi waktu rame-rame
06:43Pak Pimenta Saham,
06:45memberi teguran pada saya.
06:48MRC sendiri orang kuat,
06:51Novanto sendiri orang kuat.
06:52Dua-duanya bergabung,
06:53apa enggak makin kuat?
06:55Harus hati-hati.
06:57Ini sebetulnya adalah pertanda bahwa
06:59kita ini sudah lama terjebak pada
07:00hanya mengerjakan yang mungkin,
07:03yang mudah,
07:04yang harus dilupakan.
07:06Padahal berbangsa ini,
07:07bernegara ini,
07:08tidak cukup mengerjakan
07:09hanya yang mungkin saja,
07:11tapi yang harus dikerjakan.
07:12Memberantas mafia itu harus dikerjakan,
07:14meskipun sulit.
07:16Menegakkan hukum harus dikerjakan,
07:17meskipun sulit.
07:20Membereskan korupsi harus dikerjakan,
07:21meskipun sulit.
07:22Jadi,
07:23mari kita gunakan
07:24momentum kepimpinan baru ini
07:26untuk mengerjakan yang memang harus dikerjakan
07:29demi generasi ke depan.
07:30Kalau hanya mengerjakan yang mungkin,
07:32yang mudah,
07:33bangsa ini makin lama,
07:34makin turun.
07:35Dan saya,
07:36kita semua menaruh harapan
07:37pada pemimpinan baru
07:38untuk melakukan
07:39yang harus dikerjakan.
07:40Oke,
07:40baik,
07:41Mas Dirman,
07:42Mas Puji,
07:42Bang Fikar,
07:43Mas Kurtobi,
07:44dan Mas Fahmi Redi
07:46telah bergabung di
07:47Satu Meja The Forum.
Komentar